
tak usah banyak tanya,sekarang kamu pulang."
"hmm iaa iaa",
Austino mematikan sambungan teleponnya.kemudian ia menuju Lift untuk turun kelantai dasar.
tak butuh waktu lama kini ia sudah sampai di rumah besar nan mewah kediaman keluarganya.
di tama rumah itu ayahnya sudah menunggunya hendak berbicara padanya.
.................
sesampainya dirumah,Diandra membuka pintu.berusaha ditutupinya segala kesedihannya dan kekesalannya.ia paling tidak suka jika harus menceritakan masalah yang sedang menimpali kepada orang-orang apalagi jika itu orangtuanya.
setelah membuka pintu dan mengucapkan salam ia masuk kedalam.ia bingung melihat keadaan ayahnya yang pucaat.ayahnya terlihat sangat lemah tak berdaya.
"ibu,ayah kenapa." tanyanya cemas kepada ibunya.
"ayah hanya kacapean saja nak.kamu tidak usah khawatir."ujar ayahnya pucat.
Diandra memandang ibunya dan ayahnya bergantian.filingnya berkata jika ada yang disembunyikan oleh kedua orangtuanya.
"Diandra tidak percaya ayah.sebenarnya ada apa dengan ayah,ibu?" tanyanya sekali lagi kepada ibunya.
" ibu juga tidak tahu nak.ibu ingin membawa ayah ke Rumah Sakit namun kita belum cukup biaya.semoga ayahmu benar hanya sedang kecapean saja."ujarnya.sebenarnya ini bukan kali pertama ia mendapati suaminya terkulai tak berdaya seperti ini.hanya saja pada hari-hari ini sebelumnya suaminya itu berusaha untuk menutupinya dari Diandra.
"hmm semoga saja ibu.ayah yang semangat yaa.nanti kalau Diandra gajian kita akan ke ru-"Perkataan Diandra berhenti."bagaimana mungkin aku bisa gajian aku sudah dipecat tadi.tuhan bagaimana ini,aku sudah dipecat dan Sekarang kami membutuhkan biaya untuk ke rumah sakit.tuhan bantu aku." gumam Diandra dalam hati.
"nakk..naakk kamu kenapa,sedang ada masalah?" tanya ibu Diandra yang bingung akan sikap anaknya yang tiba-tiba melamun sebelum menyelesaikan perkataannya.
"ti tidak kok Bu.Diandra baik-baik saja." tanyanya berusaha santai untuk menutupi kesedihan dan kecemasannya.
"tidak ada masalah dengan kantor?"
__ADS_1
"tidak ibu.semuanya baik-baik saja Dan tetap akan baik-baik saja.ibu tidak perlu khawatir kita akan membawa ayah ke rumah sakit kalau Diandra sudah Gajian.dan ayah untuk sementara tidak perlu bekerja.uang tabungan Diandra yang akan memenuhi kebutuhan kita."ujar Diandra tersenyum.
"kamu memang anak yang baik nak.anak yang selalu membuat ayah dan ibu bangga dan bahagia.tuhan sangat baik sudah mengijinkan mu lahir di kehidupan kami.semoga semua urusanmu dimudahkan oleh tuhan." ujar ayah Diandra begitu terharu akan setiap perlakuan putri tunggalnya kepadanya.
"Amin ayah.ngomong-ngomong om yang ayah temukan semalam sudah pulang ?" tanya Diandra yang memang sudah ingin ditanyakanmya dari tadi.
"sudah nak.tadi ada seorang pria tampan beserta beberapa bodyguard nya datang kemari untuk menjemput bapak itu." jawab ibu Diandra.
"hmm begitu yaa.padahal kan Diandra belum sempat kenalan dengan om itu." ujar Diandra.sikapnya yang ramah dan ingin tahu akan apa yang sedang menimpa orang disekitarnya membuat ia menjadi gadis yang suka membantu hingga sekarang.meski tidak dengan materi,banyak tetangga yang suka terhadap dirinya.
"ia yaa mungkin lain kali kita akan berjumpa dengan bapak itu lagi.ibu kaget melihat banyaknya bodyguard yang dibawa oleh pria tampan yang mungkin anak bapak itu nak.pria tampan itu juga menyerahkan amplop yang tebal tadi kepada ibu karena sudah menerima ayahnya tidur disini tapi ibu menolaknya.anak bapak itu juga kelihatannya baik meski terlihat dingin dan cuek.sepertinya bapak itu mempunyai masalah dengan keluarganya." jelas ibu Diandra.
"maksud ibu?"tanya Diandra penasaran.
