Employer Is My Ex

Employer Is My Ex
Diperkaos ( Lima Belas Tahun Lalu)


__ADS_3

"Shut,,,,swit...cewek"  panggil seorang pria sambil bersiul memangil Rose, tapi Rose tidak merespon sama sekali dan mempercepat langkahnya agar cepat sampai kerumah.


" sombong kali bah, woi....cewek cantik jangan terburu buru dong, abng mau kamu ni " ucap pria itu membuat Rose semakin ketakutan.


" aaaa...., mau kemana kamu " ucap pria itu tiba tiba sudah ada di hadapan Rose, membuatnya kaget tak ketolong, jantungnya terasa seperti mau melompat dari tempatnya.


" bang Rozi, bikin kaget aja deh, udah tau ini gang sepi," berang Rose sekaligus merasa lega karena pria yang menyiulnya adalah rozi teman dekat abangnya,


" hahahahh......takut kan kamu...." pekik rozi saambil ketawa tawa melihat muka panik Rose,


" ngapain abng disini, abng mau kemana " tanya Rose sedikit heran.


" rumah aku kan dekat sini. jadi mau kerumah kulah " jawab Rozi dengan sok.


" ooo.. rumah mu ada disekitar disini bang, ternyata dekat juga ya dengan sekolahku,"


" iya dek,  oh iya, aku mau kerumah kamu nih, mau ketemu sama abangmu si fadil, gimana kalau kita sama sama pergi aja, hitung hitung kamu bisa hemat ongkos kan " tawar Rozi


" ohhh boleh bang, malah beruntung aku ngak harus keluar duit membyar ongkos " jawab Rose menerima tawaran Rozi tanpa berpikir apa maksud Rozi menawarkan itu.


" tapi kita kerumah ku bentar ya, soalnya alat memancingku ketinggalan, cuman bentar , rumah ku dekat kok " ajak Rozi, dan Rose hanya menganguk mengiyakan ajakan itu.


" pasti mau mancing lagikan sampe malam, dan pulangnya pagi seperti waktu itu" tebak Rose tepat sasaran


" iyalah, kan aku sama abngmu hobi bangat memancing"


Sesampainya dirumah Rozi, Rose merasa sedikit aneh karena rumah itu benar benar sepi, dan tidak ada satupun keluarganya yang ada dirumah, pemikiran kotor mulai mengalir dipikiran Rose, perasanya sedikit tidak enak, takut Rozi akan berbuat aneh padanya,


" heh astagopirulloh, ngak boleh berpikir seperti itu, abng Rozi itukan teman abngku, ngak mungkin dia melakukan hal yang aneh aneh padaku " gumam Rose dalam hati kemudian menghela nafas panjang,


" nih minum dulu, kamu pasti haus, aku udah buatin sirup rasa mangga buat kamu,kamu suka rasa mangga kan." tawar rozi sambil meletakan  secangkir sirup di meja dihadapan Rose


" kok abng tau, kalau aku suka sama rasa mangga" tanya Rose heran

__ADS_1


" aa...abng cuman nebak aja " jawab Rozi mantap, rose hanya mengguk yakin'


" aa..... Rose," panggil Rozi, Rose menggkat kepalanya melihat kearah Rozi yang duduk bersebrangan denganya.


" iya kenapa bang "


" sebenarnya abang ingin sekali mengatakan sesuatu padamu, tapi kalau mengatakan lewat handphone rasanya ngak poll, jadi aku sengaja menunggumu pulang sekolah dan mengajakmu kesini " jelas Rozi


" mau bilang apa bang, bilang aja " suruh Rose.


" sebenarnya, abang tu suka sama kamu, abang pengen kamu itu menjadi pacar abng, kamu maukan..?," jawab rozi mengupkan perasannya, Rose terdiam sejenak mendengar itu, dia tidak ingin pacaran, tapi kalau dia menolak, dia takut Rozi akan sakit hati.


" yaallaoh, gimana ya caranya menolak ini, aku takut bang Rozi sakit hati " gumam Rose


" kok kamu diam, maukan, harus mau ya Rose " paksa Rozi


" maaf bang, tapikan abng adalah teman abngku, pasti abngku bakalan marah besar kalau dia tau kita pacaran " jawab Rose menolak halus


" kita diam diam aja pacaranya,aku bisa kok sembunyiin dari abngmu " balas Rozi tak ingin ditolak.


Tiba tiba saja rozi bangkit dari duduknya mendekat kearah Rose, Rose sedikit ketakutan, tiba tiba Rozi menggendong rose dan membawanya kekamar, Rose berusaha memberontak ingin turun dari gendongan Rozi, tapi tenanga Rozi jauh lebih kuat dari pada dia, tangan yang kekar, tubuh yang tinggi sedikit berisi sangat kokoh membungkam Rose, dia tidak bisa berkutik dari gendongan Rozi.


" abng mau ngapain,....tolong...tolong...." teriak Rose sekeras mungkin


" percuma saja kamu teriak, tidak akan ada yang dengar, ruangan ini kedap suara, dan dirumah ini cuman ada kita berdua" ucap Rozi dengan tatapan penuh arti pada rose.


Rozi melemparkan tubuh Rose keranjang, Rose benar benar ketakutan dan terus berteriak, namun tidak ada satupun yang datang untuk menyelamatkannya dari Rozi, dan benar saja ruangan itu memang kedap suara, Rozi membuka satu persatu kacing baju kameja yang ia gunakan, kemudian melempar bajunya kesembarang arah, tubuh yang putih mulus dan otot perut yang sedikit kotak membuat Rose sejenak  terpesona pada tubuh kekar itu.


