
di akhir pekan alice dan woo bin menemui detektif jo nam tae yang menyelidiki kasus kematian ibu dan kakeknya, namun dia sudah lama berhenti sebagai detektif dan membuka restoran kecil. merekapun berbincang cukup lama.
"siapa yang menyuruhmu tutup mulut tentang kematian kakekku yang di bunuh?". tanya alice.
" maafkan aku,...... aku sangat merasa bersalah dan berdosa atas apa yang aku lakukan di masa lalu.
waktu itu aku terlilit hutang yang sangat besar, aku juga tidak bisa membiarkan diriku di bunuh oleh lintah darat, karna aku harus membesarkan 2 adik dan 1 anaku yang masih kecil tanpa istriku.
aku terpaksa menuruti perintah jaksa choi chan go karna dia berjanji akan melunasi hutangku, dia jaksa yang bertanggung jawab atas kasus ibu dan kakekmu". ucap detektif jo.
"kepala jaksa kim sangat baik padaku, tapi aku mengkhianatinya" sambung detektif jo sambil menangis.
"meski begitu, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan". ucap alice.
" aku permisi ke toilet dulu". ucap woo bin berbisik ke alice.
saat yon woo bin akan keluar dan membuka pintu,
di luar pintu ternyata ada gadis smp yang menguping pembicaraan mereka, dia adalah putri detektif jo.
" ayah, kau sungguh melakukannya? ". tanya gadis itu sambil berlinang air mata.
"ayah tau detektif tidak boleh melakukan itu. aku sangat bangga pada detektif, dan ingin mengikuti jejakmu. ayah katakan padaku bahwa kau tidak melakukanya, katakan padaku bahwa itu semua tidak benar". ucap gadis itu sambil berdiri dan menangis.
namun ayahnya diam saja.
gadis itu lari keluar dari rumah.
"yi seo, dengar penjelasan ayah..!! yi seo...!!" teriak detektif jo sambil mengejar anaknya.
saat perjalanan pulang, alice dan woo bin melihat yi seo sedang duduk sendirian di taman sambil menangis. alice dan woo bin menghampirinya.
"jangan menangis, ayahmu tidak seburuk itu dia pasti punya alasannya, kamu harus mendengarkan penjelasanya". ucap woo bin sambil mengusap kepala yi seo.
"dia memang sangat lembut" ucap alice dalam hati.
"aku kecewa pada ayahku, tapi aku tidak ingin dia di penjara, aku tidak bisa hidup tanpanya." ucap yi seo sambil menangis.
"ajussi tolong jangan masukan ayahku ke penjara" sambung yi seo tersedu sedu.
"yi seo dengarkan aku,.... setiap orang yang bersalah harus bertanggung jawab, namun ayahmu bukan penjahat yang sebenarnya, jadi percayalah dia akan baik-baik saja" ucap woo bin.
perjalanan pulang...
"haruskah kita memaksanya bersaksi dan menyerahkan diri? ". tanya woo bin sambil menyetir.
" tunggulah sebentar lagi, kita pikirkan solusi yang terbaik, agar tidak ada yang tersakiti" ucap alice.
"hal yang aku benci, salah satunya adalah ketika harus bersimpati pada orang yang bersalah". ucap alice dalam hati.
skip han eun ra dan seong joon di malam hari......
eun ra dan seong joon makan malam bersama.
" seong joon aku menemukan boneka beruang kecilnya, tapi audionya rusak jadi tidak berbunyi". ucap eun ra berbohong.
seong joon memegang boneka itu.
"maafkan aku karna sudah meragukanmu" ucap seong joon dalam hati sambil tersenyum.
5 jam yang lalu......
__ADS_1
han eun ra mencari boneka beruang kecil di mall, tapi tidak ketemu-ketemu. lalu dia bertanya ke salah satu penjual.
"apa kamu menjual boneka beruang kecil antik tahun 2008?, boneka itu edisi terbatas dan bisa merekam". tanya alice ke penjual boneka.
"aku akan mencarikanmu jika kamu bersedia membayar mahal". ucap penjual.
" tentu saja, aku punya banyak uang" jawab eun ra.
setelah menemukan bonekanya, eun ra sengaja merusak perekamnya, agar seong joon tidak menanyakan apa isi rekaman itu.
skip pagi hari di kantor....
pagi-pagi eun ra mendatangi kantor seong joon.
"kamu serius sekali pagi-pagi begini".ucap eun ra sambil berdiri di samping seong joon yang sedang duduk di depan komputernya.
"apa ada masalah perusahaan?, ceritalah padaku, siapa tau ada yang bisa aku bantu". ucap eun ra.
karna eun ra bertanya seong joon menceritakan tentang masalah pegawainya yang korupsi.
" untuk apa gadis tengil itu kesini pagi-pagi buta" ucap alice dalam hati sambil duduk melihat mereka dari jendela kaca di depan mejanya.
seong joon menyadari kalau alice memandangi mereka, dia langsung menutup jendela kaca dengan remotnya.
"bhahhh.... haruskah sampai di tutup hahaha" ucap alice dengan tertawa kesal.
setelah eun ra pergi, alice masuk ke ruangan seong joon untuk memberikan dokumen.
"ini jadwal anda hari ini, dan ini dokumen yang harus di tanda tangani". ucap alice sambil menyerahkan dokumen.
