Fantasy World Online

Fantasy World Online
Kembali memasuki VR


__ADS_3

Aziz menatap Pak Ryan didepannya dengan wajah datar, dia kemudian memulai pembicaraan dengan pria itu dengan serius.


"Langsung saja. Rincian HM nya seperti apa? Kau ingin aku juga menyelesaikan HM itu bukan?" Tanya Aziz serius.


"Iya, benar. Ini adalah rincian Hidden Mission itu." Pak Ryan menyerahkan sebuah kertas kepada Aziz.


"Oke, mari kita lihat apa saja syarat untuk menyelesaikan HM ini." Aziz melihat kertas ditangannya dengan wajah serius, baris demi baris kalimat dia baca dalam hatinya.


'Hm? Syarat pertamanya, bunuh semua musuh yang terlihat. Syarat keduanya, kalahkan semua pemain disekitar sampai tersisa lima yang bertahan. Syarat ketiga, kalahkan lima boss di lima ruangan tersembunyi dalam labirin. Keempat… apa maksudnya ini?' Aziz menatap tajam kalimat dari syarat keempat yang tidak masuk akal untuk sebuah misi yang memerlukan banyak anggota regu untuk menyelesaikannya. Aziz kemudian mengalihkan pandangannya kearah Pak Ryan bermaksud untuk meminta penjelasan mengenai syarat keempat untuk menyelesaikan Hidden Mission Vengeance of The Obsidian itu.


Pak Ryan yang mengerti maksud tatapan pemuda dihadapannya itu memasang wajah serius lalu berbicara.


"Aku mengerti apa maksudmu, Aziz. Untuk misi yang membutuhkan regu besar memiliki syarat nomor 2 dan 4 benar-benar cukup mencurigakan. Cobalah untuk menyamar menjadi Newbie dengan perlengkapan seadanya, jangan gunakan perlengkapan terkuatmu disana." Kata Pak Ryan serius.


"Aku mengerti tentang itu, tapi syarat keempat ini…"


"Membunuh pemain yang tersisa untuk mendapatkan hadiahnya. Itulah misi pembalasan sang Obsidian, dimana satu pemain yang tersisa itulah sang Obsidian tersebut." Kata Pak Ryan.


"Benar-benar sama seperti nama HM nya, tapi masalahnya adalah… kenapa harus pemain yang menjalankan misi itu yang menjadi Obsidian nya?" Tanya Aziz serius.


"Mungkin alasannya karena hadiahnya itu hanya untuk satu orang pemain, jadi sesuai dengan nama misinya." Jawab Pak Ryan.


"Begitu, tapi aku merasa ada yang janggal pada misi ini." Kata Aziz sambil menatap syarat ke lima pada kertas ditangannya itu dengan wajah serius.


"Di kertas ini dikatakan setelah hanya tersisa satu pemain, pemain itu akan melawan boss monster bernama Obsidian Knight. Lalu jika pemain itu mati misinya akan gagal dan pemain itu akan melupakan atribut Obsidian Blade serta pola serangan bossnya. Kalau pemain itu sang Obsidian nya, lalu kenapa pemain itu harus melawan boss bernama Obsidian Knight?"


"Hm… aku tidak tahu Aziz, karena itulah kau masuk ke dunia sana dan cari tahu jawabannya sendiri, itu juga akan menjadi awal kembalinya dirimu ke dunia VR MMORPG sebagai… Raja Terakhir."


●●●


[Fantasy World Online


Avante, Kota Sofya.]


Seorang wanita cantik berambut putih panjang bermata biru muncul di sebuah rumah di kota Sofya. Wanita itu menatap kedua tangannya dengan wajah datar, dia kemudian membuka jendela menu dan melihat status karakternya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Status]


Rupia: 0 R


Lv. 1


Yuna


Ras: Manusia


Max HP: 300/300


Max MP: 100/100


STR : 1


INT : 1


VIT : 1


AGI : 1


DEX : 1


??? : Status pribadi belum dipilih, membutuhkan karakter berlevel 50 untuk membuka status ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wanita itu mengamati status karakter miliknya yang jelas-jelas status karakter untuk sebuah akun baru. Wanita itu kemudian membaca keterangan yang tertulis dibagian samping atas dari level karakternya dalam hatinya.


