
Mu Bai cukup terkejut, tapi tidak membalas perkataan Ling Yun. Dia memanggil Sistem Wuhun, dan melihat waktu pembaharuan masih terisa 20 jam.
“Jangan cemas, tunggu sampai pelajaran besok pagi. Aku akan menjawab kegelisahan mu. Untuk hari ini, biasakan dulu mengolah teknik Rahasia Khusus yang baru saya kamu kuasai.” kata Mu Bai menghibur Ling Yun.
“Ya, Tuan.” Ling Yun segera menghela nafas lega. “Untungnya itu bukan masalah.” pikirnya.
Jujur, Mu Bai tak tahu apapun mengapa Jiwa Beladiri tidak bisa di panggil. Namun, dia memiliki banyak akal untuk mencari jalan keluar.
Setelah setengah jam berlalu dan kedua Muridnya sudah membiasakan diri dengan pengetahuan baru. Kelas pun akhirnya di mulai.
Sekolah Mu Bai aktif selama 5 hari dalam seminggu, dan setiap hari akan mempelajari dua mata pelajaran.
Hari ini ada pelajaran Memasak sekaligus praktek memasak. Meskipun Xiao Wu tidak mengerti, mengapa pelajaran sekolah ini mengharuskan murid agar bisa memasak. Dia tetap belajar sepenuh hati, begitu juga sisi Ling Yun.
Saat kelas berakhir, Xiao Wu mendapat nilai 30 dan Ling Yun mendapat nilai 60.
Adapun mengapa seperti itu, tentunya karena Xiao Wu tidak pernah sama sekali bersentuhan dengan urusan dapur.
Ling Yun sedikit lebih baik, karena pernah hidup di alam liar selama 6 bulan. Dan menguasai sedikit kemampuan memasak.
….
Setelah jam pulang tiba, Xiao Wu tetap tinggal di pondok kayu, hanya Ling Yun yang kembali ke asramanya.
Begitu saja waktu berlalu menyambut senja.
Selagi duduk santai sambil membaca buku di depan pondok, sosok wanita dewasa berambut panjang dengan telinga kelinci terselip di rambutnya, muncul di sebelah Mu Bai tanpa peringatan.
Melihat itu, Mu Bai tersenyum padanya, dia sudah lama menunggu. Segera menyambut, “Selamat Datang! Xiao Nian.”
“Hallo, Tuan Bai.” Xiao Nian agak canggung saat menyapa.
__ADS_1
Dia datang kesini karena mendapat undangan dari Mu Bai.
Mu Bai kemudian mempersilahkan Xiao Nian masuk ke pondoknya. Begitu Xiao Nian duduk, Xiao Wu tiba-tiba muncul di hadapannya, langsung memeluk.
“Kakak, akhirnya kamu datang juga. Aku menunggumu sampai tertidur.” ucap Xiao Wu sambil menggosok-gosok kepalanya di dada sempurna Xiao Nian.
Menemukan Xiao Wu seperti itu, Xiao Nian langsung bergidik ketakutan. Dia tanpa pikir panjang melepas kemampuan jiwa beladirinya dan membuat Xiao Wu jatuh pingsan.
Dengan ekspresi malu, dia menghadap Mu Bai yang membalas dia dengan isyarat tangan. “Silahkan duduk.”
“Maaf Tuan Bai!” kata Xiao Nian sebelum duduk.
Dia benar-benar tak terbiasa bersikap terhadapan Keberadaan, dari Era 3 abad yang lalu. Jika bukan karena undangan, Xiao Nian benar-benar tidak mau bertamu kemari.
Mengambil duduk di kursi kualitas bagus yang baru di beli Mu Bai tadi siang, Xiao Nian menunggu Mu Bai menyatakan urusannya.
“Jangan tegang.” ucap Mu Bai melepaskan energi spiritualnya untuk membangun kan Xiao Wu dari tidur. Dia melanjutkan, “Kamu juga tidak perlu seperti itu dengan Adik sendiri. Walaupun dia agak nakal, aku sudah memberinya batasan yang jelas.”
Mendengar itu, Xiao Nian merasa malu, tapi tidak mengucapkan sepatah katapun. Bagaimana pun, dia paling mengerti Xiao Wu. Sikap gadis itu tidak pernah berubah sejak masih bayi.
Menyadari kedekatan Adiknya dengan Mu Bai, Xiao Nian membeku di tempat. Baginya yang selalu bertemu orang sombong di jalan, tidak pernah menyangka kalau Mu Bai bisa bermain begitu ceria bersama gadis kecil yang lemah.
