gadis polos untuk tuan mafia duda

gadis polos untuk tuan mafia duda
Jadi tawanan


__ADS_3

Dor...


Dor...


Suara tembakan menggema di jalanan sepi di bawah guyuran hujan di sertai petir yang menyalang di atas langit.


Seorang pria tampan sedang mengeksekusi musuh dengan air hujan yang mengguyur tubuhnya.


' Mati kau bangsat...tikus seperti mu harusnya segera di musnahkan' ucap pria tampan dengan datar.


' Abi kau bereskan kekacauan ini,jangan sampai ada jejak' perintah pria tampan itu.


' oke kau balik saja Xavier biar aku yang mengurus kekacauan ini' balas Abi .


Xavier mengangguk lalu bergegas menuju mobilnya saat ia akan masuk tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi tak jauh dari tempat Xavier memarkirkan mobilnya.


Xavier membatalkan niatnya untuk masuk ke mobil lalu melihat ke sekeliling,tatapan Xavier tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang menggendong bayi dengan tubuh yang bergetar dan ketakutan.


Oekk oekk


'Cup cup sayang jangan nangis yah,bunda akan melindungimu sayang' ucap gadis itu menenangkan bayi yang ada di gendongannya.


Xavier menatap datar pada gadis itu lalu memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membawa gadis dan bayi itu masuk kedalam mobilnya.


Salah satu anak buah Xavier mendekati gadis itu yang semakin ketakutan saat melihat salah satu dari mereka mendekatinya.


Masih teringat jelas di pikiran gadis cantik itu saat ia menyaksikan sendiri bagaimana Xavier dan orang-orangnya melakukan pembunuhan.


'Ma...mau apa kau ? ' Tanya gadis itu dengan gugup dan gemetar.


Orang itu tak menjawab ia langsung menyeret gadis itu dengan kasar untuk memasuki mobil tuannya.


'Lepaskan aku..apa salahku ? Tolong lepaskan aku tuan' Mohon gadis itu,namun bukannya di lepaskan pria bertubuh besar itu semakin menyeretnya tanpa peduli dengan bayi yang ada di gendongan gadis itu.


' Masuk !' perintah pria berbadan besar itu,lalu mendorongnya dengan paksa agar masuk ke dalam mobil bosnya.


Gadis itu kerkejut badannya semakin gemetar saat melihat sosok pria tampan namun mengerikan bagi gadis cantik itu.


' Tu...tuan apa salah saya tuan, tolong lepaskan saya tuan 'mohonnya pada pria tampan yang ada di sampingnya.


'Jalankan mobilnya ! ' perintah Xavier dingin ke supirnya.

__ADS_1


'Baik tuan' patuh sang supir.


Sepanjang perjalanan tak ada yang membuka suara Xavier fokus pada ponselnya sedangkan supir sibuk dengan melajukan mobil,gadis itu sendiri masih gemetar ketakutan ia menunduk,mau bertanya apa kesalahannya namun ia takut pada sosok mengerikan yang ada di sampingnya.


'Siapa namamu ?' Tanya Xavier tanpa menghilangkan pandangan pada ponselnya.


Gadis itu mengangkat kepalanya menatap singkat Xavier lalu menatap sang Supir,ia bingung siapa yang sedang Xavier ajak bicara.


Xavier yang tidak menerima jawaban menyimpan ponselnya lalu menatap gadis cantik yang ada di sampingnya.


Deg..


Jantung keduanya berdetak kencang saat Pandangannya bertemu.


Gadis itu kembali menunduk ia sangat takut menatap mata Xavier yang tajam .


'kau tidak dengar hah? saya bertanya siapa namamu ' Tanya Xavier dengan nada tinggi.


' Ma.. maaf tuan anda bertanya pada saya ?' Xavier menghela nafas berat menatap tajam pada gadis itu.


' Memangnya ada siapa saja di sini? Tidak mungkin saya bertanya pada supir saya ' sentak Xavier


' Nama saya rindu tuan ' ucap rindu yang masih menunduk.' Maaf tuan kalau boleh tau apa kesalahan saya ? Mengapa anda membawa saya ?' tanya rindu.


'Kesalahanmu karena sudah berani melihat ku mengeksekusi seseorang ' Jawabnya datar.


