
Setelah persiapan panjang dari Elly(Ellyot Rei). bolak balik
dari gudang dan kamar yang membuatnya tampak sibuk sekali. Tetapi itu tidak
berpengaruh ke tuannya yang kini sedang sibuk dengan konten buku dan cemilan di
taman kediaman.
Persiapan dari pakaian, peralatan berkemah seperti tenda
matras, dan sebagainya. Hingga perabotan untuk memasak. Dengan alibi untuk
mengantisipasi jika mana mereka tidak menemukan pemukiman penduduk. Tetapi All
sangat tau apa yang sedang di pikirkan Elly.
Setelah sekiranya semua yang di butuhkan sudah terpenuhi. Dia
memasukkan ke dalam kantung dimensi yang terukir di ikat pinggangnya. Dan mengambil
ransel punggung dengan matras yang terikat di atasnya.
Bukan karena tas dimensinya yang kepenuhan. Bahkan jika
mereka ingin memasukkan mansion ini. Itu masihlah memberikan ruang yang cukup
luas di dalamnya. Ini hanya karena Elly selalu ingin mengenakannya saat
berpergian bersama tuannya. dan bahkan saat dia berpergian sendiri di hutan sebelah
mansion. Dia juga akan menggunakannya.
Saat Elly menaruh ranselnya. Pintu terbuka menampakkan
pemuda dengan buku berada di saku bukunya dan kedua tangan membawa piring. Yang
di tumpuk dengan cangkir tehnya dan satu tangan yang memegang teko yang tampak
kosong.
“apakah sudah semuanya? Kalau begitu saya juga akan bersiap”All
“tidak masih belum. Masih ada yang tertinggal di ruangan
saya”
“hmm? Apa yang tertinggal. Tidak biasa kamu yang teliti lupa
akan sesuatu”All
“tidak,tidak, saya tidak seperti anda. Saya hanya lupa
merapikan beberapa laci yang telah saya gunakan tadi. Jadi saya akan kembali
lagi”
“baiklah kalau begitu. Kalau sudah selesai tunggu di sini. Mungkin
saya agak sedikit lambat karena saya harus merapikan kamarku dulu agar tidak
akan qada tragedi saat kita tidak berada di dalam mansion”All
“baiklah tuan. Tolong usahakan serapi mungkin. ”
“apakah harus mengatakan itu?”
Sedikit menggerutu akan tanggapan Elly. All naik ke lantai
dua lokasi kamarnya. Dan sedangkan Elly kembali ke kamarnya.
Beberapa waktu berlalu hingga tanpa sadar satu hari telah
__ADS_1
berlalu. Dan dengan setianya Elly menunggu di anak tangga dengan kepa adan
pandangan yang masih tertuju ke lantai dua.
“mau sampai kapan dia membuat saya menunggu. ups”
Tanpa sadar suara hatinya bocor. Tidak seperti biasanya saat
All pergi untuk urusannya. Bahkan lebih dari 6 bulan. Tetapi kali ini berbeda. Karena
dia sedang berada di dalam kediaman dan bilang bahwa dia akan kembali. Walaupun
dia bilang bahwa dia akan sedikit lama. Tetapi untuk membuat seorang wanita
menunggunya satu hari penuh.
“haruskah saya mendidiknya tentang hati seorang perempuan?”
Saat dia bergumam. Suara benturan keras terdengan dan
langkah kaki keras terdengar setelahnya membuat kepala Elly yang sebelumnya
tertunduk karena memikirkan rencana pendidikan tuannya terangkat.
“MAAF, TADI SAYA TERTIDUR DAN .. AH?!”
Belum sempat menyelesaikan ucapannya. All yang berlari
menusuri lorong. Di saat dia sampai di anak tangga. Dia terpeleset dan meluncur
kebawah menuju arah maid nya yang sedang memandangi dengan keheranan.
Elly yang sadar akan situasi tuanya. Langsung melangkah maju
untuk menangkapnya. Tetapi karena salah langkah. Membuatnya dia menginjak
roknya dan membuatnya condong maju kedepan dan.
Di pinggiran pemukiman. Atau bisa di sebut dengan perkotaan.
Gelombang energy hutam berkobar di sebuah Menara lonceng dan memunculkan dua
pemuda yang salah satunya mengenakan ransel punggung besar.
“apakah kita sudah sampai di dunia yang anda maksud tuan?”
Setelah kobaran hitam menghilang. Pemandangan kota dari atas
Menara sangat terlihat jelas dengan benteng dan tembok tinggi. laut yang membentang di sisi kiri tembok kota
membuat warna dari pemandangan yang ada di depan mata Elly semakin hidup. Berbagai
warna yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Suara bising dari anak-anak
hingga kendaraan yang berlalu lalang. Bau harum dari bunga, makanan, bahkan
berbagai bau yang aneh tercium dari atas Menara.
“benar, selamat datang di dunia biru yang indah ini. Walaupun
kita di sini hanya beberapa hari saja. Tetapi setidaknya kita bisa menikmati
suasana kota ini”All
“… benar, setidaknya ini bisa di anggap sebagai permintaan
maaf untuk beberapa waktu lalu”
“ugh, kuhum baiklah kamu bisa menganggapnya sebagai bayaran
akan apa yang telah terjadi beberapa saat lalu. Jadi bisakah kamu melupakannya
__ADS_1
sekarang?”All
“bagaimana mungkin anda bisa membandingkan hal semacam ini
dengan momen pertama terpenting dalam hidup wanita yang tidak sengaja di ambil
oleh pria hanya karena ceroboh. Bahkan hal itu masih perlu persiapan untuk
manusia normalnya”
“ugh, baiklah. Kamu bisa meminta apapun untuk menebus
kesalahanku beberapa saat lalu”
[untuk keterangan. Saya tidak perlu menjelaskan apa yang
sedang terjadi di beberapa waktu lalu. Tetapi
dengan suara *Chu* dan kata “momen pertama terpenting dalam hidup wanita”\,
seharusnya kalian bisa membayangkannya maksudnya]
Dengan senyuman kecil. Elly melangkah ke arah tepi Menara dengan
memandangi pemandangan yang ada di depan matanya.
“anda harus menepati
apa yang anda katakana barusan tuanku tercinta Allfred”
Saat berbalik sambil mengatyakan itu. tampak seperti lukisan
yang begitu indah terukir di mata dan hati All hingga membuatnya membeku di
tempat.
“…. A, ah iya….tentu … saja..”All
Seketika keduanya menjadi sunyi. Hanya suara angina dan
kebisingan dari kota di bawah Menara. All memandangi sosok wanita dengan rambut
kucir kuda yang berkibar. Dan mencoba mengingat setiap detail momen yang ada di
depan matanya ini.
Dengan tatapan yang terus tertuju ke arahnya. Elly merasa
ada yang salah dengan diri tuannya yang sedari tadi berdiam diri tanpa sepatah
katapun dan pergi mengkonfirmasi.
“apakah ada yang salah di wajah saya tuan?”
Pertanyaan Elly membuat All tersadar dari momen indahnya dan
terkejut dengan wajah Elly yang kini sedang berada tepat beberapa centi di
depan wajahnya. Dan bayangan kejadian beberapa waktu lalu di mansion membuat
wajahnya serasa terbakar dan memalingkan wajahnya.
“kuhum, sepertinya kita harus bergegas mencari penginapan. Jadi
… ayo kita pergi”All
“seperti keinginan anda tuanku Allfred tersayang”
Mencoba melarikan diri dari kenyataan. All berjalan kea rah tangga
di ikuti dengan Elly yang ada di belakangnya.
__ADS_1