
Eyden pov
Ikatan akar yang besar ini terus menerus mencekik ku, aku hampir kehabisan napas karenanya. Ku lihat Earl membuat lagi akar-akarnya, Tapi.. Kali ini sepertinya berbeda. Itu bukan akar besar, Tetapi akar yang runcing.
"T,tidak apa yang kau lakukan.." aku membulatkan mataku. melihat akar runcing melayang yang siap kapan saja menusuk ku.
"Hihi..Ayo kita mulai~ pertama tama kita harus menggoreskan sedikit ke kaki~" ucap Earl dengan senyuman licik.
Tiba-tiba akar runcing itu melayang ke arah kaki ku. Dan menusuk dagingku. Aku berteriak kencang kesakitan meminta pertolongan. Tetapi tidak ada satu pun orang disana. Aku berharap kakak datang menyelamatkan ku..
"Oh? Apa yang kulakukan? Sepertinya aku tidak menggoresnya? Apa ini kurang?..hihi..kalau gitu mari kita ketahap ke dua yaitu..em..aku tidak suka berlama-lama..bagaimana kita akhiri saja?" Ucap Earl pura-pura bodoh sambil mengangkat tangannya.
"A,apa..maksudmu.." tanyaku meringis.
Earl hanya diam dan sibuk membuat akar-akarnya.
"..Maksudku adalah aku ingin membunuhmu. Apa itu jelas?"
"!!A,apa..ta,tapi kenapa!?" tanyaku lagi.
" 'kenapa' katamu? Hei aku tidak suka melihat mu yang lemah seperti anak perempuan. Itu membuatku jijik." jawab Earl yang sudah selesai membuat akar-akarnya.
"Nah..sudah selesai. Aku menaburkan beberapa racun di setiap akarnya. Aku mengambil dari ruang kakek ku lho.. Konon katanya itu hanya bisa disembuhkan oleh darah orang yang memakai racun ini. Jadi jika kau sekarat kau hanya perlu mengobatinya dengan mengambil darahku, karena aku yang memakai ini hehe.." ucapnya dengan bangga.
Aku menelan ludah. Sekali lagi Aku mencoba meminta pertolongan dengan cara berteriak lagi Dan lagi tetapi tetap saja, tidak ada yang mendengar ku. Sementara Earl sudah siap dengan akar-akarnya, Ia mengangkat tangannya, dan mengontrol akarnya.
Aku sangat takut, Aku mencoba bergerak keluar dari akar-akar ini tetapi, semakin aku banyak gerak akar ini akan terus menambah kekuatan nya.
'Argh..aku tidak bisa apa-apa..aku mohon..kakak..selamatkan aku..' dalam hatiku. Aku berpikir sejenak, bagaimana cara agar mereka menolongku yang ada di hutan besar ini, tapi mereka tidak mengetahui lokasiku?. Tiba-tiba ada satu ide yang terlintas di otak ku.
Aku segera mengeluarkan tanganku dari akar ke celah-celah yang kosong, dan membuat kristal es yang kecil, aku berharap Earl tidak melihat apa yang kulakukan.
Akhirnya kristal Es yang kubuat sambil menahan rasa sakit selesai. Aku menelan ludah. 'semoga ini berhasil..'
keristal es yang kubuat itu melayang. Aku berharap mereka yang mencariku bisa bertemu dengan kristal itu.
JLEB!
Tiba-tiba tanpa kusadari. Sebuah akar runcing yang menembus akar besar mengenai dadaku. Darah segar bercucuran kemana-mana. Aku sangat terkejut, aku mencoba untuk melepaskan akar itu dari dadaku, tapi tanganku sangat lemas, karena kehabisan darah dan racun yang menyerap ke tubuhku. Sementara Earl hanya melihatku dari jauh dengan senang dan puas. mungkin baginya itu adalah tontonan yang menarik.
Tak lama sebelum aku menejamkan mata. seseorang datang dari belakangku dan menggendongku turun dari akar besar. Aku hanya bisa membuka setengah mata. Tetapi Aku bisa melihat dengan jelas bahwa seseorang itu adalah kakak ku..
Edlynne.
"Hei! Apa kau masih bisa bertahan sebentar lagi?. Maaf ya aku terlambat, Tadi aku tidur sebentar, Dan melihat ada kristal es yang melayang di atas kepalaku!" Ucapnya Dengan Santai, hanya kutanggapi dengan Senyuman.
Aku senang, kristal es ku berhasil menyelesaikan misi. Tapi.. Lama-kelamaan mengapa Aku merasakan hawa aneh yang keluar dari kakak ku. Setahuku kakak tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Tapi ini apa?
Seolah yang berada di hadapanku Sekarang bukanlah kakak ku.
__ADS_1
Sementara Earl yang melihatku dari jauh terkejut. Ia membulatkan matanya dan Menyengir.
"Wah wah apa ini? Sang penyelamat datang?" ucap Earl yang tidak diherani oleh kakak ku Membuatnya kesal dan membuat akar-akar nya lagi.
Entah apa yang dipikirkan kakak sekarang. Ia malah memberiku pertolongan pertama, ia mencabut akar Earl, dan memberiku perban. Seperti yang kulihat, sepertinya kakak lebih panik dan takut melihat diriku Yang berlumuran darah, dibanding dengan musuhnya, ia sangat.. Ah bukan.. Biasa saja mungkin?.
Aku melihat dari jauh, sepertinya Earl yang kesal sedang menyiapkan akar buatannya lagi untuk kakak ku.
"hei..dibelakangmu.." ucapku memberitahu kakak dengan nada lemas.
"Aku tahu." jawabnya tanpa mendengarkan kata-kataku sampai selesai.