[Rekomendasi status untuk karakter pengguna senjata busur, naikkan Dex untuk meningkatkan akurasi dan daya serang. Str juga meningkatkan daya serang sedikit. Naikkan Agi untuk meningkatkan kecepatan serangan dan sedikit daya serang.]


’Hm… ternyata game ini lebih simpel dari yang aku bayangkan.' Batin Wanita itu, namun suara yang terdengar dalam hatinya itu adalah suara seorang laki-laki yang tidak lain adalah suara Aziz. Sepertinya dia benar-benar menyamar menjadi Newbie menggunakan karakter wanita dewasa sebagai karakter pilihannya.


'Lebih baik aku menaikkan level akun ini sambil melakukan penyelidikanku. Setelah mendapatkan cukup informasi dan bukti, aku akan ganti ke akun utama.'

__ADS_1


Aziz atau sekarang sebut saja dengan nama karakternya, Yuna, berjalan keluar ruang kamar dimana dia muncul pertama kali di VR Game Fantasy World Online yang baru pertama kali dia mainkan tersebut. Menyamar sebagai seorang wanita dewasa berpenampilan sangat cantik akan lebih mudah untuk mendapatkan informasi karena karakter wanita akan lebih mudah popular dikalangan pemain laki-laki tanpa peduli orang aslinya wanita sungguhan atau laki-laki yang menggunakan karakter wanita.


Yuna terlihat berbicara dengan NPC Wanita diluar rumah tempat pertama karakternya muncul, NPC Wanita itu bernama Julia. Untuk membedakan pemain dan NPC dapat dilihat dari kata sebelum nama karakternya seperti yang Yuna lihat saat ini, dimana nama dari NPC wanita itu memiliki suatu kata NPC dalam ukuran yang sangat kecil namun dapat dilihat oleh pemain dengan cukup jelas karena pemain asli pada namanya tidak akan ada imbuhan kata atau ikon apapun.


"Terima kasih sudah menerima sinyal spawn dari Newbie sepertiku."


Sinyal spawn, adalah suatu proses transfer karakter secara acak disuatu kota atau tempat-tempat yang ada dalam game VR untuk memunculkan suatu karakter pemain baru ataupun konversi karakter pemain dari game lain. Sinyal spawn ini akan ditarik oleh sistem operasi VWR yang dijalankan oleh suatu VR Game melalui perantara NPC secara acak dimana sinyal spawn ini muncul.


"Nona petualang, meskipun saya NPC, Nona masih berterima kasih kepada saya. Saya merasa terhormat sebagai AI." NPC Julia membungkuk dengan hormat kepada Yuna. Perlu diingat, suara Yuna adalah suara wanita dewasa bukan suara laki-laki.


"Yah, itu tidak masalah bagiku. NPC adalah data karakter dengan sistem AI yang menyamai manusia asli. Pastikan kau menyimpan data backup akunku ya."


"Tentu, Nona petualang."


NPC yang menerima sinyal spawn dari pemain akan memiliki fitur data backup dari pemain tersebut. NPC ini adalah NPC untuk menyimpan data akun secara otomatis dalam VR Game, NPC ini adalah sistem pengaman agar pemain tidak kehilangan akunnya. NPC ini akan secara otomatis menyimpan data akun dari pemain saat pemain logout, saat pemain login kembali ke dalam game, pemain tersebut akan muncul dilokasi terakhir sebelum pemain tersebut logout. Sebutan untuk NPC yang menerima sinyal spawn dari pemain ini adalah penyimpan.


Yuna kemudian berjalan pergi meninggalkan depan rumah NPC Julia dan menuju ke luar kota, yaitu wilayah yang tidak aman untuk didatangi oleh Newbie. Untuk para Newbie dalam suatu VR Game sangat disarankan untuk mengikuti petunjuk yang sudah disediakan oleh sistem untuk membantu pemain baru tersebut memahami cara kerja suatu sistem game yang sedang dimainkan. Setiap game memiliki cara kerja yang berbeda meski bergenre sama dengan game lainnya, contohnya pada Freedom Fantasy Online, dimana petunjuknya masih menggunakan versi lama yaitu Kontrol Otomatis. Untuk Fantasy World Online ini petunjuknya sudah manual karena sudah disediakan buku petunjuknya didalam game.


