
' Maaf, maafkan aku ...HOS.hos.hos..' Xavier terbangun dari tidurnya yang masih dalam keadaan bersandar di kursi kebesarannya.
Huh.. Xavier menghela nafas panjang saat ia terbangun dari tidurnya, mimpi kejadian saat itu selalu saja datang saat ia tertidur.
Xavier melirik jam arloji branded di tangannya manujukkan pukul satu malam, Xavier keluar dari ruang kerja menuju ke kamarnya namun sebelum masuk ia melihat ke bawah di lantai dasar ada seorang gadis yang sedang berada di dapur.
Xavier menuruni anak tangga lalu mendekat ke arah dapur.
' Eh..tu..tuan ' sentak rindu saat berbalik mendapati Xavier sedang memperhatikannya.
' Sedang apa kau di sini ? ' Tanya Xavier datar.
' Saya merasa haus tuan dan sekalian saya ingin membuatkan susu buat Alex ' jawab rindu dengan menunduk.
Xavier menatap gelas berisikan air putih dan juga botol susu di kedua tangan rindu.
' Kau ikut aku setelah kau selesaii memberikan susu pada bayimu ' ucap Xavier
Rindu mengkerut menatap heran pada Xavier untuk apa Xavier menyuruhnya ikut di jam segini ? Pikirnya.
' Ma ...maaf tuan kalau boleh tau tuan akan membawa saya kemana ? ' Tanya rindu gugup
' Kau ikuti saja perintah ku, sekarang cepat kau bawakan susu pada bayimu dan setelahnya ikut aku ke lantai atas' perintah Xavier yang tidak mau di bantah.
' Ba..baik tuan ' rindu dengan berat hati harus menuruti perintah Xavier jika tidak,iya takut akan di bunuh saat itu juga.
Rindu kemudian masuk membawakan Alex susu yang baru ia buat di ikuti oleh Xavier di belakangnya.
Setelah Alex kembali tertidur dengan botol susunya yang sudah habis setengah, Xavier langsung menarik tangan rindu ke lantai dua .
' Tuan.. saya bisa jalan sendiri tuan,tangan saya sakit jika tuan menariknya seperti ini ' protes rindu namun dengan suara pelan.
' Kau terlalu lambat berjalan rindu' pekik Xavier. rindu hanya meringis kecil menahan perih di lengannya.
' Awh..tuan tanganku sakit, tolong lepaskan tuan' rindu kembali meringis ia merasakan sakit teramat pada lengannya.
Xavier tak peduli hingga sampailah mereka di dalam kamar Xavier, tangan rindu sudah terlepas dan Xavier langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.
__ADS_1
' ssstt,lenganku terasa perih ,eh..tu..tuan mau ngapain ? Mengapa pintunya di kunci? ' Rindu sudah gemetar ketakutan saat Xavier mulai mendekatinya.
Xavier melirik lengan rindu dan terkejut karena ada luka lebam di bagian tangannya dan luka bekas cambuk.
' Ada apa dengan tanganmu ? ' Tanya Xavier penasaran, Xavier merasa ia menarik tangan rindu tidak sekeras itu sampai membuat tangannya membiru.
' Ti..tidak apa-apa tuan hanya luka biasa ' jawab rindu yang masih gemetar.
Xavier mendudukkan rindu di tepi ranjang ia melihat tangan dan kaki rindu yang penuh luka lebam dan bekas cambuk.
' Siapa yang melakukan ini ' Tanya Xavier yang sibuk membolak-balik tubuh rindu.
' Eh..i..ini ...ah ini saya habis terjatuh tuan makanya banyak luka lebamnya ' jawab rindu ,dan Xavier tak percaya dengan jawaban rindu.
Xavier bukan orang bodoh yang tidak tau jika luka itu bekas cambuk, Xavier menatap tajam pada rindu membuat rindu berdegik ngeri.
Rindu kesulitan menelan Salivanya, tenggorokannya seakan kering dan bibirnya gemetar saat Xavier masih menatap tajam padanya.
' Katakan padaku rindu ' pekik Xavier dengan tatapan menghunus.rindu memalingkan wajahnya saat air mata mulai menetes di pipinya.
