
“Tuanku, Kamu sudah kembali!” Xiao Wu berseru kaget, dengan ekspresi bahagia di wajahnya.
Dia tidak menyangka, kalau Tuannya bisa memanggil tubuh yang begitu besar dan mengurung puluhan orang dari Aula Beladiri di genggamannya.
Rekan lainnya juga terkejut saat ini, mereka tidak berharap kekuatan Mu Bai begitu menakutkan.
“Ya, saya kembali,” kata Mu Bai, lalu memperhatikan semua orang. Dia bertanya dengan cemas, “Bagaimana keadaan kalian?”
“Tuanku, aku Baik-baik saja.” kata Xiao Wu, kemudian melirik yang lain.
Yang lain dengan cepat berkata, “Terima kasih atas bantuan Tuan Bai, kita semua bisa baik-baik saja berkat bantuan Mu.”
Tapi ketiganya nampak lelah, Gadis dewasa yang mirip Xiao Wu lebih parah. Dia terlihat seperti baru saja bekerja lembur selama berhari-hari, berdiri di tanah bagai rumput bergoyang, bisa roboh kapan saja bila tertiup angin.
Melihat itu, Mu Bai melambaikan tangan lalu sebaris energi spiritual melonjak keluar, pergi ke tubuh target untuk memberi kekuatan pemulihan yang luar biasa pada mereka. Sambil berkata, “Jika bukan karena Xiao Wu yang membimbing, saya tidak akan bisa berbuat apa-apa.”
Xiao Wu mendengar perkataan Mu Bai, hanya diam-diam tersenyum. Cukup senang karena Mu Bai menyebut namanya.
Tang san dan Ling Yun melangkah maju bersama, setelah menerapkan posisi hormat Ling Yun berkata: “ Terima Kasih Tuan Bai!”
Wanita kelinci juga ingin berteri makasih, tetapi Xiao Wu menariknya menjauh. Mu Bai tidak tahu apa yang di inginkan Xiao Wu, tapi tetap membiarkan gadis kelinci itu mengurus urusannya sendiri.
“Kemana Lagi? Saya tidak memiliki tempat tinggal selain Danau Giok Hijau.” ungkap Mu Bai mengangkat bahu.
Danau Giok Hijau, adalah nama danau di sebalah gunung akademi Shrek.
Mendengar itu, Tang San entah mengapa merasa senang. Lalu dia mempertanyakan keraguannya, “Tuan Bai, apakah Adik Xiao Wu benar-benar mengambil kamu sebagai Tuannya?”
Sebelumnya, Xiao Wu mengatakan kepada mereka semua, kalau dirinya telah menyembah Tuan Bai sebagai Master.
Tetapi Tang San dan Ling Yun tidak terlalu mempercayai perkataan Gadis Kelinci itu. Terutama ketika keduanya melihat kekuatan luar biasa Mu Bai.
__ADS_1
Lagian, mereka belum pernah melihat seseorang dengan kekuatan yang dapat menyegel master Wuhun level 9 bahkan secara bersamaan menyegel kekuatan para master kuat itu, dengan sangat mudah.
Mu Bai tersenyum mendengar pertanyaan Tang San, kemudian mengakui, “Iya, dia menyembah aku sebagai Tuannya, tepat sebelum kita mencari kalian.”
“Jadi itu benar!” Tang San mengungkapkan ekpresi terkejut. Lalu melirik Ling Yun di sebelahnya, dan akhirnya bertanya lagi dengan penuh harap, “Tuan Bai, apakah kamu masih menerima seorang pengikut?”
“Tentu Saja.” jawab Mu Bai langsung.
Setelah berkata demikian, Mu Bai melihat perubahan ekpresi pada kedua remaja laki-laki di depannya. Anak-anak ini terlihat bahagia, apakah kalian ingin menjadikan aku sebagai Tuanmu?
Benar saja, Ling Yun memiliki tatapan hormat di matanya. Saat berikutnya dia berkata dengan gugup, “Tuan, apakah saya memenuhi syarat untuk menjadi pengikut Anda?”
Mu Bai tidak merasa heran. Toh, dia memiliki kekuatan luar biasa, sudah seharusnya menarik banyak pengikut, bukan?
Jadi, Mu Bai langsung mengatakan isi hatinya saat ini.
“Persyaratan menjadi pengikut saya, hanya ada tiga. Pertama: jangan berlutut kepada siapapun selain orang tua, kedua: Tidak melakukan kejahatan tanpa sebab yang jelas, ketiga: Tidak boleh mengkhianati kepercayaan orang lain terhadap dirimu.”
