
restoran atmosfer seongsokdong....
Alice sedang memberi arahan kepada pegawai restoran.
seong joon duduk di meja kerjanya sambil mengetuk-ngetukan jari tanganya di atas meja sambil terus memandang tajam alice yang sedang berbicara dengan pegawai restoran.
"JAR bolt of lightning, parfum itu aku pernah membelinya beberapa kali. tapi apa mungkin seorang sekertaris rela mengeluarkan 765 dolar AS hanya untuk parfum sekecil itu". ucap seong joon dalam hati.
alice mulai menyadari kalau seong joon mengawasinya, dia merasa takut kalau seong joon mengenalinya pada malam itu...
"apa dia mengenaliku. jika iya, kenapa dia diam saja" ucap alice bingung.
seong joon memanggil alice, lalu mereka duduk berhadapan.
"apa dia mau mengintrogasiku" ucap alice dalam hati.
"alice apa kamu penasaran? " ucap seong joon tiba-tiba berbicara santai dengan langsung memanggil nama alice.
"kenapa dia tiba-tiba memanggilku dengan santai tanpa bu atau sekertaris, aku jadi semakin takut" ucap alice dalam hati.
"penasaran tentang apa? " tanya alice.
"tentang semalam." ucap seong joon lalu diam sejenak.
alice sudah merasa deg-degan takut ketahuan.
"semalam aku sudah membuat rencana untuk masalah manager perusahaan nam jon woo." ucap seong joon.
"huhh...syukurlah nyaris saja" ucap alice dalam hati.
"sudah jelas itu dia" ucap seong joon dalam hati. seong joon tau yang semalam adalah alice, namun dia ingin tau lebih jelas dahulu kenapa alice ke rumah kosong itu.
lalu mereka membicarakan tentang manager perusahaan nam jon woo yang korupsi.
"cctv di sini pasti sengaja di rusak" ucap seong joon.
"mungkinkah semua pegawai di sini juga tau" ucap alice berbisik.
karna alice berbisik, seong joon mendekat agar bisa mendengar jelas apa yang alice katakan.
"mungkin saja" jawab seong joon
"sebenarnya aku memeriksa cctv di depan jalan sana, dan ternyata ada orang lain yang datang ke sini selain manager nam". ucap alice berbisik.
" siapa? " tanya seong joon berbisik juga.
alice mau menjawab, tapi saat alice melihat ke arah seong joon, wajah seong joon tepat di depannya. karna keasikan ngobrol bisik-bisik tanpa sadar wajah mereka sudah terlalu dekat, mereka terdiam dan bertatapan beberapa detik, lalu sama-sama memalingkan muka dengan gugup, keadaan pun menjadi canggung.
"aaaa... jadi kau mau bicara apa tadi? ". tanya seong joon mengalihkan suasana.
" direktur jang". ucap alice mebisikan ke telinga seong joon.
"lihatlah, di rekaman cctv ini menunjukan kalau dia datang setelah manager nam. anehnya dia datang setiap manager nam selesai memeriksa restoran". ucap alice sambil menunjukan rekaman cctv di laptop.
__ADS_1
"mungkin saja dia datang untuk makan" ucap seong joon.
"untuk apa dia datang jauh-jauh kesini hanya untuk makan" ucap alice.
"jadi menurutmu dia juga terlibat" ucap seong joon.
"entahlah" jawab alice.
malam hari.
karna bekerja sampai malam, seong joon dan alice makan malam bersama di restoran atmosfer.
mereka makan steak, tapi steak pesanan alice tertukar dengan pesanan orang lain yang merupakan steak babi, alice sangat benci daging babi.
"gimana kalau kita makan steak? " ucap seong joon.
"sepertinya bagus" jawab alice.
pesanan pun datang...
mereka pun mencicipi steaknya.
saat mengunyah steaknya alice mulai merasakan kalau yang di kunyahnya adalah daging babi, dia merasa mual sampai ingin muntah dan langsung lari ke toilet untuk memuntahkan makananya.
seong joon menyusul alice sampai depan toilet.
