Eliot Rei

Eliot Rei
BAB IV


__ADS_3

    Pagi hari yang cerah menandakan hari yang damai akan berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Selama Tuan All


tidak melsayakan sesuatu yang menyebabkan insiden yang merepotkan hingga


mengakibatkan segerombol mahluk dari dalam hutan menghampiri kediaman. Seperti


beberapa waktu lalu.


                Kali ini dia hanya bersantai dengan konten buku dan satu tangan di secangkir tehnya.


Rindangnya pohon dengan angina sepoi-sepoi membuat suasanya nyaman yang tak


tergantikan. Seharusnya dia melakukan hal itu setiap saat agar ketenangan yang


dia impikan setiap saat dapat dimilikinya. Tetapi karena obsesinya untuk


mencoba akan hal baru membuat kegaduhan di setiap saat.


                Danjuga. Dengan dalih permintaan dari rekan kerjanya. Dia membuat berbagai macam


mahluk aneh yang belum pernah saya lihat seumur hidup. Dan bukan hanya melihat.


Tuan bahkan mencoba untuk berinteraksi dengan mahluk itu. dari mahluk lender


yang bernama slime. Goblin. Bahkan yang paling tidak masuk akal lagi. dia


menciptakan sosok wanita lain.


    awalnya saat saya menanyakannya dia tampak enggan tetapi dia akhirnya menjawabnya. Bahwa ini berbeda dengan


struktur tubuhku dan ini lebih menyerupai monster humanoid. Dan dari


penjelasannya, dia menamainya dengan nama spesies medusa. Sosok monster


humanoid yang memiliki kemampuan unik yang mana jika seseorang melihat matanya.


dia akan berubah menjadi batu. Tetapi untuk beberapa alasan. Itu tidak


berpengaruh untuk saya dan tuan All. Dan katanya. Juga tidak berpengaruh


terhadap semua kenalan dan rekannya.


                Karena


posisiku. Saya tidak akan menanyakan lebih lanjut lagi. tetapi, laboratorium


bawah tanah mulai penuh dengan berbagai sisa mahluk yang tuan All ciptakan. Dia


menjanjikan untuk membersihkan sendiri. Tetapi itu hanyalah sebuah kata-kata.


karena hal itu tidak pernah teklasana hingga sekarang. Saya sudah menyerah


untuk menunggu akan hal itu dan pergi mengurus laboratorium itu. bukan hanya


karena saya pasrah dengan tindakan tuanku sendiri yang sedikit semena-mena.


Tetapi juga. Karena laboratorium ini juga tempatku lahir dan tempat yang


membuatku dapat bertemu dengan tuan yang sangat saya sayangi.


                ------


                Di


taman kediaman. Saya membawa nampan yang berisi beberapa cemilan dan juga the


hangat untuk mengisi ulang teko the yang ada di meja depan tuan All. Dia tampak

__ADS_1


sangan menikmati di setiap konten buku hingga tidak melepaskan pandangan dari


buku yang dia pegangnya.


“tuan, saya akan mengisi ulang teko tehnya dengan the


hangat. Apakah anda ingin di tuangkan di cangkir juga?” tanysaya dengan


menujukkan sikap saat menuangkan the.


Bukan tanggapan konfirmasi yang ku inginkan. Dia hanya


membalasnya dengan “hmm”. Tanpa memandang ke arahku. Ini sedikit menjengkelkan


tetapi saat dia menyadari  suasana


menjadi sedikit aneh. Dia langsung mengajukan cangkir yang di pegangnya dan


menutup bukunya sambil berdeham sekali.


“kuhum, terimakasih atas kerja kerasnya selama ini”All


“Tidak apa. Ini sudah menjadi tugas saya. Tetapi jika boleh


memberikan saran. Apakah anda bisa mengurangi untuk mengacaukan laboratorium?


Saya tau anda sangat sibuk hingga tidak sempat untuk membereskan kekacauan yang


anda buat. Tetapi setidaknya anda bisa nebata alat-alat atau tumpukan kertas


yang ada di meja anda. Terutama di atas ibu.”


