gadis polos untuk tuan mafia duda

gadis polos untuk tuan mafia duda
suapin


__ADS_3

Rindu membuka matanya dan melirik ke arah jam menunjukkan pukul 5 subuh,rindu bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu setelah memastikan Alex yang masih terlelap tidur,rindu kemudian menuju ke arah dapur dan di sana terlihat beberapa pelayan sedang memasak di dapur.


' Ada yang bisa saya bantu ? ' ucap rindu pada para pelayan yang ada di dapur.para pelayan kemudian tersenyum lalu menolak rindu dengan halus.


' Tak perlu nona,biar kami saja yang melakukannya. Nona istirahat saja, setelah sarapan selesai nanti saya akan memanggil nona untuk sarapan bersama tuan Xavier ' balas Sonya salah satu pelayan di sana.


' Tidak apa-apa,lagian aku juga pekerja di sini jadi kita sama,aku bekerja dan kalian juga bekerja.' ucap rindu dengan tersenyum manis.


rindu kemudian meraih pisau lalu memotong sayuran yang akan di buat menjadi capcay, setelah selesai memotong sayuran,rindu juga memotong bakso dan mencuci udang yang akan menambah kelezatan sayur capcay.


Pelayan tidak bisa menolak lagi,karena rindu tetap Kekeh ingin membantu memasak. Tak lama sayur capcay buatan rindu selesai dan ia sajikan di atas meja lalu pelayan lainnya juga menyajikan lauk lainnya berupa ayam goreng,daging rendang dll.


Rindu tersenyum melihat hasil masakannya,ia berharap tuannya menyukai hasil masakannya. Rindu jadi teringat perkataan Sonya yang mengatakan bahwa nama tuannya adalah Xavier.


' Jadi namanya Xavier? Hm, Semoga saja tuan Xavier menyukai masakanku' gumam rindu dengan senyum terukir di bibirnya.


Tak lama setelah makanan selesai di tata di atas meja suara langkah kaki terdengar menuruni anak tangga dan terlihatlah sosok pria tampan dan gagah perkasa namun sorot matanya masih tetap sama yaitu tajam, terkesan sangat datar dan dingin.


Rindu menghampiri Xavier lalu menyapanya dengan menunduk sopan.


' Tuan,ayo sarapan dulu..Rindu sudah memasak buat tuan' ucap rindu dengan senyum manisnya. Xavier mengangguk lalu berjalan menuju meja makan,ia lihat makanan yang ada di atas meja,ia melirik sekejap ke arah rindu.


' Ini kamu yang masak ? ' Tanya Xavier pada rindu dan rindu mengangguk sembari tersenyum.


' Iya tuan,mari silahkan di coba..maaf jika masih ada yang kurang enak rasanya.' Xavier kemudian menarik kursi lalu menduduki kursi tersebut.


Rindu membantu mengambil kan piring,ia isi nasi dan beberapa lauk tak terkecuali sayur capcay buatannya. Xavier memperhatikan rindu yang seperti sedang melayani suaminya saat makan.


' Ayo tuan di makan,nanti keburu dingin loh ' Rindu kemudian meletakkan piring yang sudah ia isi di depan Xavier. Xavier tak bergeming ia menatap makanan yang ada di depannya,lalu menggelengkan kepalanya lalu beralih menatap rindu.

__ADS_1


' Apa kau tidak salah rindu?' Tanya Xavier yang keheranan saat rindu mengambil banyak nasi dan juga lauk lalu memberikannya pada Xavier.


' Ada apa tuan ? Apa tuan tidak menyukai masakan ini? Maaf tuan,jika tuan tidak menyukainya maka saya akan membuatkan lagi yang lainnya' Rindu bergegas ingin mengangkat semua makanan yang ada di meja lalu ia berencana ingin memindahkannya lalu kembali memasak untuk Xavier.


Xavier yang mendengar jawaban dari rindu jadi melongo menatap keheranan pada rindu yang terlihat sangat polos.Xavier menghentikan kegiatan rindu dan menarik tangan rindu.


