
Di ruang kerja
Alya duduk berhadapan dengan Sean Nampak tegang Entah apa yang akan di sampaikan nya membuat iya sedikit khawatir
Sean hanya menatap Alya dengan datar memperhatikan Alya yang nampak gelisah
Didalam hati Sean nampak sedikit geli melihat ekpresi Alya sepeerti kucing kecil yang ketahuan mencuri saja pikir nya
" Khem Karna kau menjadi tawananku kau harus menuruti apapun yang ku perintahkan" Ucap Sean
Alya Nampak membulatkan matanya Shok mana bisa begitu pikir nya saat ia akan protes Sean lebih dulu membantah nya
" Tidak ada bantahan Kau harus menjadi pelayan prinadiku anggap saja utuk biayaya hidup mu selama menjadi tawananku " Ucap Sean
Alya nampak kesal mendengar ucapan Sean kenapa dia yang menjadi tawanan malah harus membayar biayaya hidup nya sendiri Aneh sekali di pikir dia lagi ngekos pikir nya
" Kau bagai mana bisa begitu kenpa aku harus jadi pelayanmu lagian kenapa kau menculik ku kalau tidak mau memberiku makan gratis Dasar Tuan peliittttt " Teriak Alya ter Engah engah menahan Kesal
Sean yang mendengar nya hanya menatap nya datar
"Tentu saja untuk apa saya harus memberimu makan gratis apalagi kau adalah keponakan pria brengsek yang membuat ku rugi" Sarkas Sean tampak sinis menatap Alya
Alya yang mendengar ucapan Sean nampak pasrah bingung dengan apa yang menimpa nya percuma saja membantah pikir nya
Dia mana mungkin menang membantah nya apalagi Setatusnya sekarang hanya tawanan Pria gila ini
Ingin rasanya alya memukul wajah datar di depan nya
__ADS_1
Alya hanya bisa memaki pria gila ini di dalam hatinya Matanya nampak memandang Sean dengan sinis
Awas saja kau ku balas nanti pikir Alya
Sean nampak menyeringit menaikan alis nya memandang Alya yang nampak memakinya dalam hati
" Apa kau sedang memaki ku dalam hatimu sekarang" Ucap Sean
Alya nampak membulatkan matanya
"Bagai mana kau tau" ceplos Alya
" Ah jadi benar yah Kau sedang memaki ku" Ucap sean mendengar reaksi Alya
Sean hanya biasa menahan senyum melihat Alya nampak gelagapan
" Kau seperti nya harus di beri hukuman karna berani memaki ku" ucap Sean dengan seringai di ujung bibir nya
Alya yang mendengar ucapan Sean nampak pucat
"Tidak tidak aku tidak memakimu jangan beri aku hukuman yahh" mohon Alya nampak memelas menatap Sean
Sean Tak menggubris ucapan Alya
" Saya tidak mau kau harus membersihkan taman di belakang sendirian hanya dalam satu jam" perintah Sean
Alya yang mendengar nya nampak melotot
__ADS_1
"hey mana mungkin taman seluas itu aku bersihkan sendirian hanya satu jam" Teriak Alya
" Saya tidak mau tau kalau kau gagal Saya akan menambah hukuman mu dan jangan coba coba meminta bantuan pelayan ada cctv yang mengawasi mu
Setelah memberi peringatan Sean meninggal kan Alya sendirian yang nampak prustasi
Sean hanya bisa tersenyum melihat kekesalan Alya lucu sekali ekpresinya pikir nya
suruh siapa membautnya kesal pikir Sean
Alya yang mendengarkan penuturan alya hanya bisa menghembuskan napas nya menahan kekesalan nya Ingin sekali ia menangis rasanya tapi ia tahan tidak mau di pandang cengeng
Semangat Alya ia menyemangati dirinya sendiri
" Tapi bagai mana caranya sendirian bisa bisa kuku yg cantik ini rusak yatuhan dia benar benar pria gilaaa " dumel Alya.
.
.
.
.
.Halo teman2 ku yang sudah mampir baca semoga mampir lagi maaf yah gak up mulu yakarna bingung akutuh abis ide buat nulis hehe
buaaat kalian yang suka ceritaku cukup like and komen yah guys biar aku tau ada yg baca dan suka ceeritaku biar semangat up ceritanya thankyou yang udah mau baca novelku ini😘
__ADS_1