gadis polos untuk tuan mafia duda

gadis polos untuk tuan mafia duda
perkutut sialan


__ADS_3

Oeekk oeekk..


Rindu mendengar suara tangisan Alex di lantai bawah,ia dengan buru-buru bangkit dari duduknya,namun karena terlalu panik dan tergesa-gesa ia tak sengaja tersandung oleh kakinya sendiri dan.


Bruk....


Xavier menatap wajah rindu yang sangat cantik tanpa polesan make up, jantungnya berdebar-debar kencang saat posisi mereka sekarang sedang berbaring sambil berpelukan. Rindu terjatuh di atas tubuh Xavier dan rindu berada di atas tubuh Xavier.


" Cantik sekali !! astaga jantung ku? " batin Xavier.


" Tuan ini sangat tampan tapi sangat galak dan terkesan datar dan dingin " batin rindu


keduanya terdiam dalam posisi intim, Xavier mencoba untuk mendekatkan bibirnya pada bibir rindu yang berwarna merah muda.Rindu tak tau apa yang saat ini akan ia lakukan karena ia hanya terdiam menatap wajah Xavier.


Oeekk oeekk...


Alex kembali menangis membuat rindu jadi tersadar,rindu langsung bangkit dari posisinya, Xavier jadi kesal dan mengumpat dirinya sendiri dalam hati.


' Ma.. maaf tuan,saya tidak bermaksud, saya hanya terburu-buru dan tidak sengaja tersandung kaki sendiri ' ucap rindu dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


' Oh iya,tidak apa-apa..' jawab Xavier dengan santai padahal kenyataannya ia begitu kesal karena tidak sempat mencium bibir Indah milik rindu.


' saya permisi dulu tuan,Alex sedari tadik menangis mungkin ia haus ' pamit rindu pada Xavier,dan Xavier hanya mengangguk setuju.


Rindu keluar dari kamar Xavier dan berlari kecil ke arah kamar di lantai dasar di mana Alex di sana dari tadik menangis. Rindu menekan handle pintu melihat Alex yang sudah merasa sesak akibat menangis.


' Astaga sayang, cup...cup..cup.. Alex haus yah ? Sini biar bunda kasi susunya,sudah ya jangan nangis lagi. Udah tenang bunda sudah ada di sini sayang,maafkan bunda karena sudah meninggalkan kamu begitu lama ' Bujuk rindu dengan menimang-nimang Alex di pelukannya.


Memang benar Alex saat ini sedang merasa kehausan,melihat ia sangat lahap meminum susunya sampai habis tak tersisa, setelah minum susu Alex pun kembali tertidur. Di lihatnya rindu pergelangan tangannya di mana ia menatap jam sudah menunjukkan pukul dua malam.


' Astaga,ternyata sudah selarut ini? Huh,baiklah mungkin aku juga harus tidur saat ini agar aku bisa bangun pagi untuk memasak makanan buat tuan,eh..kok aku jadi lupa buat nanyain namanya ' lirih rindu lalu ia meletakkan Alex pelan kembali ke ranjang.


' Besok saja aku menanyakan namanya,kan enggak lucu kalau kerja di sini tanpa tau nama majikannya.' sambungnya lagi. Lalu ikut berbaring di atas ranjang berdekatan dengan Alex.


' Mimpi yang indah anaknya bunda' ucapnya menatap sayang pada Alex.


Alex yang di beri kecupan hanya menggeliat geli,membuat rindu jadi gemes sendiri,ingin rasanya ia mencubit pipi Alex saat itu jika saja Alex sedang tidak tertidur.


Rindu memejamkan matanya dan hanya menunggu beberapa menit ia sudah tidur terlelap. Dari balik pintu ada sosok Xavier yang sedari tadik mengawasi pergerakan rindu, Xavier tersenyum tipis melihat betapa sayang dan lembutnya rindu pada Alex. Alex masih tak menyangka bagaimana bisa gadis seusia dirinya yang seharusnya sedang menikmati masa-masa remaja dan sekolah kini lebih memilih untuk merawat seorang bayi yang sama sekali tidak ia tau asal usulnya.

__ADS_1


Xavier jadi teringat dengan istri dan anaknya, Xavier masuk menatap Alex dengan serius, Xavier berfikir mungkin jika saja ada anaknya pasti umurnya sama seperti Alex sekarang.


Air mata Xavier terjatuh dengan sendirinya,ia mengusap air matanya lalu tanpa ia sadari bibirnya sudah mengecup singkat pipi Alex . Dan lagi-lagi Alex menggeliat geli,mungkin karena merasa geli akibat terkena kumis tipis Xavier. Xavier terkekeh melihat reaksi Alex saat ia menciumnya.


Pandangan Alex beralih pada sosok rindu yang sedang lelap dari tidurnya.


' Kau sangat cantik rindu, bagaimana mungkin kamu bisa melakukan semua ini? Saat gadis di luaran sana sedang menikmati masa-masa remaja dan bersekolah,kau malah memilih untuk menjadi ibu sambung untuk Alex,kau sungguh berhati malaikat. ' batin Xavier sembari mengusap lembut pipi rindu dan tersenyum tipis.


Xavier bingung dengan dirinya, sedari dulu ia tak pernah peduli dengan seseorang,ia juga tidak pernah terlihat tersenyum tulus dan manis bahkan kepada istrinya dulu saja ia tak pernah bersikap manis,dan sejak kepergian keluarganya yang ia bunuh . Xavier semakin dingin dan kejam pada semua orang,bahkan ia tak peduli mereka perempuan atau lelaki,tua atau muda semuanya ia bantai jika sudah menyinggung dan mengusik dirinya.


Diam-diam Xavier mencium bibir rindu yang sangat menggoda bagi Xavier.Ia tersenyum dan merasakan getaran hebat pada dadanya,sontak ia memegang dada kirinya yang berdetak kencang.


' Oh ya ampun !! Bibir mu sangat manis rindu..ahh sial mengapa aku sangat ingin mencicipinya lagi? Baru saja aku mengecup singkat namun rasanya aku sudah candu,oh. Shiitt.. mengapa juga ini si perkutut di bawah bangun? Kalau begini aku harus segera menuntaskan nya.' umpat Xavier lalu segera berlari menuju kamarnya dan mencari letak kamar mandi dan memulai permainan Solonya.


' Huh..dasar perkutut sialan...mengapa kau terbangun dengan hanya mengecup singkat bibir gadis di bawah umur itu ? Apa kau tak melihat bahkan buah dadanya saja masih sangat kecil,dia belum tau tentang hal seperti ini sialan.' Xavier tak berhentinya mengumpat perkutut miliknya yang bangun sembari mengelus-elus perkutut miliknya.


Xavier menyelesaikan permainan Solonya lalu setelahnya ia berbaring dan tak butuh waktu lama ia sudah ikut bersama rindu dan Alex ke alam mimpi.


Bersambung...

__ADS_1


HAPPY READING AND SEE YOU AGAIN


BYE BYE


__ADS_2