
"Asssalamualikum tante, aku datang lagi" seru Rozi dengan semangat saat baru masuk kedalam rumah Rose, seperti biasa ia akan membawakan martabak kesukaan ibunya Rose, dikeluarga itu Rozi sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga karena dia juga kerab membantu kesususahan baik dalam ekonomi atau lainya.
" walaikumsalam, eh Rozi" sapa ibu Rose ramah.
" iya tante, aku datang lagi tante. nih aku bawain martabak kesukaan tante " balas Rozi tak kalah ramah,
" ayo duduk dulu disini, kamu sama rose pulang bareng ya " tanya ibu Rose heran,
" iya tante, kebetulan tadi pas mau kesini, aku liat Rose pulang sekolah jadi sekalian aja dia aku boncengin, hitung hitung, buat hemat ongkos " jelas Rozi,
" ehh fadil..!, kita jadi mancingkan malam ini " ujar Rozi yang duduk di sofa setengah teriak, membuat fadil yang bejalan mengendap endap dari kamar mandi menghentikan langkahnya dan menatap kearah Rozi.
" kamu ya, bikin kaget aja." berang fadil. "jadilah, emang pernah aku ingkar janji samamu. " lanjut fadil kemudian berbalik pergi.
****
Semenjak kejadian itu, Rozi selalu saja melakukan hal yang sama kepada Rose, hampir setiap hari Rose harus melayani nafsu birahi Rozi yang sangat berutal, Rose tidak berani melawan, karena takut dengan ancaman itu, ia juga tidak bisa kabur karena Rozi mempunyai banyak mata mata yang siap mengawasinya kapan pun, bahkan agar bisa melakukan niat jahatnya , Rozi sampai nekat sering tidak masuk kuliah karena mengambil kesempatan saat rumahnya kosong, 10 menit sebelum Rose keluar sekolah, pria bodoh itu sudah menunggu di depan gang yang biasa Rose lewati sepulang sekolah, seiring berjalannya waktu karena sering mendapat perlakuan baik dan perkataan yang membuai dari Rozi, akhirnya Rose mulai luluh dan mau menerima rozi sebagai pacarnya.
Sudah beberapa bulan terakhir ini Rose tidak datang bulan, dia sedikit kawatir hamil karena ulah rozi, tapi Rose berusaha menepiskan pikiran buruknya itu dengan membeli beberapa pil pelancar haid di sebuah apotek yang tidak jauh dari rumahnya,
Setelah meminum beberapa kapsul, Rose menunggu satu bulan kemudian namun tidak ada reaksi dan hasilnya, akhirnya ia diam diam keluar dimalam hari untuk membeli beberapa tespek di indomaret, meskipun sedikit gemetar saat membelinya, Rose tetap harus melakukanya,
Untuk siapa..? siapa yang hamil..? siapa yang menyuruh..." semua pertanyaan yang terlontar dari tukang kasir Rose jawab dengan satu jawaban " ibuku" , setelah berhasil membelinya Rose buru buru pulang kerumah untuk memastikan keraguannya.
Tiga tespek yang berbeda menunjukkan hasil yang sama, dua garis yang tidak diinginkan, penyesalan, masa depan, harapan orang tua, semuanya hancur bersaman, Rose menangis meringkup di sudut kamar mandi, dia tidak berani bersuara, takut abng dan ibunya mendengar,
__ADS_1
Ternyata dugaanya benar, dia sedang mengandung anak dari Rozi, satu satunya hal yang dapat Rose lakukan adalah meminta pertanggung jawaban dari Rozi, entah pria itu mau tanggung jawab atau tidak, yang pasti kalau Rozi tidak mau tanggung jawab mungkin Rose akan mengahiri hidupnya.
*****
Cahaya matahari pagi memancar masuk dari pentilasi kamar, menjadi alarm pagi bagi Rose, dia berlagak seperti tidak terjadi apa apa dihadapan abng dan ibunya, seperti biasa, di pagi hari rose akan berangkat kesekolah, dengan alasan sedang puasa qodo, dia tidak ikut sarapan pagi, karena takut mual saat makan, dan nantinya bisa membuat abang dan ibunya curiga.
