Eliot Rei

Eliot Rei
Bab II. Arti Menjadi Seorang Pelayan


__ADS_3

Aku tidak tau hari ini hari apa tetapi aku tau satu hal.


Setiap beberapa hari sekali master Al akan keluar untuk mengerjakan urusannya.


Aku tidak tau urusan apa yang sedang di lakukannya. Tetapi saat aku mencoba


mendeteksi keberadaan energy sihir master Al, dan saat itulah satu hal yang ku


tau bahwa. Aku tidak bisa merasakan sedikitpun. Seperti dia menghilang ke


tempat yang di luar jangkauan deteksiku. Atau bisa jadi menghilang dari dunia


ini.


Pada awalnya aku panic saat menyadari bahwa energy mana


master Al tidak terdeteksi. Aku mencari ke seluruh tempat sejauh mata memandang


tetapi tidak menemukan adanya tanda-tanda akan kehadiran master Al bahkan


setidaknya energy sihirnya. Saat itu aku sangat putus asa dan memutuskan untuk


kembali ke mansion, dengan harap Master kembali ke mansion saat aku berada di


luar. Dan benar saja saat aku berjalan di dekat mansion, sosok master Al tampak


di depan gerbang mansion dan kemudian berlari ke arahku. Aku yang melihat


master yang tampak baik-baik saja dan sedang berlari kearahku membuatku merasa


senang. Dan tanpa sadar seluruh energy dalam diriku meninggalkanku dan semuanya


menjadi gelap.


Saat aku membuka mataku aku berada di dalam kamarku dengan


keadaan aku berbaring di tempat tidurku. Tubuhku mulai pulih hingga beranjak


dari posisi awal. Eku memperhatikan sekitar dan menemukan Master Al yang sedang


tidur di bangku sebelah tempat tidurku. Dengan tangan yang di silangkan dan


kepala di sandarkan di dinding. Wajahnya begitu polos dan tampak sangat terlelap


di alam mimpinya. Karena aku tidak mau mengusik mimpi indahnya. Aku meraih

__ADS_1


selimut cadangan yang ada di laci meja sebelah bangku dan memasangkan ke


badannya.


Tampak dia merespon sesuatu yang menyentuh kulitnya dan


menggeram sambal menggeser sedikit dari tempat sebelumnya. Tanpa ada keinginan


untuk bangun, dia kembali ke alam mimpinya. Orang yang melihat Master Al dengan


ke adaan tidur seperti ini akan berpikir bahwa dia seorang anak kecil tanpa


beban dan sedang beristirahat dari kelelahan bermain.


“ngg, Eli. Kau sudah bangun?”


“iya tuan. Terimakasih telah merawatku saat aku sedang tidak


sadarkan diri”


“tak apa. Aku melakukanya karena aku ingin. Lalu, bagaimana


keadaanmu?” sambal mengusap matanya dan beranjak dari bangku untuk


“tidak ada masalah dengan tubuh saya master. Terimakasih


karena mengkhawatirkan saya. Tapi..”


“ada apa?”


“maaf untuk sebelumnya tetapi. Kemana anda pergi? Saya tidak


bisa merasakan kehadiran bahkan energy sihir anda. Bahkan saat aku berjalan


cukup jauh dari mansion dan mendatangi ke berbagai tempat. Saya tidak bisa


menemukan anda dimanapun. Dan itu membuatku sangat khawatir”


“pantas saja gerbang mansion terbuka dan aku tidak mendapat


jawaban saat aku datang tadi. Maaf untuk sebelumnya”


“tidak master. Sayalah yang salah, dan sayalah yang harus


meminta maaf, karena meninggalkan mansion dalam keadaan seperti itu!”

__ADS_1


“yah tak apa. belum waktunya kamu mengetahui kemana aku


pergi. Tetapi bisa ku bilang aku ada urusan di luar dan itu akan terus terjadi


untuk seterusnya jadi cobalah untuk terbiasa akan itu”


“anda akan pergi lagi?”meraih ujung lengan kemeja orang yang


ada di depan


“tidak perlu menunjukkan ekspresi seperti itu. selama apapun


aku pergi. Aku akan tetap kembali. karena itulah saat aku kembali. Aku hanya


ingin seseorang menyambutku dengan senyuman hangat. Tanpa ada perasaan sedih


maupun khawatir”


“apakah itu permintaan anda sebagai master kepada pelayan


anda ini, master Al?”


Dia berdiam dan menatapku untuk beberapa saat, hingga master


Al tersenyum ke arahku dan berkata.


“benar. Karena itulah aku menciptakanmu dank arena itu


juga  peranmu sebagai Pelayan dari


kediaman ini”.


Entah kenapa aku sangat senang dengan apa yang master


katakana membuatku sangat senang.


Dan sejak saat itu saya tidak lagi merasa khawatir maupun


panic karena aku sadar bahwa Master pasti akan selalu datang. Diamanpun


kapanpun dan berapa lama dia pergi.dan di saat dia kembali. Aku akan


menyambutnya dengan senyuman hangat dan mengatakan.


“selamat dattang master Alfred.”

__ADS_1


__ADS_2