Eliot Rei

Eliot Rei
Bab V : lukisan hidup dan dunia barunya


__ADS_3

Setelah persiapan panjang dari Elly(Ellyot Rei). bolak balik


dari gudang dan kamar yang membuatnya tampak sibuk sekali. Tetapi itu tidak


berpengaruh ke tuannya yang kini sedang sibuk dengan konten buku dan cemilan di


taman kediaman.


Persiapan dari pakaian, peralatan berkemah seperti tenda


matras, dan sebagainya. Hingga perabotan untuk memasak. Dengan alibi untuk


mengantisipasi jika mana mereka tidak menemukan pemukiman penduduk. Tetapi All


sangat tau apa yang sedang di pikirkan Elly.


Setelah sekiranya semua yang di butuhkan sudah terpenuhi. Dia


memasukkan ke dalam kantung dimensi yang terukir di ikat pinggangnya. Dan mengambil


ransel punggung dengan matras yang terikat di atasnya.


Bukan karena tas dimensinya yang kepenuhan. Bahkan jika


mereka ingin memasukkan mansion ini. Itu masihlah memberikan ruang yang cukup


luas di dalamnya. Ini hanya karena Elly selalu ingin mengenakannya saat


berpergian bersama tuannya. dan bahkan saat dia berpergian sendiri di hutan sebelah


mansion. Dia juga akan menggunakannya.


Saat Elly menaruh ranselnya. Pintu terbuka menampakkan


pemuda dengan buku berada di saku bukunya dan kedua tangan membawa piring. Yang


di tumpuk dengan cangkir tehnya dan satu tangan yang memegang teko yang tampak


kosong.


“apakah sudah semuanya? Kalau begitu saya juga akan bersiap”All


“tidak masih belum. Masih ada yang tertinggal di ruangan


saya”


“hmm? Apa yang tertinggal. Tidak biasa kamu yang teliti lupa


akan sesuatu”All


“tidak,tidak, saya tidak seperti anda. Saya hanya lupa


merapikan beberapa laci yang telah saya gunakan tadi. Jadi saya akan kembali


lagi”


“baiklah kalau begitu. Kalau sudah selesai tunggu di sini. Mungkin


saya agak sedikit lambat karena saya harus merapikan kamarku dulu agar tidak


akan qada tragedi saat kita tidak berada di dalam mansion”All


“baiklah tuan. Tolong usahakan serapi mungkin. ”


“apakah harus mengatakan itu?”


Sedikit menggerutu akan tanggapan Elly. All naik ke lantai


dua lokasi kamarnya. Dan sedangkan Elly kembali ke kamarnya.


Beberapa waktu berlalu hingga tanpa sadar satu hari telah

__ADS_1


berlalu. Dan dengan setianya Elly menunggu di anak tangga dengan kepa adan


pandangan yang masih tertuju ke lantai dua.


“mau sampai kapan dia membuat saya menunggu. ups”


Tanpa sadar suara hatinya bocor. Tidak seperti biasanya saat


All pergi untuk urusannya. Bahkan lebih dari 6 bulan. Tetapi kali ini berbeda. Karena


dia sedang berada di dalam kediaman dan bilang bahwa dia akan kembali. Walaupun


dia bilang bahwa dia akan sedikit lama. Tetapi untuk membuat seorang wanita


menunggunya satu hari penuh.


“haruskah saya mendidiknya tentang hati seorang perempuan?”


Saat dia bergumam. Suara benturan keras terdengan dan


langkah kaki keras terdengar setelahnya membuat kepala Elly yang sebelumnya


tertunduk karena memikirkan rencana pendidikan tuannya terangkat.


“MAAF, TADI SAYA TERTIDUR DAN .. AH?!”


Belum sempat menyelesaikan ucapannya. All yang berlari


menusuri lorong. Di saat dia sampai di anak tangga. Dia terpeleset dan meluncur


kebawah menuju arah maid nya yang sedang memandangi dengan keheranan.