' Eh..?' rindu terkejut saat Xavier menahan tangannya,ia melirik tangan Xavier yang sedang memegang tangannya sedikit kasar.


' Apa yang ingin kau lakukan rindu ' Tanya Xavier dengan raut wajah yang tajam.


Melihat tatapan Xavier,rindu jadi menunduk tak sanggup menatap mata Xavier.


' Ma..maaf tuan,bukannya tuan tidak suka dengan masakan ini ? Jadi saya berniat untuk memasak ulang untuk mu tuan ' Jawab rindu dengan gugup.


' Apakah saya mengatakan itu? Apa saya mengatakan kalau saya tidak menyukai masakan ini ? ' Tanya Xavier lalu di jawab gelengan oleh rindu.


' Saya bahkan belum mencobanya rindu,lalu bagaimana mungkin saya mengatakan bahwa saya tidak menyukainya jika saya belum mencobanya ' tegas Xavier.


' Saya hanya heran,mengapa kau mengambilkan saya makanan sebanyak ini ? Apa kau mengira aku ini terlalu rakus pada makanan,bahkan lambungku tak akan mampu memakan sebagian nasi ini ' decak Xavier.


' Huh..Ini terlalu berlebihan rindu,aku tidak terbiasa makan sebanyak ini saat sarapan pagi ' sambung Xavier lagi.


Rindu kembali menunduk lesu,ia merasa terlalu bersemangat agar Xavier mencicipi masakannya,namun rindu berfikir sejenak, Xavier mengatakan itu terlalu banyak padahal itu hanya sesendok nasi dan beberapa lauk,apa Xavier sedang diet? Pikirnya.


' Maaf tuan,saya tidak tau jika tuan hanya mampu memakan sedikit saja,maafkan saya tuan..' mohon maaf rindu pada Xavier.


' Tidak masalah, sekarang ambilkan saya piring lain lalu kita bagi nasinya menjadi dua.' Pinta Xavier pada rindu.


' Untuk apa tuan? Rindu belum lapar, silahkan tuan makan terlebih dulu. Tuan adalah majikan saya jadi saya akan makan di dapur saja.' Rindu kemudian melangkah ke arah dapur namun Xavier menarik tangannya agar rindu tetap berada di sana.

__ADS_1


Deg .


Jantung keduanya berdetak kencang masing-masing dari mereka memegang dadanya yang masih bergetar,rindu menoleh ke arah Xavier lalu menatapnya dengan ekspresi terkejut.


Xavier yang merasa tidak enak langsung melepaskan tangannya.


' Kamu mau kemana rindu ? Tetaplah di sini saya mau kamu menyuapi saya sampai selesai ' pintah Xavier yang semakin membuat mata rindu terbelalak lebar.


' Ma... maksud tuan ?' tanya rindu yang merasa heran dengan permintaan tuannya itu.


' Kamu tidak dengar? Saya mau kamu menyuapi ku makan Rindu ' ulang Xavier dengan tegas.


' Eh..i..iya tuan,baiklah ! Sini biar saya suapi tapi tuan ......'


' Tapi apa ? '


' Saya lebih nyaman jika memakai tangan,apa tuan tidak akan merasa jijik ? ' tanya rindu dengan pelan. Rindu takut Xavier akan marah dan merasa jijik,makanya rindu memberi tahu terlebih dulu.


' Memangnya pake tangan sama sendok apa bedanya rindu ? ' Bukannya menjawab Xavier malah bertanya lagi.


' Mm..kalau saya sendiri lebih suka pake tangan rasanya lebih nikmat tuan,bahkan membuat ku makin nafsu untuk makan. Tapi kalau tuan rindu tidak tau ' jawab rindu.


Xavier manggut-manggut mendengar jawaban rindu.


' Baiklah,pake tangan saja . Saya juga penasaran rasanya bagaimana '


Bersambung..


HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN

__ADS_1


BYE BYE


__ADS_2