
Episode Sebelumnya
Maaf Pangeran Adelardo Steven Coldon dan Putri Agsaina Alexander Asta Saya Daniella pelayan kepercayaan putri Diana Harry Elizabeth yang akan mengantarkan pangeran dan putri ke ruang kamar dan melayani kebutuhan pangeran dan putri. Mari ikuti saya. "Daniella mengantarkan pangeran Adelardo Steven Coldon dan putri Agsaina Alexander Asta Kemudian mereka keluar dari ruangan perjamuan".
Maaf kak Daniella saya mau tanya, kenapa di lorong ini terasa suatu aura keanehan. "Agsaina bertanya kepada pelayan dengan posisi berjalan paling belakang. posisi mereka berjalan Daniella di depan, pangeran Adelardo di tengah dan putri Agsaina di belakang".
Mungkin itu perasaan tuan putri saja. Sejak kecil saya selalu ada di tempat ini. Dan kelak saya yang akan mengelola tempat ini yah walaupun cabang. saya hanya pelayan kepercayaan Putri Diana Harry Elizabeth yang telah wafat sehingga tempat ini di percayakan kepada saya untuk di kelola hingga adiknya Putri Grace Harry Elizabeth berumur 21 tahun. Oh iya kita telah sampai. Silahkan masuk pangeran dan putri. ini kuncinya dan saya mohon undur diri. jika ada kebutuhan lain, pangeran dan putri bisa menghubungi saya. "Daniella membukakan pintu kamar yang bertuliskan kamar VVIP 2468 kemudian menyerahkan kunci kamar ke putri Agsaina kemudian membungkuk memberi hormat lalu berjalan pergi untuk melakukan tugas lainnya".
Wah ruangan ini keren. Auranya juga berbeda dari aura di lorong itu. Oh iya pangeran Ade, apakah pelayan itu tidak salah memberikan kamar ? kenapa kakak itu ada di kamar ini ? "Agsaina Alexander Asta berlari masuk kamar dan berlari ke ranjang kemudian berguling kesana kemari karena kesenangan hingga akhirnya ia tak sengaja melihat kakak cantik berambut panjang ada mahkotanya memakai baju dress biru muda duduk di dekat sofa kemudian berbicara dengan pangeran Adelardo sambil menunjuk kakak itu".
Apa kamu buta putri Agsaina ? Di sofa itu tidak ada siapapun. "Pangeran Adelardo yang mengunci pintu dan melihat tingkah ke kanakan terkekeh dan tersenyum tanpa di ketahui putri Agsaina kemudian terkejut di saat putri Agsaina menunjuk sofa yang padahal tidak ada siapapun. Apakah anak ini menakutiku ? pikir pangeran Adelardo" .
Benar ada loh pangeran, jika kamu tak mempercayaiku dan merasa aku aneh dan menipumu baiklah, aku akan memperlihatkannya padamu tetapi dengan syarat kamu dan aku berbincang dengan kakak itu. Apa kamu bersedia ? Jika bersedia mendekatlah padaku duduk di sofa dan berikan tangan kananmu. "Putri Agsaina memberikan syarat kepada Pangeran Adelardo".
Baiklah aku bersedia dan menerima semua syaratmu. "Berjalan menuju sofa kemudian duduk di sebelah putri Agsaina kemudian menjulurkan tangannya agar dapat di gapai putri Agsaina".
Baiklah tarik nafas, keluarkan, pejam mata dan hitungan 1 sampai 3 maka bukalah matamu. "Putri Agsaina sambil menggenggam tangan pangeran kemudian menyalurkan energi dan menghitung 1, 2, 3".
Huaa siapa kakak ini ? "Pangeran Adelardo perlahan membuka mata kemudian kaget melihat kakak dress biru yang di katakan putri Agsaina".
Kenapa kamu tidak bertanya sendiri ? maka dari itu tugasmu bantu aku dan temenim aku berbincang dengan kakak ini untuk bertanya kenapa dia berada disini. "Putri Agsaina yang terkekeh melihat kekagetan Pangeran kemudian tersenyum".
Baiklah aku mengikutimu Agsaina, sesuai janjiku. "Mencoba rileks kemudian berpikir apa yang akan dibicarakannya dengan makhluk astral ini".