“sedikit kasar jika kamu menyebutnya kekacauan. Saya hanya..


kuhum benar. Saya hanya sedikit ceroboh saja. Dan untuk masalah alat dan


Apakah kamu akan memanggil kapsulmu dengan sebutan ibu? Secara perspektif orang


normal. Itu tidak bisa di anggap sebagai ibu. Jadi..”All


“tidak. Karena dari sebuah buku yang say abaca dari


perpustakaan. Mahluk yang di anggap sebagai sosok yang mengandung dan


melahirkan kita walaupun tidak merawat kita setelahnya. Akan memiliki sebutan


sebagai ibu kandung kita. Dan juga”


“oke sudah cukup dengan analogi anehnya dan kita bisa


kembali ke masalah utama. ”All


“memangnya sedari tadi. Kita tidak ,membahas masalah utama?”


“…. Benar juga. Kuhum. baiklah. Itu memang kesalahan saya.


Jadi kita akan membahas masalah lain. Elly. Selama ini saat saya sedang ada


urusan di luar. Apa yang kamu lakukan?”


“anda membahasanya sekarang. Saya mengerjakan pekerjaan


rumah dan sesekali mengurus perkebunan juga di halaman belakang. Terkadng juga


saya menyusuri hutan untuk berburu beberapa monster herbvora. Dan mencari


beberapa barang seperti Kristal mana dan juga hal lain. Apakah anda perlu

__ADS_1


sesuatu? Atau anda hanya mencoba melarikan diri dari kenyataan bahwa anda saat


ini sedang berada di posisi yang tidak menguntungkan dan mencoba bangkit lagi?”


“kuh. Hahaha ketahuan ya. Apakah terlihat sejelas itu?”All


“sangat-dan sangat jelas”


“ugh. Baiklah. Sepertinya kita harus mencari suasana lain


yang baru. Agar kamu..”All


“suasana untuk melarikan diri dan mencoba mengalihkan lagi?


Apakah anda tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya..”


“tidak. Kita akan benar-benar mencari suasana baru. Dan juga


saya sudah menjanjikannya beberapa hari lalu bahwa saya akan mengajakmu ke


dimensi atau dunia baru yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Jadi mulai


mala mini kamu bisa bersiap-siap untuk hal-hal saat berpergian. Dan kita akan


melakukan perjalanan cukup lama, sekitar 1 bulan jadi kamu bisa menyiapkan


apapun yang kamu butuhkan untuk perjalanan kita nanti selama 1 bulan”All


“benarkah itu?. Baiklah saya akan berkemas-kemas secepatnya.


Tapi sebelum itu. Kapan kita akan berangkat? Karena kita akan berpergian selama


satu bulan. Jadi kemungkinan bahwa kita akan mengosongkan gudang persediaan


kita. Terutama bahan pangan. Jadi..”


“hahaha tidak apa. Untuk masalah makanan kita bisa membelinya


di pemukiman penduduk. Bukankah kamu selalu suka mencoba hal baru. Terutama


makanan?”All


“BENAR!. Ah!. Kuhum. Benar sekali tuan. Kalau begitu untuk


masalah makanan dalam perjalanan sudah teratasi. Terimakasih karena telah


membantu. Kalau begitu saya akan undur diri. Kalau begitu. …… apakah anda ingin


beberapa cemilan lagi?”


Saat kami sibuk berbincang. Tanpa sadar cemilan yang ada di


meja sudah di habiskan tuan All dalam sekejap dan meninggalkan remahan saja.


“ya. Tolong beberapa cemilan lagi dan juga bawakan buku


catatanku yang ada di meja kamar saya”


“ seperti yang ada inginkan”


Menunduk sedikit dan kemudian meninggalkan taman.  Setelah mengantarkan cemilan dan buku


catatannya. Saya langsung menuju ke kamar untuk menyiapkan pakaian yang akan


saya gunakan di dalam perjalanan. Untuk hal-hal lain. Kebanyakan ada di ruang


khusus untuk menyimpan barang-barang.

__ADS_1


__ADS_2