ELF MODEREN

ELF MODEREN
Chapter 4 : Pengkhianatan Cinta


__ADS_3

Episode Sebelumnya


Saya nikahkan Putri Saya Belisaria Steven Coldon Binti Steven Coldon kepada Bellen Alexander Asta dengan mas kawin seperangkat Alat sholat, cincin berlian, uang, rumah beserta fasilitasnya di bayar tunai. "Raja Steven mengucapkan ijab kabul penyerahan".


Saya terima nikah dan kawinnya Belisaria Steven Coldon Binti Steven Coldon dengan mas kawin seperangkat alat sholat, cincin berlian, uang, rumah beserta fasilitasnya di bayar tunai. "Bellen menerima ijab kabul dengan satu tarikan nafas lancar".


Penghulu Azis : Bagaimana saksi ? Sah sah ? Alhamdulillah " Tuan penghulu menanyakan para saksi kemudian menutup dengan doa dan acara selesai".


Prolog : Pernikahan Putra Mahkota Belen Asta dengan Permaisuri Belisaria Coldon telah selesai. Mereka keluar dari ruangan ijab kabul menuju ruang ijab kabul adik mereka Adelardo Coldon dan Agsaina Asta.


Agsa, apakah kamu gugup ? "Berjalan menuju ruangan dengan tangan yang menggenggam tangan Putri Agsa".


Iya sedikit. Apakah kamu tidak gugup sedikitpun ? "Agsaina berjalan di samping Pangeran Adelardo dengan genggaman tangan yang semakin kuat".


Prolog : Akhirnya Pangeran Adelardo dan Putri Agsaina telah sampai dan memasuki ruangan. Dan Penghulu Afif telah menunggu, di susul Raja Alexander Asta, Ratu Alexandra Coldon, pelayan kepercayaan, pengawal dan saksi - saksi.


Yang Mulia Raja Alexander duduklah di depan bersebrangan dengan saya dan ikutilah kata - kata yang akan saya ucapkan. "Penghulu Afif mempersilahkan Yang Mulia Raja Alexander duduk di depannya bersebrangan denganya kemudian mengulurkan dan menjabat tangannya sambil menyuruh mempelai perempuan duduk di samping ayahnya untuk latihan sebentar".


Baiklah dan mengikuti kata penghulu. Saya nikahkan dan kawin saya anak perempuan saya Agsaina Alexander Asta Binti Alexander Asta dengan Adelardo Coldon dengan mas kawin seperangkat alat sholat, cincin berlian, uang, rumah beserta fasilitasnya di bayar tunai. "Setelah selesai latihan Raja Alexander berpindah posisi menjadi di sebelah penghulu Afif sambil melepas tangan penghulu tadi dan menyuruh mempelai pria duduk di samping putrinya".


Saya nikahkan dan kawinkan putri saya Agsaina Alexander Asta Binti Alexander Asta dengan Adelardo Steven Coldon Bin Steven Coldon dengan mas kawin seperangkat alat sholat, cincin berlian, uang, rumah dan fasilitasnya di bayar tunai. "Raja Alex mengucapkan ijab dengan menjabat tangan mempelai pria".


Saya terima nikah dan kawinnya Agsaina Alexander Asta Binti Alexander Asta dengan mas kawin seperangkat alat sholat, cincin berlian, uang, rumah dan fasilitasnya di bayar tunai. "Pangeran Adelardo menerima ijab kabul dan mengucapkannya dengan satu tarikan nafas sambil menjabat tangan sang ayah mempelai perempuan".


Bagaimana para saksi, sah ? "penghulu Afif bertanya dengan para saksi dan seluruh hadirin".


Sah sah alhamdulillah... "semua menjawab dengan mantap sah".


Sah sah alhamdulillah... "semua menjawab dengan mantap sah".


Prolog : Setelah acara ijab kabul selesai mereka keluar menuju Aula Kastil Tempat Acara Resepsi dan Hiburan Di mulai. Semua tamu - tamu menikmati hidangan dan musik yang tersedia.


Pengumuman


Setelah acara ini selesai maka Pangeran Bellen dan Putri Belisaria Resmi menjadi Putra Mahkota dan Permaisuri Kerajaan Asta dan akan kembali ke Istana Asta. Dan juga Pangeran Adelardo dan Putri Agsaina Resmi menjadi Putra Mahkota dan Permaisuri Kerajaan Coldon dan akan kembali ke Istana Coldon. Sedangkan Pangeran Chris dan Putri Chirra akan tinggal di Istana Kerajaan Asco yang berada di perbatasan Kerajaan Asta dan Kerajaan Coldon.


