
Mentari bersinar menembus jendela dengan angina musim panas
menemani nuansa mansion yang tenang dan nyaman. Tetapi bisa di bilang mansion
selalu bernuansa seperti itu.
Tidak. Ini bukan tenang lagi. tetapi lebih
ke,sunyi.seperti reruntuhan bersejarah yang berlokasikan di sebuah gurun pasir
jauh dari peradaban.
Saat ini aku sedang mengelap meja yang sering Master Al
gunakan di ruang tamu. Meskipun tidak pernah ada tamu yang datang sejauh ini,
tetapi Master menyuruhku untuk selalu di bersihkan agar dia bisa menggunakan
kapan saja. Saat aku sedang mengelap meja. Aku menemukan sebuah surat yang
tergeletak di bawah kursi yang tampak memiliki lambang aneh di sisi
belakangnya. Aku meraihnya. Di sisi depannya tertulis”teruntuk dirimu wahai
takdirku. Alfreet”.surat itu seketika jatuh di atas meja. Entah kenapa
keterkejutanku membuat tanganku lemas dan hanya bisa melihat surat dari posisi
ini.
“apakah Master Al begitu kesepiannya sampai dia menulis
surat untuk dirinya sendiri seperti ini.Master.. kamu.. ”
“kamu salah. Itu surat dari kenalan jauhku, dia hanya
menanyakan kabar dan mengajakku bertemu untuk beramah tamah. Yah semacam
mengenang masalalu kami.”ucap Master dari belakangku yang membuatku melompat
menjauh dari lokasi awal.
“master!?. Sejak kapan?”
__ADS_1
“tidak perlu seterkejut itu. itu hanya efek saat kamu focus
pada satu hal hingga kamu tidak menyadari situasi dan kondidi sekitarmu. Untuk
mahluk hidup itu wajar. Terutama kamu yang bisa di bilang mahluk hidup juga.
Dan lagi itu hanyalah sebuah bungkus surat kosong”
“ah, baik. Tapi sebelum itu. master.. apa yang sedang anda
bawa itu?. bukankah anda sudah berjanji beberapa saat lalu bahwa anda akan
berhenti untuk membuat sampah di dalam mansion termasuk di dalam ruangan anda
kan?” membulatkan mata mengarah ke Master.
Dia tampak khawatir dan mundur beberapa langkah.melihat
sekeliling dan akhirnya mengangkat suara.
“ah. Ini. Ini adalah bahan baku untuk membuat sesuatu yang
berguna untuk kehidupan kita terutama untukmu di saat aku pergi. Ja.jadi mohon
untuk memahami dan memaklumi jika nanti sedikit membuat berantakan. Karena itu…
“kehidupanku? Di saat Master pergi?. Apa yang akan di buat
Master memangnya hingga dia sepanik itu?”memiringkan kekapa sambal melihat kea
rah Mater Al menghilang di sebuah pintu ruangannya.
Mungkin itu akan menjadi sebuah kejutan lain. karena Master
Al suka sekali membuat kejutan. Aku memutuskan untuk menunggu hasil akhirnya
saja dan kembali mengelap meja.
*
Di depan pintu ruangan
“ketuk, Master, makan siangnya sudah di siap. Akankah anda
__ADS_1
akan makan saat ini atau nanti?”
Memberitahukan waktunya makan merupakan suatu tugas bagi
seorang pelayan. Dan saat setelah aku menyelesaikan masakannya aku memutuskan
untuk memberi tahu Master Al yang sedang berada di ruangannya. Tapi sudah kedua
kalinya aku memberitahunya, dan tidak ada satupun jawaban dari Master Al.
“haruskah aku mendobrak masuk?”
“jangan! Aku akan datang jadi tunggulah di ruang
makan!”teriaknya dari dalam ruangan
Untuk saat seperti inilah gertakan sangat berguna. Setelah
pengalaman selama satu tahun lebih aku mendapat kesimpulan bahwa”bilamana
Master Al berada di dalam ruangannya dan tidak menjawab meskipun sudah
berkali-kali di panggil. Pada saat itulah gertakan dan kekerasan berguna”dan
itu terbukti berhasil membuat Master keluar.
tapi jika dia benar-benar berada di pengasingan untuk mengerjakan sesuatu yang mengaharuskan konsen trasi penuh. dia akan benar-benar mengabakaikan apapun yang di lontarkan kepadanya. bahkan pernah sekali karena untuk memastikan. saya mendobrak masuk dan berakhir menghancurkan pintunya. karena pada saat itu saya yang masih belum bisa mengendalikan kekuatan hingga di kisaran 50%. itu juga berefek menghancurkan tempat tidur yang tidak jauh dari pintu dan bahkan menghancurkan lantai.
dan semua itu berakhir dengan ceramahan Tuan All yang sangat panjang saat dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan menyadari bahwa ruangnannya hancur seperti kapal pecah.
setelah beberapa saat akhirnya Tuan All keluar dari ruangannya dengan beberapa debu yang ikut keluar. (dan akhirnya dia menggunakan ruangannya dengan sepenuhnya seperti biasanya.... sepertinya aku harus bekerja keras lagi nanti untuk membersihkan ruangan)
saat aku memandangi ruangan yang berantakan akan debu kayu dan juga beberapa serpihan kayu yang bertebaran di permukaan karpet. Tuan All menganggukkan kepalanya dan berbicara.
"tak apa. saya akan membantumu nanti untuk membersihkan ruanganku. karena beberapa bulan kedepan saya akan libur dan akan menghabiskan waktu di mansion ini bersamamu.... apakah kamu tidak menyukainya?"ucapnya saat melihatku dengan ekspresi heran.
"bukan. saya sangat senang jika anda mau menghabiskan waktu libur anda bersama saya di mansion. hanya saja... saya berpikir. bisa sejauh mana anda mampu memberantakkan mansion ini hingga hari anda bekerja kembali. dan apakah saya sanggup menangani semuanya seorang diri?"
"ah, tidak apa. untuk liburan ini. saya tidak akan berada di mansion sepenuhnya. karena ini mendekati ulang tahunmu. saya akan mengajak kamu ke suatu tempat yang belum pernah anda lihat dan alami. mungkin lebih tepatnya... pergi ke dunia yang berbeda"
ucapannya sontak mengejutkanku dan membuatku bertanya-tanya.
"apa yang anda maksud dengan dunia yang berbeda?... tidak sebelum itu. sebenranya apa yang sedang anda buat hingga membuat debu-debu berterbangan seperi itu. dan akankah anda benar-benar akan membantu membersihkan ruangan anda?"
__ADS_1
"tentu saja. dan untuk yang ku kerjakan saat ini. saya sedang membuat alat musik indah yang bersal dari dunia biru yang indah dengan teknologi yang lumayan maju. yaitu biolla" sambil mencari di bawah tumpukan buku dan menunjukkan cetak biru dari alat yang bernama biolla tersebut.
"biolla?..."