Finger Gaze With You

Finger Gaze With You
4. Kepergok Doi


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, gue udah kelas 9. Gak kerasa bentar lagi bakal UN dan memasuki jenjang SMA. Tapi satu hal yang buat gue sedih, pasti gue sama Dewa gak satu sekolahan karena rumah Dewa yang lumayan jauh dari rumah gue. Dan ada SMA yang lebih dekat dari rumah Dewa. Dibandingkan ke SMA yang ada di lingkungan gue.


"Na maen ToD kuy, mumpung jamkos." Gue mengangguki ajakan dari Dini dan kumpul bareng beberapa temen gue yang laen. "Ok, peraturannya kalo misalnya udah dua kali pilih Truth dan dia kena lagi maka pilihannya cuma Dare, oke setuju kan ?" gue mengangguk, dan permainan dimulai.


Pena berputar, dan berhenti di depan gue. "Truth." Temen-temen gue langsung pandang satu sama lain. "Lo belum move on dari Dewa?" Ok, skak mat, "Untuk sekarang, belum. Gak tau kalo nanti."


"Oke lanjut." dan sepertinya hari ini hari kesialan bagi gue, penanya ngarah ke gue lagi. "Alasan lo gak bisa move on dari Dewa." Yaampun pertanyaan apa itu, kenapa semuanya seputar Dewa gak ada topik lain apa.


"Gak tau, mungkin karena gue suka sama dia secara gak sengaja dan malah jadi cinta mati," jawab gue seadanya. Oke pena berputar kembali, plis jangan gue lagi. Dan harapan gue emang gak pernah terwujud. Bayangin 3 kali penanya ke arah gue mulu ! "Aish lo dendam ya sama gue," ucap gue murka menatap pena yang jelas aja gak bersalah.


"Oke, udah 2 kali ya truth nya, jadi kali ini dare yeay. Dare dari kita, lo harus ngechat Dewa." Gue membeku, ngechat Dewa ? Lagi ? Untuk apa ? Untuk mengulangi kenangan masa lalu yang gue buang jauh-jauh ?


"Gue gak punya nomornya," ucap gue acuh. "Kita punya," ucap Rena bersemangat, hah sepertinya emang ini rencana mereka. "Oke oke gue turutin, dan gue gak mau maen lagi,” ucap gue bangkit dari duduk gue dan memilih menuju perpustakaan, di jalan gue gak sengaja liat Dewa gue membuang muka dan gak milih natap dia ... gue Cuma gak mau gue makin jatuh dalam pesonanya,


🧶🧶🧶


Gue menatap miris ponsel gue. Dengan jelas di sana tertera nama 'Pria Termometer.' Entah apa alasan gue namain kontak Dewa begitu. Sekarang gue bakal mencetak sejarah lagi, selama kurang lebih dua tahun akhirnya gue kembali bertatapan dengan pria itu. Ralat, bertatapan jari.


Ileana Nazafarin


Malam, masih ingat gue?


Dewa Giuliano


Masih.


Oke, dare dari mereka adalah menanyakan tentang Anita, dan juga bagaimana kabar pria itu selama dirinya tidak bertatapan jari dengannya.


Ileana Nazafarin


Gimana kabar lo ?


Dewa Giuliano

__ADS_1


Baik-baik aja.


Gue menghela napas, saatnya pertanyaan yang membuat hati sensitif, gue mengetik ragu-ragu dan mengirimnya.


Ileana Nazafarin


Selama gue gak ngechat lo ?


Dewa Giuliano


Destruido.


Apa ? Apaan tuh destruido, ah nanti saja dia pikirkan hal itu. Satu dare dari temen-temen gue lagi.


Ileana Nazafarin


Gue boleh nanya gak ?


Dewa Giuliano


Ileana Nazafarin


Anita, lo deket sama dia ?


(Plis jawab enggak.)


Dewa Giuliano


Kenapa nanya gitu ?


Damn ! Sepertinya memang benar dirinya dekat dengan Anita, secara mereka juga punya banyak kesamaan.


