
Melihat putri llili tidak mau diam, semua mersa khawatir.
Juli : putri sebaiknya anda duduk cantik saja di rumah, biarkan pekerjaan ini kami kerjakan.
Obi : betul putri, jaga kehamilanmu jangan sampai terlalu capai.
Putri lili : tenang saja, anakku kuat seperti ayahnya, saya akan berhenti kalo merasa capai.
Tiba tiba siiuuut yuni langsung menggendong putri dan menempatkan di kursi." Sebaiknya anda di sini saja, menurutlah, kasihan calon anakmu.
Putri lili: baiklah kalo kalian tidak mau saya bantu, terima kasih ..
Yuni : besok saya akan membawa tabib untuk memeriksa kesehatanmu.
Putri lili pun terharu mendapatkan perhatian yang sangat istimewa " terimaksih semuanya" sambil menitikan air mata.
Obi dan 6 pengawal bayangannya melakukan pekerjaan lagi, kali ini mereka mulai menanami pohon pisang, pohon pepaya dan beberapa pohon kelapa. Mereka mendapatkan semua pohon itu dari desa terangga yang subur.
Suasana di halaman putri lili menjadi sejuk karena asri.
Warga desa sebetulnya penasaran dengan perkembangan tanah halaman putri lili, tanah di halamannya tampak gembur.
Warga desa tandus saling berbisik bisik hingga menjadi ajang gosipnya sampai ke telinga kepala desa.
Tak berapa lama akhirnya kepala desa mau tak mau mendatangi ke rumah lili.
Sebelum memasuki rumah lili dia melihat lihat dulu halaman yang di bicarakan warga. Ternyata gosip yang beredar itu benar, tanahnya terlihat subur, dan banyak di tanami pohon dan sayuran. Setelah puas melihat tanah di pekarangan halaman rumah putri lili, lalu kepala desapun mengetuk pintu " sampurasun" ucapnya.
Terdengar jawaban dari dalam rumah
" Rampes " ucap obi sambil membuka puntu.
__ADS_1
Kepala desa : selamat siang, apakah saya bisa bicara dengan nyonya rumah ini?
Obi : maaf anda siapa?
Kepala desa : perkenalkan nama saya bambang, saya kepala desa di sini.
Obi : silakan masuk pa, saya akan panggilkan nyonya saya.
Kepala desa pun duduk di kursi bambu yang ada di ruang tamu.
Putri lili segera menemuinya.
Putri lili : mohon maaf, seharusnya saya yang datang kerumah tuan, namun karena akhir akhir ini sibuk, saya jadi tidak bisa datang kerumah tuan. Perkenalkan nama saya lili, saya tinggal di sini bersama saudara saudara saya berjumlah 7 orang.
Obi dan pengawal bayangan meneteskan air mata mendengar putri lili bahwa mereka adalah saudaranya.
Kepala desa: tidak apa apa, saya senang bertemu dengan nyonya, Saya hanya menyampaikan kepenasaran para warga, dimana tanah halaman nyonya sangat gembur.
Putri lili: karena kami memberi makanan yang bernutrisi ke tanah halaman kami.
Putri mahkota: tanah juga memerlukan makanan agar bisa gembur, seperti , kompos , pupuk dan lain lain.
Kepala desa: oooo begitu, sekarang saya mengerti. Maaf kalo saya tidak sopan, dimana suami nyonya berada?
Putri lili menarik napas panjang, " suami saya sedang bekerja jauh dari luar kota, bila urusannya beres akan menjemputku disini.
Kepala desa: saya kagum dengan nyonya tampa adanya suami nyonya bisa mandiri dan bertahan hidup di desa ini.
Putri lili tersenyum" terimakasih"
Kepala desa: bolehkah saya mohon bantuan dengan nyonya?
__ADS_1
Putri lili: boleh tuan, asal bukan di luar kemampuan saya.
Kepala desa: saya mohon apabila hasil cocok tanam anda berhasil, saya mohon bantuannya.
Putri lili: baiklah saya akan membantu dengan sepenuh hati .
Kepala desa sangat senang, putri lili mau membantu untuk pengembangan desanya.
Kepala desa pun pamit undur diri.
Putri lili mengantarnya sampai di depan pintu.
Putri kembali duduk di kursi bambu sambil mengenang masa masa bahagia dengan suaminya, dia tersenyum lalu menangis karena berada di sini.
"Sayang ... apakah kamu masih mengingatku ? Aku rindu kamu .. aku disini, cepatlah jemput aku" ungkapnya sambil menangis.
Semoga kamu bisa menjaga kesehatanmu sayang do'anya.
Obi menghampiri putri, " jangan bersedih, putra mahkota pasti akan menjemputmu, bersabarlah, sambil mengusap usap bahu putri lili.
Juli dan anak buahnya menghampiri putri lili untuk memberikan semangat agar putri lili bisa kuat.
Putri lili: terimaksih, kalo tidak ada kalian saya entah seperti apa. Kemarilah kalian sudah kuanggap seperti saudaraku mari saling berpelukan agar kita kuat.
Mereka pun saling berpelukan, mereka berjanji akan saling menjaga satu sama lain.
Juli : terimakasih atas kasih sayangmu, tanpa putri kami tidak akan seperti ini.
Rosa : yaa sebelumnya kami tidak memiliki hati, hati kami terlalu dengki menghadapi dunia. Karena kami selalu di pandang rendah oleh masyarakat.
"Kami ucapakan terimakasih putri" ucap 6 pengawal bayangan secara serempak.
__ADS_1
Putri dan obi tersenyum bahagia mendengarnya.
Jangan lupa like dan comentnya ya..