Hidup Raja Alexander Asta, Hidup Ratu Alexandra Coldon, Hidup Putra Mahkota Bellen Alexander Asta, Hidup Permaisuri Belisaria Steven Coldon, Hidup Raja Steven Coldon, Hidup Ratu Alexa Asta Hidup Putra Mahkota Adelardo Steven Coldon, Hidup Permaisuri Agsaina Alexander Asta, Hidup Pangeran Chris Steven Coldon, Hidup Putri Chirra Alexander Asta. Semoga semua panjang umur, Semua kerajaan dan rakyat hidup dengan damai, makmur, adil, dan sejahtera. "Seruan seluruh rakyat menggema di dalam kastil".


Prolog : Setelah pernikahan Adelardo dan Agsaina melakukan hubungan suami istri selama 7 hari berturut - turut. Seminggu setelah pernikahan adalah musim panas telah berakhir. Liburan telah usai. Putra Mahkota Bellen dan Permaisuri Belisaria akan kembali masuk kuliah di Jerman, Putra Mahkota Adelardo dan Permaisuri Agsaina akan masuk ke Universitas Oxford Inggris dan sementara Permaisuri Putri Chirra dan Putra Mahkota Chris akan masuk SMA Harapan.


Sayang, kenapa tidak keluar dari kamar ? Bukankah liburan semester telah tiba ? "Ratu Alexa Asta membelai menantu kesayangannya Permaisuri Agsaina Alexander Asta yang masih keponakannya juga".


Maafkan aku ibunda Ratu, aku merasa tidak enak badan . "Agsaina Alexander Asta masih menyelimuti dirinya".


Astaga sayang, tubuhmu panas sekali. Tunggu disini ibunda akan memanggilkan dokter. "Ratu Alexa memegang dahi dan tubuh Agsaina dan terasa panas kemudian keluar memanggilkan dokter kerajaan".


Via On Telepon


Alexa : Dokter Hernandes sedang berada di mana ? Bisakah segera datang ke istana ?


Dr. Hernandes : Saya sedang di rumah sakit baru selesai operasi yang mulia. Baiklah saya segera datang.


Via OFF Telepon


Prolog : Di Bandara Internasional Negara Y Pesawat Penerbangannya Adelardo Steven Coldon tiba di Negara Y dari Inggris.


Akhirnya sampai juga dengan selamat di Negara Y tercinta. Perjalanan yang panjang dan sangat melelahkan. "Adelardo menuruni pesawat. Kali ini dia naik pesawat yang umum di pakai orang - orang. Karena kepulangannya memang sengaja di rahasiakannya sebagai kejutan. Iya berjalan keluar dan menaiki taksi".


Via Telepon On


Adelardo : Adikku, apakah kamu sedang berada di Istana ? Kakak baru tiba di Negara Y dan ini masih di bandara.


Chris : Tidak kakak, aku sedang menemani temanku di rumah sakit. Kekasihnya kecelakaan.


Adelardo : Oh aku mengira jika adikku ini sedang ada di Istana. Baiklah sampai ketemu nanti. Jangan beritaukan kepada siapapun tentang kepulanganku.


Via Telepon OFF

__ADS_1


Grup Whatsapp


Pelayan Adamson : Maaf Yang Mulia hamba ingin memberikan laporan.


Putra Mahkota Adelardo : Kabar apakah itu ?


Pelayan Adamson : Yang Mulia Permaisuri baru saja sakit. Yang Mulia Ratu Alexa baru saja menelepon Dr. Hernandes.


Putra Mahkota Adelardo : Baiklah aku segera tiba.


Grup Whatsapp OFF


Prolog : Setelah membaca Grup Whatsapp khusus Adelardo dan para pelayan pribadinya, Adelardo bergegas menaiki taksi dari bandara menuju Istana. Adelardo pun gelisah memikirkan istrinya itu. Sampailah depan gerbang istana.


Yang mulia, kita sudah sampai. "Pak supir taksi keluar dan mengangkat koper milik Adelardo".


Ini bayaranmu pak, lepaskan kopernya biar saya bawa sendiri. Kembaliannya ambil saja. "Adelardo memberikan uang kepada pak supir dan mengambil koper miliknya dan membawanya".