Sepulang sekolah rose berjalan dengan langkah tergesa gesa menghapiri Rozi yang sedari sudah menungunya di depan gang.
" ehh sayang udah pulang, kok lama " sapa Rozi ramah, namun tidak direspon oleh Rose bahkan Rose tidak menoleh kearanya sedetikpun.
" kok kamu diam aja sih sayang, kamu kenapa " tanya rozi heran,
" ngak papa. " jawab Rose singkat.
" ayok kita kerumahku, aku sudah belikan makanan kesukaan kamu" ajak rozi mantap, tapi Rose sama sekali tidak merespon dan tetep menatap lurus kedepan. melihat Rose hanya diam, rozi langsung menarik tangannya pergi.
" kenapa kamu tidak memakanya sayang, bukannya ini makanan sama minuman kesukaan kamu. " ujar Rozi heran,
Beberapa saat kemudian setelah suasana sejenak hening, Rose merogo saku samping roknnya mengambil tiga buah tespek dan memberikan pada Rozi,
" ini apa sayang " tanya Rozi masih belum mengerti, tapi Rose tidak menjawab sama sekali dan membiarkan Rozi mencari tau sendiri, setelah mensharching di google, rozi baru paham apa maksud rose dan apa benda itu.
" sayang, kamu...?"
" iya aku hamil, aku hamil karena kamu, " berang Rose tak bisa menahan, dan tak sadar air matanya jatuh.
__ADS_1
" aku minta maaf sayang, aku janji bakalan tanggung jawab dan nikahi kamu " ujar Rozi berusaha menenangkan Rose, dia berlutut dihadapan Rose sambil menghapus lembut air mata dipipi Rose.
" masalahnya aku masih sekolah bang, sebentar lagi aku akan ujian nasional dan lulus, aku juga masih pengen kuliah bang, apa kata orang tuaku nanti, apa kata abangku nanti, pasti mereka bakalan sangat marah. " Rose menepiskan tangan rozi dari wajahnya, merasa jijik dengan sentuhan itu.
" iya sayang, aku tau itu, apapun yang mereka katakan, aku akan tetep menikahi kamu, kamu tidak usah khawatir, sekarang juga, kita kerumahmu aku akan melamarmu hari ini juga pada abang dan ibumu " ajak rozi masih berusaha menenangkan Rose,
Beberapa menit kemudian setelah Rose mulai merasa sedikit tenang, mereka berangkat dan pergi kerumah Rose, di sepanjang keduanya tidak saling mengibrol, mereka larut dalam lamun masing masing.
" ya aalloh, bagimana ini, apa kata orang tuaku nanti, pasti mereka bakalan sangat marah" gumam Rose dalam hati.
"kamu jangan takut sayang, aku janji bakalan membuat kamu tidak menyesal telah mengandung anaku " ujar Rozi membuat rose terbangun dari lamunya.
" bagaimana kalau mereka tidak bisa menerima..?, apa yang harus kita lakukan bang" balas Rose yang semakin takut dan khawatir.
" apapun keputusan mereka aku akan tetap tanggung jawab sayang, kita pasti akan menikah, dan kupastikan kamu tidak akan menderita bersamaku" balas Rozi berusaha meyakinkan.
Rose tidak bisa tenang, pikirannya sudah melayang layang dan menayangkan hal yang mungkin saja akan terjadi.
setelah beberapa lama Akhirnya mereka sampai, Rozi kemudian memarkirkan motornya di halaman Rumah Rose.
" ASSALAMUALAIKUM TANTE " sapa Rozi seperti biasa, kali ini dia menyapa dengan kurang semangat dan tidak membawa martabak makanan kesukaan mama Rozi seperti biasanya .
" WALAIKUMSALAM Rozi, ehh ada Rose juga, pulang bareng lagi ya " jawab ibu Rose ramah.
" hmmm iya tante " balas Rozi singkat diakhiri dengan senyum terpaksa.
__ADS_1
" kenapa mukanya tidak bersemangat begitu, lagi ada masalah ya," tanya ibu Rose sedikit heran.