ELF MODEREN

ELF MODEREN
Chapter 5 : Penemuan Adik Hilang


__ADS_3

Episode Sebelumnya


Aku tidak tau kak. Tadi aku berlari karena mengejar kak Agsa yang tadi melihat kalian tiduran. Pas di sini tadi aku sempat bertemu dengannya kak. Kemudian aku melihat ada air mata di wajahnya. Waktu aku tanya katanya kelilipan. Terus aku di suruh menunggu kalian dan dia berlari ke mobil. "Reva Reynaldo Wilson yang berceloteh dengan polosnya".


Apa ??? gawat.... Hmm mil, kamu sama Reva yah main disini. Ada yang harus ku kerjakan. "Adelardo Steven Coldon yang mendengar celoteh Reva Reynaldo Wilson kemudian melepas genggaman tangan Mila Reynaldo Wilson kemudian berlari menuju gerbang sambil mengambil ponsel di sakunya.


Via Telepon ON


Adelardo : Adamson, jemput aku dalam waktu 5 menit di Glowie Park.


Adamson : Siap Yang Mulia, hamba segera tiba.


Via Telepon OFF


Prolog : Adamson tiba dalam waktu 5 menit dan Adelardo langsung masuk ke mobil.


Via Telepon ON


Adelardo : Evelin, apa Agsaina sedang bersama denganmu ?


Evelin : Tidak kak. Ada apa kak ? Kenapa suara kakak terdengar sangat panik ?


Adelardo : Oh tidak apa. Oh iya, jika Agsaina sedang marah, sedih, atau bete dia pergi kemana ?


Evelin : Sejak kecil jika kak Ina marah atau sedih, dia akan pergi ke rumah pohon di dekat laut milik kak Stuart Stevano Coldon di perbatasan Negara Y dan Z.


Adelardo : Bagaimana bisa Agsaina mengenal sepupuku itu ? Berikan alamatnya.


Evelin : Baiklah kak, aku akan mengirimkan alamatnya dari whats app.


Via Telepon OFF


Prolog : Evelin pun mengirimkan alamatnya melalui whats app dan Adamson pun melajukan mobilnya ke alamat tersebut.


Akhirnya tiba juga, untuk mencari alamat ini saja memakan waktu dua jam. Kamu tunggu di mobil saja Adamson. "Adelardo Steven Coldon keluar dari mobil dan menuju rumah pohon itu".


Kita ke perbatasan Negar Y dan Z pak di Jl. Jasmine Park. "Agsaina Alexander Asta memberikan alamat dan melanjutkan tangisannya di Mobil".


Kita sudah sampai Yang Mulia Permaisuri. "Arnold pun menghentikan mobil dan keluar mobil kemudian membukakan pintu mobil Agsaina Alexander Asta".


Terima kasih pak. Bapak bisa menunggu di mobil saja atau pulang ke Istana. "Agsaina Alexander Asta keluar dari mobil dan berjalan menuju rumah pohon yang di dirikannya bersama Pangeran Stuart Stevano Coldon kekasih kecilnya itu".


Prolog : Pangeran Stuart Stevano Coldon yang ada di bawah pohon pinggir danau yang tidak jauh dari rumah pohon sedang menikmati teh yang seketika melihat mobil siapa yang datang kemudian bangkit dari kursi santainya lalu berjalan menghampiri mobil itu. Begitu sampai Stuart Stevano Coldon terkejut ketika melihat yang turun adalah Agsaina Alexander Asta Kekasih kecilnya dan cinta pertamanya datang dan tanpa sadar Stuart Stevano Coldon berlari memeluk Agsaina Alexander Asta.


Kak Stuart lepasin, aku tidak bisa bernafas. "Agsaina Alexander Asta yang kaget di peluk tiba - tiba oleh Stuart Stevano Coldon tanpa di sadari wajahnya menjadi merah merona".


Agsaku, kenapa kau tidak mengabari jika ingin berkunjung ? Dan ada apa dengan matamu ? Siapa yang membuatmu menangis seperti ini ? "Stuart Stevano Coldon melepaskan pelukannya kemudian memegang wajah Agsa dengan kedua tangannya dan melihat mata yang bengkak, air mata bercucuran membasahi pipinya".


