Fathiya (Goresan Hati)

Fathiya (Goresan Hati)
Bab 2 - Fathiya


__ADS_3

Ayam tetangga telah berkokok dengan ria. Namun matahari masih enggan menampakan sinarnya. Pagi ini seperti biasa aku telah selesai menyiapkan segalanya. Dari mulai sarapan, pakaian kerja suamiku juga sepatu yang akan di pakainya. Anehnya, aku tidak terlalu bersemangat. Mungkin karena masih memikirkan hal yang kemarin. Aku akan menanyakannya sekarang saat tiba sarapan. Bismillah..


Suara sepatu terdengar menuruni tangga. Itu suamiku, dia selalu menjadi yang terkeren saat aku melihat penampilannya. MasyaAllah.. Cintaku tak luntur. Masih mengaguminya seperti janjiku pada sang Ilahi. Dia imam yang baik. Dia tidak mungkin mengkhianatiku.


"Kak, ayo sarapan. Aku sudah siapkan." Seraya tersenyum.


"Sekarang, jarang sekali sarapan berdua begini." Tambahku.


"Sekarang kita sarapan bersama." Aku mengangguk.


Aku menyendoki nasi goreng andalanku. Dulu Dhani pernah berkata bahwa nasi gorengku membuatnya ketagihan hingga ia selalu ku bekali nasi goreng saat akan ke kantor, jika ia melewatkan sarapan di rumah. Terakhir kalinya sebulan yang lalu. Cukup lama memang. Dan ada sebuah kerinduan untuk itu semua.


Setelah beberapa lama hening. Aku berdehem, ingin memulai pembicaraanku.


"Kak, boleh aku tanya sesuatu?"


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Ia melihat jam dipergelangan tangannya. "5 menit lagi aku akan berangkat."


"Enggak jadi deh. Nanti aja kalau waktu kakak banyak."


"Baiklah. Aku berangkat sekarang." Aku hanya bisa mengangguk pelan.


Ya Allah.. Ada apa ini?


"Kakak baru saja makan sedikit."

__ADS_1


"Aku sudah kenyang. Yaudah aku berangkat."


Tanpa menerima uluran tanganku. Tanpa mencium keningku. Tanpa mengucapkan hal romantis padaku. Ada apakah ini? Ya Allah...Ia hanya mengucapkan salam seraya pergi.


Ku tatap nanar mobilnya yang sudah melaju menjauhi rumah. Disini, di mulut gerbang rumah aku berdiri sendiri. Melihat kepergiannya. Aku merasa sedih.


Ingatanku kembali pada 3 tahun yang lalu. Saat ia memintaku untuk menjadi istrinya.


Disebuah ruangan cukup besar. Dengan cat berwarna putih dan terpajang lukisan-lukisan abstrak yang memperindah ruangan. Aku duduk dengan gemetar. Entah kesalahan apa yang aku perbuat hingga aku harus menghadapi bos besar. Biasanya, jika ada karyawan yang bersalah. Supervisor bisa menanganinya dan langsung memberikan ceramah panjang yang membuat kuping panas. Kali ini, aku berhadapan langsung dengan sang CEO. Bos besar. Bukan direktur cabang? Apa kesalahanku begitu besar?


"Fathiya?" Panggilnya dengan suara tegas.


"I-iya pak."


"Kamu tahu kenapa kamu di panggil ke ruangan saya?"


"Apa lantai lebih membuatmu tertarik di bandingkan saya?" Aku kembali menggeleng.


"Fathiya. Lihat saya." Perlahan wajahku terangkat. Mensejajarkan pandangan mataku. Ah, dia menatapku intens. Dan membuatku semakin takut.


"Apa yang kamu pikirkan?"


"Saya takut di pecat pak." Jawabku jujur. Sebenarnya refleks sih.


"Hahahaha." Aku mengerutkan keningku. Gak lucu ! Dalam hati aku mengumpat.

__ADS_1


"Oke. Akan saya katakan kesalahan kamu." Ia memberi jeda. "Fathiya kamu tahu kesalahan kamu itu sangat besar. Dan kamu harus bertanggung jawab atas kesalahanmu. Kesalahan terbesar kamu sudah membuat saya jatuh cinta. Untuk itu maukah kamu menjadi pendamping saya? Saya tidak menerima penolakan." Seraya mengeluarkan kotak berisi cincin.


Aku terdiam.


"Fathiya?"


"Hahh? Iya pak."


"Kamu dengarkan saya? Saya tidak akan mengulangnya lagi."


"Dengar pak."


"Lalu?"


Sumpah, aku merasa jadi orang paling bodoh sedunia. Jantungku berdebar hebat. Rasanya ingin sekali masuk ke dalam lautan terdalam. Malu bercampur aneh, bahagia. Tidak jelas yang ku rasa.


"Pak? Bapak bercanda."


Bukan menjawab lelaki itu malah mendekatiku. Dan berbisik. "Saya SERIUS." Ia bangkit dan meninggalkanku di ruangannya sendiri.


Ku tampar pipiku. Aw, ternyata sakit. Ini bukanlah mimpi. Ini nyata. Ya Allah... Benarkah CEO memintaku untuk menjadi pendampingnya?


******


Masih banyak yang harus di koreksi ya? Alhamdulillah bisa menyelesaikan part kedua.

__ADS_1


Semoga suka 😍


__ADS_2