
Ayah melajukan mobilnya dengan sangat hati-hati, dia sangat menjaga kami.
Sesampainya dirumah, ayah kembali pergi menuju tempatnya mencari nafkah.
"dah ayah..."
Aku melambaikan kedua tanganku setinggi mungkin di balik punggung mobil yang semakin menjauh.
Ibu yang sudah sejak tadi berdiri diteras rumah tersenyum menyambutku, aku memeluknya seketika.
Tangan lembutnya memeluk tubuhku dengan penuh kasih sayang, kamipun masuk kedalam dengan menebar senyuman.
Kulihat si dingin Edward sudah mulai naik menuju lantai dua, langkah kaki panjangnya itu serakah sekali dia menaiki dua anak tangga sekaligus.
Pemandangan yang tak aneh untukku.
Akupun menyusulnya, satu persatu anak tangga aku injak dengan perlahan meniru gaya berjalan puteri solo.
Letak kamarku dan Edward bersebrangan, pintu kamar berwarna cokelat tua itu dipenuhi poster anime kegemarannya tak lupa poster free fire bersemayam juga disana.
Aku melirik sejenak pada pintu yang penuh dengan tokoh fiksi tersebut, lalu akupun berlalu tak peduli membuka pintu kamarku dan masuk dengan riang gembira mengingat pelukan hangat ibu yang selalu menghangatkan hatiku.
Didalam kamar baru itu aku segera membuka seragam lalu mandi dikamar mandi pribadi didalam kamar.
"senang rasanya punya kamar mandi sendiri."
Ujarku menatap kesetiap sudut kamar mandi, tak besar sih tapi cukup untuk kugunakan sendiri.
Dirumah sebelumnya kami hanya mempunyai dua buah kamar mandi, satu dikamar ayah dan ibu dan satunya lagi dekat dapur dan apesnya aku harus bergiliran dengan Edward, tapi dia culas selalu saja aku yang harus mengalah sehingga setiap pagi aku mendapat giliran kedua.
Luluran sudah selesai kulit remajaku halus dan mulus.
Segera aku menuju meja belajar mengambil LKS yang sudah sejak tadi memanggil untuk dibaca.
Beberapa halaman LKS memiliki lipatan kecil tanda letaknya PR hari ini.
Pulpen warna hitam di dalam tempat pensil tidak sabar ingin meninggalkan goresan di atas kertas.
"yaa begitu lah imajinasi anak berumur 12tahun."
Masa kanak-kanak menuju remaja.
Sewaktu di SD aku mendapat peringkat 3 dikelas, kalian para pembaca pasti sudah bisa menebak peringkat orang sejenis Edward.
"Ya, dia murid yang jenius." Batinku.
__ADS_1
Aku mulai mengantuk hingga tanpa sadar pipiku mencium meja belajar.
*****
Ibu mengelus punggungku berulang kali baru lah aku membuka mata.
"Stepany, ayo makan malam nak yang lain sudah menunggu."
Ucapan ibu penuh kasih sayang tak lupa senyum manis selalu terlukis dibalik bibir merahnya.
Kami melahap masakan ibu sampai tak tersisa bahkan satu butir nasipun, masakan ibu sangat enak rasa bumbunya selalu tertinggal dilidah dan tenggorokan.
Hari demi hari, minggu ke minggu, bulan berganti bulan kami sekeluarga lewati di kota kecil ini.
Ibu menyobek kalender dengan total 5 lembar, itu artinya sudah 5 bulan kami tinggal disini.
Hari libur sekolahpun tiba setelah sebelumnya melewati serangkaian ritual rutin ulangan semester.
Kami berencana pergi berlibur ke rumah nenek dan kakek didesa yang letaknya sangat jauh.
Ayah bilang desa itu dikelilingi oleh gunung yang belum terjamah manusia.
Aku takut mendengarnya, tapi ayah kembali berkata..
Ayah mencoba meyakinkan ku dengan kata-kata manisnya.
"ya sudahlah, lagi pula sudah sangat lama aku tidak bertemu kakek dan nenek." Jawabku pada ayah.
Flashback
Jonathan berasal dari sebuah desa kecil yang dikelilingi gunung dan beberapa danau indah.
Tempat kelahirannya itu jauh dari kata modern, sejak kecil hingga dewasa dia mendapat pendidikan disebuah tempat sederhana milik kepala desa.
