Fantasy World Online

Fantasy World Online
Selamatkan Sang Putri - I


__ADS_3

Lores menyeringai senang entah apa yang ada dipikirannya saat ini sedangkan Yuna hanya melepaskan sebuah serangan dasar dari busur miliknya. Lores menghindar dan sesekali menangkis serangan Yuna dengan pedangnya yang bertipe pedang satu tangan.


"Heh, apa hanya seperti itu kemampuan Player pengguna busur? Lemah, lebih lemah dari pada pengguna tangan kosong, hahahah!" Kata Lores mengejek.


Yuna hanya tersenyum kecil menanggapi ejekan Lores kepadanya.


'Heh, lihat dan perhatikanlah bagaimana seorang hunter bekerja.'


Yuna melepaskan beberapa tembakan tanpa jeda ke berbagai arah yang semuanya meleset dari Lores yang membuat Lores tertawa mengejek.


"Hahaha, apa yang kau serang Niubi? FWO tidak memiliki pengekang sistem dimana hal itu membuat semua serangan Playernya mengikuti sistem. Semua serangan Playernya tergantung pada Playernya sendiri dan kau... Heh, menyedihkan." Kata Lores mengejek dan sedikit memberi penjelasan pada Yuna yang dia pikir tidak tahu apa-apa tentang game yang sekarang sedang mereka mainkan itu.


Yuna memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas.


"Aku pikir kau lebih baik diam dan perhatikan sekitarmu, PRO PLAYER." Kata Yuna dan memberi penekanan pada kalimat terakhirnya.


Lores menaikkan sebelah alisnya dan dia melirik sekitarnya tidak ada apa-apa selain kumpulan pemain yang menyaksikan duelnya.


"Jebakan Tertidur." Gumam Yuna pelan.


'Hanya menginjak skill itu semuanya akan berakhir. Untung saja aku bisa membeli skill baru dengan uang hasil menjual kristal teleportasi pemberian Kronos semalam.'


Yuna melompat mundur dan berdiri diam menyaksikan Lores yang masih tidak memahami situasinya saat ini yang dikelilingi ranjau pembuat tidur dari skill Jebakan Tertidur milik Yuna.


"Heh, apa kau ingin mengelabuiku? Di FWO, sekali duel dimulai siapapun tidak bisa kabur sampai pemenang duelnya ditentukan. Artinya, percuma jika kau ingin kabur dari duel ini." Kata Lores.


"Tidak, siapa juga yang mau kabur, aku hanya menghindari efek skillku sendiri." Kata Yuna membalas perkataan Lores dengan nada santai.


Disisi pemain yang menyaksikan duel antara Yuna dan Lores terlihat seorang pemuda berambut pirang acak-acakan sedang mengamati situasi yang sedang dialami oleh Lores sekarang dan pemuda itu menyeringai.


' "Hm, ksatria itu sudah kalah. Yuna, kah? Sepertinya dia sama sepertiku, dia bukan newbie tapi pemain Veteran."' Batin pemuda berambut pirang itu.


Kembali kesisi Yuna, dia saat ini hanya berdiri diam dan dirinya kembali teringat dengan Rini yang membuat dia bermain VR lagi dan itu membuat mood baiknya turun drastis.


"Menyerahlah atau kau akan kehilangan uang berharga milikmu. Aku sedang dalam mood yang buruk sekarang loh." Kata Yuna saat ingatan tentang Rini kembali terlintas dipikirannya.


"Heh, menyerah? Seharusnya kau yang menyerah dan bukan aku, aku hanya belum bergerak karena itulah kau masih hidup." Kata Lores.


Lores akhirnya menarik keluar pedangnya dan membuat gerakan untuk mengaktifkan skill pedang miliknya.


"Pedang Penumpas!"


Pedang milik Lores bercahaya emas lalu Lores mengayunkan pedangnya vertikal dan secara otomatis kaki Lores juga ikut bergerak.


Yuna memejamkan matanya.


"Sudah berakhir." Kata Yuna sambil membuat gerakan khusus untuk mengaktifkan skill busur miliknya.


