Gadis penghilang Trauma Ceo

Gadis penghilang Trauma Ceo
03.Dipecat


__ADS_3

"ma maaf paak.saya sungguh tidak sengaja." ucap Diandra memberanikan diri mengangkat kepala


saat melihat wajah pria itu tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah


"OOO kamuu haha.syukurr.mungkin itu karma dari Tuhan haha."ucapnya.ekspresi wajahnya berubah 180 derajat.


"apa kamu bilang.kamu wanita semalam yaa.wanita penggoda dengan gaya sok alim and cupu cuihhh sekarang juga saya pecat kamu."


"memangnya anda siapa?" tanya Diandra Sok berani padahal ia sedikit merasa takut akan kata pecat itu.


"apaaaa.kamu tidak tahu saya siapaaa."bentak pria itu membuat orang-orang yang ada di ruangan rapat dan orang-orang disekitarnya mendengar suara keras itu.semuanya langsung berdatangan menghampiri.baik Bu sari juga sudah datang menghampiri mereka.


"ee me..memangnya andaa siapa?"tanya Diandra.kini dia terlihat sangat takut.meski mukanya ditutupi kacamata besarnya ketakutannya masih terlihat.


"siapa ketua ob disini?" tanyanya dengan nada membentak.kedua tangan pria itu dilipatnya didada.auranya semakin terlihat dingin namun tidak menutupi ketampanannya


"saa saayaa pak." jawab Bu sari gemetar.


"kenapa kamu mempunyai anak buah seperti dia.gadis cupu degil dan murahan ini."ujar pria itu


"bapak bilang apa haa.bapak bilang saya murahan.memangnya apa yang bapak tahu tentang saya." ketus Diandra murka.apapun bisa diterimanya.tapi tidak dengan kata bahwa ia adalah wanita yang murahan yang jelas-jelas menjatuhkan harga dirinya.


"heeii Diandra jaga ucapanmu kepada tuan."ujar bi sari murka


"memangnya kenapa.pokoknya kamu saya pecat.lihat tatapan matamu itu seperti menantang padahal kau berusaha menggodaku.kau pikir aku tidak tahu trik-trik seperti itu.pergi kau." ucap pria itu datar dan dingin.


"asal bapak tahu saja.tanpa bapak usir pun saya akan pergi.saya tidak terima jika harga diri saja dijelekkan seperti itu." ujar Diandra dengan wajah semakin murka


"yaa baiklaah asal kau tahu diri.saat ini saya sebagai presiden direktur pusat sendiri yang langsung memecatmu.wahai ob tak tahu diri."


"haaa ba baiklaahh.sungguh kehormatan bagi saya jika sang presiden direktur yang memecat sayaa.baiklaah saya akan pergi wahai tuan yang punya segalanya dan bisa melakukan semuanya sesuai kemauannya.terimakasih." ujarr Diandra sedikit takut namun mencoba memberanikan diri.walau sebenarnya dia sangat kagett bahwa yang membuatnya kesal dua hari ini adalah seorang yang mempunyai kekuasaan tertinggi Dan paling ditakuti dan dihormati oleh semua orang.


Austino Varro Hagana,seorang pria berbadan tegap dan berwajah tampan.tatapannya yang Dingin semakin menambah ketampanannya.ia adalah pemilik satu-satunya Hagana group yang merupakan perusahaan terbesar dan termaju nomor tiga di Asia.Ayah Austino sudah menyerahkan kekuasaannya seluruhnya kepada Austino dan kini ayahnya hanya dirumah saja.Karena memang hanya Austino lah pewaris tunggal di perusahaan tersebut.kedatangannya membuat Hagana group semakin maju pesat.banyak orang mengenalnya dan banyak wanita tergila-gila padanya.kecuali Diandra yang tidak mengenalnya sama sekali.hal itu membuatnya semakin kesal.


dengan tergesa-gesa Diandra memasuki lift perusahaan.dimbilnya tasnyaa lalu ia mengganti baju kerjanya menjadi baju biasa.lalu dengan setengah berlari ia keluar.

__ADS_1


brukk


"auuu" tak sengaja ia menabrak seorang pria.dilihatnya pria itu.ternyata ia adalah Reza orang yang sering kali mengajaknya berbicara.


"maaf."ujarnyaa tak bisa disembunyikannya air matanya yang mengalir yang mengatakan bahwa saat ini dia sedang bersedih.


"eh di diandraaa kamu kenapaa."Taya Reza mengejar kepergian Diandra.tak dihiraukannya berkas yang tadi dibawanya sudah berserakan dilantai.namun gagal.Diandra tak dilihatnya lagi dimana.ia kembali ke tempatnya tadi dan memunguti berkas-berkas yang ingin dibawanya keruangan rapat.


