Edlynne Stories; Legend never die

Edlynne Stories; Legend never die
1


__ADS_3

"Ah.. Aku membuat kesalahan lagi.." gumamku dengan lemas. Aku menoleh ke kanan dengan pelan untuk melihat jam berapa sekarang. Seperti dugaan ku.


"Aku.. Terlambat lagi.. " gumamku. Tanpa berfikir panjang aku berlari ke arah kamar Mandi dan mulai membersihkan diri dengan tak kasat Mata.


"Ah.. Kakak itu selalu seperti ini.." kata Eyden sambil menaruh tangannya di wajahnya.


Mencari-cari dimana pakaian sekolah ku di lemari. Ternyata tidak Ada. Itu membuat ku panik. Sementara Eyden yang dari tadi hanya memperhatikan ku dengan Dingin memberikan petunjuk dengan mengarahkan tangannya ke kanan. Aku melirik apa yang dia tunjuk. Terlihat bersinar sepasang baju dengan rok pendek berwarna pink yang dari tadi pagi sudah Ada disitu.


Eyden yang melihat ku seperti itu menghela napas kecewa. "hei apa-apaan itu" gumamku dengan kesal. Sekali Lagi aku melihat ke arah Jam, aku tambah panik. Seharusnya hari pertama itu diawali dengan baik, tetapi ini diluar dugaan ku. Hiks.


7 menit kemudian. Aku keluar dari kamar bersama Eyden yang sudah membersihkan bajunya dan menuruni tangga bersama. Terlihat saudara ku yang lain sudah menungguku dari tadi. "Hei! bagaimana dengan ini aku tidak terlambat Lagi bukan?." ucapku dengan sombong.


Sebenarnya aku tidak terlambat masuk sekolah. Tetapi aku terlambat untuk bangun Pagi bersama saudaraku yang lain. Peraturan dalam kerajaan kami adalah bangun tepat waktu, Dan 15 menit sebelum berangkat sekolah Untuk sarapan bersama.


"lewat satu menit tiga puluh enam detik, kau terlambat lagi." ucap Saudara ke tiga ku dengan senyum licik, Edriel. Pria berambut blonde dengan poni yang di kesamping kanan kan dan mata biru itu adalah kembaranku. kami berusia 16 tahun. dan dia hebat dalam segala hal bela Diri. Banyak wanita dari kerajaan lain yang menyukainya kerena sikapnya yang ramah Dan murah senyum, kebalikannya Eyden.


Eyden adalah anak Bungsu dari keluarga kami yang berusia 15 tahun. Berambut blonde dengan poni yang dikesamping kiri kan dan bermata biru sama seperti kami. Dia sangat hebat dalam Sihir terutama sihir Es, itu seperti mewakili sifatnya yang dingin seperti Es.


"Apa!? Hei ini masih pagi jangan membuatku kesal!" ucapku dengan wajah ngambek. Edriel yang melihatku hanya tertawa. Tidak Terima ditertawakan, aku memukulnya sambil bercanda. Aku tidak sadar, ternyata Ada seseorang disebelahku.


"Eh?..Kakak!" ucapku sambil lompat kepelukan nya. Ternyata seseorang itu adalah kakak ku. Mengetahui kalau seseorang itu adalah kakak, Aku selalu memberikan pelukan yang hangat kepadanya setiap pagi.Dan juga Kakak yang tau kalau aku yang memeluknya dia selalu mengelus rambutku dan tersenyum.


Dia pria berambut blonde dengan rambut sebelah yang dikebelakangkan dan bermata biru adalah penerus kerajaan kami sekaligus kakak ku, Edrayn.ia berusian 17 tahun. Ia sangat tampan dan hebat dalam segala hal sama seperti Ayah. Banyak wanita yang mengagumi nya dan berusaha mengambil hati nya tetapi tidak ada satu pun yang berhasil Karena sifatnya yang dingin itu.


"Ayo, nanti kita terlambat." ucap Edrayn dengan suaranya yang berat.


"baik!" jawab kami dengan Kompak.

__ADS_1


Kami pun menaiki Mobil yang telah disiapkan dan menuju sekolah dengan cepat.


______


___


Sesampainya di sekolah Bangsawan Whisteria.


Seperti namanya sekolah ini adalah sekolah terbesar dan termegah di benua Asia. Banyak anak dari kerajaan lain dengan keahlian yang berbeda-beda disini. Sekolah ini juga tidak hanya menampung anak bangsawan, tetapi Ada juga anak dari keluarga biasa disini dengan masuk melewati Tes.