Komunikasi Dengan Arwah ON
Adelardo : Maaf kakak Putri, kalau boleh saya tau nama kakak Putri siapa ?
Arwah : Nama saya Diana Harry Elizabeth.
Agsaina : Kalau boleh saya tau, kenapa kakak ada di sini ?
Arwah : Ini adalah kamar saya Istana Elizabeth. Kamar ini kamar saya sejak kecil. Tetapi di kamar ini juga saya di bunuh.
Adelardo : Apakah kakak mengetahui siapa orang yang membunuh kakak ?
Arwah : Adik ipar saya Ronald Antonio White kakak dari Roselly Antonio White.
Agsaina : Baiklah, apa yang harus kami lakukan agar arwah kakak tenang di alam sana ?
Arwah : Temuilah Pangeran Darren Antonio White dan ambilkan di laci itu sebuah surat dan kunci kemudian berikan surat dan kunci itu ke Pangeran Darren Antonio White yang sedang berada di Inggris Alamatnya ada di surat itu. Dan bilang kepada Roselly Antonio White dan Wlliana Antonio White kalau dia, kakaknya Darren Antonio White dan Raja Antonio White dan Ratu Antonietta Elizabeth mereka sedang dalam bahaya karena siasat Ronald. Aku dibunuh Rodrigo dan Paman Robinson karena tidak sengaja mendengar percakapannya mereka. Dan ternyata Ronald adalah anak pamannya itu. Ronald anak Paman Robinson White itu adalah Rodrigo Robinson White. Pamannya itu menukar anaknya itu dengan Ronald Antonio White yang sesungguhnya waktu bayi agar mendapatkan tahta kerajaan yang diinginkan paman Robinson White. Suratnya bisa kalian tunjukkan ke Roselly Antonio White dan Williana Antonio White Terima kasih karena akhirnya ada yang bisa bantu aku. Aku akan mengikuti kamu Putri Agsaina untuk beberapa waktu. Dan aku akan keluar dari kamar ini selagi kalian ada di dalam. Dan tenang saja, aku tidak akan mengganggu kencan kalian.
Komunikasi Arwah OFF
Prolog : Pangeran Adelardo dan Putri Agsaina terkejut atas perkataan hantu itu dan wajah mereka sama - sama merona merah dengan mengembangkan senyum di bibir mereka.
Apakah kamu takut ? "Putri Agsaina yang masih menggenggam tangan Pangeran akibat ritual pembukaan mata batin kemudian melepaskan genggaman tangan mereka".
__ADS_1
Tidak. Apakah aku ini terlihat seperti orang yang sedang ketakutan ? "Adelardo menjawab dengan cuek dari tetapi yang sebenarnya sedang menahan degub jantung yang meronta - ronta minta keluar dan menahan junior agar tidak berdiri bangun karena berhadapan dengan wanita pujaannya itu".
Jadi kenapa tadi kamu teriak huaaa secara histeris gitu ? "Putri Agsaina menatap mata Pangeran Adelardo dengan wajah merah merona dan tersenyum".
Aku hanya sedikit terkejut. Kalau aku takut mana mungkin aku bicara dengan kakak hantu. "Pangeran Adelardo yang membalas tatapan Putri Agsaina dengan wajah merah merona dan tersenyum tanpa di sadari junior telah basah di celana dalamnya".
Ha baiklah aku percaya. Jadi apakah kamu ingin mata batinnya ku tutup kembali atau di biarkan saja ? "Putri Agsaina merasakan detak jantungnya meronta - ronta minta keluar dengan wajah merona merah dan terasa panas " Putri Agsaina yang masih menatap pangeran kemudian bangkit dari sofa".
Biarkan saja, jika aku menutupnya maka aku tidak bisa membantumu, dan tidak bisa melakukan kegiatan bersamamu di setiap harinya. Aku menyukaimu. Apakah kamu bersedia menikah denganku ? aku minta jawaban tulus darimu terlepas dari soal perjodohan sambil menarik tangan putri Agsaina berniat untuk menahannya tetapi justru membuat Agsaina terjatuh hingga menindih di atas tubuh pangeran Adelardo".
Baiklah aku setuju karena aku juga menyukaimu terlepas masalah perjodohan kita. "Agsaina masih dalam keadaan terkejut dan serasa melayang dan tak bisa berpikir dengan jernih".