Dengan langkah lunglai ia pun menuju lift yang akan membawanya ke lantai 13


sesampainya di lantai 13 banyak pasang mata melihatnya.termasuk Clarisa.ia sedih melihat temannya yang diperlakukan seperti tadi,namun ia tidak bisa berbuat apa-apa."andai pak Reza tadi segera datang mungkin tidak akan seperti ini.", pikirnya.mengingat bahwa presiden direktur pusat sepertinya sangat dekat dengan pria yang bernama Reza itu.


Clarisa yang sudah lumayan lama bekerja di perusahaan itu sedikit lebih mengerti tentang keadaan di Perusahaan tersebut.


"heii kamu kenapa.kenapa melihat saya seperti itu haa."tanya Reza bingung.


"ehh maaf paak."ujarnyaa sedikit kaget.


"tadi Diandra kenapa.keluar sambil menangis seperti itu.apa yang terjadi?"


"apaaa"


dengan langkah cepat Reza pergi keruangan rapat bahkan tanpa mengetuk pintu sama sekali ia langsung masuk membuat orang-orang penting didalam yang sedak fokus seketika kaget akan kedatangannya


"aku ingin berbicara kepadamu tuan." katanya seketika kepada presiden direktur


"hemmm silahkan profesional sedikit dan duduk ditempatmu."ujar presiden direktur itu dingin dan menunjukkan ketegasannya.


"mmm Baik." ujar Reza yang menyadari akan kelancangannya.


para orang-orang penting diperusahaan itu kembali fokus dalam meeting tersebut.


meeting tersebut membahas tentang perusahaan pusat yang akan dipindahkan ketempat itu secara mendadak.membuat mereka kaget seketika.apalagi tidak ada alasan yang jelas kenapa tiba-tiba dipindahkan begitu saja.


meeting selesai.semua orang berpamitan pergi keluar dari ruangan rapat yang super mewah itu.yang kini tinggal hanyaa Reza dan presiden direktur.

__ADS_1


"oke sekarang kita dalam mode teman.kau bukan pimpinan ku Lagi sekarang.aku ingin bicara serius padamu ." dengan tatapan serius.


"hmm iaa iaa ada apa."


"mengapa elo memecat gadis tadi?" tanya Reza


"maksud elo ob penggoda itu."tanya Presiden direktur yang bernama austino itu.


"maksud elo penggoda apaan.dia itu wanita baik-baik,sangat unik dan dia berhasil membuatku tergila-gila."jawab Reza


"hahhh apaa! Elo nggk salah.ingatt za dia itu cuma ob huhh." ujar Austino sedikit kaget dan tidak mengerti akan jalan pikiran temannya itu


"gue nggk peduli elo mau bilang apa.sekarang gue cuman minta tolong suruh dia kembali bekerja di perusahaan ini karena dia orang yang gue incar saat ini." ujar Reza dengan tatapan yang sulit diartikan


"gue nggk paham sama jalan pikiran elo.bisa-bisanya elo tergoda sama wanita macam itu."ujar Austino tanpa memedulikan tatapan kesal Reza


"ah terserah Elo dah.sama temen sendiri gitu amat." ujar Reza kesal hendak pergi meninggalkan Austino.


"hmm iaa iaa baiklaah.gitu aja langsung kumat lo.dasar lemahh."


"huhh terserah elo.tapi terimakasih sebelumnya byeee cowo anti wanita."ujar Reza meledek kemudia pergi berlalu


"awas elo yaa." kesaal karena Reza mengatainya seperti itu.meski sebenarnya itu memang benar adanya.


Austino Varro Hagana sudah berteman mulai dari kecil dengan Reza.hubungan ayah austino dengan ayah Reza juga bisa dibilang cukup dekat.sebenarnya Reza juga mempunyai perusahaan dan hanya dirinyalah pewaris tunggal perusahaan tersebut.namun ntah apa yang ada dalam benak Reza hingga ia lebih memilih menjadi manager di perusahaan Austino.sebenarnya Austino ingin memberikan posisi tertinggi di perusahaannya kepada Reza,namun ia menolaknya.


suara handphone Austino berdering tanda ada orang yang tengah menelponnya.


dilihatnya nama orang yang tengah menelponnya itu kemudian diangkatnya.


"hallo pa.kenapa?"


"papa minta kamu pulang sekarang."ujar papanya dari panggilan itu.


"memangnya kenapa?"

__ADS_1


__ADS_2