
Hanmond group....
di ruangan ceo, han won seok berbincang dengan seorang pria, ternyata dia adalah direktur jang hyun soo. dia datang memberikan dokumen yang di curi dari kantor seong joon.
"ahahahahahaaaaa sekarang aku bisa menggeser kedudukan bonson group tanpa resah rahasiaku di dokumen ini terbongkar, hanmond group akan jadi nomor satu di negara ini, bukankah begitu direktur jang ahahahahahaaaa". ucap pimpinan han sambil tertawa.
" ya pak, anda benar. tapi saya ingin anda menjamin saya aman dari polisi". jawab direktur jang.
"jangan khawatirkan itu, selama kamu masih melakukan tugasmu dengan benar, aku akan menjamin keamananmu.
setelah selesai bicara, direktur jang keluar dari ruangan pimpinan han. di luar pintu dia berpapasan dengan han eun ra yang hendak ke ruangan ayahnya.
direktur jang menyapa dengan menundukan kepalanya lalu pergi tanpa mengucapkan apapun.
eun ra merasa ada yang aneh, yang eun ra tahu direktur jang adalah direktur bonson group dan tidak tahu kalau dia mantan direktur hanmond , karna eun ra terlalu lama tinggal dari luar negri.
"bukankah dia direktur bonson, ada urusan apa dia bertemu ayah tanpa seong joon". ucap eun ra dalam hati.
eun ra pun masuk bertemu ayahnya dan duduk di sofa sambil meminum secangkir teh.
"ada urusan apa ayah dengan direktur jang? ". tanya eun ra.
" apa lagi kalau bukan bisnis. bagaimana, apa kamu dapat informasi baru dari ceo lee seong joon?" ucap ayahnya.
"dia bilang direktur jang korupsi."
" tunggu..! jangan bilang ayah dalang di balik semua ini". ucap eun ra.
"ahaahaaaa... eun ra putriku, sudah dewasa kamu masih saja polos, ibumu sangat pintar dan licik, kamu harus banyak belajar dari ibumu ahahahahaaa".jawab sang ayah.
bonson group....
setelah selesai rapat pagi seong joon dan alice duduk di tempat masing-masing.
seong joon menatap alice dari jendela kaca, dia merasa canggung setelah semalam memeluk alice. alice melihat ke arah seong joon yang sedang memandanginya, lalu seong joon dengan buru-buru memencet remot penutup jendela.
alice akan memberikan jadwal seong joon namun dia juga merasa canggung karna semalam ketiduran di pangkuan seong joon sampai pagi.
"aissshh... aku tidak sanggup bertemu
dengannya".ucap alice.
namun alice memberanikan diri dan masuk.
" pak ini jadwal anda hari ini dan dokumen yang harus anda tanda tangani". ucap alice.
seong joon diam saja sambil menatap alice, mereka merasa canggung. seong joon ingin menjelaskan soal semalam tapi sangat sulit baginya memulai pembicaraan.
"apa anda butuh sesuatu? ".tanya alice.
__ADS_1
alice bicara dalam hatinya dan berharap seong joon bilang tidak agar dia bisa segera keluar.
" tidak". jawab seong joon".
"kalau begitu saya permisi". jawab alice merasa lega.
alice berbalik dan baru berjalan beberapa langkah, namun seong joon memanggilnya.
" sekretaris alice". panggil seong joon.
"ya". jawab alice sambil memutar balik badanya.
" soal semalam..... aku..... aku". ucap seong joon tergagap-gagap.
"semalam anda ketakutan karna fobia terhadap tembakan, saya mengerti itu". ucap alice lantang namun sebenarnya deg-degan.
" ya, kamu benar". ucap seong joon merasa canggung.
"kalau begitu saya permisi". ucap alice lalu keluar.
" aisshhh.. kenapa panas sekali". ucap seong joon sambil melonggarkan dasinya.
"huhhh, kenapa detak jantungku secepat ini". ucap alice sambil melihat gelang pendeteksi tanda vital yang di pakainya.
skip kantor polisi...
sepulang kerja seong joon dan alice ke kantor polisi, untuk mengintrogasi 3 penjahat yang tertangkap.
" pak lee apa saja yang hilang di curi oleh penjahat yang kabur". tanya polisi.
"aku sudah mengecek semuanya, tapi tidak ada yang hilang". ucap seong joon.
" tapi pak polisi, aku melihat penjahat yang kabur membawa sebuah dokumen, aku rasa dia mengambilnya dari balik lukisan besar. dia membuka tembok di balik lukisan itu dan mengambil sebuah dokumen". ucap alice.
