Finger Gaze With You

Finger Gaze With You
8. Senja Bersamamu


__ADS_3

Senjaku hari ini, adalah senja paling spesial.


-Ileana Zakaisha Nazafarin S.-


🧶🧶🧶


Ileana


“Haha iya emang lucu banget videnya, gue jadi pengen punya kucing,” ucap gue menatap Rena yang masih tertawa lebar, kami baru saja melihat video kucing yang lucu. Ah membuat gue pengen punya kucing aja, tapi mama pasti gak setuju.


“Jemputan gue udah dateng, gue duluan ya,” ucap Rena bangkit dari duduknya dan menghampiri seorang pria, eh tunggu, itu Nando kan ? Gue melambai mengucapkan selamat tinggal dan kembali duduk.


Gue mengambil ponsel gue dan memutar musik. Gue menghayati lagu yang terdengar, sungguh menentramkan hati. Gue mengecek jam dan mata gue membesar, ini udah jam 5 yang berarti gue udah nunggu dua jam dan kakak gue gak jemput gue.


Langit mulai gelap, gue harus gimana? Gak mungkin ada angkot jam segini, kalo jalan juga pasti ngabisin waktu hampir setengah jam. Gue coba nelpon kakak gue dan gak diangkat sama dia.


Tiba-tiba motor berhenti di depan gue, gue menatap Dewa, pria itu balas natap gue. “Ayo gue anter, udah mulai malam,” ucap Dewa menawarkan tumpangan. Gue menimang, kalo gak ikut sama Dewa gue pulangnya gimana ? Tapi kalo gue milih nunggu yang ada gue dijemput abis maghrib lagi pas papa pulang.


Gue mendekati Dewa, dan duduk di belakangnya. Motor melaju, sepanjang perjalanan gue hanya diam, ini terlalu canggung buat gue. Bahkan gue gak berani buat sekedar megang bahu dia.


Bress...


Hujan turun dengan derasnya, kami mutuskan menepi dan menunggu di depan toko yang sudah tutup. Hampir setengah jam berlalu dan hujan tak kunjung reda, hari mulai gelap ditambah suhu yang mulai dingin.


Dewa mengambil sesuatu di tanyakan ngasih ke gue, “Buat apa ?” tanya gue menatap jaket yang ada di genggamannya gue. “Lo pake, kita bakal berangkat. Kalo nunggu hujan reda yang ada kita pulang isya, hujannya masih deras banget.”


“Jadi lo ?” tanya gue karena emang Dewa gak pake jaket. “Gue gak papa, cepet pake.” Gue menurut dan pake jaket Dewa. Dan hari gue berakhir seperti ini, menerobos hujan dengan Dewa.

__ADS_1


Gue memeluk erat pinggang Dewa, pria ini terlalu kencang membawa motornya. “Wa, pelan-pelan aja. Jalannya licin,” ucap gue sedikit teriak karena Dewa menggunakan helm ditambah hujan yang pasti sangat sulit untuk mendengar.


Dan, Ciittt...


Dewa mengerem mendadak yang membuat kepala gue membentur helm yang dia pake, “Aww.” Gue mengelus kepala gue yang terasa berdenyut sedikit. “Lo gak papa ?” tanya Dewa memandang ke belakang.


Gue menggeleng cepat, “Gak papa kok.” Dewa kembali melajukan motornya, kali ini pria itu sedikit memperlambat laju motornya.


Gue turun dari motor Dewa, gue melepas jaket Dewa tapi dilarang sama Dewa. “Pake aja, gue pulang,” ucap Dewa dan melajukan motornya. “Eh, nanti lo sakit,” teriak gue tapi gak didengar sama Dewa yang mulai menjauh.


Gue memasuki rumah dan mendapati kakak gue yang lagi asik nonton televisi. Terkutuk lo! Kakak kampret! Gue nyamperin dia dan melempar tas gue dan tepat kena mukanya.


Dia menatap gue, “Apa lo ?” tantang gue sambil menaruh tangan gue di pinggang. “Lo! Abang duralek tau gak! Lo gak liat diluar ujan dan lo gak jemput gue daritadi, gue nungguin lo tau gak!” ucap gue emosi menahan gejolak di hati gue.


“Aelah ribet amat dah lo, yang penting kan lo udah sampe sekarang, yaudah,” ucapnya acuh tak acuh. “Eh tunggu, itu jaket siapa lo pake ?” tanya dia menatap jaket yang gue pake. “Bukan urusan lo!” ucap gue lalu ninggalin dia, tau ah dia bikin kesel.


🧶🧶🧶


Ileana Nazafarin


Lo udah sampe?


Gue menatap layar gue yang kembali menghitam. Tak lama notifikasi muncul.


Dewa Giuliano


Udah.

__ADS_1


Ileana Nazafarin


Makasih udah nganterin gue. Lo gak papa kan ? Lo gak sakit kan ?


Entah kenapa gue khawatir abis liat Dewa tadi. Gue takut dia demam atau kena flu.


Dewa Giuliano


Gue gak papa, Lo tidur sana.


Gue tersenyum, pria ini bahkan masih sempatnya membuat gue seneng.


Ileana Nazafarin


Iya, gue tidur duluan.


Ileana Nazafarin


Night.


Gue membaringkan tubuh gue di kasur, dirinya sekarang mulai menyukai hujan. Dulu dirinya dipertemukan karena hujan dan sekarang mereka menghabiskan sore hari dibawah guyuran hujan.


Kantuk gue mulai datang, dan gue udah gak mampu nahan kantuk gue. Selamat menjemput alam mimpi Ileana.


Dewa Giuliano


Night.

__ADS_1


__ADS_2