Gadis penghilang Trauma Ceo

Gadis penghilang Trauma Ceo
01.Kesal


__ADS_3

"tungguu..kamu mau pergi kemana ra" ucap seorang pria setengah berlari mengejar gadis di depannya.


"saya mau pulang pak.kan jam kerja sudah berakhir."balas gadis itu berjalan terburu-buru dengan raut wajah kesalnya.


"biar sayaa antarr sajaaa."teriak pria itu lagi.namun tidak ada lagi jawaban dari gadis di depannya.gadis itu hilang begitu saja bagaikan hangus ditelan bumi.


seorang Gadis memasuki usia 20 tahunan itu menghentak-hentakkan kakinya kesal keluar dari sebuah perusahaan besar dan ternama di kota itu.


Gadis cantik dengan rambut panjang yang diikat sembarangan dan memakai kacamata besar,gayanya yang terlihat cupu tetap saja tidak menutupi kecantikannya.


Diandra Amaris,nama gadis cantik yang cupu itu.


saat ini ia telah bekerja di perusahaan besar sebagai cleaning servis.ia telah sah diterima bekerja seminggu yang lalu.


"berhenti pak"ucapnya memberhentikan mobil angkot yang bisa membawanya pulang ke rumahnya.


kejadian tadi yang sudah berusaha dilupakannya terngiang kembali di kepalanya saat sudah duduk di angkot itu."hufff aku sangat tidak bahagia hari ini.siapa pria itu,lancang sekali dia mengataiku seperti tadi"gumamnya dalam hati."lihat saja nanti, walau dia pria terkaya dengan jabatan apapun di kantor tetap saja dia sudah mengataiku yang tidak-tidak dan jika kami bertemu lagi aku akan membalasnya.lagian dia yang lebih dahulu menabrak ku tadi,dasar tidak punya sopan santun."gumamnya terus di dalam hatinya.


dilihatnya lagi ke arah jalanan yang sedang dilewati angkot itu.dia merasa sedikit bingung dengan jalan-jalan yang dilewati itu.


"berhenti pakkkk."teriaknya tiba-tiba membuat seluruh penumpang di angkot itu kaget dan seketika angkot itu mengerem mendadak karena ikut kaget juga.


"hehe maaf semuanya." ucapnya malu dan sedikit nyeri melihat tatapan horor dari seluruh manusia di angkot itu. diambil uang di tasnya dan diberinya kepada supir.angkot yang menurutnya berisi manusia horor itu pun pergi meninggalkannya.


" huhh sudah terlewat'kan,aku melamun sih.ini semua salah pria yang tadi." gumamnya lagi-lagi di dalam hati.ia pun berjalan menuju jalan kerumahnya.untung saja ia terlewat tidak terlalu jauh jadi ia tidak terlalu jauh berjalan.setelah memasuki gang sempit ia pun tiba dirumahnya.


saat memasuki rumah dilihatnya ada seorang bapak-bapak tertidur di kursi sederhana di rumahnya."siapa dia."gumamnnya.dicarinya ibunya yang ternyata sedang memasak di dapur.


"ibu,Diandra sudah pulang."diraihnya tangan ibunya dan disalaminya.


"ehh nak.capek ya.ibu buatkan teh yaa." ucap wanita paruh baya itu tersenyum melihat anak semata wayangnya.


"enggak kok bu.tidak usah Bu.bapak yang didepan itu siapa Bu?"


"ibu juga tidak tahu namanya nak.tadi pagi ayahmu menjumpainya sudah pingsan di pinggiran jalan raya.lalu ayahmu membawanya ke rumah setelah ibu cek ternyata badannya sangat panas."


"ya ampun,kasihan ya bu.semoga bapak itu cepat Sadar ya Bu.terus ayah pergi kemana Bu,ia balik kerja lagi?"


"Amin nak,semoga saja.ia setelah ayahmu tadi mengantarkan bapak itu kesini ia pergi kerja lagi"


"yasudah Bu,Diandra ke kamar dulu ya bu. mau istirahat."

__ADS_1


"ia nak.ingat jam makan."


"pasti ibu." balasnya.


Diandra adalah anak tunggal di keluarganya.ayahnya bernama Hartono dan ibunya suryani.mereka tinggal di pinggiran kota.hidup mereka terbilang sederhana.ayah Dianra bekerja sebagai supir dari angkot temannya sedangkan ibunya tukang cuci keliling tapi sekarang tidak lagi karena sudah dilarang oleh Diandra dan ayahnya karena ibunya kini sering sakit-sakitan.


dimalam hari, setelah selesai makan tiba-tiba terdengar suara orang batuk-batuk dari ruangan depan.ayah ibu dan Diandra segera berlari kedepan.