Maaf kan aku kak, aku tidak mengabari karena aku kebetulan rindu kemari jadi tidak sengaja singgah. Dan aku tidak menangis, tadi aku kelilipan. Dan wajahku bengkak tadi aku terantuk kaca mobil. "Agsaina Alexander Asta yang mengalihkan tatapan kecurigaannya Stuart Stevano Coldon. Agsa takut jika Stuart Stevano Coldon tau dia pasti tidak akan tinggal diam".


Agsaku, sejak kecil aku tau kau seperti apa. Ceritakan padaku jika sesuatu terjadi padamu. "Stuart Stevano Coldon melepaskan pelukannya lalu mengusap kepala Agsaina Alexander Asta dan memegang tangannya untuk mengajaknya duduk di taman di bawah pohon rindang menikmati rumput dan musik yang selalu mereka lakukan sejak kecil".


Pak Arnold, di mana Permaisuri Agsa ?


"Adelardo Steven Coldon mengetuk kaca mobil Agsaina Alexander Asta dan bertanya keberadaannya".


Yang Mulia permaisuri bersama Putra Mahkota Stuart menuju ke rumah pohon itu. Sedari tadi di mobil yang Mulia tidak berhenti mengeluarkan air mata tetapi tak bersuara yang Mulia. Hamba tidak berani bertanya apapun yang Mulia. "Pak Arnold memberitahu dan menjelaskan kepada Adelardo Steven Coldon".

__ADS_1


Prolog : Adelardo berlari menuju rumah pohon yang di maksud dan sesampainya di sana, Adelardo melihat pemandangan yang membuatnya terasa sakit.


Agsa maafkan aku, ayo kita pulang. "Adelardo Steven Coldon yang menghampiri Agsaina Alexander Asta dan menarik Agsaina Alexander Asta yang sedang tiduran di paha Putra Mahkota Stuart Stevano Coldon dengan rasa yang cemburu".


Aku sedang tidak ingin pulang. "Agsaina Alexander Asta melepas tangan Adelardo Steven Coldon yang sedari tadi menariknya".


Hei kau jangan kasar pada Agsaku... "Stuart Stevano Coldon yang menghentikan tarikan yang membuat Agsaina Alexander Asta kesakitan itu dan mendorong Adelardo Steven Coldon sampai terjatuh".


Apa Agsaku ? Dia istriku. Dia milikku bukan milikmu. "Adelardo Steven Coldon yang terbangun dari kejatuhannya dan merasa kesal dengan perkataan Stuart Stevano Coldon sepupunya itu".


Jika dia istrimu, kenapa kau membuatnya menangis hingga matanya bengkak ? dan tadi kau menariknya hingga tangannya merah. Itukah yang kau lakukan pada seorang ibu yang sedang mengandung anakmu ? Jika kau menyakitinya sedikitpun, aku akan merebutnya kembali. Kau telah merampas cinta pertamaku dan kekasih kecilku. Tapi kau menyakitinya. Aku sudah cukup mengalah padamu sepupuku. Tetapi jika kamu menyakiti Ina, aku berjanji akan merebutnya kembali darimu. "Stuart Stevano Coldon yang sedari tadi menahan amarahnya akhirnya terlihat juga".


Sudah hentikan kalian berdua. "Agsaina Alexander Asta yang melerai perdebatan mereka lalu pergi meninggalkan mereka".


Prolog : Adelardo Steven Coldon dan Stuart Stevano Coldon pun berlari mengejar Agsaina Alexander Asta hingga menemukan Agsaina Alexander Asta pingsan di dekat danau yang berada tidak jauh dari rumah pohon yang mereka dirikan itu dan mereka panik kemudian bersama menggotong Agsaina Alexander Asta menuju kamar Putra Mahkota Stuart Stevano Coldon.


Renata, Panggilkan Dokter kerajaan dan bawa ke kamarku sekarang juga. "Titah Putra Mahkota Stuart Stevano Coldon sambil meletakkan tubuh Agsaina Alexander Asta keranjangnya dibantu oleh Adelardo Steven Coldon".


Baik yang Mulia. "Renata pelayan kepercayaan Putra Mahkota Stuart Stevano Coldon membungkuk hormat kemudian pergi menuju ke ruang Dokter kerajaan".


Dr. Stanley, yang Mulia Putra Mahkota memanggilmu dan dia menyuruhku untuk membawamu ke kamarnya. "Renata mengetuk pintu lalu masuk dan memanggil Dr. Stanley yang sedang meracik obat".


Oh baiklah Renata, sebentar aku beresin racikan ini dulu 5 menit. "Dr. Stanley Reynaldo Wilson merapikan tempat racikan obat".