"Jitu." Gumam Yuna.


Setelah Yuna bergumam sebuah lingkaran muncul didepan Yuna yang sedang dalam pose membidik.


"Heh, tentu saja kau sudah berakhir." Kata Lores.


Pedang Lores pun cahayanya memanjang dan sesaat sebelum menyentuh Yuna cahaya itu menghilang bersamaan dengan tertidurnya Lores karena salah satu kakinya menginjak ranjau pembuat tidur yang ada disekitarnya.


Yuna yang melihat itu terdiam dalam posisi membidik dan tidak lama setelah itu Yuna melepaskan skillnya.


'Luka yang dihasilkan memang tidak besar, tapi yang aku incar adalah efek skill ini. Armor Break.'


Krak?!


Suara sesuatu yang pecah terdengar sangat jelas disana yang berasal dari lokasi Lores berada. Yuna tidak menyianyiakan kesempatan itu dia berlari kearah Lores dan mengeluarkan sebuah anak panah ungu.


"Dengan ini, kau sudah berakhir." Kata Yuna sambil menembakan anak panah ungu itu yang terlihat beracun.


"Panah pembawa maut."


Panah pembawa maut adalah skill unik yang dapat membunuh targetnya dalam sekali serangan tunggal meski membutuhkan waktu karena skill itu merupakan serangan racun yang tentunya dapat di netralisir dengan potion atau skill recovery, namun jika targetnya dalam keadaan tidur skill itu adalah akhir dari kehidupan targetnya. Untuk mengaktifkan skill panah pembawa maut, Player pengguna busur membutuhkan sub weapon panah khusus berwarna ungu bernama Lavender of Death karena skill itu hanya akan bisa digunakan saat sub weapon LoD digunakan.


Anak panah LoD yang Yuna tembakan menancap dengan dalamnya ke perut Lores dan efek racun dari LoD bekerja sangat cepat membuat HP bar Lores terkikis cukup cepat. Semua Player yang ada disekitar lokasi duel itu terdiam dengan kagum dan terkejut dengan hasil duel yang mereka pikir tidak seimbang itu ternyata berakhir cukup mengejutkan bagi mereka yang sebelumnya mengira wanita yang merupakan Player baru itu akan kalah telak.


"Hebat! Ternyata dia sangat hebat!"


Seseorang bersuara ditengah keheningan yang tercipta karena ketidak terdugaan yang terjadi didalam duel yang berat sebelah itu. Setelah suara orang itu, suara-suara penuh kekaguman mulai bergemuruh membuat suasana yang tadinya hening menjadi berisik sedangkan Yuna hanya menghela nafas.


Yuna berbalik dan kembali memandang portal kecil yang merupakan pintu untuk ke lokasi Hidden Mission berlevel 50 tadi lalu dia memandang kearah beberapa Player yang memiliki penampilan cukup bagus.


"Apa ada diantara kalian yang berlevel 50 keatas? Kalau ada, mau kah kalian membuat Regu denganku dan menyelesaikan Hidden Mission itu." Tanya Yuna dan diakhiri dengan ajakan membuat Regu sambil menunjuk portal lokasi Hidden Mission Selamatkan Sang putri berada.


"Aku mau!"


"Aku!"


"Aku level 70!"


Dan berbagai seruan lainnya terlontar dari mulut para pemain yang ada disekitar Yuna kecuali ketiga teman Lores yang mencoba menyelamatkan Lores yang terkena racun dari LoD namun sayangnya Player lain tidak akan bisa menyembuhkannya selama duelnya belum ditentukan pemenangnya, yang artinya selama Lores masih hidup dia akan terkena racun itu sampai dia mati atau jika efek tidur dari ranjau pembuat tidur berakhir dan Lores memiliki potion atau skill recovery maka dia bisa selamat. Namun durasi efek tidur dari skill milik Yuna itu adalah 5 menit sedangkan efek racunnya mengikis HP bar milik Lores hingga setengah dalam kurun waktu 2 menit. Dan seperti yang Yuna katakan sebelum menembakan panah pembawa maut, "kau sudah berakhir" yang artinya Lores tidak akan selamat.


