Edlynne Stories; Legend never die

Edlynne Stories; Legend never die
4


__ADS_3

Tiba-tiba..


Sring--


Ruang kelas kami berganti tempat menjadi hutan. Pohon-pohon yang tinggi. Daun-daunnya yang lebat sampai melindungi kami dari sinar matahari. Kami tidak terpisah, hanya terpisah oleh kelas lainnya. Ya bisa dikatakan ini sangat canggih. Menurutku, ini sangat hebat bisa men teleport seluruh siswa disekolah sekaligus. Yah.. Tak heran sekolah ini mendapatkan bintang lima.


Tak Lama kami tiba dihutan dan melihat-lihat. Siaran itu kembali memberitahu kami lewat gelang yang ada ditangan kami.


"*Melihat ekspresi kalian sepertinya sangat takjub. Haha sudah kuduga akan seperti itu. Oke sekarang kami akan memberitahu kalian misi apa yang akan kalian lakukan sekarang.


Kalian tidak akan diteleport kemana-mana lagi dan harus menemukan bunga Middlemist red yang hanya Ada satu dihutan ini! dan juga kalian harus berebut dengan siswa kelas lainnya!. Jadi semoga berhasil*!" tutup siaran itu.


"Eh? Apa kita tidak diberitahu petunjuk?" aku bertanya pada Eylis yang sibuk memainkan rumput. "Apa?! Tidak diberi tahu? Oh tidak.. Ini lebih sulit dari yang kubayangkan.." jawab Eylis lemas. Aku hanya melihat Eylis Dan tersenyum.


"Sepertinya ini tidak sesulit yang kau bayangkan." jawab Edylnne senyum. Mendengar perkataan Edylnne, Eylis bangkit dari jongkoknya


"Apa? tidak sulit katamu?..Oh ayolah cepat cari bunga itu dan menangkan misi ini.. Aku takut jika Ada hewan buas datang dan menerkam kita!" ucap Eylis panik. Edlynne hanya menatapnya dan tersenyum tidak melakukan apa-apa, ia menarik napas dan mengeluarkannya.


"ngomong-ngomong aku sudah Lama tidak bermain ke hutan." ucap edlynne. Eylis hanya melihatnya dengan tatapan bingung. Tiba-tiba seseorang datang menghampiri kami.


___


Di sisi lain.


"Woah.. Sudah Lama kita tidak ke hutan, aku jadi kangen dengan suasana masa kecil kita!" Ucap Edriel sambil menaikan tangannya bersemangat. Sementara itu Edrayn dan Eyden yang dibelakang Edriel gemetar dan berkeringat dingin.


"Oh..Tidak Kakak.." ucap Eyden gemetar tanpa alasan.


Edriel yang melihat mereka berdua gemetar tanpa alasan membuatnya bertanya-tanya. "?.. Ada apa dengan kalian?" tanya Edriel yang memiringkan sedikit kepalanya. Mereka tidak menjawab dan langsung meninggalkan Edriel. "Apa!? Hei kalian mau kemana! Tunggu aku!" seru Edriel.


----


Sesaat Edlynne dikejutkan oleh kedatangan seseorang dari belakang. "Wah-wah.. Siapa ini? Lama tidak bertemu ya. Putri Edlynne." ucap seseorang yang datang dari belakang kami. Edlynne hanya menatap orang itu sambil senyum.


"Tak kusangka pertemuan kita sama seperti latar kejadian dulu." kata orang itu sambil menyengir. Edlynne hanya diam menatapnya. Sekilas ia di ingatkan oleh kejadian yang tak ia sukai. "Kamu.."


___


"Argh..hutan ini sangat luas." ucap Edrayn sambil mengerenyit kan dahinya.


Edriel yang mengejar mereka pun baru tiba. "Hosh! Hosh!.. Hei! Kenapa tiba-tiba kalian lari begitu cepat? Sebenarnya ada apa?" tanya Edriel dengan napas tersenggal.


"Apa kakak tidak ingat kejadian 6 tahun yang lalu?, saat itu kakak berada di kediaman kakek untuk menambah ilmu."


Jawab Eyden. Seketika wajah Edriel yang tadinya kebingungan mendadak terkejut. Ia mengingat semuanya. Kejadian 6 tahun lalu..


-------


Author pov


Edlynne tidak meneruskan kata-kata nya yang terputus. Pria itu kembali berbicara.