"arghhhh..! aku benci daging babi" ucap alice sambil mencuci mulut di wastafel.
alice pun keluar dari toilet dan kembali ke tempat duduk.
"maaf, aku pasti sudah membuatmu jadi tidak selera makan" ucap alice merasa bersalah dan malu.
"tidak masalah, itu bukan salahmu.
kamu terlihat sangat lelah, pulanglah biar aku suruh supir mengantarmu". ucap seong joon.
alice pun pulang.
seong joon mendapat telfon dari han eun ra.
"seong joon, bisakah kita makan malam bersama? " ucap eun ra di telefon.
"baiklah, kita bertemu di restoran dangam" ucap seong joon.
restoran dangam...
"eun ra, kau masih ingat waktu aku akan pergi ke amerika, dulu aku memberikanmu boneka beruang kecil, apa kamu sudah tahu isi rekaman boneka itu?, ah tapi itu sudah terlalu lama mungkin saja bonekanya sudah hilang" ucap seong joon.
eun ra tidak tau apapun soal boneka, tapi dia pura-pura tau.
"ahh.. boneka itu...tentu saja masih ada di rumahku". ucap eun ra berbohong.
" kau tau, 13 tahun lalu di hari ulang tahunmu aku membeli boneka itu dengan uang tabunganku, itu edisi terbatas mungkin sekarang sudah jadi barang antik hahaha" ucap seong joon.
__ADS_1
"begitukah?, apa uang tabunganmu habis hanya untuk membelikanku boneka beruang itu" ucap eun ra bercanda sambil tersenyum.
mereka pun bercanda dan tertawa.
eun ra merasa semakin menyukai seong joon, dan dia bingung akan menjalankan tugas dari ayahnya atau mengejar cintanya.
skip rumah alice....
alice sedang duduk di depan laptopnya sambil memandangi rekaman cctv di depan jalan restoran atmosfer.
saat dia melihat semuanya dengan teliti ternyata ada orang lain lagi yang datang yaitu ayahnya.
"han won seok! " ucap alice dengan senyum smirk.
alice akhirnya tau bahwa dalang di balik semuanya adalah ayahnya, namun dia tidak akan memberi tahu seong joon dan akan mengatasinya sendiri.
"dari siapa aku harus memulainya" ucap alice dengan nada tajam.
lalu alice menyelidiki status dan identitas direktur jang hyun soo.
"dulu dia tangan kanan ayah, dan sampai sekarang pun masih bekerja untuk ayah. mungkinkah dia juga salah satu dari 3 orang yang membunuh kakek. kalaupun bukan, dia pasti tahu sesuatu." ucap alice bicara dalam hati.
skip pagi hari...
hari ini mereka bekerja di kantor.
presdir lee hwon sung istirahat di rumah untuk beberapa bulan karna terlalu lelah, jadi seong joon harus menggantikannya, sementara alice sekarang jadi sekretaris seong joon.
setelah rapat dengan klien seong joon memanggil alice ke ruangannya.
"alice, saat rapat tadi menurutmu siapa yang paling mencurigakan?, direktur jang atau manager nam? ". tanya seong joon.
" kenapa anda bertanya padaku? ". ucap alice
"karna, aku percaya padamu". jawab seong joon.
" ahaha aku juga bingung" ucap alice pura-pura tidak tau.
"kenapa mulutku seperti tidak bisa berkata bohong kepada orang yang satu ini" ucap alice dalam hati
"apa lagi yang di sembunyikan wanita ini" seong joon bicara dalam hati.
alice bisa membodohi siapapun, namun sulit baginya untuk membodohi seong joon....
skip waktu istirahat...
woo bin menelfon alice.
"alice aku sudah menemukan detektif yang menyelidiki kasus kakek dan ibumu, dia orang yang sama". ucap woo bin.
" baiklah ayo kita bertemu malam ini" jawab alice.
Bersambung...
__ADS_1