●●●

__ADS_1


[Fantasy World Online


Avante, Kota Sofya: Kerajaan Kristal - Area 1]


Terlihat sebuah hamparan padang rumput yang kering dan terdapat bekas terbakar dibagian tengah hamparan tersebut. Jauh didepan Yuna dan regunya beserta aliansi mereka, terlihat sebuah istana kerajaan yang berdiri dengan gagahnya namun jika diperhatikan lagi dengan teliti, maka akan terlihat asap yang membumbung tinggi hampir menyamai tingginya puncak sebuah menara yang ada dibagian depan istana tersebut.


Yuna yang berdiri dipaling depan diantara Regu dan aliansinya terdiam saat sebuah layar notifikasi muncul didalam penglihatannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Misi Selamatkan Sang Putri ditemukan!


Petunjuk:


Tuju istana kerajaan kristal area 3 dan temukan prajurit yang terluka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Oh ada notifnya. Yuna, meski aku leader party ini tapi kau yang memimpin semua party yang akan menyelesaikan Hidden Mission ini, jadi semua keputusan ada ditanganmu kami hanya akan mengikuti arahan darimu." Kata seorang pemain laki-laki yang berdiri disamping Yuna, dia memiliki nama karakter Zora dan berpenampilan seperti petualang pemula meski sudah berlevel 55, dia adalah pengguna Dual Blade yang biasa disebut kelas Assassin meski di FWO sistem kelas tidak diterapkan karena FWO adalah VR MMORPG yang dibuat dengan kebebasan penuh untuk pemainnya tanpa terikat dengan sistem kelas karakter.


"Aku mengerti, untuk sekarang ayo menuju lokasi berikutnya." Kata Yuna.


Mereka pun berjalan kearah istana kerajaan kristal berada yang cukup jauh didepan mereka. Selama perjalanan itu semua pemain terlihat sangat berhati-hati karena beberapa pemain yang memiliki skill pendeteksi mengatakan mereka merasakan sebuah tekanan aura gelap disekitar mereka dan dari arah istana juga.


Kresek!


"Monster kah?"


"Tidak, lihat!" Kata seorang gadis bernama Yukie sambil menunjuk kesebuah semak, disana terlihat seekor kucing putih menggelindingkan sebuah bola kristal bercahaya biru redup.


"Kristal? Ambil kristal itu." Kata Yuna yang langsung dituruti oleh semua pemain yang ada disana.


"Baik!"


Disaat semua pemain mendekati kucing putih itu, tiba-tiba kucing itu tubuhnya membesar hingga seukuran kuda.


"Apa! Kucingnya jadi besar!"


"Hati-hati, ikuti arahan Yuna."


"Baik."


"Mengerti!"


Yuna terdiam melihat seluruh pemain yang dirinya pimpin dalam mode bertarung mereka, dia tidak tahu kenapa tapi...


"Siram kucing itu dengan air dan dia akan pergi dengan sendirinya." Kata Yuna sambil melanjutkan langkahnya untuk menuju area berikutnya, sedangkan para pemain lainnya terutama yang menggunakan tongkat mengaktifkan sihir air yang mereka miliki dan benar saja kucing itu mengambil langkah mundur berniat untuk kabur, mungkin.


●●●


[Fantasy World Online


Setelah mendapatkan bola kristal bercahaya itu, Yuna dan seluruh pemain yang ada melanjutkan perjalanan mereka hingga mereka tiba di area 2 yang merupakan halaman depan istana kerajaan kristal. Saat ini, Yuna sedang mengamati situasi yang ada dihalaman depan istana kerajaan kristal dengan wajah serius sampai seseorang berjubah muncul dihadapan Yuna, orang itu memiliki nama Gregor dan terdapat tanda tanya diatas namanya.


'Hm? Npc quest? Side quest? Quest utamanya adalah menemukan prajurit yang terluka di area 3, dan npc ini muncul di area 2 tepat setelah aku berjarak 2 meter dari pintu gerbang menuju kedalam istana. Coba aku interaksi npc ini.'