Prolog : Renata dan Dr. Stanley berjalan menuju ke kamar Putra Mahkota Stuart Stevano Coldon.


Dr. Stanley cepatlah periksa Agsa kecilku, jika terjadi apa - apa kamu akan mati... "Titah Stuart Stevano Coldon kepada dokter Stanley. Yah seperti biasa walaupun Stuart itu ramah, tapi jika dia sedang marah, panik, khawatir, dia akan sangat menyeramkan dan dingin".


Tenanglah Yang Mulia dia baik - baik saja. Aku telah menyuntik Vitamin penguat kandungan agar kandungannya kuat. Dan juga biarkan dia istirahat. Jangan membuatnya tertekan atau bersedih. "Stanley memeriksa Agsaina Alexander Asta, kemudian menyuntiknya lalu memberikan nasihat untuk kedua Putra Mahkota itu kemudian memberikan obat dan pergi kembali ke ruangannya di rumah sakit kerajaan Coldon di perbatasan Negara Y dan Z itu".


uhh sakit sekali,,, di mana aku... "Agsaina Alexander Asta yang baru sadar memegang kepalanya kemudian melihat Stuart Stevano Coldon dan Adelardo Steven Coldon tidur di dekatnya. Adelardo Steven Coldon yang memegang tangan Agsaina Alexander Asta dan Stuart Stevano Coldon memegang kaki Agsaina Alexander Asta. Agsaina Alexander Asta yang melihat pemandangan itupun tersenyum".


Honey, kamu udah sadar ? Syukurlah kamu baik - baik ajah. Maafin aku honey, aku menyesal. "Adelardo Steven Coldon yang terbangun karena merasakan pergerakan tangan Agsaina Alexander Asta kemudian memeluk erat Agsaina Alexander Asta dan minta maaf kepada Agsaina Alexander Asta".


Sudahlah, aku sudah melupakannya. Berapa hari aku tertidur di sini ? "Agsaina Alexander Asta menerima permintaan maaf Adelardo Steven Coldon".


Agsaku, kamu udah tidur 3 hari cinta... terakhir kali kamu kayak gini waktu kamu pindah ke Negara X kan ? Dasar kucing nakal dari dulu selalu buat orang khawatir. "Stuart Stevano Coldon yang mendengarkan perbincangan Adelardo Steven Coldon dan Agsaina Alexander Asta terbangun dan menyambung jawaban yang ingin Agsaina Alexander Asta dengar yang sukses membuat Agsaina Alexander Asta dan Adelardo Steven Coldon kaget yang membuat pelukan mereka terlepas".


Apa 3 hari ? pantas saja kepalaku sakit sekali dan tubuhku juga menjadi kaku kayak gini. "Agsaina Alexander Asta berusaha menggerakkan seluruh tubuhnya yang terasa kaku tapi kemudian terjatuh waktu menginjakkan kakinya di lantai tapi terselamatkan karena Adelardo Steven Coldon dan Stuart Stevano Coldon sigap. Adelardo Steven Coldon memapah Agsaina Alexander Asta dari sebelah kanan dan Stuart Stevano Coldon memapah dari sebelah kiri".


Dasar kucing nakal... sudahlah ayo kita ke ruang makan . "Stuart memapah sambil mengajak Ade dan Agsa untuk turun ke ruang makan".


Yang Mulia hamba sudah menyiapkan semua sesuai permintaan Yang Mulia. "Renata mempersilahkan semua untuk makan setelah menyiapkan hidangan".


Terima kasih Re... Sini kamu juga ikut gabung makan... "Stuart yang menarik kursi dan mendudukkan Agsa kemudian duduk di bangkunya dan mengajak Renata untuk makan bersama mereka yang membuat pelayan lain bertanya - tanya sebenarnya ada hubungan apa Yang Mulia dengan Permaisuri Agsa dan Pelayan Renata ? Kenapa Renata di izinkan mengurus khusus hal yang tentang Putra Mahkota dan tidak mengizinkan Renata mengurus hal lain yang tidak ada kaitan dengan Yang Mulia Putra Mahkota itu".


Wah Ren, apa kamu yang menyiapkan semua makanan ini ? "Agsa bertanya dan bergumam betapa enaknya makanan ini hingga di suapin Agsa menemukan sesuatu yang membuatnya alergi tetapi tidak menyadari dan hendak membuka mulutnya tapi Stuart melihatnya".


