Gadis Bogor

Gadis Bogor
Gadis Bogor bab 44


__ADS_3

Setelah, Rendi dan Feri keluar dari ruangan tempat, Dari dirawat, Firman mulai berjalan mendekati, Sari dan Indah!


"Sari, tenanglah. Di sini tidak ada yang akan menyakiti kamu dan juga, Indah. Sekarang kamu minum ya agar kamu lebih tenang." Firman meraih air mineral dari atas meja lalu menyodorkan gelas berisi air itu ke mulut, Sari.


Sari pun meminum air itu. "Sekarang kamu sudah lebih tenang?" tanya, Firman.


"Mas, pemuda itu anak dari perempuan jahat itu kan? Mas tolong bawa anakku pergi dari sini, tolong, Mas. Mereka pasti mencari aku setelah mereka tahu aku tidak ada di hutan itu. Aku takut mereka menemukan aku dan juga anakku, aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada anakku," ucap, Sari tanpa jeda.


"Bu, pelan-pelan bicaranya. Siapa yang, Ibu maksud perempuan jahat itu?" Indah berucap dengan penuh kehati-hatian sambil terus mengelus lengan sang Ibu.


*******


Di kediaman, Vina.


"Bodoh! Bodoh! Kenapa dia bisa hilang? Kalian bisa kerja gak sih?" Vina berteriak kepada beberapa laki-laki yang hanya menundukkan kepalanya di depannya itu.


Ya, orang-orang yang ditugaskan untuk menjaga, Sari itu sudah melaporkan tentang hilangnya, Sari dan, Vina begitu marah saat tahu tawanannya telah hilang dari genggamannya.


"Kalian sisir hutan itu dan temukan wanita itu, secepatnya!"


"Bu, kami sudah menyisir temat itu tapi kami tidak menemukannya dan didalam gubuknya kami mendapatkan banyak jejak sepatu. Kami berpikir mungkin ada seseorang yang membawa perempuan itu," ucap salah satu laki-laki yang ditugasi untuk menjaga, Sari.


"Apa! Astaga. Cepat cari wanita itu di sekitaran desa dan juga kota. Saya akan menambah personal untuk membantu kalian."


"Baik, Bu kami akan melaksanakan tugas sekarang juga." Tiga laki-laki itu langsung pergi dari rumahnya, Vina.


"Hhhh, bikin pusing saja." Vina mengacak rambutnya lalu meraih kunci mobilnya dari atas meja lalu mulai bergegas pergi untuk menemui Sukri dan dua rekannya!


"Bu!" seru, Vira.


Vira berlari untuk sampai pada, Vina!


"Ibu mau kemana?"


"Ibu ada urusan. Kamu jaga rumah, jangan sampai ada maling masuk ke dalam rumah kita."


"Iya, Bu tapi jawab dulu, Ibu mau kemana?" tanya, Vira lagi.


"Mau menemui, Sukri dan teman-temannya." Vina langsung pergi dan tak menghiraukan perkataan, Vina lagi.


"Ibu kenapa sih. Aneh deh." Vira masuk ke dalam kamarnya dengan santainya!


Vira memang tidak tahu tentang, Vina yang dengan sengaja menyingkirkan, Sari demi mendapatkan, Ridwan.


*******


"Gue rasa ada orang yang sengaja mengasingkan, Bu Sari," ucap, Feri.


"Lo yakin?" ucap, Rendi.


"Entahlah, tapi gue merasa seperti itu tapi gue juga gak tahu siapa yang sudah melakukan itu pada keluarganya, Indah."

__ADS_1


"Fer, apa mungkin Ayahnya, Indah yang sengaja melakukan itu pada, Ibu?"


"Nggak-nggak, itu gak mungkin. Gue ini dibesarkan oleh, Ayah Ridwan rasanya gak mungkin dia setega itu terhadap istrinya. Gue tahu bagaimana dia pas lagi rindu terhadap, Ibu Sari."


"Apa dia suka berziarah ke makam istrinya?"


"Tidak. Katanya, Bu Sari meninggal karena terbakar didalam mobilnya jadi tidak ada makamnya."


"Sepertinya kita harus cari tahu tentang masa lalu orang tuanya, Indah. Mungkin saja ada petunjuk siapa yang sudah memisahkan, Bu Sari dari keluarganya."


"Lo benar, Ren. Gue setuju, secepatnya kita harus selidiki ini."


Di dalam ruang rawat, Sari.