Yuna pun berjalan mendekati npc bernama Gregor tersebut dan muncul sebuah layar notifikasi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Quest: Cari bola kristal yang hilang!


Reward:???


Gregor kehilangan sebuah bola kristal, temukan dan kembalikan bola itu pada Gregor untuk mendapatkan hadiah dari Gregor.


Apa anda ingin menerima quest ini?


Ya


Tidak


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hei, apa nama bola kristal tadi?" Tanya Yuna tiba-tiba membuat pemain yang lain kebingungan namun pemain yang memegang bola itu menjawab pertanyaan Yuna.


"Orbital Cristal, sepertinya ini adalah item langka karena atributnya menambah Str 50 poin. Kalau.."


"Berikan itu padaku." Kata Yuna cepat memotong apa yang ingin dikatakan oleh pemain yang barusan bicara itu, pemain itu memiliki nama Zenn.


Zenn yang perkataannya dipotong oleh Yuna hanya bisa pasrah, dia berjalan mendekati Yuna dan memberikan bola kristal yang dimaksud kepada Yuna.


"Ini." Kata Zenn sambil menyerahkan bola kristal yang dia pegang.


Yuna menerima bola itu dan mengamatinya dengan teliti.


'Apa benda ini yang dimaksud? Di penjelasan questnya tidak disebutkan namanya. Mungkin aku coba saja.'


Yuna kembali melihat layar notifikasi yang masih menampilkan keterangan quest dari npc berjubah itu dan dia menerima quest dari npc tersebut.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Quest: Cari bola kristal yang hilang!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Oh petualang, terima kasih sudah mau membantu saya. Nama saya Gregor, saya adalah penyihir kerajaan ini." Kata Gregor.


'Hm, jadi begitu, npc Gregor ini masih belum sempurna karena itulah dia tidak bertindak seperti npc yang ada dikota yang sudah sempurna AI-nya.'


'Rasanya seperti sedang bermain Freedom Fantasy Online saja dengan ciri khas npcnya yang seperti patung jika pemain tidak berinteraksi dengannya.'


Yuna hanya menghela nafas ringan dengan sebiji keringat jatuh dibelakang kepalanya.


"Iya." Kata Yuna.


"Petualang, bola kristal itu bernama Adanium, bola itu saya gunakan untuk mencari sesuatu dengan sihir saya. Paduka Raja meminta saya mencari keberadaan tuan putri, namun tanpa bola itu saya tidak bisa mencari keberadaan tuan putri." Kata Gregor.


'Jadi begitu, ini bukan side quest tapi bagian dari HM Selamatkan Sang Putri. Aku harap Orbital Cristal ini akan berguna nanti.'


"Lalu, kapan kau terakhir kali melihat bola kristal Adanium itu, Tuan Gregor?" Tanya Yuna.


"Saya melihat bola itu satu jam yang lalu di ruangan saya sebelum penculikan Tuan Putri terjadi, karena terjadi kepanikan saya lupa mengunci pintu ruangan saya dengan sihir sebelum saya pergi menghadap paduka." Kata Gregor.


"Apa ada seseorang yang mendekati ruangan Tuan Gregor sebelum Tuan keluar?" Tanya Yuna.


"Ada seorang prajurit yang selalu berpatroli disekitar ruangan saya setiap jam 8 malam, mungkin dia melihat seseorang memasuki ruangan saya." Kata Gregor.


'Hm, penculikan terjadi sekitar 1 jam yang lalu, dan npc ini kehilangan bola kristalnya setelah itu. Kemungkinan besarnya orang yang menculik Tuan Putri kerajaan ini adalah orang dalam. Kalau bukan, mana mungkin penculik itu tahu kemampuan bola kristal milik npc Gregor ini.'


"Siapa dan dimana prajurit itu biasa berada?" Tanya Yuna.