Gurunya pun hanya mengandalkan orang-orang yang dengan suka rela mengajar disana.
Jonathan belajar bersungguh-sungguh hingga akhirnya dia menjadi seperti sekarang dipercaya memegang jabatan tinggi diperusahaan besar dikota.
Saat usianya genap 18 tahun dia dipaksa menikah dengan bintang desa disana yang bernama Selena (ibu nya Edward).
Diusianya yang masih sangat muda dia harus sudah memikul tanggung jawab besar dipunggungnya.
Selena adalah anak kepala desa incaran semua pemuda disana karena wajahnya yang cantik bak bidadari, tapi sayangnya dia tidak pernah tertarik pada pria.
Tapi lain hal pada Jonathan, dia sangat terobsesi sehingga semua harta dan jabatan kepala desa siap untuk menjadi milik Jonathan jika dia bersedia menikahi puterinya yang sakit-sakitan.
__ADS_1
Kondisi ekonomi keluarga Jonathan saat itu sangat memilukan, sehingga memaksanya untuk mengiyakan tawaran kepala desa.
Pernikahan terjadi satu hari setelah kesepakan dibuat, dan setahun kemudian Edward lahir kedunia.
Jonathan berencana untuk melanjutkan kuliyah dikota setelah kelahiran Edward, hal itupun disetujui oleh Selena.
Beberapa tahun lamanya Jonathan tinggal dikota mengenyam pendidikan di bangku universitas.
Saat dia pulang Edward sudah bisa berjalan bahkan berbicara.
Merekapun berkumpul layaknya keluarga kecil yang bahagia, namun semua itu hilang ditelan bumi saat Selena memaksanya untuk menikahi adiknya sendiri yaitu Julia.
Julia tidak menyetujui pernikahannya dengan Jonathan dia menentang tegas, tapi karena kondisi Selena yang saat itu sangat lemah memaksanya untuk menyetui keingan tak masuk logika itu.
Jonathanpun tidak pernah menginginkan kedua nya Selena ataupun Julia, semua yang dilakukannya semata-mata hanya untuk mendapat pendidikan dan kehidupan yang layak.
Tapi tidak mungkin terkabul dengan kondisinya yang miskin, sehingga pernikahan demi pernikahanpun terjadi.
Lalu lahirlah Stepany hasil pernikahannya dengan Julia, saat itu Edward berusia 5 tahun dan saat itu juga Selena menghilang tanpa jejak.
Hingga sampai kini keberadaan Selena tak diketahui siapapun, semalam sebelumnya terjadi keributan besar yang menimbulkan pertumpahan darah dan memakan korban setidaknya 20 orang warga desa.
Tidak diketahui sebab kematian mereka hanya terdapat kejanggalan pada semua jasad yang berhasil diotopsi.
Semua jasad tidak memiliki organ dalam, hilang entah kemana.
Tidak ada jantung, paru-paru, usus dan organ lainnya bahkan mereka tidak memiliki setetes darah pun didalam urat-urat nadinya, tapi tak terlihat luka sayatan bedah, organ dalam mereka hilang secara misterius.
Cerita ini hanya diketahui oleh warga desa termasuk Jonathan dan Julia, warga dari luar desa yang saat kejadian berada di TKP telah disumpah untuk tidak membocorkannya pada siapapun termasuk pada pihak berwajib.
Sedangkan Edward dan Stepany tidak pernah mengetahuinya sampai sekarang.
Jonathan dan Julia merasahasiakan cerita besar ini pada mereka.
Semenjak Stepany lahir mereka mulai saling mencintai, semakin hari rasa cinta dihati mereka semakin besar, dan Julia sudah bersumpah akan menyayangi Edward seperti pada Stepany seumur hidupnya, lagi pula Edward memang putera kakak kandungnya sendiri.
Tanah yang penuh misteri itu menimbulkan banyak pertanyaan yang mengganggu di dalam otak para penduduk desa termasuk Jonathan dan Julia.
Tak hanya soal kematian misterius para penduduk desa, tapi juga terdapat hal janggal lainnya.
Mau tau kelanjutannya ?,baca terus yaa..🤗
Makasih udah mampir baca,mohon bantuannya jika ada kekurangan. 🤗
Maaf jika ceritanya kurang menarik. 😁
__ADS_1