Agsa berhenti.... Renata apa kamu sengaja memasukkan seledri itu ? Aku sudah bilangkan jangan memasukkan seledri itu ? Agsa alergi dengab seledri itu.... "Stuart yang melihat ada seledri itu langsung berteriak hingga Agsa dan semuanya sontak kaget dan Agsa sukses memberhentikan pendaratan makanan yang belum sempat masuk dan memarahi Renata".


Ampuni hamba Yang Mulia. Tadi hamba tidak sengaja menjatuhkannya. "Renata ketakutan di bentak seperti itu karena biasanya Renata tidak pernah di bentak seperti itu sekalipun Renata membuat kesalahan. Renata berpikir siapa Agsa ini sebenarnya. Batin Renata yang masih membungkuk meminta pengampunan".


Kak Stuart sudahlah jangan membuatnya ketakutan seperti itu. Dia tidak mengetahuinya kak. Maafkanlah dirinya kak. "Agsa yang tau Stuart marah Agsa menggenggam tangannya untuk menenangkannya dan kemudian melepas tangan Stuart setelah tenang dan membangunkan Renata yang sedang membungkuk hormat itu".


Baiklah Ren, lain kali hati - hati. Karena Agsaku sudah tidak mempermasalahkannya aku mengampunimu. "Stuart bangun dari kursinya kemudian pergi berjalan menuju taman untuk menenangkan dirinya".


Prolog : Adelardo dan Renata hanya terdiam mematung dan tenggelam dalam pikiran mereka yang melihat dan merekan fenomena yang terjadi hari ini.

__ADS_1


Maafkan aku Agsa. Tapi baru kali ini Putra Mahkota berteriak memarahiku. Walaupun biasa aku membuat kesalahan, tapi aku tidak pernah melihat sikapnya yang seperti ini. "Renata yang masih mematung kemudian menyadari perbuatannya dan meminta maaf kepada Agsa dengan tulus".


Tenanglah Renata, aku sudah memaafkanmu. Apa kamu terkejut dengan tingkah kak Stuart hari ini ? Ayo ke kamar ruangan tertutup yang tidak siapapun dari kalian yang boleh menyentuhnya semua akan jelas di sana dan aku akan menceritakan segalanya. Honey, ayo kamu juga ikut aku akan jelasin semua. "Agsa yang menyadari bahwa Ade dan Renata tenggelam dalam pikiran mereka sendiri akan mengajak mereka ke ruangan khusus yang kuncinya hanya di pegang Stuart dan Agsa".


Tapi Agsa, kunci ruangan itu hanya Yang Mulia Stuart yang memilikinya. "Renata yang masih bingung soal kunci".


Prolog : Akhirnya Agsa, Ade dan Renata sampai ke ruangan Khusus itu. Kemudian Agsa Menarik bunga Jasmine yang ada di atas daun pintu dan terdapat kunci keamanan yang bersandi disana. Dan Agsa menyuarakan sandinya dengan nyanyian :


Rumah rumah rumah


Rumah tinggalku dan dirinya di masa depan. Rumah yang penuh kenangan


Hingga akhir menutup mata


loading sandi sesuai. silahkan memasukkan kunci fisik ke dalam daun pintu dan Selamat datang Pasangan Pangeran Stuart dan Putri Agsaina semoga panjang umur selalu dan berbahagia selalu. Setelah bunyi penghantar dari pintu itu, kemudian Agsa membuka liontin yang berada di kalungnya dan mengambil sebuah kunci dan membuka pintu. Ketika pintu terbuka Adelardo dan Renata terkejut diam mematung dan takjub masih di dalam lamunannya.


Ayo dear, ayo Renata silahkan masuk dan kalian bisa melihat semua disini. Jika ada yang mau kalian tanyakan silahkan. "Agsaina mempersilahkan Adelardo dan Renata masuk".


Yang bertiga ini foto siapa? Dan umur berapa ini ? "Renata mengambil sebuah foto lalu menunjukkan Agsa dan Ade dan bertanya".


Itu foto kak Stuart umur 10 tahun, aku dan adik kak Stuart berumur 1 tahun sebelum adik kak Stuart di culik dan sampai sekarang masih hilang. "Agsa menjelaskan dengan penuh kesedihan".


Dear, apa ini hanya perasaanku saja. Aku seperti pernah melihat anak ini dan kalung itu. "Adelardo mengingat dimana dia melihatnya".