"apa anda butuh sesuatu yang lain?, jika tidak saya permisi". ucap alice.
" alice". panggil seong joon.
"ya". jawab alice.
" kamu sepertinya penasaran tadi, sampai mengintip lewat jendela". ucap seong joon.
"ahaha... saya tidak mengintip, lagi pula jendelanya memang tepat di depan meja saya".ucap alice.
" memangnya apa yang kalian bicarakan?, apa anda menceritakan tentang korupsi? " tanya alice.
"ya, itu yang dia tanyakan, lalu aku menceritakanya". jawab seong joon.
"hahh... kenapa kamu menceritakan hal itu padanya...! " ucap alice spontan.
seong joon terkejut dan menatap alice.
"aaa... emm.. maksudku anda harus lebih berhati-hati saat menceritakanya ke orang lain". ucap alice tergagap-gagap.
" dia bukan orang lain, perusahaan kita bekerja sama, aku juga kenal baik ayahnya, jadi aku mohon padamu jangan melampaui batas kecurigaan". ucap seong joon.
"sial, seharusnya aku memasang perekam di sini". ucap alice dalam hati.
skip malam hari.
karna pekerjaan menumpuk, seong joon dan alice lembur sampai malam.
jam 11 mereka akan pulang, seong joon sudah masuk ke mobil, namun alice sekilas melihat ada beberapa orang mencurigakan yang masuk kantor.
"pak lee, tunggu sebentar barangku ada yang ketinggalan".ucap alice beralasan.
__ADS_1
"baik, ambilah dulu". jawab seong joon.
alice pun naik lagi ke kantor, dan benar sekali, ada 4 orang yang sedang mengobrak abrik mencari dokumen-dokumen penting di ruangan seong joon.
alice langsung masuk dan berkelahi dengan mereka.
karna mendengar keributan, seong joon pun menyusul alice. saat seong joon datang 3 dari 4 orang sudah di buat pingsan oleh alice, tinggal 1 orang yang sudah memegang dokumen penting, namun dia membawa pistol.
seong joon menendang penjahat itu dari belakang hingga tersungkur. namun penjahat itu menembakan pistol ke arah alice. namun alice menghindar dan peluru menghancurkan kaca jendela.
"pyanggggg....!!!! ". suara kaca jendela yang pecah.
seong joon akan menutup matanya, tapi sudah terlambat, dia mengalami kesulitan bernafas dan takut karna fobia terhadap tembakan, sejak ibunya mati di tembak penjahat dia mengalami trauma berat jika melihat penjahat menembakan pistol.
alice memencet tombol panggilan darurat ke polisi, penjahat itupun kabur membawa dokumenya. alice tidak mengejarnya karna harus menolong seong joon yang sesak nafas.
"pak lee..!, tenanglah, jangan takut. tidak ada yang terluka dan penjahatnya sudah pergi".ucap alice menenangkan dan memberinya 2 pil obat penenang.
lalu seong joon menelan obatnya, alice hendak berdiri mengambilkan air minum, namun seong joon menarik alice dan memeluknya dengan erat sambil mengatur nafasnya karna ketakutan.
alice terkejut, namun dia mencoba mengerti dan menepuk halus punggung seong joon dengan kedua tanganya.
polisi pun datang dan membawa 3 penjahat yang tergeletak.
skip rumah seong joon.
alice mengantar seong joon pulang ke rumahnya, dia memiliki rumah sendiri dan tinggal terpisah dengan ayahnya.
seong joon diam saja dan tidak berkata apapun sejak dari kantor, dia hanya duduk di sofa melamun, lalu alice membuatkanya teh hangat.
saat alice kembali seong joon sudah tertidur sambil duduk dengan dasi yang masih terikat kencang.
"pak lee setidaknya lepaskan dasimu sebelum tidur" ucap alice.
namun seong joon tidak mendengarnya karna sudah tidur.
"kamu masih belum berubah sedikitpun". ucap alice bicara sendiri sambil memandangi seong joon.
lalu alice mencoba melepas dasi seong joon dengan hati-hati. namun, saat dasinya sudah terlepas, seong joon terbangun.
alice agak terkejut.
" ahhh... pak lee, aku berani bersumpah...!, aku tidak berencana untuk melepas semua pakaianmu. aku hanya ingin melepas dasimu yang terlalu kencang, itu tidak baik untuk pernafasanmu saat tidur. sungguh... aku tidak bohong". ucap alice bicara terburu-buru.
namun seong joon hanya diam sambil menatap alice.
"kalau begitu aku permisi pulang, istirahatlah dengan baik". ucap alice
lalu alice melangkahkan kakinya, namun seong joon meraih tangan kanannya.
" bisakah kamu di sini 5 menit lagi sampai aku tidur". ucap seong joon dengan wajah sendu.
alice pun duduk di karpet bulu tepat di depan seong joon duduk.
"tidurlah".ucap alice.
karna terlalu lelah alice tertidur sambil duduk dan kepalanya berada di paha seong joon yang sedang tidur sambil duduk di sofa. mereka tidur hingga pagi.
tahap awal dari cinta adalah merasa nyaman saat bersama seseorang, di manapun kita berada, apapun yang kita lakukan dan merasa nyaman dengan kekurangan pasangan kita.
Bersambung....
__ADS_1