
Restoran atmosfer...
Alice datang ke restoran atmosfer karna ada janji dengan orang yang di kenalkan bu choi.
saat menunggu, secara kebetulan seong joon dan eun ra juga datang ke restoran tersebut untuk makan siang.
alice menutupi wajahnya dengan buku menu lalu menguping pembicaraan mereka.
"Eun ra, aku benarkah?, senang bisa bertemu denganmu setelah sekian lama ".ucap seong joon.
"apa? ". jawab eun ra spontan dan bingung karna baru bertemu selama seminggu dan sebelumnya dia tidak pernah mengenal seong joon, namun eun ra berpura-pura mengerti.
" aaaa... iya, aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi". sambung eun ra.
alice yang mendengar pembicaraan mereka merasa kesal karna eun ji menyamar menjadi eun ra dan berbohong.
"ternyata benar dia seong joon anak cupu dan pemalu itu, wahh... daebakk, tak ku sangka dia tumbuh jadi pria tampan". ucap alice bicara dalam hati.
"dan eun ji gadis kecil itu tumbuh menjadi wanita licik seperti induknya, ahh sungguh menyebalkan". sambung alice bicara dalam hati.
sedang asik-asik menguping, tiba -tiba orang yang di tunggu-tunggu pun datang. dia adalah jaksa yon woo bin, dia sudah kenal alice sejak di panti asuhan.
yon woo bin mengagetkan alice yang sedang menguping.
"apa pertunjukanya seru? ". ucap woo bin berbicara di dekat telinga alice.
alice terkejut dan membalikan wajahnya seketika, dan wajah wobin tepat di depannya, mereka saling bertatapan.
" aah jaksa yon kau membuatku terkejut" ucap alice mengalihkan suasana.
"sudah lama menunggu? " tanya woo bin.
"belum, aku juga belum lama sampai di sini. tak ku sangka kaulah orang yang bu choi kenalkan". ucap alice.
" padahal aku butuh mata-mata bukan jaksa, tapi tidak masalah lah". sambung alice dalam hati.
setelah mereka selesai makan, mereka berjalan- jalan di taman sambil mengobrol.
"Alice, aku sudah tau semuanya tentang saudara tirimu eun ji yang memakai identitasmu. apa kamu baik-baik saja? " tanya woo bin.
"tidak usah di pikirkan, aku tidak papa. " jawab alice.
"lalu bagaimana dengan seong joon?, kamu tidak menemuinya?. " tanya woo bin.
"aku terlalu malu untuk mengatakan diriku sebagai eun ra karna aku sangat jauh berbeda dari yang dia kenal dulu. meskipun begitu, aku harus bertemu denganya setiap hari karna aku bekerja di perusahaanya. " jawab eun ra.
alice mengingat masa kecilnya dengan seong joon....
alice dan seong joon kecil.
dua anak itu duduk di taman, alice yang masih bernama eun ra sedang mengajari seong joon matematika.
"bagaimana kamu bisa sangat pintar, bahkan sampai lompat 2 kelas".ucap seong joon.
"karna belajar. sepintar apapun seseorang yang tidak mau belajar, kepintaranya akan hilang dan berhenti. tapi sebodoh apapun seseorang jika mau belajar dia pasti bisa menjadi pintar". ucap alice.
skip beda hari...
" Alice, kau sama seperti ibuku. dia berambut sebahu, cantik, suka membaca, sangat lembut dan penyayang. karna itulah aku benarkah?, menyukaimu". ucap seong joon.
"begitukah". ucap alice sambil tersenyum.
" tentu saja ibuku lebih cantik hahaha". ucap seong joon.
mereka pun terus bercanda dan tertawa, hingga alice merasa senang ketika bersama seong joon dan melupakan kesedihanya.
kembali ke masa kini...
"sekarang aku bukan eun ra yang lembut lagi hahaha. " ucap alice tertawa palsu.
__ADS_1
"apa rencanamu kedepanya? " tanya woo bin.
"jaksa yon, masa kedaluwarsa kasus ibu dan kakekku 6 bulan lagi. menurutmu bisakah aku membuka kembali kasus itu dan mengungkapkan kebenaranya? " tanya alice.
"itu mungkin tidak mudah, tapi aku akan berusaha membantumu semampuku". jawab woo bin.
" bagiku kamu tetaplah eun ra yang lembut dan penyayang". ucap woo bin dalam hati.
yon woo bin mengingat masa kecilnya dengan alice (eun ra)....
saat di panti asuhan woo bin berumur 17 tahun dan eun ra 13 tahun. mereka berdua sedang makan ramen yang di buat woo bin.
"kak woo bin kamu pintar sekali memasak, pasti cita-citamu menjadi koki. " ucap eun ra.
"tidak, aku ingin menjadi jaksa".jawab woo bin.
" kenapa kamu ingin menjadi jaksa? " tanya eun ra.
"aku ingin menegakan keadilan". jawab woo bin.
" andaikan sekarang aku adalah jaksa, aku pasti akan berusaha menyelesaikan masalahmu". sambung woo bin dalam hati.