Tidak mungkin dear. Itu kalung warisan. Dan hanya ada 2 di dunia. 1 sama kak Stuart, dan 1 lagi sama adiknya. Seperti punyaku dan kak Bellen yang sama dan sama - sama warisan. "Agsa bingung dengan tingkah suaminya yang berpikir keras".


Apa katamu Ade? Dimana kamu pernah melihat anak dan kalung itu ? Beritau aku dimana, aku harus memastikan kalung itu asli atau palsu. "Stuart yang datang tiba - tiba langsung mendekati mereka bertiga".


Iya sebentar akan ku tunjukkan, aku menyimpannya di ponsel dan saat aku mencari informasi ke panti asuhan, ibu pengasuh cerita bahwa dia udah di adopsi keluarga kerajaan Asta. Iya Evelin. Ini foto dia saat memakai kalung itu. Aku tidak sengaja melihat dia di kamarnya. "Adelardo mengambil ponsel di sakunya dan menunjukkannya kepada mereka".


Selama ini Evelin selalu bersamaku. Tapi aku tidak pernah melihatnya menggunakan kalung itu. Tapi kenapa kamu bisa melihatnya Dear ? "Agsa bingung dan cemburu kalau Ade menyembunyikan hal mengintip kamar Evelin dari dirinya".


Ayo kita kesana. Renata kamu juga ikut. "Stuart mengajak mereka kemudian keluar menuju Istana Altara".


Ananda Adelardo, Permaisuri Agsaina, Putra Mahkota Stuart Stevano Coldon dan Renata Reyhan Wilson memberi salam semoga Ayahanda Raja dan Ibunda Ratu selalu sehat dan bahagia. Maksud kedatangan Ananda dan lainnya datang ke Aula singgasana untuk membahas tentang Evelin. Bisakah Evelin di hadirkan ke aula ini Yang Mulia ? "Adelardo berbicara dan memperkenalkan mewakili Agsa, Stuart, dan Renata".


Baiklah anandaku, lakukanlah. Dan juga keponakanku Stuart, selamat datang di istana kami ini. Edward, segera panggilkan Evelin. "Titah Raja Alexander".


Maaf semua Yang Mulia hamba ingin bertanya, ada apakah saya dipanggil untuk di hadirkan di aula agung ini ? "Evelin membungkuk memberi hormat untuk semua dan menanyakan perihal dipanggilnya dirinya".


Saya dengar Putra Mahkota Stuart datang kesini mencari kamu. Katanya dia mendapatkan informasi bahwa adiknya yang hilang itu kamu. Apa itu benar ? "Raja Alexander memulai penyelidikan".


Maaf Yang Mulia, hamba tidak tau. Hamba tinggal di panti asuhan Malika. Ibu pengasuh bilang, saat hamba umur 2 tahun panti asuhan kebakaran dan hamba ketimpah kayu dan hamba hilang ingatan jadi hamba tak mengingat apapun. Dan ibu panti bilang, satu - satunya peninggalan dari keluarga hamba hanya kalung ini. "Evelin bingung dan terkejut perihal pertanyaan Raja dan mengeluarkan kalung dari sakunya".


Coba bawa kemari kalungnya. "Stuart memanggil Evelin ke hadapannya dan meminta kalungnya".


Ini yang mulia. "Evelin memberikan kalungnya".


Keluarga adalah warisan yang tak ternilai. Rawat, jaga dan lindungilah Kerajaan Coldon. "Stuart menyanyikan lagu sandi kemudian kalung itu terbuka dan terlihat sebuah kunci dan Stuart melakukan hal yang sama untuk kalungnya dan ternyata cocok".


Kamu benar adikku. Semua asli. Kamu Sania Stevano Coldon adikku. Ayo ikutlah denganku pulang ke istana. "Stuart memeluk Evelin".


Tapi Kak, Bagaimana dengan Agsa ? Aku diadopsi di keluarganya. Aku juga pelayan kepercayaan Agsa. Jika aku ingin pulang, aku akan pulang kak. Tapi izinin aku tinggal disini hingga bayi Agsa lahir. "Evelin terkejut dan tak percaya bahwa dirinya adik Putra Mahkota Stuart sangat terharu bahagia. Tapi kemudian dia jadi sedih karena selama ini Agsa menganggapku sebagai saudarinya. Evelin memohon kepada kakaknya dan menitikkan air mata".


Izin Penerbit : Mangatoon, Webnovel.


Novel karya kedelapan Author Keith Retno Habibah SE.

__ADS_1


__ADS_2