"benarkah?, ayah tidak pernah memberi tahuku tentang sesuatu di balik lukisan". ucap seong joon.
"anda sedang ketakutan jadi tidak melihat dengan jelas". ucap alice.
polisi pun berkata akan menyelidiki lebih lanjut.
merekapun pulang ke rumah masing-masing.
seong joon duduk di depan laptopnya sambil berfikir tentang dokumen di balik lukisan di kantor.
" apa yang ayah rahasikan, kenapa dia tidak pernah cerita tentang dokumen itu. lalu apa alasan ayah mempercepat pensiun dan pergi ke amerika, aishh.. aku hampirr gila". ucap seong joon bicara sendiri.
seong joon pun pergi lari malam untuk melepas stres.
alice sedang duduk di depan laptopnya.
__ADS_1
dan berfikir sepertinya ada bukti lain yang ketinggalan di rumah kosong bekas kakeknya tinggal dulu. bukti itu adalah pulpen perekam yang di taruh alice saat kakeknya akan di tembak.
akhirnya alice memutuskan akan mengambil pulpen itu.
"untuk kesana aku harus menunggu si seong joon tidur". ucap alice.
jam 10 malam alice pergi ke rumah kosong itu.
saat sampai di depan gerbang, seong joon yang baru pulang sehabis lari malam memergoki alice yang sedang memanjat gerbang. lalu seong joon mengikutinya diam-diam.
setelah sampai di dalam alice mengambil pulpen itu, namun saat alice akan keluar seong joon menghadangnya.
"apa yang kamu curi dari rumah kosong ini". ucap seong joon.
alice tidak menjawab dan langsung menutupi wajahnya dengan lengan dan menginjak kaki seong joon, alice akan lari tapi seong joon meraihnya dan mendorongnya ke sofa, alice jatuh tersungkur di sofa yang penuh debu hingga banyak debu masuk ke hidungnya dan membuatnya sesak nafas dan pingsan. seong joon segera membangunkanya.
"sudah ku duga dia alice. aishhh.... alice bangun hey...! alice... alice". ucap seong joon membangunkan alice yang pingsan.
namun alice tidak bangun juga, lalu seong joon memberinya nafas buatan beberapa kali, dan akhirnya alice pun bangun. dia terkejut dan langsung berdiri dengan rasa bingung bagaimana cara menjelaskan semuanya. alice akan pergi tapi seong joon mengatakan sesuatu.
"mari kita bicara". ucap seong joon.
" ya, kita harus bicara". jawab alice.
mereka pun bicara di rumah seong joon yang berada di samping rumah kosong itu. mereka duduk berhadapan di sofa dengan jarak 1 meter, mereka hanya diam dan seong joon terus menatap alice, sehingga membuat alice gemetar.
"jadi sedang apa kamu di rumah kosong itu? " tanya seong joon memulai pembicaraan.
"aa aku..."ucap alice tergagap-gagap
"membuka kebohongan kecil untuk menutupi kebohongan besar itu tidak masalah". ucap alice dalam hati.
" baiklah aku akan menjelaskan semuanya". ucap alice dengan lantang.
"jadi.... direktur jang hanya alibi, dia bukan dalang di balik semuanya".ucap alice.
" jadi, apa hubunganya dengan rumah kosong di sebelah?. dan lalu siapa dalang di balik semuanya?". tanya seong joon.
dengan ragu-ragu alice pun menjawab.
"ceo han won seok". jawab alice.
" heyyy... kamu pasti bercanda, mana mungkin dia mengkhianati ayahku. kamu jangan menuduh orang tanpa bukti". ucap seong joon.
alice menunjukan bukti rekaman cctv di hanmond group yang di rentasnya.
"lihat, direktur jang datang ke hanmond group tanpa sepengetahuanmu, sudah jelas dia membicarakan rencananya dengan ceo han, dan direktur jang dahulu adalah mantan tangan kanan ceo han, mungkin saja sampai sekarang, dia sengaja di kirim ke bonson untuk mengendalikan perusahaanmu dan satu lagi, han eun ra mendekatimu sebagai mata-mata, itu sebabnya aku kemarin memintamu berhati-hati padanya" . ucap alice.
"di rumah kosong itu, ceo han pernah membunuh seorang pria, namun pihak hukum melindunginya karna tidak ada bukti, karna itu aku mencari bukti untuk menjatuhkanya". sambung alice.
__ADS_1
" sekretaris alice, ini adalah masalahku. sebagai sekretaris kamu sudah melampaui batas, kerjakan saja pekerjaanmu sebagai sekretaris dan jangan ikut campur urusanku lagi". ucap seong joon, agak kesal karna alice bilang eun ra mata-mata.
Bersambung.....