Fathiya (Goresan Hati)

Fathiya (Goresan Hati)
Bab 5 - Fathiya


__ADS_3

"LELAH" Kata andalan suamiku dikala aku ingin berbicara banyak dengannya. Apa dia berpikir aku tidak lelah? Aku lelah hati dan pikiran. Dia tak tahu juga?


Ironis, kadang aku ingin menyebut hidup ini tidak adil. Tapi, Allah lebih tahu yang terbaik untuk kehidupanku. Sabar, meski sesabar apa? Apa sabar memang tidak ada batasnya? Mengapa aku tidak bisa melakukan itu? Kebahagiaan ku dimasa-masa itu, menjadi kesedihan di masa sekarang. Setahun aku merasa tidak terlalu cemas akan hidup. Sekarang, aku kembali. Kembali pada masa sulit. Sudah mama mertua tidak pernah menyukaiku, lalu sekarang suamiku pun berubah dalam bersikap kepadaku. Ah, sungguh menyedihkan hidup ini.


Pagi ini, ia pergi begitu saja tanpa berpamitan denganku. Ketika aku terbangun dari tidur, aku sudah tidak bisa melihatnya lagi. Meski aku kesal dan sakit hati akan sikapnya. Tapi, aku masih memikirkannya. Sarapan atau tidak? Dia lelaki yang selalu melewatkan sarapannya. Apalagi jika berhubungan dengan pekerjaan. Aku segera ke dapur untuk eksekusi beberapa makanan yang akan ku antar. Mungkin dengan caraku ini, dia bisa kembali seperti dulu. Bismillah..


Aku kembali ke kamar setelah menyelesaikan masakanku. Mengganti pakaianku. Gamis tosca dengan garis hitam aku pakai. Ini hadiah ulangtahunku tahun lalu darinya. Aku padukan dengan hijab pashmina berwarna hitam. Semua selesai. Aku memang tidak bisa memakai make up. Untuk itu natural saja.


Taksi online yang sudah ku pesan sebelumnya menungguku di depan rumah. Segera aku keluar, mengunci pintu rumah.


"Pak, ke alamat ini ya?" Aku menyerahkan secarik kertas. Selama menikah dengan Dhani, aku memang baru dua kali mengunjungi kantornya. Bukan tidak ingin, hanya saja mama mertuaku selalu tidak suka saat aku ingin mengunjungi suamiku disana.


"Baik, neng." Seraya mengambil kertas yang ku berikan.


Perjalanan memang sedikit lambat akibat jalanan yang padat. Tidak ada jalan pintas untuk menuju kantor suamiku. 25 menit, aku sampai di depan gedung tinggi.


"Ini pak. Terimakasih." Sembari menyodorkan uang.


Sopir taksi itu hanya mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Kalian tahu bagaimana perasaanku saat ini? Pasti tidaklah.


Kakiku serasa kaku untuk melangkah ke dalam. Tapi, aku ini istri dari pemilik perusahaan ini. Ayo jangan tundukan pandanganmu Thiya. Jangan biarkan orang merendahkanmu. Semangat... Bismillah..


"Bu Fathiya?" Sapa seseorang. Aku mengerutkan dahiku. Setelahnya, tersenyum kepadanya. Ternyata masih ada yang mengenaliku.


"Eh iya."


"Ibu mau ke ruangan pak Dhani ya?" Aku mengangguk.


"Kalau begitu saya antar."


"Tidak terimakasih. Biar saya kesana sendiri."


Ku lanjutkan kembali perjalananku. Ruangan Dani terdapat di lantai 28. Aku memakai lift untuk para karyawan. Tidak masalah, yang penting aku sampai. Dan lagi, beberapa tidak mengenaliku.


Ting. Lift telah terbuka.


Tanpa ku ketuk pintu ruangannya, aku masuk karena ku pikir akan memberikan kejutan. Nyatanya, bukan aku yang memberikan kejutan. Justru aku yang terkejut.

__ADS_1


Aku menampilkan senyum mirisku. Bahkan makananannya pun tak sengaja ku jatuhkan.


YaAllah... Rasanya sakit sekali.


"Fathiya?" Aku tahu dia kaget dengan kehadiranku.


Tanpa ku menjawab aku segera berlari untuk menjauhi ruangannya. Tidak, aku ingin segera pergi jauh dari gedung ini.


Inikah jawaban dari semua sikap yang di tunjukan padaku? Mengapa sejahat ini? Melihatnya sedang di suapi wanita lain, hatiku merasa sakit. Mungkin semua istri akan merasakan hal yang sama. Lebih dari tergores pisau yang tajam. Air mataku sudah berjatuhan seiring dengan langkah kaki ini.


Aku tidak tahu arah tujuan. Langkahku terus saja menjauhi gedung tinggi itu. Andai bisa, aku lebih baik tidak kemari untuk memberikannya sebuah kejutan.


Bruuuukkk....


Tak sengaja aku menabrak seseorang yang entah siapa. Jangankan meminta maaf melihatnya pun enggan..


"Mbak kalau jalan jangan nunduk." Hanya itu yang bisa ku dengar. Setelahnya, pikiranku kembali pada kejadian di ruangan itu.


*****

__ADS_1


Ya ampun, author baru sempat up nih 🤗 sempat sakit. Maklum ya namanya juga manusia🤭


Selamat membaca ☺️


__ADS_2