Prolog : Masih dalam keadaan posisi Agsaina diatas menindih Adelardo di bawah. Bibir mereka menempel, wajah mereka merona merah, dan bahkan mereka bisa mendengar satu sama lain suara detak jantung mereka yang meronta - ronta minta keluar. Dari bibir yang menempel itu tiba - tiba Adelardo menjilati bibir Agsaina yang masih tertutup hingga Agsaina membuka mulutnya kemudian lidah Adelardo bisa masuk, Agsaina melenguh dan mendesah menikmati seluruh kegiatan yang di lakukan Agsaina dan membuat Adelardo bergairah, Jilatan itu berubah menjadi lumatan hingga mereka memainkan lidah dan saling menukar saliva. Adelardo sambil menikmati lahapannya itu jarinya mulai menjalar ke dalam celana dalam agsa memegangnya dengan lembut kemudian mengeluarkan jari - jarinya terus berpindah ke dada dan memegang kedua biji yang ada di dadanya itu kemudian adelardo membuka kancing kemejanya lalu membuka kemejanya itu. Kemudian Adelardo membuka seluruh pakaian Agsaina hingga Agsa tak berbusana. kemudian Adelardo membuka celananya serta celana dalamnya hingga ia pun tak berbusana seperti Agsaina. Setelah mereka tak berbusana, Adelardo melepaskan ciuman yang mereka lakukan tadi.
kamu lulus. Mengerti ? Dan rendamlah kamu di air panas dear agar tidak terasa sakit lagi. "Adelardo juga yang berdarah bangkit dari selimut dan tiba - tiba menggendong Agsaina ke kamar mandi kemudian mengisi bak dengan air panas lalu memasukkan Agsa ke dalam bak mandi".
Kamu memang malaikat yang bisa membaca isi hatiku. kamu terbaik dear. Aku makin menyukaimu. Aku mengerti yang kamu katakan dan aku berjanji akan melaksanakannya. Terima kasih dear. "Agsa yang kaget di gendong Ade dengan wajah merah merona memejamkan mata hingga ia di letak di bak mandi baru terbuka mata Agsa".
Prolog : Agsa mandi di bak dan Ade mandi di samping bak pakai shower . Mereka saling melirik sambil melakukan kegiatan ritual mandi mereka hingga mereka keluar dari kamar mandi secara bersamaan.
Dear, apakah masih terasa pedih dan sakit setelah berendam air panas ? "Pangeran Ade keluar kamar mandi kemudian menuju lemari Sambil memilih pakaian yang akan di kenakannya di perjamuan nanti".
Sudah tidak lagi dear. Ya udah ayo kita keluar menuju ruang perjamuan. "Agsa keluar dari kamar mandi kemudian menuju lemari dan berpakaian kemudian mereka keluar ruangan kamar setelah siap dan berjalan menuju ruang perjamuan secara bersamaan sambil menggalangkan lengan".
Pertunangan Chris Steven Coldon dengan Chirra Alexander Asta
Iya pangeran Chris boleh. Kamu mau mengajakku berbicara dimana ? "Chirra Alexander Asta pun bertanya dengan polosnya yang membuat Chris Steven Coldon merasa gemas terhadap gadis itu".
Ikutlah denganku, nanti kamu akan mengetahuinya. "Chris Steven Coldon menarik tangan Chirra Alexander Asta lalu menggenggam tangan Chirra Alexander Asta dan berjalan menuju ruang khusus yang telah disiapkan secara pribadi oleh Chris Steven Coldon".
Prolog : Chris Steven Coldon menarik tangan Chirra Alexander Asta lalu menggenggam tangan Chirra Alexander Asta dan berjalan menuju ruang khusus yang telah disiapkan secara pribadi oleh Chris Steven Coldon. Tibalah mereka di depan ruangan tersebut. Begitu mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, Chirra Alexander Asta pun merasa kaget, takjub, bahagia dengan kejutan yang telah disiapkan oleh Chris Steven Coldon. Kejutan itu berupa dua buah kursi, satu buah meja, dan lantai yang telah bertabur bunga mawar berbentuk hati.
Apakah kamu yang menyiapkan semua ini untukku ? Apa maksud semua ini ? "Chirra Alexander Asta yang merasa takjub dan kaget itu merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dijelaskan".