Sekolah ini juga memisahkan anak yang berkemampuan. Lebih tepatnya memisahkan kelas,  jadi Setiap tahun pertama akan di adakan perseleksian di gedung dengan giok ajaib yang nantinya akan menentukan kekuatan apa yang Kita miliki.


Dan sekarang aku ditempat kan di kelas Anyelir. Kelas yang tidak diketahui kekuatan nya. Itu terjadi karena  beberapa hari yang lalu saat aku diseleksi di depan batu permata Giok. Giok itu menandakan warna merah yang artinya tidak diketahui jenis kekuatan apa yang dimiliki.


Sementara kakak dan adik-adik ku mendapatkan warna kuning yang berarti memiliki kekuatan yang dasyat dan ditempatkan dikelas tertinggi yaitu Asther. "(hh aku iri dengan mereka)" gumamku dihati.


"Hei bukankah mereka dari kerajaan Eyn?" tanya salah satu anak tahun pertama ke pada temannya sambil menunjuk kami. "Kerajaan Eyn?! Kerajaan yang menduduki peringkat pertama dari kerajaan lain itu!? Tidak mungkin! Aku sangat nge-fans dengan mereka!" seru salah satu anak yang menanggapi temannya tadi.


"Ah.. Kenapa aku merasa mereka berbicara nyaring sekali?" ucapku senyum. "Hei ini bukan yang pertama kalinya kan?" kata Edriel senyum.


"Putri Edlynne! Aku padamu!" tiba-tiba salah seorang anak laki-laki berteriak kepada Edlynne, dan membuatnya kaget. Aku membalasnya dengan lambaian dan senyuman "Salam kenal! Hehe!".


"Ah! Tidak Putri! Jangan tersenyum padaku! Ah hatiku!" ucap gembira anak laki-laki tadi sambil memegang Dadanya yang mau meledak karena senyuman Putri Edlynne.


"kakak jahat ya, sampai membuat orang tadi sakit hati karena senyuman kakak" ucap Eyden dingin.


"Apa!? Tidak mungkin! Aku telah membuat orang jatuh sakit.." ucap pemeran utama yang polos dan tidak tahu kebenaran bahwa dia cantik.

__ADS_1


"Ah aku harus Minta maaf!" ucapku sambil mengambil langkah berbalik untuk Minta maaf. Tetapi terhenti.


"Eitss.., mau kemana Putri?" ucap Edriel tersenyum sambil memegang kerah baju dari belakang. "Eh? Mau minta maap:D" ucapku dengan nada senang. "Ya ampun putri, sebentar Lagi akan masukan jadi kembali lah ke kelasmu" ucap Edriel dengan senyuman kesal. Aku menepis tangan yang ada di belakangku. "Duh! Apaan sih! Aku kan mau minta maap! Nanti kalau dia dendam denganku bagaimana?" ucapku dengan ngambek.


"apa kamu tidak tahu ini Jam berapa!? Sebentar lagi kelas akan mulai! Lagi pula dia tidak akan dendam denganmu! Hanya karena itu tahu!" jawab Edriel dengan kesal.


Aku selalu seperti ini dengan Edriel, tapi tenang saja ini sudah menjadi ciri khas kami yang ke kanak-kanak an.


Perkelahian kami terlihat seperti anak ayam.


Cip cip cip cip!


"Ah.. Mereka berdua itu.." ucap Edrayn.


Beberapa menit kemudian.


"Dadah!" aku melambaikan tanganku ke mereka dari jauh. Aku segera menuju kelas. Tetapi..


Bruk!


Terlihat dari kejauhan Ada guru yang sedang membawa banyak buku. Dan berjatuhan. Aku segera menghampiri Guru itu. "Biar saya bantu pak!" ucapku sambil mengambil buku yang jatuh tadi. Guru itu melihatku dan tersenyum. Dan akhirnya aku disuruh menaruh buku-buku ini ke perpustakaan.


Sampai nya di perpus.


"hmm apa ini ditaruh di atas?" gumam ku sambil melihat rak lemari yang di atas. Rak itu begitu tinggi tangan ku tidak sampai. Tiba-tiba seorang pria datang dan membantuku menaruh buku ke rak tinggi itu. "Eh?" aku sempat kaget karena kedatangan nya. Dan dia juga sangat harum.. Tapi dia siapa?


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2