" sekarang giliranmu sayang, bukak bajumu, atau aku yang akan membukakanya " bisik Rozi dengan suara penuh nafsu,


" tolong bang, jangan, aku belum pernah melakukan ini sebelumnya, aku ngak mau pacaran, aku ngak mau mahkotaku hancur sebelum menikah, tolong jangan lakukan itu padaku," mohon Rose sambil menangis pasrah


Tapi sehebat apapun Rose memohon, Rozi sama sekali tidak kasian, dia lalu menindih tubuh Rose , satu tangan memegang kedua tangan Rose keatas kepala agar ia tidak memberontak, satu tangan lagi meremas gunung kembar Rose, sementara bibir rozi sibuk ******* bibir Rose, sebisa mungkin Rose menutup bibirnya rapat agar tidak bisa dicium, tapi tangan Rozi menekan pipi kanan dan kiri Rose sehingga mulutnya terbuka sedikit,

__ADS_1


Rose hampir tidak bisa bernafas karena ciuman ganas dari Rozi, tangan kanan pria itu terus membuka  satu persatu kancing baju seragam sekolah yang masih  Rose gunakan, ujung jari jempol dan ujung jari  telunjuk Rozi terus memainkan inti dari gunung kembar itu, membuat Rose merasa geli, ciuman itu terus turun dan mengjisap leher Rose dan meningalkan bekas cinta disana, perlahan lahan Rozi menurunkan ciumanya kebawah, mengisap ujung kecil gunung kembar rose yang sedari tadi sudah mengeras, terus turun kebawah mencium aroma tubuh Rose, kini ciuman itu  terpusat di inti kewanitaan rose.


"ahhhh....ahhhh...udah bang aku mahon" rintih rose saat kewanitaanya dimainkan secara berutal oleh lidah Rozi, dia berusa untuk duduk dan menyingkirkan kepala Rozi dari kewanitaanya, tapi tangan panjang Rozi  menekan tubuhnya, jadi dia susah untuk berkutik.


Rozi berdiri dan melecutkan celananya sendiri, adiiknya yang sudah berdiri dari tadi terlihat besar dan panjang, Rose kaget sekaligus takut melihat adik Rozi, Rose menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena kaget, secara perlahan Rozi memasukkan adiknya kelubang inti Rose, tapi adik milik Rozi susah masuk seperti ada sesatu di dalamnya yang menghalang, Rose merintih kesakitan, rasanya sangat perih, dia berusaha menyingkirkan badan rozi yang menindih tubuhnya.


" aaahh..aaa.... sakit, sakit, bang, aku mohon menjauh, menjauh dariku, ini sangat perih " rintih Roe tidak tahan dengan rasa perih yang besarang di inti kewanitaanya.


" tahan sayang, ini karena kamu belum pernah melakukanya, nanti juga bakalan enak, tahan ya, aku hanya perlu mendorongnya masuk lebih dalam " jawab Rozi dengan santai sementara Rose sangat kesakitan.


" jangan lakukan ini padaku bang, aku tidak mau kehilangan mahkotaku sebelum menikah, tolong jangan, aku mohon " rintih Rose tak henti hentinya memohon, alih alih kasian, Rozi malah terus melancarkan aksinya,


" kamu tenang saja sayang, nanti aku pasti akan menikahi kamu" ucap Rozi santai,


"ahhh.....sssssssss, akhirnya" desah Rozi setelah ia sampai ke titik puncak dan mengeluarkan larvanya di dalam lobang inti Rose, remaja yang berusia 18 tahun  tapi masih sangat polos itu terus menangis karena diperkosa oleh Rozi, dia takut orang tuanya tau dan  pastinya akan marah besar.


" ya ampun sayang, punyamu berdarah, maafkan aku ya, ini karena kamu baru pertama kali, aku terpaksa memaksanya masuk, dan membuat punya berdarah" Rozi sedikit kawatir dengan rose, tapi wanita itu terus saja menangis karena takut dan kawatir,


" kamu jangan nangis sayang, aku akan mengantarmu pulang, apa yang kulakukan padamu hari ini, aku akan menangung jawabi, apapun yang terjadi padamu aku pasti akan menangani itu," ucap Rozi berusaha menenangkan Rose, tapi wanita itu tidak merespon dan terus saja menangis.


" tapi ingat, kamu jangan mengatakan ini pada ibumu,atau abngmu, kalau sampai kamu mengadu, aku akan membunuh semua keluargamu dan nanti yang  ku sisakan hanya kamu, dengar..itu..!" ancam Rozi ngeri, Rose yang polos mengangguk mengiyakan karena takut dengan ancaman itu,


Sekarang Rose merasa bahwa masa depanya yang begitu cerah benar benar  sudah hancur, pria yang selama ini begitu baik dan ia percaya malah melakukan hal seperti itu, Rose bangkit putus asa dan mengambil satu persatu bajunya yang tadi dilempar sembarang oleh Rozi,


" pake bajumu, dan aku akan segera mengantarkan mu pulang, aku ingin bertemu abngmu, dan ingat, nanti jangan ngomomg apapun pada siapa pun dirumahmu " perintahnya, Rose terpaksa mengiyakan karena  ketakutan pada pria yang 4 tahun lebih tua darinya yang sedang berdiri  di hadapnnya itu.


******


" peluk aku, " suruh Rozi


" dih, aku ngak mau" bantah Rose singkat.


"Ok, kalau begitu, motor ini ngak akan jalan" balas Rozi tak ingin dibantah, dengan berat hati rose melingkarkan tanganya diperut rozi, disepanjangan perjalanan Rozi selalu saja memandangi wajah Rose dari kaca spion motornya.

__ADS_1


"gimana kamu udah mau belum jadi pacarku...?" tanya Rozi  membuat rose juga menatap ke kaca spion.


" ngak " jawab rose singkat.


__ADS_2