Iya, aku yang menyiapkan semua ini untukmu. Karena sejak kecil aku menyukaimu. Walaupun saat ini umur kita masih 15 tahun, tetapi aku senang menerima pertunangan kita. Terlepas dari perjodohan kita, bersediakah kamu menjadi tunanganku hingga umur kita 25 tahun ? Dan saat umur 25 tahun, aku berjanji akan menikahimu. Bersediakah kamu ? "Chris Steven Coldon menggandeng tangan Chirra Alexander Asta lalu berjalan membawa Chirra Alexander Asta menuju ke tengah hamparan bunga mawar yang berbentuk hati itu lalu melepaskan gandengan Chira kemudian jongkok dan berlutut lalu mengambil sebuah kota kecil dari kantong sakunya dan membuka kotak yang berisi cincin itu untuk bertunangan dengan Chirra Alexander Asta".
Aku bersedia Chris. "Chirra Alexander Asta pun bersedia menerima hati Chris Steven Coldon".
Makasih Chirra sayang. "Chris Steven Coldon yang merasa bahagia karena hatinya diterima oleh gadis pujaan hatinya Chirra Alexander Asta, Chris pun tanpa sadar memeluk Chirra Alexander Asta".
Sayang lepas, apa kamu ingin membunuhku ? Aku tidak bisa bernafas sayang. "Chirra merasa sesak saat pelukan tiba - tiba dari Chris.
Prolog : Akhirnya Chris melepaskan pelukannya terhadap Chirra. Akhirnya Chris dan Chirra kembali ke ruang perjamuan dengan menggunakan sepasang cincin tunangan dan sepasang kalung berinisial C ❤C.
Oh iya Chris, sebentar lagi semester baru. Aku masuk ke SMA Harapan Bangsa. Kalau kamu masuk SMA mana ? "Chirra pun bertanya tentang sekolah yang akan di masuki".
Wah kebetulan atau takdir yah ? aku juga masuk ke SMA yang sama denganmu. Baiklah jika kita mendapat kelas yang sama, janji yah kita akan sebangku ? "Chris menyuruh Chirra berjanji".
__ADS_1
Iya aku janji Chris. "Chirra pun berjanji".
Prolog : Akhirnya Chirra dan Chris tiba di ruang perjamuan kembali dan menemui Para Raja dan Para Ratu yang masih berada di ruang perjamuan.
Ruang Perjamuan
Selamat siang yang Mulia Para Raja dan para Ratu. "Pangeran Bellen dan Putri Belisaria yang baru datang memberi hormat dan kemudian duduk setelah di persilahkan yang Mulia Raja Steven Coldon, Raja Alexander Asta, Ratu Alexa Asta, dan Ratu Alexandra Coldon".
Selamat pagi juga anakku dan keponakanku. "Para Raja dan Ratu menjawab serentak bersamaan".
Pelayan Daniel segera panggilkan Pangeran Adelardo dan Putri Agsaina. "Titah Raja Steven".
Siap laksanakan yang mulia. "Daniel memberi hormat kemudian berjalan keluar".
Yang mulia tidak perlu menyuruh pelayan memanggil kami karena kami sudah ada disini. Selamat siang Para Raja, para Ratu dan para kakak sekalian. Sebelum kami duduk, kami mau mengadakan sebuah pengumuman. "Pangeran Ade dan Putri Agsa yang masih bergandengan memasuki ruang perjamuan kemudian memberi hormat kepada semua keluarga di ruangan itu dan tetap berdiri bahkan mereka sudah di persilahkan duduk".
Pengumuman apakah yang ingin di sampaikan putra kecilku ini ? "Tanya Ratu Alexa yang masih heran karena putranya tidak pernah seserius ini".
Terlepas dari perjodohan, Kami memang saling menyukai. Jadi kami memutuskan untuk menikah besok tanggal 03 Januari 2019 karena sepuluh hari lagi kami akan kembali ke Inggris untuk mengurus kebutuhan di kampus sana. "Pangeran Adelardo melepas gandengannya dengan Agsaina kemudian berpindah menggenggam Agsaina lalu berbicara ke keluarganya dengan menggenggam sangat erat tangan Agsaina".