●●●


[Fantasy World Online


Avante, kota Sofya: Selatan - Bagian Luar.]


Yuna berdiri diatas pohon sambil memanah monster-monster dibawah dimana level dari monster-monster itu berada beberapa angka diatas dirinya. Sebagai pemain veteran profesional, dia tahu cara tercepat untuk naik level adalah dengan memburu monster-monster yang memiliki perbedaan level kurang dari enam angka dari dirinya, contohnya karakternya saat ini baru level 10 dan monster-monster dibawah yang mencoba menyerangnya itu memiliki rata-rata level 15-17. Dengan membunuh monster-monster yang memiliki perbedaan level seperti itu exp yang didapat akan lebih banyak dari monster-monster yang perbedaan levelnya jauh dari dirinya. Simpelnya, semakin dekat level monster dengan level karakternya, exp yang didapat akan semakin besar dan berlaku sebaliknya jika perbedaan level karakternya dan level monster semakin jauh maka exp yang didapat akan semakin kecil. Semua VR Game yang menggunakan sistem level pasti menerapkan sistem menaikkan level seperti itu, itu karena sistem operasi VWR yang pertama kali dipublikasikan oleh perusahaan Argex itu memiliki permanen fitur seperti itu. VWR sendiri adalah singkatan dari Virtual World Reality, VWR hanya dapat digunakan untuk mengoperasikan VR Game yang mengusung genre MMORPG, sedangkan untuk game genre lain seperti Shooter menggunakan sistem operasi kedua yang dipublikasikan oleh Argex dimana itu adalah sistem operasi khusus untuk genre lain yang bukan MMORPG.


"Sepertinya uang tidak didapat dengan membunuh monster ya." Yuna bergumam saat Rupia miliknya tidak bertambah sama sekali, yang dia dapat dari membunuh monster hanyalah item, exp dan perlengkapan saja, itupun perlengkapannya tidak dapat dijual karena non barter sekaligus memiliki atribut yang tidak bagus sehingga dia hanya membuang perlengkapan yang masuk ke dalam Inventory miliknya secara otomatis itu.


"Setelah level 20 aku akan mencari informasi di dalam kota." Setelah mengatakan itu, Yuna kembali menembakkan anak panah yang terbuat otomatis saat senar busurnya itu dia tarik. Sekitar 15 menitan, Yuna sudah mencapai level 20 dan dia memutuskan untuk kembali ke kota.


●●●


[Fantasy World Online


Avante, Kota Sofya.]


Seperti yang dia katakan tadi, Yuna mencari informasi mengenai kasus kematian dalam game tersebut. Yuna berjalan memasuki sebuah bar dan langsung mendudukkan dirinya disalah satu tempat duduk disana yang langsung dihampiri oleh NPC pria bernama Jacky.


"Anda mau pesan apa, Nona?"


"Apa ada yang lain?"


"Tidak."


"Baik, mohon tunggu sebentar."


Setelah memesan, Yuna menajamkan pendengarannya untuk mendengarkan percakapan para pemain yang ada di bar tersebut.


"Hei bro, kau sudah mendengar rumor tentang, Viura?"


"Belum, memang kenapa dengan Viura?"


"Di grub FWO Lovers, katanya Viura hamil."


"Hah?! Jangan bercanda, Lux!"


"Itu benar kok, Viura itu perempuan bukan laki-laki."


"Jadi maksudmu, Viura itu Fakeboy?"


"Ya."


Yuna hanya memasang wajah datar mendengar pembicaraan tidak penting itu, dia menghela nafas sampai seorang pemain laki-laki datang menghampirinya.


"Hai, sendirian saja? Boleh aku temani?" Pemain laki-laki itu memiliki nama Zeno dan dia langsung duduk bahkan sebelum Yuna menjawabnya.


"Karaktermu sangat cantik ya? Hanya pemain perempuan yang suka membuat karakter sampai seperti itu." Kata Zeno sambil tersenyum.