' I...itu..tidak papa tuan,tidak perlu tuan menanyakan itu , sekarang tuan katakan untuk apa tuan membawa saya ke mari ? ' rindu mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
' I...ini..di lakukan oleh keluarga saya tuan,mereka memukul dan mencambuk tubuh saya ' ucap rindu dengan air matanya yang sudah mengalir.
rindu merasa sakit hati atas apa yang di lakukan kedua orangtuanya dan juga saudara tirinya.xavier menatap heran ia angkat sebelah alisnya tanda butuh penjelasan yang pasti bukan jawaban yang singkat membuat Xavier jadi bingung.
' Saya di pukul dan di usir karena saya membawa pulang bayi' jelas rindu menunduk .
' Maksud mu ? Katakan dengan benar dan detail ' ucap Xavier yang masih belum paham dengan jalan ceritanya.
rindu kemudian menjelaskan apa yang telah terjadi padanya sampai berada di tempat Xavier sekarang.
FLASHBACK ON
' Dasar wanita murahan ,berani kau membawa bayi dari hasil menjual tubuhmu hah' maki sang ayah.
' Ayah percaya sama rindu ,rindu tidak pernah memiliki seorang kekasih ataupun menjual tubuh rindu ,bayi ini ..ya bayi ini bukan bayi rindu,rindu hanya menemukan dia di dekat pohon besar yang ada di sana ' jelas rindu dengan Isak tangisnya.
__ADS_1
' Apa kau pikir ayah akan percaya hah? Kau benar-benar anak sialan ' bentak ayah sambil melayangkan sebuah cambuk berkali-kali pada tubuh rindu.
' Ayah cukup ayah,jangan menghukum rindu seperti itu,kasian dia ' bujuk bunda sambungnya atau ibu tirinya.
' Jangan halangi ayah, ayah tidak mau harus menanggung malu karena perbuatan kotornya '
' Sekarang kau pergi dari rumah ini, Ayah tidak akan Sudi untuk mengakui dirimu sebagai keluarga dan anak lagi' Teriak ayah.
Dengan berat hati rindu mengangkat koper kecil miliknya dan menggendong Alex untuk pergi dari sana sampai saat berjalan cukup jauh tiba-tiba hujan datang dan rindu memilih untuk berteduh di bawah rumah yang mungkin sudah tidak berpenghuni sampailah di mana rindu menyaksikan Xavier membunuh musuh-musuhnya tepat depan matanya.
FLASHBACK OFF
Seperti itulah kejadian sebenarnya,rindu menceritakan semuanya pada Xavier tanpa ada kebohongan sedikit pun.
' jadi Alex bukan anakmu,bukan darah daging mu? Jadi kau belum menikah dan masih gadis ? ' Tanya Xavier
Rindu menganggu pelan, matanya sembab karena sepanjang cerita ia tak hentinya menangis mengingat bagaimana ayah kandungnya tak percaya padanya, padahal rindu sudah mengatakan yang sebenarnya.
Xavier yang melihat rindu masih menangis langsung membawa rindu ke pelukannya,rindu semakin terisak bersandar di dada Xavier.
' Tuan ..? Anda percayakan kalau rindu tidak memiliki bayi di luar nikah ? Namun walau begitu rindu akan merawat Alex,biarlah orang-orang menganggap jika rindu sudah menikah dan menjadi janda di usia dini ' ucap rindu .
' Aku percaya,lagian umurmu masih sangat dini ,kalau boleh tau berapa umurmu sekarang ? ' Tanya Xavier yang masih memeluk rindu.
' 16 Tahun tuan ' Jawab rindu dan langsung membuat Xavier menganga.
' Apa ? 16 tahun ? Usiamu masih sangat dini seharusnya kau habiskan waktumu untuk sekolah dan belajar bukan untuk mengurus bayi' jelas Xavier
Rindu menggeleng ' Tidak tuan keputusan rindu sudah bulat, rindu akan menjadi bunda yang baik untuk Alex ,rindu akan menjadikan Alex sebagai anak rindu ,tuan ku mohon jangan katakan ini pada siapapun,rindu tidak mau kalau ada yang memisahkan saya dan Alex ' mohon rindu.
' Hmm, kau tenang saja rindu aku tidak akan mengatakan pada siapapun,asal....' ucap Xavier terpotong.
' Asal kau harus tetap tinggal di sini dan harus menuruti semua perintahku,anggap saja kau bekerja untukku , bagaimana? ' Tanya Xavier.
rindu nampak berpikir lalu mengiyakan keinginan Xavier,ia juga sebenarnya tidak tau harus pergi kemana membawa Alex.
Bersambung...
__ADS_1
HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN
BYE BYE