FOOTBALL : GOLD GENERATION 2

FOOTBALL : GOLD GENERATION 2
Tidak ada yang menyangka


__ADS_3

Tahun pelajaran baru di mulai. Ferza dan Angga berhasil masuk ke SMA 48 dan masuk ke dalam ekskul sepak bola. Ini adalah ekskul sepak bola pertama Ferza, dia sangat semangat karena menanti hari ini.


Pak Deden tau dengan permasalahan ekonomi Ferza, ia pun berinisiatif memberikan sepasang sepatu sepak bola kepada Ferza.


"Ferza nih pakai semoga muat di kaki kamu dan kamu menyukainya." Pak Deden memberikan Ferza sepasang sepatu bola bewarna oranye yang sangat mengkilap, sepatu itu tampak mahal, tampaknya Pak Deden menaruh harapan yang besar terhadap Ferza sehingga ia berani mengeluarkan uang yang cukup besar demi Ferza.


"Apa nih Pak?" Tanya Ferza dengan penasaran.


"Lah buta mata kamu? Jelas-jelas itu sepatu bola." Sahut Pak Deden dengan sedikit bercanda.


"Buat saya Pak?"


"Iyalah buat siapa lagi."


"Makasih Pak makasih." Ferza langsung memakai sepatu pemberian Pak Deden terlihat Ferza sangat bahagia diberikan hadiah berupa sepatu sepak bola.


Cantiknya nih sepatu, dengan sepatu ini akan ku bawa sekolah ini menjadi juara di turnamen.


Batin Ferza. Dia tampak tidak sabar mencoba sepatu ini di sebuah turnamen.


Turnamen Kota pun tiba. Wismaraja di unggulkan menjadi juara di tahun ini, dikarenakan Chandra masuk ke sekolah ini di tambah patner Chandra saat SMP Wilson sudah masuk ke sekolah ini setahun yg lalu.


Sementara publik tidak ada satupun yang mengenal SMA 48. Bagaimana tidak, sekolah ini selalu menjadi bulan-bulanan di turnamen sebelumnya. Mereka selalu gagal di putaran-putaran awal.

__ADS_1


Tetapi tekat anak-anak SMA 48 tidak pudar, dengan kekuatan Ferza mereka yakin bisa berbicara banyak di tahun ini.


Putaran pertama di mulai Ferza dengan kekuatan kaki kirinya berhasil mencetak 4 gol di putaran pertama kali ini. Tidak banyak yang terkejut, menurut mereka Ferza hanyalah hoki bisa mencetak 4 gol dalam 1 pertandingan.


Ferza sangat senang dengan debut pertamanya di turnamen. Debut langsung mencetak 4 gol benar-benar debut indah bagi Ferza.


Keraguan penonton terhadap kehebatan Ferza perlahan-lahan pudar melihat Ferza semakin ganas setiap pertandingan Ferza selalu mencetak 2 lebih. Bahkan ia di juluki sebagai singa yang sudah bangun dari tidurnya. Melihat performa Ferza dari awal turnamen tampaknya dia sangat cocok mendapatkan julukan itu.


Pertandingan demi pertandingan telah di lewati. Tim demi tim sudah gugur dalam turnamen. Tak sangka babak final sudah di depan mata. Tim kuda hitam SMA 48 yang diperkuat oleh Ferza akan menantang tim unggulan SMA Wismraja yang di perkuat oleh Chandra.


Babak final ini juga menjadi ajang balas dendam Angga terhadap Chandra dan pembuktian Angga terhadap omongannya setahun yang lalu.


"Angga aku membawa ini." Ferza mengeluarkan medali Angga yang sudah dia simpan selama ini.


"Kau masih mengingatnya." Angga tampak tersenyum puas. Dia kira Ferza lupa tetapi Ferza masih mengingatnya.


"Siap."


Babak final berakhir seru. Ferza sang singa yang sudah bangun berhasil mengalahkan Wismaraja yang di unggulkan menjadi juara. Di pertandingan ini Ferza mencetak 3 gol sedangkan Wismaraja cuma bisa mencetak 2 gol hasil kerja sama Chandra dan Wilson.


Seusai pertandingan Angga mendatangi Chandra yang terkapar di rumput.


"Sesuai dengan kata ku tahun lalu Chandra." Ucap Angga kepada Chandra.

__ADS_1


"Berisik. Aku gak ingat apa yang kau katakan setahun yang lalu." Sahut Chandra dengan nafas yang terengah-engah.


"Orang yang mencetak hatrick hari ini, kau sudah membangunkan singa yang sudah tertidur." Ucap Angga sambil menunjuk Ferza yang tengah bahagia karena berhasil membawa timnya juara


"Anak itu kemana dia selama ini, kenapa baru muncul?"


"Kau tidak perlu tau tentang masa lalunya." Setelah berbicara seperti itu Angga meninggalkan Chandra yang masih terkapar di rumput.


Sial sial sial kenapa bisa aku kalah. 3 tahun berturut-turut aku menjuarai turnamen tingkat SMP, tapi di tahun pertama SMA ku aku kalah? Gak ini hanyalah mimpi kan?


Batin Chandra.


Kesal.


Marah.


Kecewa.


Chandra tidak sangka bahwa dirinya di kalahkan oleh bocah yang baru saja ikut ekskul sepak bola.


Diruang ganti seusai juara Ferza mendatangi Angga untuk mengembalikan medalinya.


"Yo masa penitipan barang sudah selesai silahkan ambil kembali barang anda." Ucap Ferza sambil memberikan medali milik Angga.

__ADS_1


"Terima kasih atas kerja kerasmu, terima kasih sudah membawa tim ini menjadi juara, dan terima kasih sudah menjagakan medali ini. Ayo kita sama-sama berjuang lagi di turnamen provinsi." Angga menepuk pundak Ferza, dengan satu tangan menggenggam medalinya. Akhirnya hari ini pun tiba, hari dimana dia berhasil mengalahkan Chandra seperti keinginannya dulu. Perasaan bangga, serta rasa puas itu berubah menjadi dahaga haus yang ingin terus terpuaskan dengan terus berdiri di titik paling atas.


"Tingkat provinsi, Nasional ayo semuanya kita menangkan." Ferza juga, dia masih ingin terus berdiri di lapangan hijau dengan Angga sebagai rekannya, berdiri, berlari, menggiring bola selama mungkin untuk menduduki tingkat atas, demi mempertahankan beasiswanya.


__ADS_2