Terima kasih yang mulia. " Pak supir taksi mengambil uang lalu membungkuk hormat dan pergi".


Prolog : Setelah pak supir taksi pergi tak lama kemudian datanglah Dr. Hernandes dengan mobil sport jaguar miliknya. Kemudian mereka bergegas masuk istana dan menuju kamar Agsaina.


Yang mulia saya sampai. "Dr. Hernandes menyapa yang mulia Ratu Alexa kemudian memeriksa Agsaina".


Iya silahkan masuk dan Anakku masuklah. "Ratu Alexa yang menyuruh masuk Dr. Hernandes dan kemudian terkejut melihat kedatangan putranya dan memeluk putranya itu".


Selamat yang mulia putra mahkota, kau akan segera jadi seorang ayah. yang mulia permaisuri hamil 1 bulan. saya sudah selesai memeriksa dan saya pamit undur diri. "Dr. Hernandes membereskan alat pemeriksaan kemudian membungkuk hormat dan pamit pulang. seperti biasa bayarannya sudah ada dalam rekeningnya".


Ibunda, bisakah kau meninggalkan kami berdua ? "Adelardo masih memeluk ibundanya kemudian memohon dengan manjanya untuk berduaan dengan istrinya itu".


Oh baiklah anakku. jaga menantuku yah. "Ratu Alexa berjalan ke luar kamar".


Honey, apakah kau sudah baikan ? "Adelardo yang telah mengunci pintu kamar setelah kepergian bundanya kemudian naik di ranjang dan mencium dahi istrinya itu".


Oh honey, kenapa kamu pulang tidak mengabariku ? "Agsaina memeluk dengan manjanya suaminya itu".


Aku seperti ini kan hanya denganmu honey. " Agsaina yang memeluk dengan erat dan mengalungkan tangan di leher Ade dan menciumnya dengan penuh gairah dan tanda dirinya sangat merindukan suaminya itu".


Prolog : Ciuman yang mereka lakukan makin memanas, saling menjilat, saling melumat, saling bertukar air saliva, saling mendesah menikmati pernainan lidah hingga mereka tidak menggunakan sehelai pun busana. Masih dalam keadaan berciuman, satu tangan Ade berada di gunung Agsa, dan satu tangan lagi di masukkan ke lubang liang kewanitaan Agsa. Agsa yang melenguh, mendesah membuat Ade semakin bergairah dan tergoda untuk memasukkan junior ke liang wanitanya yang selama 6 bulan tidak di beri jatah oleh wanita manapun hingga junior itu sukses masuk di lubang sangkarnya itu. Mereka melakukannya dari sore hingga pagi hari tiada hentinya hingga jam 8 pagi karena lelah mereka tidur dan jam 10 pagi baru bangun.


Selamat pagi semuanya. "Putra Mahkota yang keluar dari kamar dan menuruni tangga dengan menggendong Permaisuri Agsa menuju meja makan di perhatiin semua orang kemudian menurunkannya dan menarik kursi untuk mendudukkan Agsa dan menarik kursi untuk dirinya".


Oh putraku, apa kau tidak memberi ampun istrimu ? apakah pewarisku baik - baik ajah dengan ulahmu ? " Ratu Orcida menggoda putra kesayangannya dan menantu kesayangannya sambil memakan santapannya dengan tersenyum".


Oh ibunda, pewarisku baik - baik ajah. "Ade yang menggenggam Agsa dengan wajah merah merona mereka berdua seperti kepiting rebus kemudian menyantap makanannya sambil menyuapin Agsa".


Prolog : Setelah acara makan keluarga selesai, Yang mulia Raja dan Ratu memberikan waktu bebas untuk putra dan menantu kesayangannya itu. Adelardo pun membawa Agsaina ke Taman hiburan.


Lovely kita sudah sampai. Tunggu sebentar aku akan mengantri membeli tiketnya. "Adelardo turun dari mobil kemudian berjalan untuk mengantri membeli tiket".


Oh baiklah Lovely, hati - hati yah. Antriannya terlalu padat dan panjang. "Agsaina yang menunggu di mobil mengatakan nasihat pada suaminya tetapi berpikir dalam hati kenapa jadi rakyat biasa apa dia bisa berdesak - desakan seperti itu apalagi panasnya terik".