"eh bapak sudah sadar."


"memangnya saya dimana,anda siapa? tanya bapak itu dengan wajah berkerut.


"om sedang berada di rumah kami.tadi ayah saya menemukan om pingsan dipinggir jalan,lalu ayah membawa om kesini." ucap Diandra tersenyum ramah dan setelah itu pergi bergegas ke dapur.


"diminum om." ujar dindra ramah menyerahkan secangkir air hangat.


" hmm terimakasih.kamu gadis yang baik."


"hehe om bisa saja."


"kalau boleh tahu bapak berasal dari mana?" tanya ayah Diandra sopan.


tidak ada sahutan dari bapak itu.dia seperti tengah memikirkan sesuatu.


"ehh ehh iaa iaa.saya juga masih belum ingat.kepala saya jadi pusing." ujar bapak itu sambil memegang kepalanya.


"yasudah yasudaah bapak istirahat saja dahulu.mohon dimaklumi pak rumah kami hanya seperti ini.maaf jika bapak kurang nyaman."ujar ibu Clara menengahi.


"ini sangat nyaman bagi saya.terimakasih sudah mengijinkan saya tidur disini."


" tidak perlu sungkan-sungkan pak.kalau nanti bapak perlu apa-apa bapak bisa memanggilkan kami."ujar ibu Diandra ramah.


"hmm pasti."


ayah ibu dan Diandra pergi ke kamarnya masing-masing.


suasana di kamar Diandra begitu tenang.Diandra merenung mengingat kejadian satu hari ini.tiba-tiba ia teringat dengan kejadian siang tadi."ya tuhan kenapa aku selalu mengingatnya aku sangat membencinya.kirimkan karmamu kepada pria yang sudah mengataiku itu tuhan.amin." ujarnya berbicara sendiri dikamar.


tidak membutuhkan waktu yang lama kini ia bisa tidur dengan nyenyak.tanpa memikirkan hal kesialan apa saja yang dialaminya hari ini.


..........................

__ADS_1


pyarrr pyaarrr


terdengar suara aneh dari luar rumah.


"hoaammm..ini suara apa sih tidurku jadi terganggu."ujar Diandra yang belum sepenuhnya sadar.


dengan lemas ia berjalan kedepan rumah.


dilihatnya bapak itu,ia tidak terganggu sama sekali.


"hei kalian siapa.mau apa kalian?"tanya Diandra bingung melihat ada beberapa orang dengan tubuh tegap dan memakai seragam hitam.hal itu berhasil membuatnya sedikit ketakutan.


"Anda tidak perlu tahu kami siapa.kami disini hanya ingin membawa tuan kami."jawab salah satu dari mereka


"ha tuan.tuan bagaimana?tanya Diandra bingung.


"huhh anda tidak usah banyak tanya.sekarang izinkan kami masuk kedalam.kami hanya membutuhkan tuan kami."jawab salah satu dari mereka tegas dan terdengar sedikit mengancam.


"tidak bisa.memngnya kalian siapa.tidak bisa sembarangan lah masuk ke rumah orang."jawab Diandra kesal dengan sikap mereka


" heii jangan sampai kami berbuat kasar kepada anda nyonya.minggir-minggir."


".aduhhh dasar manusia tidak punya sopan santun.mentang- mentang pakai seram menyeramkan seperti itu anda pikir saya takut ha.."ketus Diandra kesal


"ada apa ini?" tanya ayah Diandra yang keluar dari kamar disusul oleh ibunya.


"maaf kami mencari tuan kami.izinkan kami masuk kedalam." ujar salah satu dari mereka yang sedikit lebih sopan.


"ada apa ini." jawab bapak yang ditemukan ayah Diandra tadi dengan wajah yang sulit diartikan.


"tuan kami mohon pulanglah tuan."ujar mereka


"saya mau disini dulu.kalian pergilah."ujar bapak itu.


"haaa.sebenarnya ada apa ini Om? tanya Diandra bingung.


".eh nak.tidak baik menengahi orang begitu.tidak sopan" ucar ibu Diandra.


"iaa maaf Bu."


"ayolah tuan.kami mohon.kami semua sudah mendapatkan amukan dari tuan muda.apa tuan Setega itu kepada kami.?ujar salah satu dari mereka memelas

__ADS_1


"pulanglah.saya ingin disini dulu."jawab bapak itu kemudian ia masuk kedalam rumah.Ayah,ibu juga diandra dibuat bingung dengan kejadian ini.


__ADS_2