"Mas, aku tidak bisa cerita banyak. Tolong sekarang bawa putriku pergi karena mereka akan mencari aku, mereka akan menyakiti, Indah kalau mereka tahu aku bertemu dengannya." Sari terus memohon kepada, Firman agar, Firman membawa, Indah pergi dari tempat itu.


"Baiklah kalau itu mau mu tapi aku tidak bisa pergi tanpa kamu. Aku akan membawamu pergi jauh dari tempat ini dan aku pastikan orang itu tidak akan bisa menemukan kamu." Firman beranjak dari duduknya lalu berjalan ke luar ruangan itu!


"Papa, gimana keadaan, Ibunya, Indah?" tanya, Rendi yang melihat, Firman keluar dari ruangan itu.


"Kita harus segera pergi dari sini. Papa mau menyiapkan semua keperluannya. Feri kamu siapkan mobil dan kamu, Surya jaga istri dan Ibu mertuamu, jangan biarkan ada orang asing yang masuk ke dalam ruangannya," ucap, Firman.


Rendi dan Feri mengangguk paham dan langsung mengerjakan tugas mereka masing-masing.


*******


"Sukri! Basri! Kalian ada di dalam tidak?" ucap, Vina sembari terus mengetuk pintu.


Vina langsung masuk ke dalam markas tiga anak buahnya yang selalu dia andalkan untuk melancarkan kejahatannya.


"Ada tugas untuk kalian."


"Tugas apa?" tanya, Sukri.


"Kalian masih ingat dengan, Sari?"


"Tentu saja kami ingat dengan perempuan itu."


"Dia hilang dari tempat pengasingannya. Kemungkinan ada orang yang membawa wanita itu pergi dari gubuknya. Tugas kalian adalah cari wanita itu sampai dapat. Jika tidak bisa ditemukan di wilayah sini, cari dia ke kota," ucap Vina panjang lebar.


"Baik. Kami akan segera melaksanakan tugas kami," ucap, Basri.


Vina memberikan sejumlah uang pada mereka untuk biaya transportasi mereka lalu segera pergi dari markas mereka.


*******


Di perkampungan.


Tiga orang yang ditugaskan untuk menjaga, Sari itu sedang bekerja keras mencari wanita yang menjadi tawanannya itu. Mereka menanyakan kepada semua warga apakah adanya melihat, Sari lewat disekitar sana.


Sudah seharian mencari, namun tidak ada satu orang pun yang melihat, Sari di sekitar sana.

__ADS_1


"Kemana perginya, perempuan itu?" ucap salah satu dari mereka.


Tak lama datang satu rekaman mereka. Dia berjalan menghampiri dua laki-laki itu!


"Gimana, apa ada informasi tentang perempuan itu?"


"Ada salah satu warga yang melihat ada tiga laki-laki dan satu perempuan membawa, Sari pergi dari kampung ini. Mereka menggunakan mobil," jelas laki-laki yang baru tiba itu.


"Siapa, mereka? Apa dari mereka ada yang dari daerah sini?"


"Tidak ada. Katanya penampilan mereka seperti orang kota."


"Astaga, kita harus cepat ke kota untuk mencari wanita itu kalau tidak, Bu Vina akan marah besar."


Mereka pun langsung berjalan cepat menuju mobil mereka!


*******


Firman sudah selesai mengurus kepulangan, Sari dari rumah sakit itu.


Mereka pun segera bergegas sebelum orang yang dimaksud, Sari itu datang dan menangkap, Sari lagi.


"Fer, mobil sudah siap?" tanya, Firpada Feri.


"Sudah, Om," sahut, Feri.


Mereka semua pun langsung keluar dari rumah sakit itu.


Rendi berjalan sembari mendorong, Sari yang menaiki kursi roda dengan, Indah yang berjalan di samping, Rendi sedangkan Firman berjalan dibelakang mereka!


Setibanya didepan rumah sakit, Feri membukakan pintu mobilnya untuk, Sari!


"Kamu anak dari wanita itu kan. Saya tidak mau pulang sama kamu," ucap, Sari.


Feri hanya diam, dia tahu kalau saat ini, Sari masih trauma.


"Sari, kamu jangan takut. Dia itu anakku," ucap, Firman.


Feri menatap, Firman dengan tatapan aneh, dirinya mulai merasa tidak nyaman mendengar perkataan, Firman barusan.


Bersambung


Hai semuanya selamat siang. Seperti biasa aku pasti bawain rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca pastinya karya dari author yang berbeda dengan judul novel yang berbeda juga.


Yuk ah kepoin keseruan ceritanya!


Judul: Annisa Istri Kecilku


Karya: Melisa


__ADS_1


__ADS_2