Ileana Nazafarin

__ADS_1


Gak papa, gak boleh ya?


Dewa Giuliano


Gue gak deket sama dia, dia bukan siapa-siapa gue.


Apa ? Tolong katakan bahwa ini kenyataan, tolong cubit pipi gue. Ini nyata kan ? ini gak mimpi kan ? Akhirnya selama ini hal yang selalu gue pikirin ternyata gak bener. "Yes yes." Oke, tenang Na, jangan jatuh lagi tolong, jatuh itu sakit.


🧶🧶🧶


Hari ini, Dini ulang tahun. Dan tentunya gue ama temen-temen gue yang laen ke rumah dia buat ngerayain. Gue bareng yang lain termasuk Rena datang tentunya. “Na, gue bisa minta tolong gak sama lo ?” tanya Dini, “Nanya apa ?” “Lo bisa gak jadi mc nanti.”


“Boleh, eh lo undang anak kelas 9c gak ?” tanya gue penasaran. “Lo nanya Dewa kan ? Dia udah janji buat dateng.” gue berteriak senang dan melompat-lompat.


“Ekhm.” Ileana terdiam, ****** ! “Emm maaf Bu.” Malu banget gue sumpah, untung gak ada Dewa di sini kalo gak hancur sudah reputasi gue.


Sepulang sekolah gue langsung berganti baju dan menuju ke rumah Dini. “Na lo kenapa sih senyum-senyum terus ?” tanya Rena yang heran liat gue senyum-senyum terus. “Dewa bakal dateng ! ya gue seneng banget dong.” “Lo yakin bisa tahan degup jantung lo ?” tanya Rena usil.


“Oh iya, apa gue perlu beli alat bantu permapasan ?” tanya gue melebay-lebaykan, gak sepenuhnya lebay btw, memang entah kenapa kalo gue deket sama Dewa jantung gue berpacu kencang bahkan gue serasa sesak napas.


“Na, siap-siap,” ucap Rena sambil megang bahu gue, gue menoleh dan melihat Dewa dateng dengan beberapa temennya. “Ren, gue mulai sesak napas Ren.”


Gue turun dari panggung dan mendekat ke arah Rena, berhubung lagi adzan maghrib jadi acara dihentikan sejenak . “Ren, gue boleh minta tolong gak ?” tanya gue, tapi rena udah langsung nyerahin ponselnya ke gue.


Gue buka ponsel Rena dan tersenyum senang, gimana gak seneng Rena fotoin Dewa padahal belum gue minta. “Wah lo emang yang paling tau tentang gue, uuu makin sayang deh gue sama lo,” ucap gue sambil meluk Rena sangking senangnya.


🧶🧶🧶


Dewa yang asik bercengkrama dengan temannya tiba-tiba menatap ke arah Ileana yang sedang mengobrol. Tanpa sadar dia tersenyum melihat Ileana tertawa bersama teman-temannya, entah kenapa Ileaana tampak sangat manis jika seperti itu.


“Lo liatin apaan ?” tanya seseorang menepuk bahu Dewa, Dewa menoleh, “Bukan siapa-siapa,” ucap Dewa dingin. Pria yang bertanya padanya hanya mendengus, bahkan pada temannya sendiri saja dia masih tetap dingin. “Kalo gini terus gimana lo mau dapet pacar coba.”


Dewa dengan cepat menoleh dan menatap tajam Nando, “Gue punya pacar atau enggak itu bukan urusan lo.” Dewa langsung meninggalkan Nando dan keluar mencari udara segar.

__ADS_1


Dewa berjalan pelan sambil menatap sekitar, Dewa melihat seorang gadis yang sedang duduk di tepi kolam buatan sambil menatap ponselnya. Dewa mencoba mendekat, dirinya tersenyum sendiri melihat Ileana, gadis itu sedang menatap fotonya, entah kenapa dirinya merasa senang, semenjak kedatangan-ah tidak, semenjak dirinya sering bertukar kabar dengan gadis itu entah kenapa dirinya seperti menghangat.


__ADS_2