
mereka kemudian kembali ke kamar.tidak ada yang berniat menanyakan apa yang sedang terjadi kepada bapak itu.setelah ibunya mencegah Diandra,ia tidak ingin mengungkit masalah ini hari ini juga.walaupun sebenarnya ia sangat penasaran akan hal ini.
...................
"semalam kamu mau kemana sampai buru-buru begitu?tanya Reza.
Reza wahyudi.seorang manager di perusahaan tempat Dindra bekerja.karena ia juga saat ini Di Dindra bisa bekerja disana.Ia menyukai Diandra saat pertama Kali melihatnya.
"hmm maaf pak.saya ada acara keluarga."jawab Dindra berbohong.ia tidak mau mengatakan kekesalan yang dialaminya semalam.
"hmm saya hanya ingin mengatakan tolong kamu katakan kepada lainnya ya,bersihkan ruangan rapat.presiden direktur kantor pusat akan datang hari ini dan mengadakan meeting disana."
"oo Baik pak baik.laksanakan segera.kalau begitu saya pamit permisi."jawab Diandra sopan lalu pergi
"gadis yang unik"ujar Reza senyum-senyum sepeninggalan Diandra.
tiba-tiba ada seorang gadis memakai seragam ob menghampirinya dengan berlari sedikit.
"maaf pak terlambat hehe"
"kamu ini.sangat kebiasaan.segera susul temanndu membersihkan ruang rapat di lantai 13" ujar Reza tegas.
"baik pak."
wanita yang bernama Clarisa itu berlari memasuki lift.
sementara itu di lantai 13.dua orang wanita denga seragam yang sama dengan yang dipakainya tengah memandangnya sinis.
"dari mana saja kamu,jam segini baru datang haa?"tanya seorang dari mereka sinis
"maaf kak.tapi bukankah saya datang tepat waktu yaa?" tanya Diandra santai
"eh beraninya kau melawanku.aku jauh lebih lama disini daripada kamu.jaga sikapmu.jangan mentang-mentang kau dekat dengan pak manager kau merasa bisa berbuat seenaknya.tidak tidak sama sekali." jawabnya lagi semakin sinis.
"saya sudah menjaga sikap saya kak.daripada anda mengoceh tidak jelas lebih baik anda katakan yang mana yang mau saya bersihkan wahai kakak senior" jawab Diandra santai.sifatnya yang santai tegas dan keras kepala membuatnya tidak mudah disudutkan oleh orang lain.
"hufff tunggu saja nanti.sekarang pakai tenagamu baik-baik untuk menyapu dan mengepel lantai diruangan ini."
"hmm memangnya kalian yang lebih awal datang sudah ngapain saja yaa.tapi baik lah.".jawab Diandra kesal
"ehh beraninya kau."
__ADS_1
"maaf nyonya senior."jawab Clara sambil membuat tangannya seperti bermohon dengan wajah seperti menyepelekan kemudian berlalu dari hadapan mereka berdua
bughhhh
"aduhhh."
"maaf mbakk."ucap Clarisa melihat tubuhnya lalu dilihatnya muka wanita yang ditabraknya itu
"eh kamu di.kirain siapa." ujar Clarisa cengengesan.
"mau siapa juga.tetap aja sakit claa.huhhh."ucap Dindra kesal
"yaa maaf.kamu mau kema di?"
"mau ngambil alat nyapu sana ngepel.kamu sih datang lama sekali"
"yaa maaf.tidurku terlalu asik hihi." jawab Clarisa cengengesan sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal
"hmm iaa iaa.ayo ikut aku."
"baiklah."
setelah mengambil alat yang diperlukan kini Dindra dan Clarisa tengah sibuk membersihkan ruang rapat yang ada di lantai 13 itu.
...,.
kini ruangan rapat sudah bersih.Diandra dan Clarisa mengelap peluh yang membasahi keringat di wajah mereka.baju mereka yang tidak menyerap membuat mereka semakin gerah.
"hei kalian berdua, kemari." ujar buk sari si ketua on di perusahaan itu.dengan gaya angkuhnya dan isyarat tangannya untuk menyuruh Dindra dan Clarisa datang ke arahnya.
"ia buk.ada apa." tanya Diandra
"apa ruangana rapat sudah selesai.sudah tidak ada debu sama sekali?" tanyanya ketus.