' Ta...tapi tuan saya hanya tidak sengaja berteduh di sana tuan,saya tidak bermaksud untuk mengintip atau kepo dengan urusan anda tuan' ucap rindu dengan sangat gugup.


'Saya tidak peduli itu,bisa saja kau adalah mata-mata dari musuh untuk mengintaiku' selidik Xavier.


Rindu menggeleng ia beranikan diri untuk menatap Xavier,ia bukanlah mata-mata dari musuhnya,rindu hanya tidak sengaja berada di sana dan menyaksikan semuanya.


' Saya berani bersumpah tuan,kalau saya bukan mata-mata seperti apa yang anda tuduhkan ' rindu tak terima karena di tuduh sebagai mata-mata.


' Saya tetap tak peduli,saya tidak akan mudah percaya pada seseorang termasuk kamu ' Xavier kembali fokus pada ponselnya.


' Tuan kasihanilah saya dan putri saya tuan,kami hanya orang biasa dan tak tau apa-apa ' mohon rindu dengan air mata yang sudah menetes.


' Apa jaminannya kalau kau bukan mata-mata? ' Tanya Xavier dengan satu alisnya terangkat.


Rindu kembali menggeleng ' Saya tak punya apa-apa tuan,lalu apa yang harus aku jadikan jaminan untuk anda '

__ADS_1


Xavier sudah tak menjawab ia lebih memilih mengabaikan gadis itu,ia paling tidak suka melihat perempuan yang mudah menangi,lebih tepatnya ia tidak akan sanggup dan tega terhadap wanita yang meneteskan airmata di depannya.


Oekk oekk.


Bayi yang ada di gendongan rindu kembali menangis dan rindu mencoba untuk menenangkan bayi tampan dan mungil itu.


' Sabar ya sayang cup..cup..alex haus yah ? Tenang yah sayang nanti bunda buatkan susunya.' ujar rindu sembari menepuk pelan bokong alex


Xavier menatap bayi mungil itu,ia merasa kasian pada bayi itu yang sedari tadik menangis tak henti hentinya.


' Apa Dia anakmu? ' Tanya Xavier yang masih menatap bayi itu.


' Eh !! i..iya tuan,dia anak saya ' jawabnya gugup.


Xavier mengalihkan pandangannya ke arah rindu, Xavier mengeryitka keningnya menatap gadis di sampingnya.


' Bagaimana mungkin bayi itu anaknya ? bahkan jika ku perkirakan gadis ini masih berumur belasan tahun,lalu bayi ini ? '


' Apa kau serius bayi ini adalah anakmu ? 'Tanya Xavier lagi dengan tatapan selidik.


Rindu menelan Salivanya dengan susah payah saat Xavier menatapnya dengan tatapan tak bisa di artikan.


' Kau sedang tidak berbohong kan ? Atau kau memang mata-mata yang berpura-pura membawa bayi untuk menyelidiki saya ? ' Tanya Xavier.


' Tidak tuan, Alex memang bayi saya tuan,saya sudah katakan kalau saya bukan mata-mata , saya tidak mengenal anda dan untuk apa saya memata-matai tuan,saya punya tanggung jawab yang lain bukan untuk memata-matai seseorang.' Ucap rindu yang masih tak terima dengan tuduhan Xavier.


' Kau tau ? Saya tidak suka jika ada seseorang yang melihat ku mengeksekusi musuh,maka hukumnya mati untuk orang yang melihatnya mau itu sengaja ataupun tidak '


Rindu terkejut mendengarnya tubuh yang tadinya sudah terlihat lebih tenang kini kembali bergetar hebat karena ketakutan.


' Jangan bunuh saya tuan,saya memiliki bayi yang harus saya rawat dan jaga,saya bersumpah tidak akan mengatakan apapun tentang kejadian ini,saya mohon tuan lepaskan saya dan bayiku 'mohon rindu.


' Tidak semudah itu rindu,kau harus menjadi tawanan ku,saya tidak mau mengambil resiko untuk kedepannya. Siapa yang akan menjamin kalau kau tak akan membuka mulut ' ucap Xavier menekan.


' Apa ? Tawanan? ..


Bersambung...


HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN


BYE BYE.

__ADS_1


__ADS_2