gadis polos untuk tuan mafia duda

gadis polos untuk tuan mafia duda
Penyesalan


__ADS_3

' Jangan bunuh saya tuan,saya memiliki bayi yang harus saya rawat dan jaga,saya bersumpah tidak akan mengatakan apapun tentang kejadian ini,saya mohon tuan lepaskan saya dan bayiku 'mohon rindu.


' Tidak semudah itu rindu,kau harus menjadi tawanan ku,saya tidak mau mengambil resiko untuk kedepannya. Siapa yang akan menjamin kalau kau tak akan membuka mulut ' ucap Xavier menekan.


' Apa ? Tawanan? ..


' Tentu saja ' ucap Xavier dengan santai.


' Tapi mengapa saya jadi tawanan mu tuan ? saya tidak pernah merurusan dengan anda,lalu bagaimana dengan nasib bayiku jika saya harus menjadi tawanan?'


Xavier mengerdik bahu tanda tak peduli namun itu hanya alibi Xavier untuk menggertak rindu.


Xavier Memang berniat untuk menjadikan rindu sebagai tawanan karena ia begitu tertarik dengan kecantikan rindu,mata coklat hidung mancung pipi tembem dengan lesung pipi di sebelah kanannya dan rambutnya yang hitam panjang di ikat satu ke atas.


Tuhan tolong selamatkan hamba dan bayi tak berdosa ini,hamba masih ingin hidup dan ingin merawat Alex dengan baik,buatlah tuan mengerikan ini melepaskan kami


Kau memang akan ku jadikan tawanan rindu,tawanan spesial untukku untuk Xavier,aku sangat tertarik dengan wajah polos dan kecantikan mu yang alami,kau begitu manis


Tak lama mereka kini telah sampai mansion milik Xavier,rindu menatap kagum pada bangunan indah seperti istana di depannya.


Rindu terpaku di dalam mobil dengan tatapan yang masih tertuju pada bangunan yang ia singgahi.


' Apa kau akan tetap berdiam di dalam sana ' Tegur Xavier yang sudah turun dari mobil.


' Eh, Ma..maaf tuan ' gelagap rindu.Dengan cepat rindu turun dari mobil dengan memeluk Alex dengan erat.


Xavier berjalan terlebih dulu dan rindu mengekor di belakangnya,rindu masih menatap sekelilingnya dengan tatapan takjub.


Ini istana atau apa ? Mengapa begitu indah ? Orang ini ternyata orang kaya dan bukan orang sembarangan,eh .harusnya aku memikirkan cara agar bisa menjauh darinya ,aku bisa mati di tangannya jika tetap berada di sini


Bruk..

__ADS_1


' Awhh..' rindu meringis memegang keningnya yang terbentur pada punggung Xavier.


' Kau sedang memikirkan apa sampai menabrak ku ' sentak Xavier.


Bukannya dia yang tiba-tiba berhenti kok malah aku yang di salahkan!


' Soya ...' Teriak Xavier pada salah satu maid yang ada di sana.


Soya berlari kecil menghampiri tuannya. ' Iya tuan ? ' jawab Soya.


' Bawa dia ke kamar tamu ' titah Xavier berlalu pergi,dan Soya hanya mengangguk.


Soya menatap rindu dan fokus pada bayi yang ada di gendongan rindu. Rindu menunduk saat Soya menatapnya dengan intens.


' Mari nona saya antar ke kamar tamu ' ucapnya sopan.Rindu mengangguk dan mengikuti Soya berjalan menuju kamar tamu.


' Ini kamarnya nona, silahkan masuk nona dan beristirahat 'ucap Soya dan menutup pintu.


Rindu membaringkan Alex di atas ranjang dengan pelan agar tak mengganggu tidur bayi mungil itu.


Apa yang harus ku lakukan sekarang? Mengapa aku harus terperangkap di sini? Apa yang akan di lakukan pria mengerikan itu padaku? Apakah dia akan benar-benar membunuh ku dan Alex ? tuhan aku tidak tau mengapa engkau memberiku ujian terus menerus seperti ini namun aku percaya di balik ini semua pasti akan ada saatnya aku dan Alex bisa bahagia


Lama berperan dengan pemikirannya rindu ikut berbaring bersama Alex menunggu pagi dan takdir yang akan ia jalani.


....


Di ruangan kerja Xavier membuat panggilan pada Abi .


[ Bagaimana di sana apa sudah beres ?]


[ beres !! Kau tenang saja aku pastikan tidak akan ada yang bisa menemukan jejak kita di TKP ]

__ADS_1


[ Bagus ]


Tut Tut.


Panggilan berakhir Xavier menyandarkan bokongnya pada kursi kebesarannya sembari menatap langit-langit ruangan kerjanya.


Xavier mengingat kejadian seminggu yang lalu saat ia melenyapkan nyawa istrinya sendiri yang telah menyembunyikan anaknya entah di mana anaknya sekarang berada.


Xavier sebelumnya pernah menikah bersama wanita pilihan orang tuanya, Xavier tak pernah mencintai istrinya meski begitu ia tetap memperlakukan istrinya dengan baik dan memberi nafkah lahir batin.


Setelah pernikahan mereka satu tahun istrinya mengandung namun saat istrinya melahirkan ia menyembunyikan anaknya dari Xavier karena sakit hati pada Xavier yang masih belum bisa mencintainya.


Xavier yang emosi langsung membunuh istrinya sendiri dengan menembak tengkorak kepalanya,saat itu juga istrinya tewas di tempat.


Xavier sebenarnya menyesal telah melakukan itu,ia juga tidak sadar telah melakukan itu karena tersulut emosi, padahal Xavier adalah sosok pria yang tidak suka menyakiti wanita namun apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Bahkan ia juga melenyapkan kedua orang tuanya saat hendak menolong istrinya.


Kini Xavier di Bayangi rasa bersalah membuatnya susah untuk tidur karena selalu saja kejadian itu hadir dalam mimpinya.


Maaf,maaf karena sudah melakukan ini semua ! Aku juga tidak menyangka bisa melakukan ini pada kalian,aku memang orang yang tidak tau berterima kasih kepada kalian yang selalu menyayangi dan telah membesarkan seorang iblis seperti ku,aku harusnya tidak terlahir jika pada akhirnya aku yang melenyapkan orang tua ku sendiri,dan tangan ini !! Tangan ini telah melenyapkan orang yang begitu berjasa dalam hidupku


menyesal ? Tentu saja Xavier menyesal ,namun semua telah terjadi bahkan jika bisa Xavier akan mengulang kembali waktu dan tidak melenyapkan ketiga orang yang menyayanginya,namun itu hanya kata andai saja ,dan tidak akan pernah terulang kembali.


Hidup Xavier sekarang berantakan tak tau arah,ia menghabiskan waktu untuk membasmi musuh bahkan ia enggan untuk menutup matanya karena selalu di Bayangi rasa bersalah.


Ia trauma pada kelakuannya sendiri,namun bukannya berhenti menggunakan senjata malah semakin menjelma sebagai iblis yang haus akan darah.


Darah sudah menjadi tujuannya hidup,saat ia melihat darah maka ia akan bergairah,ia begitu menyukai darah bahkan ia pernah meminum darah musuhnya.


Bersambung...


HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN

__ADS_1


BYE BYE


__ADS_2