Oh maafkan aku tuan. Aku di kejar penculik itu. Jadi aku tidak sengaja menabrakmu. "Seorang gadis berusia 15 tahun berlari ngos ngosan dan menabrak Adelardo di antrian dan terjatuh".


Iya tidak apa bangunlah. "Adelardo mengulurkan tangan untuk menarik gadis untuk agar bangun dari tanah itu".


Terima kasih tuan dan sekali lagi maafkan aku tuan. "Gadis itu menerima uluran tangan Adelardo kemudian bangkit karena tertarik dan membungkuk memberi hormat untuk mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf kemudian berdiri di belakang Adelardo yang lebih tinggi darinya untuk bersembunyi dari dua prnculik yang mengejarnya itu".


Tuan, apa kau melihat gadis ini lewat sini ? Usianya sekitar 15 Tahun . "Dua pria itu menunjukkan foto sang gadis kemudian bertanya pada Adelardo".


Maaf aku tidak melihatnya. Dia siapa kamu tuan ? "Adelardo masih menutupi tubuh gadis itu dengan tubuhnya".


Kami bodyguard yang di suruh yang mulia raja Reynaldo Wilson untuk menjaganya tetapi dia kabur dari istana karena tidak ingin di jodohkan. "Pengawal itu menjelaskan kemudian pergi untuk mencari tuan putri manja itu"


Gadis kecil, apa kau sedang membohongiku ? "Adelardo membalikkan badannya dan menatap sinis si gadis".


Maafkan aku tuan, aku terpaksa. Aku tidak ingin di jodohkan. Aku gak suka tradisi perjodohan yang turun - temurun itu tuan. "Gadis itu meminta maaf dan memelas".

__ADS_1


Apa kau yakin tidak mau menerima perjodohan itu ? " Seorang gadis menghampiri gadis kecil itu dan menjitak gadis kecil itu setelah mengantri dari pengambilan tiket".


Oh ayolah kak mila, kenapa tidak kakak saja yang menerima perjodohan itu ? bukankah kakak lebih tua dariku ? dan seharusnya kakak yang duluan menikah. "Reva yang memegang kepalanya yang habis di jitak kakanya itu".


Mila ? Dia adikmu ? " Adelardo yang menoleh ke arah suara yang berbicara pada Reva dan betapa terkejutnya jika dia itu Mila sahabat di kampusnya".


Oh ternyata kau Ade, kenapa kau ada di sini ? dan kenapa kau menyamar jadi rakyat biasa ? "Mila pun sama terkejutnya ketika melihat bahwa Ade lah yang nyelamatin adiknya saat kabur dari dua pengawalnya".


Jadi kakak mengenal tuan ini ? " Reva dengan posisi wajah kebingungan".


Tentu saja, dia sahabat kakak di kampus. Nah kebetulan gimana kalau kita jalan bareng ajah ? "Mila mencari kesempatan agar bisa jalan dengan Ade".


Baiklah tunggu disini. Aku juga membawa sepupuku kesini. " Ade menyuruh tunggu di gerbang dan iya pun bergegas menuju mobil".


Lovely turunlah. Dan kita jalan bareng dengan teman kampusku. Jadi kau tau kan apa status kita ? "Adelardo menyuruh Agsaina turun".


Yah aku tau lovely, aku sepupumu. " Turun dari mobil dengan berat hati dan berjalan secara berpisah".


Hi Ade, itu sepupumu ? Siapa namanya ? "Mila melambaikan tangannya dan memanggil Ade dan Agsa kemudian menanyakan tentang Agsa".


Iya ini sepupuku namanya Agsaina Alexander Asta. "Ade yang menghampiri Mila dan memperkenalkan Agsa".


Hi Aku Mila, nama kamu siapa ? "Mila mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan".


Hi juga. Namaku Agsa. " Agsa menyambut uluran tangan Mila itu untuk berjabat tangan".


Ayo kita masuk... "Mila menarik dan menggandeng tangan Ade dan masuk duluan meninggalkan Agsa dan Reva di belakang".


Kak Agsa, Reva takut. Kita masuk sama - sama yah. "Reva menarik dan menggenggam tangan Agsa untuk masuk bersama. Oh iya Reva umurnya berjarak 2 tahun lebih muda dari Agsa".


Iya baiklah ayo... " Agsa yang merasa kasian dengan Reva berjalan bersamanya dengan rasa cemburu melihat suaminya bergandengan dengan wanita lain dan berpikir apa selama mereka kuliah di sana mereka sering berkencan ? Banyak sekali pikiran yang ada di benak Agsa yang membuatnya sakit dan merasa sesak dan ingin mengeluarkan air mata rasanya".


