File Gagal

File Gagal
BAB 2


__ADS_3

Tiga belas tahun berlalu, Arkan yang kini sudah masuk SMA, sedang duduk di bangkunya sambil memainkan game yang sedang menjadi trend saat ini yaitu game pertempuran **** sesaat kemudian, Andari sang ketua kelas memerintahkan untuk menyimpan buku di perpustakaan.


" Arkan... tolong simpan buku ini ke perpustakaan dong." Pinta Andari.


" baik siap An.." Ucap Arkan.


"Adrian...Daffa, bantuin Arkan dong!!" Ucap Andari. " siap Andari." Ucap Adrian.


Adrian,Arkan dan Daffa membawa buku sejarah itu ke perpustakaan. Sepanjang perjalanan, Arkan dibayang bayangi perasaan tidak enak. Seperti ada sosok hantu yang mengikuti dirinya.


" lu kenapa Kan?" Tanya Adrian. " enggak... ayo lanjut jalan." Ucap Arkan. " iya udah." Adrian,Arkan dan Daffa sampai di depan perpustakaan. Arkan pun masuk kedalam untuk membawa buku buku itu.


" permisi pak.." Ucap Arkan pada pak Sidik, penjaga perpustakaan. " Silahkan." Ucap Pak Sidik dengan ramah. Arkan pun menyimpan buku buku itu, setelah selesai, ia menandatangani buku pinjaman kelas.

__ADS_1


Sesaat sebelum pergi, Ia melihat sebuah kertas koran. karena penasaran, ia pun membaca koran itu. " hah? Penampakan Hantu di Kampung Telaga Murni?" Tanya Arkan.


" pak saya menginginkan Koran ini, boleh enggak?" Tanya Arkan. " Boleh... silahkan." Ucap Pak Sidik. " terimakasih pak. Kalau begitu saya permisi." Ucap Arkan.


" apa itu kan?" Tanya Daffa. " Adrian...coba lu gambarkan sesuatu tentang foto ini." Ucap Arkan. " oke, sebentar...." Adrian pun menggambarkan apa yang dimaksud dalam foto itu.


" hah? Gua tau jawabannya. Kita harus mencari barang barang ini di rumah pak Andika." Ucap Adrian. " oke. Nanti malam kita kesana." Ucap Arkan.


RK2H - RUMAH PAK ANDIKA


" oke.. ini barang yang harus kita ambil." Saat mereka akan masuk, ternyata mereka harus melalui rintangan yaitu menerobos kepungan geng hantu yang siap menyerang.


" oke...Ulti sudah tersedia...ayo masuk.." Arkan masuk kedalam rumah itu, Arkan menerobos sekawanan kuntilanak dan pocong. Dengan gagah berani, ia menghadapi hantu bungkus dan hantu wanita itu dengan tangan kosong.

__ADS_1


Adrian juga menghadapi serangan hantu mirip mayat hidup dan ia menggunakan senjata pohon singkong, ia melawan sekawanan hantu itu.


Sedangkan Daffa, ia melawan sekawanan hantu ibu ibu. Dengan senjata perabotan dapur, ia melawan geng hantu arisan ibu ibu itu.


" alat pancing udah... sama gayung sudah...saatnya pergi...." Ucap Arkan.


" Payung sudah, tas sudah, saatnya pergi." Ucap Adrian.


" Kendi mana kendi? Nah ini dia... buku novel dimana ka... nah ini dia...gua segera keluar sebelum terlambat." Ucap Daffa.


" kalian sudah menemukannya?" Tanya Arkan. " sudah.." ucap Daffa dan Adrian. " kalau begitu apa misi selanjutnya?" Tanya Arkan. " menurut gambar ini, kita bawa pulang dulu dan bersihkan oleh tenaga ahli, nanti museumkan barang barang ini." Ucap Adrian.


" oke.. siap.." Ucap Arkan dan Daffa.

__ADS_1


Di rumahya, Tenaga ahli dan ayah Arkan, Zafran memeriksa benda benda itu. Dan hasilnya sama persis seperti Adrian... barang barang itu di museumkan.


" Barang barang ini kita museumkan, kebetulan di sebelah rumah ada rumah kosong...barang barang ini di bawa kesana." Ucap Zafran. Tenaga ahli itu pun membawa barang itu untuk disimpan dalam dinding kaca.


__ADS_2