Yuna hanya membalas perkataan Zeno dengan senyuman tipis yang begitu indah, namun…


'Hanya perempuan katanya? Kau terlalu polos pak!' Batin Aziz dengan keringat jatuh. Perlu diingat suara batin Yuna adalah suara laki-laki, yaitu Aziz.


"Bahkan meski menunjukkan sedikit senyuman, rasanya aku mau terbang tapi sayangnya karakterku adalah manusia bukan peri atau sejenisnya." Kata Zeno sambil tertawa.

__ADS_1


"Apa iya?" Tanya Yuna sambil menatap langsung ke mata Zeno yang membuat pemain itu salah tingkah.


'Dia bisa menjadi sumber informasi jika aku bisa berteman dengannya. Baiklah, waktunya mencari informasi.'


"I-iya, tentu saja, kau terlihat sangat cantik!"


"Um, Zeno, kan?" Zeno mengangguk mendengar pertanyaan memastikan dari Yuna, hal itu juga membuat pemain itu melihat nama Yuna diatas kepalanya.


"Um, itu… aku baru bermain selama beberapa hari, bisakah kau memberitahuku apa saja yang harus pemain baru sepertiku lakukan?" Tanya Yuna.


NPC Jacky datang membawakan pesanan Yuna yang langsung NPC itu letakkan di atas meja, lalu pergi setelah itu meninggalkan Yuna yang sedang berbicara dengan Zeno.


"Hm, untuk Newbie aku sarankan ikuti saja buku petunjuknya, harusnya buku itu ada di spesial Inventory. Coba cek Inventory milikmu." Kata Zeno tersenyum.


'Menjawab seperti itu ya, aku rasa dia ini juga belum terlalu lama bermain game ini.'


"Oh begitu ya? Nanti aku cek. Terima kasih." Kata Yuna tersenyum.


"Yah tidak masalah, cuma bantuan kecil seperti itu. Oh iya, aku harus pergi teman-temanku sudah menungguku untuk menjalankan misi. Maaf ya, lain kali kalau kita bertemu lagi aku akan mengajarimu banyak hal yang aku ketahui tentang FWO." Kata Zeno berlalu meninggalkan Yuna seorang diri.


'Misi? Aku harus mengamati misinya, perasaanku mengatakan aku akan mendapatkan sebuah petunjuk disana.' Yuna meminum jus jeruknya dan berlalu pergi setelah dia meninggalkan beberapa koin untuk membayar minuman yang dia pesan, hal itu membuat Rupia miliknya langsung habis karena dia hanya mendapatkan sedikit Rupia hasil menjual item kepada NPC Toserba di dekat gerbang masuk kota Sofya sebelumnya. Yuna secara sembunyi-sembunyi membuntuti pemain bernama Zeno itu ke suatu tempat.


●●●


[Fantasy World Online


Avante, Hutan Alevt.]


Yuna berjalan dengan hati-hati beberapa meter dari Zeno, dia terus membuntuti pemain itu sampai akhirnya tiba di padang rumput ditengah Hutan Alevt. Disana Yuna melihat Zeno menghampiri beberapa pemain yang terlihat menggunakan perlengkapan kelas atas, dia melihat para pemain itu mengeluarkan sebuah kristal teleportasi. Yuna menajamkan pendengarannya untuk mendengar lokasi tujuan para pemain itu.


"Teleport, Rugia, Hutan Roga!"


Yuna melihat para pemain itu menghilang dari sana, dia tersenyum setelah mengetahui tujuan mereka.


"Rugia, Hutan Roga, ya."


'Kalau tidak salah, benua Rugia itu ada disisi utara peta game ini.'


Yuna kemudian membuka jendela menu dan melihat peta dunia. Di peta dunia itu, Yuna melihat ada lima benua diantaranya, Avante, Alvheim, Ruca, Rugia, Halvangard benua terakhir dan terbesar di peta dunia dari game Fantasy World Online tersebut. Yuna kemudian mengklik benua Rugia membuat peta dunia itu terfokus kesatu benua itu. Yuna lalu mencari lokasi yang dituju para pemain tadi dan dia menemukannya, itu adalah sebuah tempat yang sepertinya sangat tersembunyi karena di peta dunia itu tulisan dari Hutan Roga sangat kecil dibagian utara dari benua Rugia itu.