"Ah maafkan saya. Sepertinya Anda Lupa, ya" ucap pria itu dengan tatapan sinis.


"Hei.. Siapa dia? Apa kau mengenalnya?" bisik Eylis sambil menyikut Edlynne.


"Aku.. Tidak mengenalnya." jawab Edlynne kepada Eylis. Eylis yang mendengar Edlynne, tidak percaya. kalau Edlynne tidak mengenalnya. Ia ingin bertanya tetapi melihat raut wajah Edlynne yang masih tersenyum tetapi memberikan Aura Aneh. Ia memilih untuk tidak bertanya.


"Biarkan saya memperkenalkan diri secara resmi. Nama saya Earl sanders." ucap pria itu sambil membungkuk.


Edlynne pov

__ADS_1


Sekujur tubuhku tersentak dalam sekejab. Perlahan senyumanku hilang.


Aku mulai mengepalkan tangan.


Padahal aku mencoba untuk tidak mengingatnya dan mencoba kalau itu bukan lah ingatan ku tetapi ingatan itu benar.


Aku mendengar nama itu. Suara yang sama seperti 6 tahun yang lalu. Aku mencoba untuk menahan amarahku.


Tetapi tidak bisa. Aku mencoba untuk melangkah ke hadapan nya.


Tiba-tiba seseorang menghentikanku dengan cara menghadang dengan tangan nya. Seseorang itu adalah


"Kakak?" aku melirik ke kanan.


Untunglah, Kedatangan kakak membuatku sadar dan bisa menghilangkan amarah. Seketika mood ku menjadi baik. Aku juga melihat Edriel dan Eyden datang bersamaan ke arahku.


"Bagaimana kalian tahu lokasiku?" tanyaku sambil memiringkan kepala.


Dan seperti yang kalian tahu. Bahwa saudara-saudaraku sangat Tampan. Eylis yang dari tadi berdiri disebelaku sedang menahan untuk tidak histeris dan Melvin's untuk tenang.


" 'Bagaimana kami tahu' katamu?! Hei apa tadi kau tidak melihat sekumpulan awan gelap diatasmu?! Kau membuat kami cemas!" Oceh Edriel sambil menggoyang-goyangkan tubuhku.


"Apa! Hei!? Lepaskan aku! Aku pusing!" Edriel pun melepaskanku.


"Hhh..ada apa denganmu? Awan hitam? Mana mungkin aku mengeluarkan awan hitam! lagi pula aku tidak memiliki kekuatan apa pun!, apa kau tidak berlogi-" ucapku terputus. Aku berpikir sejenak.


"Tunggu, apa? Awan hitam katamu?" ucapku kebingungan. Aku melirik ke kakak untuk memastikan apakah itu benar apa yang dikatakan oleh Edriel.


Kakak melihatku dan hanya mengangguk.


"Mungkin kamu ti-" ucap kakak terputus karena Earl memotongnya.


"Ehem. Pertemuan yang tidak terduga lagi ya. Edrayn Eyn Aylord." Ucap Earl sambil menekan kan Nama kakak ku.


Author pov


Earl melihat Edrayn Dan tersenyum tipis.


"Aku baru saja pindah. Tentu saja aku kesini untuk ikut turnament itu." jawab Earl.


Suasana kami menjadi semakin tegang. Untungnya ketegangan kami dipecahkan oleh siaran.


"Oke waktunya tinggal 15 menit Lagi."


"Sebaiknya kau pergi atau kau akan berakhir disini." Ancam Edrayn sambil mengeluarkan Aura dingin dari kekuatannya.


"...Yayaya baiklah kau menang. Aku pergi, sampai bertemu nanti." ucap Earl sambil melambaikan tangannya dari belakang.


"O, oke.. Jadi.. Apa yang kalian maksud awan hitam?" tanya Edlynne penasaran.


"? Apa kakak tidak mengingat kejadian 6 tahun lalu?. Saat itu kakak ingin melindungiku dari Earl dan membuat seluruh kota menjadi gelap karena awan mendung yang kakak buat. Ah ya, dan juga mengeluarkan sambaran petir. Kami semua sangat panik karena tidak bisa menghentikan kakak." ucap penjelasan Eyden singkat.


"A, apa?" Edlynne terdiam.


"Ya kejadian nya seperti itu. 6 tahun yang lalu." ucap Edrayn.


_____


Taman kerajaan Eyn. 20XX


"Miko hentikan! Ahaha! Itu geli!" Seru Edlynne saat berusia 10 tahun. yang tengah bermain bersama anjing nya bernama miko.