"sudah bu.kami pastikan ruangan ini sangat nyaman digunakan dan jauh lebih bersih dari yang tadi." ucap Diandra santai membalas sikap ketus wanita paruh baya itu.
"hufff kau tidak perlu terlalu banyak bicara.5 menit lagi presiden direktur kantor pusat akan tiba di tempat ini.kamu Diandra saya perintahkan kamu membuat kopi unutuk presiden direktur.rasanya harus pas dimulutnya.tidak terlalu manis dan tidak pahit.kamu mengerti."dengus buk sari.ia kesal dengan Diandra yang menurutnya tidak hormat kepadanya.
"hmm bukankah itu tugas ob yang lain ya Bu?tapi jika ibu memerintahkan saya,saya tida masalah kok." ujar Diandra tersenyum menutupi kekesalannya.ia tidak mengerti mengapa harus ia yang disuruh padahal ada ob yang lain yang memang tugasnya lah dibagikan itu.
"segera laksanakan.kau tidak usah membantahku.ingat posisimu disini."ujar buk sari semakin kesal.dengan gaya angkuhnya dengan kedua gaya kedua tangannya yang ditaruhnya di pinggang
__ADS_1
"hmm baik ibu.saya pamit dulu." ujar Diandra berlalu meninggalkan Bu sari yang menurutnya paling ingin dimengerti itu.
Bu sari mengelikkan matanya melihat Clarisa yang masih diam di tempat.
"kamu ngapain masih disini.kerjakan yang lain "
"ba baik buk.ibu ini membuat kaget saja hehe." ujar Clarisa berlalu.
di ruangan membuat kopi Diandra terlihat bingung.ia memang jago dalam hal membuat kopi tapi ia tidak percaya bisa membuat kopi sesui suruhan buk sari apalagi ini untuk presiden direktur ia salah sedikit saja bisa-bisa langsung melayang.
"hmm baik Diandra kamu pasti bisa."ujarnya menyemangati dirinya sendiri.dengan penuh percaya diri mulai dibuatnya kopi sesuai suruhan buk sari.
"hei kamu lama sekali.presiden direktur sudah tiba dan sudah memasuki ruangan rapat.dasar lamban." ujar kedua orang yang tadi dijumpainya di ruangan rapat.ntah apa salahnya kepala kedua orang itu,hingga mereka seperti membencinya.
"hmm baik nyonya senior.ini sudah selesai kok.saya duluan ya."jawab Diandra santai berlalu meninggalkan kedua orang itu yang tengah menatap tajam kearahnya.
"dasar tidak punya sopan.ayo susul dia." ucap wanita yang bernama Kania itu kepada temannya
dengan wajah sok santai Diandra melangkahkan kakinya menuju ke ruangan rapat di lantai 13 itu.ada sedit gugup dirasakannya apalagi membayangkan saat menyodorkan teh kepada presiden direktur pusat.
ternyata Kania dengan kedua temannya itu masih mengikutinya dari belakang.
saat Diandra sampai di ruangan rapat,ada seorang pria berbadan tegap dan terlihat sangat berwibawa berdiri menghadap ke pintu dan membelakangi diriya dengan handphone yang ditempelkan ke telinganya terlihat sangat keren walau hanya dilihat dari belakang.ia hendak melangkah dan ingin permisi dulu kepada pria tersebut.
tapi tak disangka tiba-tiba
pyurrrrrrrrrr....
"eh aduh aduhhh bagaimana ini.maaf pak maaff.bukan sayaa bukan saya."ujar Diandra ketakutan saat melihat jas yang dipakai oleh pria tegap tersebut sudah basah terkena guyuran kopi.dilihatnya kebelakang tidak ada orang.padahal ia merasa seperti ada yang menyandung kakinya tadi.
pria itu menghadap kearahnya dengan tatapan tajamnya,seperti hendak menerkam.
Diandra tidak berani melihatnya ia hanya mennduk.karena ia merasa memang dirinya lah yang salah dalam hal tersebut.
"dasar kau wanita tidak punya akal.sekarang baju saya sudah basah"ujar pria itu dingin dengan tatapan yang menyerangnya.
Diandra tidak berani melihat wajah pria tersebut ia tetap saja menunduk
"hei kau tidak mendengar aku wanita Boboh.angkat kepalamu." teriak pria itu.
hal itu berhasil membua Diandra kaget dan ketakutan.
__ADS_1