File Gagal

File Gagal
BAB 1


__ADS_3

Cerita ini merupakan lanjutan dari Resident Kids 1 versi noveltoon. Menceritakan tentang penerus Zafran, yaitu Arkan melakukan petualangan di Desa Tanah kelahirannya, Desa Telaga Murni yang hancur luluh lantah akibat bencana banjir bandang.


PROLOG


Zafran berencana mengajak Dinda, istrinya dan Arkan dan Zahra Anak kesayangannya untuk jalan jalan ke Bandung. Arkan yang masih tiga tahun dan Zahra yang masih dua Tahun akan di perkenalkan Zafran soal mitigasi bencana,.


" Assalamualaikum.." Ucap Zafran yang baru pulang bertugas bertemu dengan Dinda dan anak anaknya yang masih berumur dua dan tiga tahun. Zahra dan Arkan.


" Waalaikumsallam... eh ayah udah pulang.. nih ayah gendong Arkan saja ya.." Ucap Dinda. " iya sini dede Arkan biar ayah gendong ya.." ucap Zafran.


" Ayah mau minum?" Tanya Dinda. " Boleh..." Ucap Zafran. " sebentar ya... nih pegang dulu adik ya!!" Ucap Dinda. " iya Mama.." Ucap Zafran yang menggendong Zahra.


" ini ayah... sekalian mama cuci kakinya ya.." Dinda membersihkan kaki Zafran yang sedang duduk sambill menggendong dua jagoan kecilnya.


" Duarrrgggghhhh" Petir menggegar dan membuat Dinda teriak ketakutan. Hujan turun dengan angin kecepatan tinggi.

__ADS_1


" Ayah...mama takut!!!" Ucap Dinda. " tenanglah kan ada ayah disini." Ucap Zafran. Hujan turun semakin deras dan angin semakin kencang, membuat beberapa atap rumah di sekitar rumah Zafran berterbangan.


"Ayah takut!! Teriakan Dinda membuat Zafran teringat pada Bu Ranti, ibu yang telah mengandung dan melahirkan dirinya. " Sebentar, Ayah telepon nenek dulu." Ucap Zafran.


" halo ma? Disana hujannya besar tidak ma?" Tanya Zafran. " lumayan sih Zaf," Ucap Bu Ranti. " Ma, Aku kan mau ajak Dinda,Rani, Egi sama anak anak ke Bandung. Mama mau ikut enggak?" Tanya Zafran.


" Enggak kayaknya... Zaf, mama titip pesan terakhir ya!! Jaga anak anak kamu sama istri kamu. Dan kalau Rani ada apa apa, jadilah garda terdepan. Maaf mama harus pergi." Saat bu Ranti akan mematikan handphonenya, air banjir bandang menghantam rumahnya. Kebetulan bu Ranti sedang diam di teras.


" Ma, mama!!!" Teriak Zafran. Handphone yang ia pegang pun terjatuh ke lantai. " kenapa ayah?" Tanya Dinda. " terjadi sesuatu pada mama!!" Ucap Zafran. " hah? Gimana dong?" Tanya Dinda.


**********


" Assalamulaikum...Teh Rani..." Ucap Giska, tetangga Rani di komplek Mangga Permai. " Waalaikumsallam.. ada apa?" Tanya Rani.


" Mama kamu!!" Ucap Giska. " mama? Mama aku kenapa?" Tanya Rani. " mama kamu ditemukan meninggal Dunia, kampung halaman kamu terkena banjir Bandang." Ucap Giska.

__ADS_1


" apa? Mama?mamaaa!!!!" Rani mengambil ponselnya dan menghubungi kakaknya. " halo? Kak Zafran?" Tanya Rani. " ini Teh Dinda Ran, kamu udah tau kabar mama?" Tanya Dinda.


" iya... " Ucap Rani. " Mama udah ketemu, ini lagi di bawa sama Tim penyelamat, Zafran juga enggak kuat naham tangis, jadi yang bawa teman temannya." Ujar Dinda.


" iya, nanti Rani kesana." Ucap Rani.


**********


( ilustrasi jenazah Bu Ranti dimakamkan)


" Mamaa.... jangan tinggalin Rani ma...bukankah kak Zafran akan bawa kita jalan jalan ke Bandung? Kasihan Ranindri dan Ranindra masih kecil kecil." Ucap Rani sambil menangis diatas makam mamanya.


" Rani.... udah ikhlasin ya...ayo kita pulang...kasihan anak anak." Ucap Egi. " Rani, kalau ada apa apa semuanya tanggung jawab kakak. Kakak siap melindungi kamu dan anak anak kamu. Sekarang pulanglah." Ucap Zafran.


Sejak itu, kampung Telaga murni menjadi kosong hingga bertahun tahun. Membuat tempat itu terkesan menyeramkan.

__ADS_1


__ADS_2