"Dia bernama Kron, dia biasa berpatroli disekitar ruangan saya setiap jam 8 malam dan disekitar halaman belakang istana di jam-jam lainnya. Tapi sejak penculikan Tuan Putri terjadi, saya tidak tahu dimana dia berada sekarang." Kata Gregor.


'Huh~ ini cukup rumit juga sepertinya, padahal hanya HM level 50. Baiklah mari kita selesaikan HM ini.'


Yuna berbalik menghadap para pemain yang dari tadi menunggu interaksinya dengan npc quest itu selesai, semua pemain bersiap untuk mendengarkan apa yang ingin Yuna katakan pada mereka.


"Satu hal yang ingin aku katakan pada kalian, cari prajurit bernama Kron disekitar istana, berpencar." Kata Yuna.


"Eh, bukannya kita harus menuju ke area 3? Kenapa sekarang kita harus mencari seorang prajurit?" Tanya pemain bernama Shirou, bingung.


"Tidak perlu bertanya, harusnya kau sudah mengertikan? Kita membutuhkan kemampuan npc itu untuk mengetahui lokasi Tuan Putri berada dimana saat ini." Kata Zora sedikit menjelaskan.


"Jadi begitu ya, hm hm." Gumam Shirou mengangguk mengerti.


"Bukan kah sudah jelas kesepakatan kita tadi sebelum membentuk party dan aliansi, kita sepakat akan mengikuti arahan atau perintah dari Yuna karena dia leader seluruh party ini." Kata Zora.


"Iya iya aku mengerti kok." Kata Shirou.


"Kalau begitu ayo berpencar dan cari prajurit bernama Kron itu." Kata Zora yang dibalas anggukan mengerti dari semua pemain.


Setelah semua pemain pergi, hanya menyisakan Yuna dan Zora ditempat itu bersama npc Gregor yang masih berdiri diam seperti patung. Yuna berbalik dan kembali berinteraksi dengan npc Gregor.


"Tuan Gregor, bisakah kami masuk kedalam istana?" Tanya Yuna.


"Tentu saja petualang, paduka akan sangat senang mengetahui ada seorang petualang mau membantu mencari Tuan Putri yang hilang. Silakan ikuti saya." Kata Gregor.


Setelah Gregor berkata seperti itu, pintu gerbang menuju istana terbuka.


●●●


[Fantasy World Online


Avante, Kota Sofya: Kerajaan Kristal - Area 3]


Istana kerajaan kristal terlihat begitu kacau karena terdapat retakan dan lubang seperti habis terkena ledakan bom meski bukan berskala besar. Bekas itu bukan disebabkan oleh pertarungan melainkan itu adalah bekas amukan sang Raja yang marah besar kepada para ksatria kerajaan yang tidak bisa menemukan lokasi sang putri berada.


Saat ini, Yuna, Zora dan npc Gregor terlihat berjalan mendekati singgasana sang Raja dimana sang Raja saat ini terlihat begitu marah. Saat Raja melihat kedatangan penyihir kerajaannya bersama dua orang asing, dia berdiri dari duduknya dan Yuna beserta Zora mendapatkan sebuah notifikasi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Quest: Raja Alvaro


Raja Alvaro terlihat sangat marah, buat sang Raja tenang dan katakan tujuanmu.


Raja Alvaro menyukai sesuatu yang berkilau dan terlihat langka, cari benda berkilau atau benda langka dan berikan pada Raja untuk menenangkan sang Raja.


Apa anda ingin menerima quest ini?


Ya


Tidak


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<\=>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


'Ada quest lagi, sepertinya HM kali ini akan memiliki beberapa sub quest untuk menemukan akhir misinya. Aku harap aku tidak mendapatkan akhir yang buruk.'


Yuna menekan "Ya" untuk meneruskan misi tersembunyi "Selamatkan Sang Putri" karena dia berpikir jika dia memilih "Tidak" maka misinya kemungkinannya akan mengalami kegagalan atau mungkin mendapatkan ending yang buruk dan dia tidak ingin itu terjadi.

__ADS_1


'Akan aku selesaikan HM ini dan kembali melanjutkan tujuan utamaku.'


Bersambung...


__ADS_2