Elly yang sadar akan situasi tuanya. Langsung melangkah maju


untuk menangkapnya. Tetapi karena salah langkah. Membuatnya dia menginjak


roknya dan membuatnya condong maju kedepan dan.


Di pinggiran pemukiman. Atau bisa di sebut dengan perkotaan.


Gelombang energy hutam berkobar di sebuah Menara lonceng dan memunculkan dua


pemuda yang salah satunya mengenakan ransel punggung besar.


“apakah kita sudah sampai di dunia yang anda maksud tuan?”


Setelah kobaran hitam menghilang. Pemandangan kota dari atas


Menara sangat terlihat jelas dengan benteng  dan tembok tinggi.  laut yang membentang di sisi kiri tembok kota


membuat warna dari pemandangan yang ada di depan mata Elly semakin hidup. Berbagai


warna yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Suara bising dari anak-anak


hingga kendaraan yang berlalu lalang. Bau harum dari bunga, makanan, bahkan


berbagai bau yang aneh tercium dari atas Menara.


“benar, selamat datang di dunia biru yang indah ini. Walaupun


kita di sini hanya beberapa hari saja. Tetapi setidaknya kita bisa menikmati


suasana kota ini”All


“… benar, setidaknya ini bisa di anggap sebagai permintaan


maaf untuk beberapa waktu lalu”


“ugh, kuhum baiklah kamu bisa menganggapnya sebagai bayaran


akan apa yang telah terjadi beberapa saat lalu. Jadi bisakah kamu melupakannya

__ADS_1


sekarang?”All


“bagaimana mungkin anda bisa membandingkan hal semacam ini


dengan momen pertama terpenting dalam hidup wanita yang tidak sengaja di ambil


oleh pria hanya karena ceroboh. Bahkan hal itu masih perlu persiapan untuk


manusia normalnya”


“ugh, baiklah. Kamu bisa meminta apapun untuk menebus


kesalahanku beberapa saat lalu”


[untuk keterangan. Saya tidak perlu menjelaskan apa yang


sedang  terjadi di beberapa waktu lalu. Tetapi


dengan suara *Chu* dan kata “momen pertama terpenting dalam hidup wanita”\,


seharusnya kalian bisa membayangkannya maksudnya]


Dengan senyuman kecil. Elly melangkah ke arah tepi Menara dengan


memandangi pemandangan yang ada di depan matanya.


“anda  harus menepati


apa yang anda katakana barusan tuanku tercinta Allfred”


Saat berbalik sambil mengatyakan itu. tampak seperti lukisan


yang begitu indah terukir di mata dan hati All hingga membuatnya membeku di


tempat.


“…. A, ah iya….tentu … saja..”All


Seketika keduanya menjadi sunyi. Hanya suara angina dan


kebisingan dari kota di bawah Menara. All memandangi sosok wanita dengan rambut


kucir kuda yang berkibar. Dan mencoba mengingat setiap detail momen yang ada di


depan matanya ini.


Dengan tatapan yang terus tertuju ke arahnya. Elly merasa


ada yang salah dengan diri tuannya yang sedari tadi berdiam diri tanpa sepatah


katapun dan pergi mengkonfirmasi.


“apakah ada yang salah di wajah saya tuan?”


Pertanyaan Elly membuat All tersadar dari momen indahnya dan


terkejut dengan wajah Elly yang kini sedang berada tepat beberapa centi di


depan wajahnya. Dan bayangan kejadian beberapa waktu lalu di mansion membuat


wajahnya serasa terbakar dan memalingkan wajahnya.


“kuhum, sepertinya kita harus bergegas mencari penginapan. Jadi


… ayo kita pergi”All


“seperti keinginan anda tuanku Allfred tersayang”


Mencoba melarikan diri dari kenyataan. All berjalan kea rah tangga


di ikuti dengan Elly yang ada di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2