Fathiya (Goresan Hati)

Fathiya (Goresan Hati)
Bab 4 - Fathiya


__ADS_3

Angin malam berhembus lewat celah jendela. Terasa dingin merasuk jiwa. Kesendirian sudah menjadi teman sehari-hari. Dan semua harus ku telan sendiri.


Waktu sudah begitu larut, namun mata ini enggan terpejam. Pikiranku melayang, tatkala menunggu suamiku datang. Perkataan mama membuatku sakit dan sedih. Prihal anak, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Allah lebih tahu kapan waktu terbaik untuk itu. Aku tetap setia menunggu. Tidak bisakah dia mengerti? Jika aku bisa menciptakannya, mungkin sedari dulu sudah ku lakukan. Apalah dayaku? Aku manusia. Skenario hidupku sudah diatur oleh-Nya. Aku hanya berikhtiar dan berdoa. Selanjutnya, ku serahkan pada-Nya. Sebagaimana orang berkata, Kita bisa merencanakan, namun Allahlah yang menentukan.


Kreeekk... Suara pintu terbuka. Aku sedikit terperanjat. Menghapus air mataku yang memang sedari tadi membasahi pipi.


"Kakak, baru pulang."


"Hmm.." Ia membuka dasinya. "Kenapa belum tidur?"


"Aku menunggu kakak. Kakak sudah makan?"


"Sudah. Tidurlah, aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu." Ia berlalu memasuki kamar mandi.


Aku menatapnya dengan perasaan sedih. Ku anggap dia memang sudah sangat berubah. Bukan lagi dia (suamiku) yang dulu. Dan aku merindukannya. Ah, air mata ini mengalir kembali. Rasanya sakit hati ini bertambah.


5 menit berlalu, ia keluar dari kamar mandi. Meletakan handuk, dan menuju ranjang.


"Kakak berubah." Aku memberanikan diriku untuk berbicara.


"Belum tidur juga?"


Aku menyandarkan punggungku di kepala ranjang. "Apa salahku kak? Kenapa kakak jadi seperti ini?"


"Apa yang kamu katakan? Aku lelah."


"Aku juga lelah kak. Lelah menghadapi sikap kakak yang mulai berbeda. Jika kakak sudah tidak mencintaiku. Katakan kak?" Suaraku sudah mulai bergetar. Air mata pun sudah turun tanpa ku sadari.

__ADS_1


Dhani diam.


"Kalau ini memang karena soal anak. Aku minta maaf."


"Apa yang kamu katakan? Sudahlah, aku hanya lelah."


"Seperti mama yang memintaku ingin segera memilikinya." Lirihku.


"Fathiya, ini bukan waktu yang tepat untuk bertengkar. Ini sudah malam. Jangan terlalu banyak berpikir."


"Katakan apa keinginan kakak?"


Dhani kembali bangun, dalam sekejap ia memelukku.


"Aku minta maaf Fathiya. Sekarang, tidurlah."


"Sudah, tidur ya?" Aku hanya bisa mengangguk pasrah.


Ku baringkan tubuhku. Oke, mataku mungkin terpejam. Namun, pikiran ini berputar. Bertanya-tanya. Banyak kejanggalan. Banyak sesuatu yang tidak bisa aku ketahui. Tidur Fathiya, jangan terlalu banyak berpikir.


Sulit,


Bahkan aku masih ingin mengajukan pertanyaanku padanya. Sudahlah, masalah ini tidak akan selesai hanya dengan malam ini. Ada waktu kembali dimana aku harus menanyakannya lagi.


Memori berputar kembali, saat ia selalu menenangkanku karena mama.


Menangis adalah caraku untuk menghilangkan rasa sakit. Entahlah, ini bukan karena cengeng. Tapi, air mata bisa membuatku lega. Mama, memang sangat tidak menyukaiku bahkan apapun yang ku lakukan, semua salah dimata mama. Mama, tidak pernah menginginkan kehadiranku. Pertahanan yang paling kuat adalah karena suamiku yang selalu melindungi ku.

__ADS_1


"Jangan menangis. Maafkan mama, tapi kita akan berjuang sama-sama." Dengan lembut Dhani memelukku.


"Kak, kenapa kakak gak nyerah aja sih? Takdir kita beda kak. Aku hanya menodai status keluarga ini."


"Sayang, aku mencintaimu. Apapun yang terjadi. Aku akan tetap disampingmu."


"Sayang, kamu jelek tahu kalo nangis. Hidung kamu udah kaya tomat tuh."


"Kamu mah." Aku mencubit pinggangnya pelan.


"Sakit ih."


"Nyebelin !"


"Ngangenin." Berulang kali ia menciumku dengan penuh kasih sayang.


Kerinduan ini semakin menjadi setiap aku memikirkan hal indah dengannya. Hal-hal sederhana yang ia buat agar aku tetap tersenyum. Kapan waktu itu tiba kembali? Ingi rasanya ku putar waktu.


Andaikan waktu bisa ku putar kembali. Ku ingin dirimu selalu ada disini. Jadi nyanyikan..


Dahlah, tidur.. tidur.. tidur.. Karena tidur adalah cara terbaik melupakan semuanya.


*****


Assalamu'alaikum.. Duh, author baru sempat up nih.. Ceritanya garing ya? Tetep dibaca sampai part-part berikutnya🙏🥰


Salam pemula 😘

__ADS_1


__ADS_2