"tadi anak bapak itu berusaha membujuknya untuk pulang.bapak itu bilang kalau ia merasa bosan dan kesepian dirumah.soalnya anaknya memarahi bapak itu karena keluar tanpa sepengetahuannya dan bodyguard nya padahal kesehatan bapak itu sedang menurun" jelas ibu Diandra lagi.
"oo begitu.semoga bapak itu cepat sembuh ya Bu."ujar Diandra prihatin.
"kalau begitu Diandra kekamar ya ayah,ibu.Diandra juga ingin mandi."ujarnya kemudian pergi kebelakang menuju kamarnya.
di kediaman Austino.
"kenapa kita harus kerumah Mereka lagi yah.kan aku tadi sudah menyerahkan banyak uang pada mereka,mereka tidak menerimanya.terus kita harus berbuat apa.biarkan saja ayah tunggu saja apa yang mereka inginkan.orang seperti itu biasanya memang banyak maunya."ujar Austino sedikit kesal dengan permintaan ayahnya yang bersi keras untuk kembali kerumah kumuh menurutnya itu lagi.
"jaga ucapanmu austin.mereka keluarga baik-baik.ayah lebih memilih tinggal di rumah kumuh mereka ketimbang disini."ujar ayahnya tak Kalah kesal
"jadi ayah lebih memilih mereka yang ayah baru kenal daripada Austin.ayah bilang ayah kesepian, sekarang Austin rela tinggal dirumah ini.ayah mau apalagi.memangnya Austin masih belum cukup menjadi anak yang baik menurut ayah"ujar Austino yang tak habis pikir dengan jalan pikiran ayahnya.
"kamu sudah Sangat baik Austin.tapi Ayah mohon menikahlah.ayah ingin melihat cucu ayah sebelum ayah pergi dari bumi"ujar ayahnya.
"ayah selalu saja menyuruh Austin menikah.aku nggk mau ayah.aku membenci wanita.wanits itu jahaatt." ujarnya.permintaan ayahnya itu membuatnya sering kali mengelak dan pergi meninggalkan ayahnya.
"kalau ayah ingin cucu, Austin bisa mengadopsi anak kecil bila perlu Austin bisa membangun panti asuhan disini tapi Austin mohon ,jangan terus-terusan memaksa Austin untuk menikah." sambungnya lagi tegas dan dingin.
__ADS_1
"tidak semua wanita sama seperti ibumu nak.tolong buka hatimu.mau sampai kapan kamu begini." ujar ayahnya.Ia sedih melihat anaknya yang sampai saat ini masih membenci wanita.
"terserah ayah saja." jawab Austin kesal kemudian berlalu meninggalkan ayahnya di taman.percakapan itu adalah hal yang paling tidak disukainya saat berbicara pada ayahnya
"ini semua karena ulahmu Eva lihatlah sekarang anakmu. penuh dengan luka."gumam Ayah Austino.
........
di rumah Diandra,setelah selesai jam makan malam ia membuka handphone miliknya.sesuatu yang jarang sekali digunakannya itu.berbeda dengan orang-orang pada umumnya apalagi orang-orang seusianya.
"hah dari tadi pak Reza menelpoku,apa ada sesuatu yaa."pikirnya bingung melihat banyak panggilan masuk dari orang Bernama Reza itu
Diandra pun kemblai menelponnya.di deringan ke 3 panggilan tersambung
"hallo pak.ada apa tadi bapak menelepon saya.maaf saya baru buka hp." ujar Diandra
"hiss kamu ini kebiasaan.besok kembali bekerja yaa." jawab Reza santai
"ma maksud bapak.saya kan sudah dipecat pak."ujar Diandra bingung
"kamu tidak jadi dipecat.tadi saya sudah memintanya kepada presiden direktur dan sudah disetujui.besok datang seperti biasanya.oke"
"haa beneran pak.ini nggk bohong kan?"
"ya bener ngapain saya bohong."jawab Reza
"yeeeeee makasih pak.makasih banget.bapak baik banget."
"iya saya memang begitu.terimakasih sudah memuji."ujar Reza senyum-senyum tidak jelas.
"bapak ini iss."Jawab Diandra yang menurutnya Reza berlebihan.
"hahah ya sudah kamu istirahat.besok ingat masuk kerja seperti biasa."
__ADS_1
"baik pak.selamat malam" Diandra mematikan sambungan teleponnya.
di rumah Reza tepatnya di kamarnya, Reza sudah senyum-senyum sendiri."aku rasa aku benar-benar mencintainya."gumamnya dalam hati