“Selama kamu memenuhi persyaratan ini, datanglah dan aku siap membawamu ke dalam garis keturunan ku.”
“Tuan Bai, Terima lah persembahan Saya. Tolong bawa saya memasuki garis keturunan Anda.”
“Hehehe.” Mu Bai tersenyum, ia mengulurkan tangan untuk membantu Ling Yun, tentunya sambil berkata, “Aku melihat dirimu yang baik, aku senang melihat sikap pantang menyerahmu, dan aku menerima mu sebagai pengikut ke tiga ku.”
Mengetahui dirinya telah di terima, Ling Yun merasa sangat bahagia. Bahkan ada kekuatan misterius yang mengalir ke dalam pikiran nya, kekuatan itu berisi kemuliaan agung yang tak terlukiskan.
“Ling Yun memberi hormat kepada Tuanku.” Ling Yun membungkuk badan sebanyak tiga kali sebelum berdiri tegak. Dia hanya dapat melakukan gerakan ini, demi mengganti upacara Kowtow. Bagaimana pun, Mu Bai sudah membuat aturan, agar tidak berlutut kepada siapapun selain orang tua. Bukankah itu sudah termasuk Tuannya sendiri?
“Baiklah, segera kembali Akademi. Para elder sangat mencemaskan kalian.” ungkap Mu Bai, saat dia melirik Tang San, Mu Bai menambahkan, “Terutama, Tuan yu xiaogang.”
Tang San merasakan rasa bersalah ketika mendengar nama Yu Xiaogang. Orang itu adalah Tuannya yang mengasuh Dia selama 5 tahun terakhir.
__ADS_1
Adapun Ling Yun, ia juga sudah kenal Yu Xiaogang selama 5 tahun terakhir. Tetapi karena bakat Ling Yun terlalu tinggi, sehingga ia belum pernah bertemu seorangpun yang pantas mengasuhnya.
“Ya, Master Bai.” Tang San menangkupkan tinju sebagai salam Beladiri. “Kalau begitu saya kembali dulu. Saudara Ling, sampai jumpa.”
Ling Yun hanya membalas salam Tang San.
Melihat Ling Yun tidak mengikuti Tang San dia (Mubai) bertanya, “Mengapa membiarkan saudara mu pergi sendiri?”
Ling Yun menggaruk kepalanya, malu-malu ketika bertanya, “Jadi Tuan, apakah saya boleh mengikuti saudara Tang San kembali?”
“Apa-apa'an kamu ini.” Mu Bai menjetik dahi Ling Yun, saat berkata, “Lain kali tidak perlu menunggu pesanan ku. Dan jalani saja kehidupanmu seperti biasa.”
“Iya, Tuanku!” Ling Yun menundukkan kepalanya, mencatat Perkataan Mu Bai dalam ingatannya.
Ketika Ling Yun ingin mengejar Tang San, awan hitam menyelimuti dirinya, begitu pun dengan Tang San di kejauhan. Ketika indera penglihatan mereka tertutup, dan setelah beberapa saat kembali melihat. Seorang orang terkejut.
Tang San berseru kaget, “Apa ini? Kenapa ada danau di depan kita!”
Sama seperti Tang San, Ling Yun menggosok matanya berkali-kali, guna memastikan kalau ini nyata.
“Danau Giok Hijau, bukan?” Ling Yun bertanya-tanya.
Mendengar ucapan di sebelah nya, Tang San lebih terkejut karena tiba-tiba mengenali tempat ini, mau tak mau dia berkata, “Ah! Itu benar sekali. Ini adalah Danau Giok Hijau.”
Saat ini, suara Mu Bai juga terdengar. “Benar sekali, ini adalah rumah.”
“Tuanku/Bai!” kedua remaja laki-laki itu melompat kaget.
Benar saja, Tuan sangat hebat, dia langsung bisa memindahkan kami ke tempat ini dalam waktu singkat.
Begitu saja berlalu, dan kedua laki-laki tersebut izin pamit untuk melapor.
__ADS_1
Setelah kepergian keduanya, Mu Bai kembali ke Pondok kayu sambil merenggangkan badan. Setelah memasuki pondok dia mengambil sudut yang pas sebelum mengeluarkan tempat tidur.
Bahkan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, Mu Bai langsung merebahkan dirinya di kasur, segera memasuki dunia mimpi yang indah.