
" Neng.... Arina..bangun..mau sekolah enggak?" Tanya Bu Nur yang membangunkan putrinya. " Enggak kayaknya deh ma..kepala aku sakit.." Ucap Arina. " coba sini kepalanya mama pegang..iya ya..kamu demam tinggi sekali..kamu ke dokter ya!! Biar kakak yang antar." Ucap Bu Nur.
" iya ma." Arina pun berusaha bangkit dan menahan rasa sakit di kepalanya.
" Rifan!!!" Panggil mama nya.
" apa ma??" Tanya Rifan yang masih mengenakan celana bola dan kaos oblong berwarna putih. " antar adik ke Klinik ya!!" Pinta Mama nya.
" baik ma." Rifan pun pergi ke kamarnya lalu ia mengenakan celana Levis berwarna crame dan jaket ungu bergambar pesawat tempur miliknya.
" Kamu sikat gigi, lalu pakai jaket." Ucap Mama nya. Arina pun menyikat giginya, lalu ia mengenakan jaket berwarna pink miliknya.
" Ayo kita berangkat." Ucap Rifan. Arina pun menaiki motor gede milik kakaknya. Dan mereka pun pergi ke klinik setempat.
__ADS_1
" Sudah sampai, ayo kita masuk." Ucap Rifan.
" Arina Nadia..." Sahut dokter dari ruangannya. " oke kita masuk." Ucap Rifan.
" oke pak..anak bapak sudah saya periksa..silakan duduk." Ucap Dokter itu.
" jadi anak bapak...terkena Demam berdarah ringan..jadinya dia harus istirahat selama satu minggu. Ini obatnya." Ucap Dokter itu, untungnya keluarganya memiliki kartu kesehatan. Jadi ia tak perlu membayar.
" terimakasih dok...kalau begitu saya pamit dulu." Ucap Rifan.
Lulu masuk di SMA Harapan Bakti Bogor, gadis berkupluk itu berharap ia dapat menaklukan ucapan teman temannya yang meremehkan dirinya soal ia dapat menaklukan hati seorang lelaki tampan.
" oke, ini saatnya aku membuktikan bahwa aku bisa." Batin Lulu dalam hati. Pikirannya buyar seketika saat sekelompok kakak kelas menarik pakaiannya secara paksa.
__ADS_1
" heh!! lu anak baru ya?? Mana duit lo??" Tanya Anak perempuan yang merupakan ketua perkumpulan itu. " enggak ada kak... beneran!!" Ucap Lulu.
" bohong lo!! Mana duitnya???" Tanya Dita. " heh lepasin dia enggak?" Ucap seorang lelaki bermasker yang diikuti dua temannya di kiri dan kanannya.
" heh? Siapa lo? Lo jangan berlagak jagoan lo!!" Ucap Dita sinis.
Lelaki itu membuka maskernya, dan geng anak anak kelas dua itu terkejut bukan main. Ternyata orang bermasker itu adalah Rifan, orang paling ditakuti di sekolah itu.
" mau apa?" Tanya Rifan. " Rifan.... kamu rupanya!!" Ucap Dita yang berusaha cari perhatian. " apa? Jangan sandiwara. Aku sudah tahu niat burukmu itu, bisa enggak kamu minta teman teman kamu agar jangan ganggu anak ini lagi?" Tanya Rifan.
" kenapa emang?" Tanya Dita. " kekayaan ayah kamu sedang dalam bahaya. Its okay sekarang kamu minta apapun pasti diberi. Dan suatu saat kekayaan ayah kamu akan hilang dan kamu akan mengalami suatu kesulitan dan bencana yang sangat besar." Ucap Rifan.
" mereka semua juga adalah kawan kawan musiman, disaat kamu punya uang, mereka ada. Saat kamu menderita? Uang tidak ada? Mereka semua akan pergi meninggalkanmu. Pikirkan lah hal itu." Ucap Rifan yang membawa gadis itu pergi.
__ADS_1
" kamu kelas mana?" Tanya Rifan. " kelas... IPS kak.." Ucap Lulu. " yaudah, saya antar." Ucap Rifan. " Assalamualaikum.." ucap Rifan yang datang bersama Afnan dan Jaka.
"Waalaikumsallam...kenapa kak?" Tanya Arina. " titip dia ya...katanya dia anak IPS..." Ucap Rifan. " terimakasih ya kak.." Ucap Lulu. " sama sama..kalau begitu kakak pergi ya!!" Rifan pun pergi ke kelasnya bersama Afnan dan Jaka.