Uwaaa.... Ade... aku takut.... Gelap kali disini... dan uwaa hantu sialan... "Mila memukul - mukul hantu yang di belakangnya dengan tangannya, dan tangan satu lagi menggenggam erat Ade".


Tenanglah, itu hanya hantu ecek - ecek gak beneran. Agsa bahkan bisa melihat hantu yang sebenarnya. "Ade selalu kepikiran Agsa yang di tinggalkannya di belakang".


Apakah benar Agsa bisa melihat yang asli ? Bagaimana kamu tau dia berbohong atau tidak. "Mila yang gak percaya berusaha memprovokasi Ade".


Awalnya aku tak percaya, tetapi dia memperlihatkannya padaku. Dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. "Ade tau bahwa Mila mencoba memprovokasinya tetapi tentu saja Ade takkan termakan hasutan kecil seperti itu".


Prolog : Tiba - tiba hantunya keluar lagi dan mila terkejut dan terjatuh menimpa Ade dan posisi Ade di bawah dan Mila di atasnya dan bibir mereka bersentuhan. Agsa dan Reva muncul dan lihat. Agsa yang melihat hanya terdiam hingga Reva bersuara menggoda kakaknya. Mila dan Ade bangkit dan Ade melihat Agsa yang hanya diam tetapi ia mengeluarkan air mata tanpa suara.


Kak Agsa... Tunggu ... jangan tinggalin Reva... " Reva yang berlari mengejar Agsaina hingga ke luar dari wahana".


Maaf Reva, aku meninggalkanmu tadi hingga kau harus sampai mengejarku kesini . "Agsa menghentikan langkahnya karena mendengar teriakan Reva dan tanpa sadar mereka telah sampai di luar dari wahana yang mereka masuki masih dengan wajah penuh air mata".


Kak Agsa, apa kau menangis ? "Reva yang melihat mata Agsa yang bengkak dan air mata bercucuran kemudian bertanya".


Tidak Reva, aku hanya kelilipan. " Agsa yang mengusap air mata dan senyum terpaksa".


Apakah mata kakak sudah baikan ? Ayo selanjutnya kita ke wahana mana kak ? "Reva menggandeng tangan Agsa".


Reva, sepertinya aku tidak enak badan. Sebaiknya aku pulang. Dan Reva tunggu kak Mila di sini yah. " Agsa melepas pegangan dari Reva kemudian berlari menuju mobil".


Prolog : Akhirnya Agsaina Alexander Asta masuk mobil dan meminta supirnya pak Arnold untuk melajukan mobilnya menuju Istana Perbatasan Negara Y dengan Negara Z.


Yang Mulia, apakah sudah selesai bermain ? Dan kita mau kemana selanjutnya ? "Arnold Supir Pribadi Agsaina".


Iya pak sudah selesai. Ayo kita pulang sekarang . "Agsaina Alexander Asta duduk di mobil sambil menangis tersedu - sedu tanpa mengeluarkan suara tapi air mata sudah membanjiri wajahnya".


Baik yang mulia. "Pak Arnold hanya setuju dan melanjutkan mengemudi tanpa bertanya apapun karena melihat Permaisuri menangis tanpa suara".


Reva.... Tau gak wahana tadi sangat menyeramkan. Aku sangat takut dan apalagi tiba - tiba lihat kamu lari. Oh iya Agsa mana ? "Mila Reynaldo Wilson dan Adelardo Steven Coldon yang keluar dari wahana sambil berpegangan mesra kemudian satu tangan Mila Reyanaldo Wilson melamabaikan tangan kepada Reva Reynaldo Wilson dan satu masih pegangan Adelardo Steven Coldon".


Aku tidak tau kak. Tadi aku berlari karena mengejar kak Agsa yang tadi melihat kalian tiduran. Pas di sini tadi aku sempat bertemu dengannya kak. Kemudian aku melihat ada air mata di wajahnya. Waktu aku tanya katanya kelilipan. Terus aku di suruh menunggu kalian dan dia berlari ke mobil. "Reva Reynaldo Wilson yang berceloteh dengan polosnya".


Izin Penerbit : Mangatoon, Webnovel.

__ADS_1


Novel karya kedelapan Author Keith Retno Habibah SE.


__ADS_2