Edlynne Stories; Legend never die

Edlynne Stories; Legend never die
2


__ADS_3

Sebentar lagi kelas akan mulai. Tetapi aku tidak Ada di kelas melainkan di perpus untuk membantu guru tadi menaruh buku-buku. Untungnya guru yang kubantu tadi adalah wali kelas baru ku, jadi aku mendapat Izin masuk agak terlambat.


Tak Lama aku menaruh buku-buku di rak dengan rapi. Sesuatu membuatku kesal. "Eh apa buku ini harus di taruh di atas situ?" gumamku sambil melihat ke arah rak yang tinggi. Milihat rak yang tinggi itu membuatku kesal, karena aku tidak dapat menggapainya.


Aku mencoba untuk menaruh dengan berjinjit tetapi tetap tidak sampai. Tiba-tiba seseorang pria datang dari belakang. Aku sempat kaget karena kedatangan pria itu. "Eh?" aku melihat dia mengambil buku yang Ada ditanganku dan menaruh ke rak yang ku sebut tadi.


"!" perlahan aku tersenyum karna senang telah menyelesaikan semuanya. tentu saja itu juga berkat pria berambut ke coklat an dan berwajah dingin itu. Aku tidak tahu dia siapa, aku juga pertama kali melihatnya.


"Terima kasih! Berkat mu tugasku telah selesai." ucapku dengan nada senang kepada pria itu, yang masih berdiri di Depan rak untuk memilih buku. Mendengarku yang berterima kasih kepadanya membuatnya berlirik ke arah ku dengan dingin.


Pria itu tidak mengucapkan apa-apa, ia langsung berbalik untuk meninggalkan ku. Dengan cepat aku menyerobot ke depan nya. "Hei siapa nama mu? Sepertinya aku baru pertama kali melihatmu." tanya ku kepada pria itu Membuatnya kaget dan berhenti sebentar, tak Lama ia berhenti ia melanjutkan kembali langkahnya.


"hei! Jangan sedingin itu!, aku perlu berbalas budi denganmu! Setidaknya beri tahu aku namamu!." teriak ku yang bergema diperpus membuatnya kaget. Untungnya kepala perpus sedang tidak Ada. Jika ada, mungkin aku akan kena denda jika ketahuan berteriak di perpus.


"Lucion." ucap pria itu tanpa membalikan tubuhnya. Aku yang mengetahui namanya, dengan sepontan berterima kasih sambil menyebut namanya. Ia pun meninggalkan Edlynne.


Aku juga bergegas kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran.


---


Sampainya dikelas. Hanya Ada beberapa siswa di kelas Anyelir. Jadi tidak begitu ramai. Dari pintu aku bisa melihat seseorang berambut hitam pendek dengan bando berwarna merah. Dia sahabatku, Eylis.


Kami berteman sejak kelas satu SMP. Dulu Eylis adalah orang yang pendiam dan tidak banyak bicara. ia hanya mengucap kata-kata yang penting saja. Tapi sekarang tidak lagi. Semenjak kita berteman Eylis banyak berubah. Dia menjadi anak yang periang dan mudah bergaul!. Aku senang dengan Eylis yang seperti itu.


Dan Mengenai soal gosip anak-anak tadi. Aku sudah terbiasa dengan mereka yang seperti itu. Gosipnya terdengar seperti ini,


*Edlynne, Putri satu-satunya Raja Edward dan Ratu Evyanna dari kerajaan Eyn. Masih berusia 16 Tahun, Putri dari kerajaan Eyn sering dijuluki Dewi karena parasnya yang cantik jelita seperti Ibunya. Konon, Ada dari mereka yang mengatakan bahwa Ibunya Edlynne bukanlah orang Bangsawan.


Raja Edward pertama kali bertemu Ratu Evyanna, saat Raja Edward sedang bertapa di gunung Re. Tidak diketahui asal-usulnya Raja Edward jatuh cinta pada pandangan Pertama dan menikahi Ratu. Ya seperti itulah kisahnya.

__ADS_1


Lanjut Cerita Edlynne.


Meskipun Dia berparas wajah yang cantik dan anak Dari kerajaan tertinggi. Ia pernah diremehkan oleh temannya dan orang-orang disekitarnya saat ia berusia 8 tahun, karena tidak mempunyai kemampuan dalam sihir.