Apa ? "Para Raja, Para Ratu, Putra Mahkota dan Permaisuri yang mendengarkan sukses kaget dan bahkan hampir kesedak santapan mereka mendengar hal itu".
Sebentar 5 menit. "Para Raja dan Ratu berbisik - bisik berunding pengambilan keputusan".
Lovely kamu kalah keduluan adik - adik kita, sekalian deh minta orang tua menikah di hari yang sama biar kita gak di langkahi sebagai anak tertua. "Bisik putri Beli ke pangeran belen kemudian bellen bangkit untuk membisikkan ke ayahnya".
Ayah, maaf ananda mengganggu. Hari pernikahan kami samakan ajah besok sama pernikahan adinda. karena kami sebagai anak tertua tidak mau di langkahi. "Bisik Putra Mahkota Bellen ke ayahandanya Raja Alexander dan di dengar oleh Raja Steven kemudian Putra Mahkota Belen kembali duduk ke tempatnya di samping Permaisurinya".
Baiklah kita akan adakan besok. Edward persiapkan pernikahan Pangeran Adelardo dan Putri Agsaina bersamaan dengan pernikahan Putra Mahkota Bellen dan Permaisuri Belisaria di Mansion Luxury. "Titah Raja Steven kepada Edward dan Vero untuk mempersiapkan pernikahan".
Siap yang Mulia akan kami laksanakan segera. Dan kami mohon pamit undur diri. Selamat siang yang Mulia Para Raja, Para Ratu, Putra Mahkota, Permaisuri, Pangeran dan Tuan Putri. "Pelayan Edward dan Vero pamit untuk menjalankan titah Raja kemudian keluar dari ruangan".
Adik - adikku, mau sampai kapan kalian akan terus berdiri di situ ? Apakah takut pegangan itu terlepas ? haha "Putra Mahkota terkekeh menggoda adik - adiknya itu dan menyuruh mereka agar duduk untuk menikmati santapan mereka".
Prolog :Pangeran Adelardo Steven Coldon dan Putri Agsaina Alexander Asta kaget dan melepas genggaman mereka dengan wajah merah merona kemudian duduk. Semua di ruangan itu tertawa dengan lepasnya melihat tingkah mereka .Akhirnya perjamuan itupun telah usai. Semua kembali ke istana untuk mempersiapkan acara pernikahan 03 Januari 2019. Pesta pernikahan Putra Mahkota Bellen dan Permaisuri Belisaria yang akan mewarisi tahta kerajaan Asta serta Pernikahan Putra Mahkota Adelardo dan Permaisuri Agsaina yang akan mewarisi tahta kerajaan Coldon dan pertunangan putri Chirra dengan Pangeran Chris akan di laksanakan secara bersama - sama di Kastil Luxury. Kastil Luxury ini juga kastil megah. Kenapa di adakan di Kastil ini karena kastil ini letaknya berada di perbatasan antara Kerajaan Coldon dan Kerajaan Asta yaitu kerajaan ASCO yang akan ditempati oleh Pangeran Chris dan Putri Chirra setelah pertunangan.
Mohon maaf yang Mulia Raja Steven mari kita latihan dan ikuti saya. "Penghulu Muhammad Aziz yang akan menghulu pernikahan Bellen dan Belisaria".
Saya nikahkan Putri saya Belisaria Steven Coldon binti Steven Andreas Coldon dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai "Raja Steven mengucapkan ijab kabul yang diajarkan oleh penghulu".
Prolog :Kemudian Pengantin memasuki ruangan ijab kabul yang sudah ditunggu oleh Tuan Penghulu Azis, Raja Steven Andreas Coldon, Ratu Alexa Albert Asta, para pelayan kepercayaan, para pengawal dan saksi - saksi.
Baiklah kita mulai. "Tuan penghulu menghubungkan tangan ayah pengantin wanita kepada pengantin pria".
Saya nikahkan Putri Saya Belisaria Steven Coldon Binti Steven Coldon kepada Bellen Alexander Asta dengan mas kawin seperangkat Alat sholat, cincin berlian, uang, rumah beserta fasilitasnya di bayar tunai. "Raja Steven mengucapkan ijab kabul penyerahan".
Izin Penerbit : Mangatoon, Webnovel.
__ADS_1
Novel karya kedelapan Author Keith Retno Habibah SE.