Gadis Cantik Penghuni Bangku Kosong

Gadis Cantik Penghuni Bangku Kosong
BAB 3#GADIS_CANTIK_PENGHUNI_BANGKU_KOSONG


__ADS_3

"Soal itu, tadi," ucap Andi yang masih gugup.


"Yang mana?" tanya balik Mely.


Mely saat ini dibuat bingung oleh Andi. Tak kunjung membuka suara, Mely memilih untuk melangkah meninggalkan Andi sendiri disana.


Tepat didepan sana Mely kembali melihat sosok bayangan hitam yang tengah bersembunyi dibalik tembok penghalang, untuk menghilangkan rasa kekepoannya Mely memberanikan diri untuk menghampiri sosok itu.


Selangkah demi selangkah akhirnya Mely sampai juga didepan tembok penghalang itu, ia mulai mengangkat kakinya untuk berjalan selangkah lagi agar bisa melihat siapa pemilik bayangan itu, dan.


Greep!


Seseorang memegang pundak Mely sembari mencengkeramnya dengan kuat, alhasil Mely langsung kaget dan membalikkan badannya dengan sangat cepat.


"Astagaaa ...," teriak Mely cukup keras sehingga seseorang yang mengaketkan itupun langsung mengusap dadanya kasar.


"Eh ... Hehe, maaf Mbak!" beo orang tadi sembari menampakkan gigi putihnya ke arah Mely.


"Gapapa, lagian Kamu ngagetin aja," jawab Mely.


"Mbak ngapain ada disini, disini tepatnya seram lho makanya siswa maupun siswa gak ada yang mau berkunjung ke tempat ini," tutur orang tadi.


"Saya tadi di tarik sama Kak Andi, emang kenapa? Owh iya kok Kamu bisa ada disini juga?" jawab Mely dengan sopannya kepada orang itu.


"Kak Andi? Saya tidak mengenalnya ...,"


"Saya dengar dari siswi tadi kalau tempat ini seram, truss Saya mau keruang Kepala Sekolah, eh malah nyasar disini ...," lanjutnya lagi.

__ADS_1


Mely yang mendengar itupun cukup heran, bagaimana mungkin ada orang yang bisa nyasar ketempat itu.


"Mari Saya antar, kebetulan Saya juga siswi pindahan ...," ucap Mely, orang itu hanya menganggukan kepalanya sembari berjalan mengikuti langkah Mely.


Andi hanya bisa mendengarkan percakapan antara dua gadis itu, dan mulai berjalan kembali ke kelasnya.


Dikoridor sekolah terdapat sepasang dua gadis dan satu pria yang mengekori dibelakang.


Siapa lagi kalau bukan Mely, Andi dan wanita tadi.


Seluruh mata hanya menatap iri kepada Mely dan wanita itu, pasalnya baru pertama kali ada cewek yang berani mendekati Andi.


"Guyss ... Andai Gue yang ada disalah satu cewek itu," bisik Kentang-1 yang terdengar iri.


"Ahhhh ... Gue juga pengen," lanjut Kentang-2.


"Pokoknya calok mantu Mak Gue, tidak ada yang boleh dekati," tutur Kentang-3.


Andi yang mendengar cibiran dari orang-orang pun hanya bisa memasang wajah yang datar, dengan tatapan kosong memandangi pundak kedua wanita tadi.


Sedangkan Mely hanya menunduk malu, baru pertama kali Mely mendapatkan cibiran keras dari orang, sedangkan wanita itu hanya menatap tajam ke arah depan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampailah mereka ditempat tujuan, yang tidak lain ruang Kepala sekolah. Untung saja bell belum berbunyi jadi wanita yang menjabat siswi baru itu masih bisa mengikuti pelajaran pertama disekolah barunya.


"Gue masuk duluan ...," ucap Wanita itu terdengar cukup dingin, sedang Mely hanya tersenyum menanggapi ucapannya.

__ADS_1


Andi hanya bisa mengusap dadanya kasar sembari menatap Wanita itu dengan tatapan yang sulit di artikan.


Kini wanita itu mulai memegang kenop pintunya dan menekannya kebuka, setelah terbuka Wanita langsung langsung masuk tetapi ia terlebih dahulu mengucapkan salam.


"Kenapa Kamu masih disini?" tanya Mely kepada Andi.


"Emang kenapa? Gak boleh?" bukannya menjawab Andi malah bertanya kembali.


"Ya ... Boleh sih," jawab Mely sembari memainkan jemarinya.


"Kalau Kamu mau, duluan saja Saya mau tungguin cewek itu," lanjut Mely.


"Gue gak mau calon pacar Gue didekati sama orang, jadi Gue tetap akan disini!" jawab Andi sembari menatap Mely.


Sedangkan Mely hanya bisa memasang muka heran sekaligus kaget, kini kedua pipi Mely mulai menampakkan sesuatu yang membuat Andi menahan rasa gemesnya untuk tidak mencubit pipi chubby milik Mely.


Mely yang malu pun langsung menundukkan pandangannya menatap kebawah sembari berjalan kebangku koridor untuk menormalkan pernapasan.


'Aduuhh ... Jantung Saya kok kayak dangdutan gini yah,' batin Mely.


Andi yang melihat Mely pun hanya bisa menahan senyumannya, ia mulai berjalan ke arah Mely dan mulai duduk disampingnya sembari menyenderkan kepalanya ke pundak Mely.


Mely yang mendapatkan perlakuan Andipun hanya bisa menahan malu, pasalnya seluruh penghuni koridor menatapnya dengan tatapan iri.


"Gak usah peduliin," beo Andi, saat ini Andi hanya menikmati angin sepoi dengan mata tertutup, ia menikmati nyamannya bersandar dipundak Mely.


"Taa--" ucapan Mely terpotong kala Andi langsung meraih tangannya.

__ADS_1


#AccMinBaik


Harap maklumin jikalau ada typonya.


__ADS_2