Raja yang mengetahui bahwa putri nya Dikucilkan. Ia tidak berbuat apa-apa, sebaliknya ia tersenyum. Dan mengatakan pada Edlynne kalau Ia berbeda dengan yang lain dan itu adalah keturunan dari ibunya, Evyanna*.


*


Ya, gosipnya bisa terdengar seperti itu. Edlynne yang sampai sekarang tidak mengetahui apa kekuatannya, ia tidak menyerah. Masih ada jalan lain. Dan juga ia tidak pernah membenci orang-orang dan selalu berpikir positif tentang orang-orang disekitarnya. Ya meskipun salah satu dari mereka membencinya.


Percaya tidak percaya. Dibalik wajah baik mereka, terdapat salah satu dari mereka yang membencimu.


---


"Eylne?, Hei.. Eylne.." ucap Eylis yang duduk disampingku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku. Aku terkejut karna eylis mengguncang tubuhku. "Ah Eh! Ada apa?" ucapku bingung.


"Ah tidak. Aku hanya..Lapar.." ucapku sambil memegang perut.


"Ah..kau ini benar-benar.." kata Eylis sambil mengerenyit kan dahi nya.


"Aku heran denganmu. Makan banyak tetapi tetap mempunyai body yang bagus." puji Eylis yang membuatku tersedak saat minum. Tak lama Percakapan kami dipotong oleh bel sekolah yang menandakan sudah waktunya untuk istirahat.


Tubuhku bergetar, aku mengepalkan tangan dan berkata. "Um.. YAHU! TTEOKBOKKI Aku datang!" ucapku dengan bahagia membuat anak dikelasku terkejut. Aku pun ke kantin Bersama Eylis. Sampainya dikantin dengan cepat aku memesan tteokbokki kesukaan ku.


Tiba-tiba seorang pria bermata Hijau datang dan membuat semua orang yang ada di kantin menjadi heboh.


Bersamaan dengan pesananku yang datang dengan cepat. aku segera melahap makananku karena tidak mau makanannya dingin.


"?..Siapa pria itu? Aku tidak pernah melihatnya" ucapku sambil mengunyah makanan yang ada dimulutku. "Hei, telan dulu makanan mu itu, nanti kau tersedak!" seru Eylis. Aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian. Makananku sudah habis kulahap. Aku dan Eylis segera kembali ke kelas. Belum beberapa langkah. Aku menabrak seseorang. Untunglah orang itu tidak terjatuh tapi tetap saja aku yang bersalah karena menabrak nya. Aku segera minta Maaf kepada orang ku tabrak barusan.


Orang itu hanya menatapku Dan menyengir. "Oh lihat siapa ini?" Ucap pria itu.


"Ah Namaku Edlynne!" ucapku sambil tersenyum. Pria itu hanya melihatku dan tertawa. "Haha.. Maaf kan kelancangan saya Nona Edlynne.. Saya tidak bermaksud" ucap pria itu sambil membungkuk kan tubuhnya layaknya pangeran pada umumnya.


"Eh? Tidak apa-apa. Seharusnya aku yang meminta maaf karena tidak sengaja menabakmu tadi!" nada ku yang riang membuatnya tersenyum.


"baiklah tuan putri, Saya pergi dulu." ucap pria itu dengan sopan.


"Ah iya! Sampai jumpa!" aku membalasnya dengan lambaian. Dan sepertinya aku sudah melupakan Eylis yang ada disampingku dari tadi.


"Eh? Oh? Maafkan aku! Hehe." Eylis yang melihatku hanya menghela napas dan tertawa.


___


Dikelas.


Eylis Memberi tahu ku siapa pria tadi tetapi tidak Namanya. Aku terkejut mendengar Eylis. Bahwa pria tadi adalah salah satu dari penerus keluarga Alam. Belum Lama kami berbicara. percakapan kami terpotong lagi oleh pengunguman dari sekolah.


Beep-


"***Halo! Selamat siang murid-murid Whisteria! Kami dari LND ingin menyampaikan sesuatu untuk kalian!. tanpa panjang-panjang mari kita langsung ke intinya!. bahwa


TOURNAMENT ANTAR KERAJAAN TELAH TIBA!"


"!!!!!" seluruh sekolah terkejut mendengar pengunguman itu***.


To be continued.

__ADS_1


__ADS_2