Padahal akar-akar itu bisa kapan saja menyerangnya dari belakang. Tetapi ia lebih sibuk denganku. Ada apa dengannya?, sebenarnya Tadi aku juga Sempat terkejut Ia bisa datang secepat ini dalam keadaan seperti biasanya.
Tak lama Earl menghampiri kami Dan memberikan ekspresi mengolok.
"Hei apa yang kau lakukan penyelamat?. Itu percuma, seperti yang kukatakan tadi pada adik mu, kau harus-" Ucapan Earl terhenti Karena Tiba-tiba Saja seluruh hutan menjadi gelap Karena awan hitam.
"Ugh..Apa itu.." ucapku yang tergeletak ditanah melihat awan hitam.
Sepertinya sebentar lagi akan ada badai datang, pikirku.
"Nah, Perbannya sudah selesai!, kalau gitu. Tetaplah disini aku akan kembali." kata kakak sambil menyuruh ku menahan perbannya.
"ka,kakak mau kemana.." tanyaku rintih.
"kakak mau mengambil darahnya, sebentar aja kok. Kamu tunggu disini ya." jawab kakak Santai dengan senyumannya.
"Udah. Kamu disini aja." ucapnya memotong perkataan ku. Entah kenapa tiba-tiba aku merinding mendengarnya.
*Author pov
Tep tep tep*.
Edlynne melangkahkan kakinya ke arah Earl dengan mata yang tertutup oleh Anak rambut nya. Awan hitam juga semakin besar menutupi langit biru yang indah.
Dua meter Jarak Edlynne dari Earl.
"Oh? Apa kau kakaknya? Seperti nya tidak ada apa-apanya. Seperti adi-" ucapan sombong Earl terhenti. Tiba-tiba ia merinding karena Edlynne Menyodorkan tangannya Ke hadapannya.
'Ah..A,apa ini!? Aura macam apa ini!?' dalam hati Earl. Earl mulai panik dan meneteskan beberapa keringat dari dahinya.
"Ah!! Sudah lah! Kalian sama saja!" ucap Earl sambil mengontrol akar-akarnya untuk menusuk Edlynne. Tetapi..
JDAR!
Terlambat. Petir lebih dulu menyambar akar-akar Earl Dan menjadi abu.
"A,apa..bagaimana bisa.." ucap Earl gemetar. Ia membayangkan bagaimana jika dia yang tersambar. Mungkin ia sudah menjadi abu seperti akar-akar itu.
__ADS_1
Earl membulatkan matanya pada Edlynne yang Menaruh kembali tangannya.
'A,apa ini..,ini tidak sama seperti gossip yang ada. Bukankah kakak perempuannya tidak memiliki kekuatan? A,apa aku salah?' dalam hati Earl.
Tanpa berpikir Earl mundur perlahan. Karena ia sudah tahu bahwa ia tidak bisa melawannya. Edlynne meneruskan langkahnya dan membuat Earl terpojok antar pohon.
"A, apa yang kau mau!?" seru Earl terlebih dahulu.
"Darah." jawab Edlynne singkat.
"A, apa!?, Tidak! Tidak akan kuberi-"
DUAR!
Suara sambaran petir kembali menyambar salah satu pohon yang berada didekat Earl yang berarti ancaman untuknya. Sontak Earl terpaku, dan berlutut. Ia akhirnya memberikan darahnya pada Edlynne, dengan cara menggoreskan akar yang telah ia buat sendiri ke tangan nya.
_____________________________________
Edlynne pov
Real-life.
"Apa? Setelah itu apa kelanjutannya?" tanya ku pada kak Edrayn yang berdiri disampingku.
Beberapa menit yang lalu, saat Earl meninggalkan kami. Kak Edrayn menceritakan kisah ku 6 tahun yang lalu. Aku sangat terkejut mendengar cerita nya, karena aku lupa akan hal itu.
"Kelanjutannya, kamu tidak bisa mengendalikan diri, memadamkan listrik kota, membuat seluruh kota terkejut karena badai datang, membuat hewan dihutan ketakutan, dan melukai Eyden dengan menyambarnya. Pada akhirnya Eyden mempunyai tanda lahir berkatmu." penjelasan Edrayn singkat.
Aku menganga-nganga mendengarnya tidak percaya.
"Apa!? Itu tidak mungkin! Bagaimana bisa aku melukai orang." ucapku yang tidak Terima sekaligus tidak percaya, Eyden menunjuk kan bukti kepadaku dengan membuka kerah bajunya dan memperlihatkan tanda yang berbentuk seperti petir.
"Ah.. Maafkan aku.." ucapku tunduk.
"?..Hahaha..baiklah, itu juga sudah Lama." kata kak Edrayn sambil mengelus-ngelus kepalaku.
"Hei sepertinya Ada yang terlupakan." ucap Edriel menyela.
Kami berempat yang mendengar perkataan Edriel langsung berpikir.
Seketika otak ku terlintas ingatan yang dimaksud Edriel.
"Ah! Bunganya!" aku mengacungkan tangan dan bertatapan dengan Eylis, ia hanya mengangguk.
Mendengar perkataanku, Edriel yang dihadapanku langsung bergaya dan mengeluarkan sesuatu di saku nya. Dan ya, kami yang memenangkan misi ini.
Tak Lama Edriel menyombongkan diri karena terlebih dahulu menemukan bunganya, pemberitahuan muncul di gelang kami. Isinya
*Selamat kalian adalah pemenangnya!. Kalian berhasil lolos tahap percobaan untuk memasuki Turnamen LND!, kalian akan menjadi tamu VIP dari sekolah Whisteria!
__ADS_1
-Jangan lupa untuk memetik kelopak bunga middlemist red*-
Tbc.