"semoga cita-citamu tercapai". ucap eun ra sambil tersenyum.
kembali ke masa kini....
malam telah tiba, woo bin mengantar alice pulang ke apartemenya.
alice duduk di kamar sambil memandangi boneka beruang kecil pemberian seong joon.
" kita benar-benar bertemu lagi" ucap alice bicara dengan boneka tersebut sambil tersenyum.
senin pagi...
rapat di bonson group....
"pendapatan bulan ini turun 20 persen karna adanya kerugian di beberapa hypermart, restoran bintang 5 terbesar di seongsokdong juga sepertinya penghasilanya menurun. " ucap rekan A.
selesai rapat...
pimpinan lee hwon sung berbicara dengan seong joon di ruanganya.
"seong joon sepertinya kamu harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.
ayah tidak bisa percaya pada siapapun selain anak ayah akhir-akhir ini, karna sepertinya ada sesuatu yang aneh." ucap hwon sung.
"baik ayah, aku akan turun ke lapangan untuk memeriksa restoran-restoran terbesar kita di seongsokdong terlebih dahulu". jawab seong joon.
" kamu bisa mengajak sekertaris alice bersamamu untuk membantu, dia anak baru yang masih bisa di percaya. "ucap hwon sung.
seong joon keluar dari ruangan ayahnya dan merasa bingung.
" haruskah aku mengajaknya?. tidak perlu lah" ucap seong joon bicara sendiri dalam hati.
seong joon pergi ke ruanganya dan mulai menyusun rencana untuk ke seongsokdong besok.
"jika aku memeriksa semuanya sendirian pasti akan memakan waktu yang cukup lama" ucap seong joon dalam hati.
"apa wanita brutal itu bisa di percaya". sambung seong joon bicara sendiri.
mau ngajak sekertaris alice tapi males.
setelah mempertimbangkanya akhirnya seong joon memutuskan untuk mengajak alice.
dia mendatangi meja alice.
" emm... bu alice, ayah memerintahkanku untuk mengajakmu turun ke lapangan untuk memeriksa restoran di seongsokdong".
"saya? ". jawab alice agak canggung.
__ADS_1
"kalau begitu sampai jumpa besok" ucap seong joon".
waktu pulang kantor...
seong joon menelfon eun ra.
"halo eun ra, kamu senggang malam ini?". tanya seong joon.
" Ayo makan malam bersama". sambung seong joon.
1 jam kemudian mereka bertemu di restoran barbeque.
"aku akan memanggangnya untukmu". ucap eun ra.
" kamu pandai memanggang " ucap seong joon sambil tersenyum kagum melihat eun ra.
"ya, aku memang gadis bodoh, tapi ibuku bilang keahlian memasakku melebihi chef hahaha, konyol bukan, mungkin aku mewarisinya dari ayahku". ucap eun ra.
seong joon agak merasa aneh dengan perkataan eun ra. dia mengingat sesuatu yang di katakan eun ra saat kecil yaitu.
" ibuku bilang aku pandai dalam segala hal kecuali memasak, ayahku sangat pintar memasak seperti chef, tapi ibuku tidak pintar memasak. mungkin aku mirip ibu". ucap eun ra waktu kecil.
seong joon terdiam memikirkan perkataan eun ra di masa lalu.
"seong joon?,.... seong joon". eun ra memanggil seong joon yang terdiam.
" makanlah, kamu melamun" ucap eun ra.
"tidak". jawab seong joon sambil tersenyum....
alice makan malam bersama woo bin.
" alice kamu mah makan apa".tanya woi bin.
"ramen buatanmu haha, tidak aku bercanda. bagaimana kalau Tteokbokki". jawab alice.
restoran Tteokbokki....
" kamu masih tidak bisa memasak".tanya woo bin.
"aku tidak punya waktu untuk belajar". jawab eun ra.
" kamu harus belajar, kalau tidak suamimu kelak mau di kasih makan mi instan tiap hari hahaha". ucap woo bin bercanda.
"itu sebabnya aku harus mencari pasangan yang pandai memasak hahaaa" jawab alice.
woo bin tersenyum memperhatikan alice yang sedang bicara.
saat mereka jalan hendak ke parkiran, mereka berpapasan dengan seong joon dan eun ra yang keluar dari restoran sebelah.
"hey seong joon". sapa woo bin.
" woo bin..... sekretaris alice... kalian saling kenal rupanya". ucap seong joon.
"apa dia kekasihmu" ucap woo bin pura-pura menanyakan siapa eun ra.
"dia temanku eun ra". jawab seong joon.
" lain kali kita harus minum bersama oke! ". ucap woo bin.
mereka pun jalan masing-masing.
mobil seong joon....
" wanita tadi sekretaris ayahmu?, wajahnya tampak familier". ucap eun ra.
"kamu sudah pernah melihatnya sekali waktu rapat kan" jawab seong joon.
"iya, kamu benar". ucap eun ra....
__ADS_1
eun ra merasa sangat familier dengan wajah alice, karna wajah alice mirip ayahnya.
Bersambung......