Hal itu, berhasil membawa ketenangan di hatinya. Sikapnya juga menjadi lebih santai dari pertama kali datang.
Menyadari Xiao Wu tengah mengejek ketidak mampuan Xiao Nian, dan menggunakan dirinya sebagai benteng. Mu Bai menegur. “Oky Xiao Wu, sudah cukup main-main nya.”
Xiao Wu hanya balas tersenyum nakal sebelum berteleportasi ratusan meter jauhnya. Tentu saja ia melakukan ini, untuk memamerkan kemampuan baru kepada kakak perempuan.
Di bawah tatapan kaget Xiao Nian, Mu Bai bertanya, “Xiao Nian, aku memanggilmu karena ingin meminta pendapatmu, tentang cara menemukan Amber.”
Amber adalah orang dengan roh pelindung dengan bakat sihir bawaan, dan Jiwa' beladirinya adalah Kucing Sihir. Itu juga informasi yang di inginkan Mu Bai kemarin.
__ADS_1
Melihat video pemberian Xiao Nian. Gadis itu tampaknya keturunan dari Hewan peliharaan kesayangan Mu Bai, yang bernama Magic.
Pertanyaan Mu Bai sesuai harapan Xiao Nian, jadi dia langsung menjawab, “Menurut saya itu tidak perlu. Karena, dia akan mengikuti Kompetisi tahunan, 2 hari kemudian di arena besar kota Tian Dou.”
“Oh, milik tim manakah dia?” Mu Bai bertanya lagi, dengan antusias.
“Tim Akademi Saifi, dari Kota Angin. Tim mereka berada di peringkat ke 18 dengan kemenangan 11x berturut-turut.” jawab Xiao Nian dengan bangga.
“Lebih baik dari tim Shrek, mereka hanya memenangkan 7 pertandingan berturut-turut.” Mu Bai berkata sedih ketika mengingat pembicaraannya dengan Xiao Wu.
Mendengar itu, Xiao Nian tertawa. “Bukan Tim Shrek yang lemah, tapi karena mereka terlalu kuat, sampai tidak ada lawan yang sesuai untuk mereka. Makanya Tim Shrek belum melalui pertandingan.”
Xiao Nian berkata, “Bahkan Para wasit sudah menyatakan, kalau Tim Shrek sudah di pastikan menjadi pemilik peringkat pertama dalam pertandingan antar kota tahun ini.”
Mu Bai terkejut, dia baru tahu kalau Tim Shrek begitu hebat. Bagaimana pun, tim yang mengikuti kompetisi tahunan ini, sangat banyak, jumlahnya ada di antara 500 sampai 600 tim. Semuanya beranggotakan generasi genius muda.
“Jadi, seperti itulah adanya.” Mu Bai menghela nafas.
“Ya, Tuan. Jika kamu ingin menonton pertandingan, Saya akan menjemput Anda nanti.” kata Xiao Nian memberi undangan.
“Maaf, sudah merepotkan.” Mu Bai menerima undangan dengan senang hati.
Lagian, ada persyaratan khusus untuk melihat pertandingan. Internet dan TV tidak menampilkan video pertanding, jadi jika ingin menonton, hanya bisa datang ke ( nama tempat yang di gunakan buat menonton pertandingan, di sebut apa, ya? Saya lupa.)
“Tidak apa-apa.” balas Xiao Nian sambil tersenyum. Sekarang, dia merasa lebih nyaman di dekat Mu Bai bahkan memiliki keingin untuk tinggal lebih lama.
“Xiao Nian, bisa main catur?.” tanya Mu Bai, sambil mengeluarkan papan catur dari ruang sistem.
Mu Bai saat ini berada dalam suasana hati yang baik, jadi dia mengundang Xiao Nian untuk bermain catur.
“Ini.” Xiao Nian awalnya terkejut, tapi kemudian langsung merasa senang tanpa alasan, “Tentu saja, meskipun kemampuan saya tidak seberapa. Tuan pasti akan menemukan kesusahan melawan saya.” Xiao Nian terkikik.
__ADS_1
Bermain catur, adalah keahliannya sejak kecil. Lalu undangan Mu Bai, hanya jadi perwujudan dari keinginannya agar bisa tinggal lebih lama.
Seketika membuat hati Xiao Nian langsung berbunga-bunga.