'Sepertinya akun ini tidak bisa pergi kesana, lebih baik aku mencari informasi lain di kota Sofya atau ditempat lain di Avante ini.'


Yuna kemudian berbalik untuk pergi namun beberapa ekor monster berlevel 25-30an muncul.


"Ya ampun, monster-monster itu sudah kembali spawn. Apa boleh buat, kan."


Dengan terpaksa Yuna melawan monster-monster yang levelnya lebih tinggi darinya itu dengan perlengkapan awal miliknya yang artinya, hanya busur kelas rendah itu saja perlengkapannya karena dia baru beberapa jam bermain sehingga dia belum memiliki uang untuk membeli perlengkapan yang cukup bagus.


Yuna melompat mundur menghindari serangan seekor monster berbentuk tumbuh karnivora. Yuna kemudian menarik senar busurnya dan secara otomatis sistem mengaktifkan anak panahnya. Yuna menembakkan anak panah itu kearah monster yang menyerangnya itu, dia kemudian melakukan gerakan khusus untuk mengaktifkan skill busurnya.


"Tembakan Kuat." Yuna bergumam pelan, lalu dia melepaskan tembakan anak panahnya kearah monster tadi membuat monster itu terdorong dan terkena efek stun selama 5 detik. Yuna yang melihat itu terus menembakkan anak panahnya sampai HP monster itu habis dan tubuhnya pecah menjadi data-data program yang kemudian menghilang.


'Meski sudah vetpro, tetap saja akun tanpa perlengkapan seperti ini sulit untuk membunuh monster dengan cepat. Aku harus menggunakan strategi untuk membunuh dua monster lainnya agar lebih cepat.'


Yuna menatap serius dua monster tumbuhan didepannya, dia kemudian menghela nafas dan maju kedepan. Senjata busur memang untuk penggunaan jarak jauh, namun bagi seorang veteran profesional senjata apapun bisa digunakan dalam segala jarak tergantung Skill Tree dari senjata itu dapat mendukung Sub Skill atau tidak.


Sub Skill adalah skill buatan seorang pemain yang dapat di perjual belikan kepada pemain lain. Sub Skill dapat dibuat oleh pemain berlevel tinggi diatas 200 dan skill-skill yang dibuat oleh pemain tersebut harganya sangatlah mahal sehingga hanya para pemain kaya saja yang dapat membelinya. Perlu diingat bahwa tidak semua senjata mendukung sub skill meski berada dalam satu tipe senjata. Hanya senjata yang memiliki label Rare yang mendukung sub skill karena skill tree dari senjata langka itu lebih banyak jumlah skillnya dan mendukung sub skill yang merupakan skill buatan pemain.


Yuna menghindari sebuah sabetan akar dari salah satu monster tumbuhan itu, dia kemudian melakukan gerakan slide tackle kearah monster itu sambil menarik senar busurnya untuk menciptakan anak panah.


'Meski bukan skill, harusnya damage yang dihasilkan akan lebih besar saat menyerang dari jarak dekat menggunakan senjata jarak jauh.'


Yuna menembakkan anak panahnya tepat ke bagian berbentuk jantung yang ada didalam sebuah bunga yang tertutup dikepala monster itu membuat serangan itu menghasilkan luka kritis dan menghabiskan HP monster itu. Yuna melompat mundur setelah itu karena monster yang satunya menyerangnya dengan sulur. Yuna berlari kembali kedepan sambil menghindari sulur-sulur serangan monster itu hingga dia berada sangat dekat dengan tubuh monster itu. Yuna menarik senar busurnya kembali dan dia menembakkan anak panahnya tepat kearah yang serupa dengan monster sebelumnya.


"Berakhir sudah."


Bersamaan dengan itu, tubuh monster itu pecah seperti monster-monster sebelumnya dan menghilang tanpa meninggalkan apapun.


"Sebelum muncul lagi lebih baik aku segera kembali ke kota."


'Dan mencari informasi lainnya disana.'


Yuna pun berlari meninggalkan tempat itu menuju ke kota Sofya untuk mencari informasi lain yang mungkin dia temukan disana karena sumber informasi pertama tidak dapat dia jangkau dengan akun barunya itu.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2