__ADS_1


"Eylnne, apa kamu tahu dimana Eyden? Ia belum pulang sampai sekarang." Ucap Edrayn yang masih berusia 11 tahun.


"Hm? Katanya dia akan pulang telat karena mengikuti pelajaran tambahan sihir sejak Jam 11 tadi." jawab Edlynne.


"Apa? Jam 11? Tapi Ini sudah Jam 5 sore. Apa pelajaran tambahan sampai selama ini?." ucap Edrayn. Tiba-tiba pelayan kerajaan menghampiri mereka dan berkata bahwa Eyden menghilang.


Edrayn dan Edlynne sangat terkejut mereka bergegas ketempat Eyden latihan.


_____


Sesampainya di tempat Eyden latihan.


Mereka sangat panik mendengar Eyden menghilang. karena saat itu Eyden masih berusia 9 tahun.


Eyden belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya. Oleh karena itu Ayah menyuruhnya untuk berlatih di kelas tambahan sihir.


Mereka mencari-cari disetiap kelas dan ruangan-ruangan lainnya Tetapi tidak ketemu. Mereka memutuskan untuk berpencar, Edrayn ke barat dan Edlynne ke timur.


Edlynne pov


"Uh.. Kemana perginya anak itu?!" gumam ku cemas. Aku menyebrangi jalan dan menuju ke hutan.


Aku ingat Sekolah ini bersebrangan dengan hutan jadi siapa tahu. Bisa saja dia bermain-main dihutan.


Ditengah perjalanan di hutan aku bisa melihat dari jauh ada benda yang menyilaukan di tanah. Aku melihat dari dekat. Ternyata itu adalah Anting permata biru milik Eyden. "Ck." aku mengerenyitkan dahiku.


Disisi lain. Di waktu yang sama dan tempat yang sama yaitu hutan.


Menarik napas."Ah..Segarnya.." senyum Eyden.


"Aku menyukai tempat ini. Sepi dan indah.. Tidak Ada yang menggangguku berlatih." ucap Eyden sambil bersiap untuk mencoba kekuatan barunya yang dipelajari siang tadi.


Tapi seseorang datang menghampiri Eyden. Berambut hitam dan berwarna mata coklat terang, disertai tanda yang berbentuk daun di bawah mata kanan nya. Yang menandakan bahwa ia adalah keturunan Kerajaan Mangrove. Pangeran Earl sanders.


"Halo kawan." ucap Earl.


"Kau..Apa yang kau lakukan disini." ucap dingin Eyden membuat Earl tertawa.


"Eh? Bukannya seharusnya aku yang menanyakan itu? Apa yang kau lakukan disini? Di tempat ku." ucapan Earl membuat Eyden geram.


Disekolah Earl Dan Eyden tidak memiliki hubungan yang baik. Earl selalu mengejek dan merendah-rendahkan Eyden yang belum memiliki kekuatan.


"Tunggu.. Apa tadi kau latihan? Pff.. Apa di kerajaan kalian tidak mempunyai tempat untuk latihan?" ucap Earl sambil tertawa.


"oke oke maafkan aku. Bagaimana kalau kita latihan bersama? Mungkin 'kita' akan lebih kuat. Dengan cara bertarung. Ya kan Eyden Syden Eylord?."


Tiba-tiba tanah disekitar Eyden bergetar seakan terjadi gempa bumi. Earl hanya tersenyum licik melihat Eyden yang tidak bisa berbuat apa-apa.


Tanah itu bergetar dan memunculkan akar pohon yang besar. Dengan cepat menggeliat ke tubuh Eyden.


Eyden pov.


"!!!A, apa? Uh.. Ini kencang sekali.. Aku tidak bisa bernapas." aku mencoba untuk keluar dari akar-akar ini. Tetapi ini sangat kuat, aku tak bisa melepaskannya.


"Hm.. Sepertinya Ada yang kurang..apa kita perlu menambahkan warna merah?. Hmm.. Oke ayo kita coba hihi.." Ucapan Earl membuatku membulatkan mata.


Aku tidak tahu apa yang akan dilakukannya tetapi..


Akar-akar itu muncul lebih banyak Lagi!. Tapi kali ini akar itu dibuat runcing oleh nya.


"T, tunggu kau mau Apa!?" ucapku sambil menahan rasa sakit.

__ADS_1


"hihi"


TBC.


__ADS_2