
Akhirnya yang di tunggu tunggu pun tiba. Putri lili sudah waktunya melahirkan.
Juli memanggil dukun beranak untuk membantu persalinan putri lili.
Desa tandus memang kesulitan untuk mendapatkan tabib dan dukun beranak.
Makanya juli sudah jauh jauh hari menjemput dukun beranak. Karena letaknya sangat jauh ada di desa tetangga.
Kereta kudapun terdengar mendekat.
Aauuuw aduuuuh ... putri lili gelisah dan mulai mules perutnya
Juli dan dukun beraknakpun sudah tiba.
Juli : putri bersiaplah kami akan membantu.
putri lili hanya mengangguk.
Dukun bayi membawa 4 tali lalu mengikat masing masing tangan dan kaki putri lili
"Ini apaaan ? Kenapa saya harus di ikat dan kaki saya sampai ngangkang begini ? tanya putri
Dukun beranak: sudahlah nyonya, di sini memang seperti ini agar melahirkan dengan lancar. Putri lili meronta ronta..
Ya ampuuun wanita jaman kuno begini amat cara lahirannya, Mana kakinya harus ngangkang lagi umpatnya dalam hati.
Sudah mengikat putri, dukun beranak pun menyumpel mulut putri dengan kain tebal " gigitlah ucapnya." ( jaman dulu wanita tidak boleh teriak kalo lagi melahirkan karena tabu)
Paraaah paraaah ucap putri lili dalam hati.
Akhirnya persalinan di mulai. Putri mulai mengeden untuk melahirkan anaknya, keringat bercucuran, juli membantu menghapus keringat putri lili, obi membantu menyiapkan air hangat dan handuk. Putri lili sedang memperjuangkan melahirkan anaknya antara hidup dan mati.
Putri ingin teriak karena sakit , namun mulutnya di sumpal kain. Dia hanya bisa menahan sakitnya dengan menggigit kain.
Ayooo terus, lagi ayooo dorong ucap dukun beranak. " hhhhhhhhh" suara putri lili menahan sakit sekaligus berjuang mengeluarkan bayi.
Ayooo sedikit lagi ayooo , lalu
Oeeek oeek oeeek bayi pun lahir, dukun beranak memerisa tubuh bayi, " sempurna nyonya" putri lili tersenyum dan sangat bahagia walaupun badannya lemas akhirnya anaknya bisa menghirup dunia.
Selamat datang anakku ucap putri sambil tersenyum haru.
Suamiku key.. anakmu lahir sayang ucapnya sambil menagis karena merindukan suami tercintanya.
Dukun beranak membersihkan bayinya.
Selamat nyonya bayi anda sehat, dan nyonya melahirkan seorang bayi laki laki yg tampan. Ucap dukun beranak.
Juli, obi dan lainnya tersenyum bahagia atas kelahiran pangerannya. Mereka membantu membersihkan tubuh putri lili,
Dukun beranak: tolong parutkan jahe
Obi pun langsung memarutkan jahe.
__ADS_1
Setelah parutan jahe cukup lalu jahe itu dimasukan ke alat intim putri lili
" Huaaaaa panas " kata putri "apaan ini nyonya teriak putri.
"Ini Jahe nyonya, ini untuk mencegah iritasi, bakteri dan mengurangi pembengkakkan. Tolong sabar ya anda harus menahannya, Pesan dukun beranak
"Uuuff jaman ini bikin kaget dan sakit saja saja rintihnya dalam hati.
Lalu teringat akan ayah ibunya di jaman modern, aku kangeeeen kalian ucapnya dalam hati, Sambil menangis.
Sekarang waktunya nyonya menyusui, ucap dukun beranak.
Putri lili pun mencoba menyusui bayinya yang masih merah, terlihat bayi itu mengatup ngatup bibirnya, karena haus.
Dengan sabar putri menyusui putranya.
Putri lili tersenyum bahagia, inikah rasanya menjadi seorang ibu? Ucapnya dalam hati
Dia membelai lembut anaknya yang kuat menyusui.
Setelah dirasa minum susunya kenyang, dukun beranakpun memindahkan bayi mungil itu ke box bayi.
"Sekarang tugas saya sudah selesai, tolong jaga kesehatan putri, 7 hari lagi saya akan datang untuk, melepaskan pusar bayi dan saya pamit undur diri ucap dukun beranak
Terimakasih nyonya atas bantuannya, ucap putri lili, lalu putri lili memberikan beberapa tael emas untuk dukun beranak.
Juli mengantar dukun beranak ke rumahnya dengan menggunakan kereta kuda , karena rumah dukun beranak sangat jauh. Dalam perjalanan juli dan dukun beranak saling komonikasi.
Dukun beranak: sepertinya nyonyamu, seorang bansawan.
Dukun beranak: ooo berarti saya salah menebak, nyonyamu sangat baik, memberikan upahku sangat banyak.
Juli: itulah sifat nyonyaku, sambil tersenyum.
Dukun beranakpun sangat puas dapat membantu putri lili.
Setelah dukun beranak pergi obi masih memandangi pangeran kecil.
Obi : putri bayimu sangat tampan, apakah sudah ada nama buat dia?
Putri lili: tentu saja, ayahnya memberi nama lois
Obi: waaaah namanya bagus sekali.
Rere: karena desa ini masih sangat rawan , kami akan bergantian menjaga pangeran dan putri.
Putri lili: terimakasih, atas bantuan kalian.
Saya akan istirhat dulu.
Obi pun pamit sedangkan , rere, lia,yuni, rosa dan hedi berjaga jaga di atas dan di luar kamar.
( pengawal bayangan itu biasanya menempel di atap rumah kayak cicak supaya bisa langsung melumpuhkan musuh).
__ADS_1
7 hari sudah berlalu, sesuai intruksi dukun beranak, pusar bayi lois lepas.
Putri lili pun sudah berangsur membaik.
Juli : sudah waktunya, putri dan pangeran lois berjemur, sinar matahari sangat baik buat ibu dan anak.
Putri lili: baiklah saya akan mandi dulu, beres mandi saya akan berjemur.
Obi sibuk memandikan pangeran lois.
Aduuuh si tampan, cepat besar biar kita main main sama bibi bibi yang cantik disini ucapnya.
Lois hanya mengerakan tangan dan kaki, karena tubuhnya merasa kaget dengan air.
Rere : cepatlah segera pakai baju bayi loisnya kasian dia kedinginan.
Obi pun menurutinya.
"Lihat pangeran lois ini adalah baju buatan bibi juli, yang sebelah sana baju buatan bibi rere, bibi rosa, bibi lia, bibi yuni dan bibi hedi lucu kan" cerewet obi
"Obiii apakah kamu sakit? Bayi belum buka matanya di perlihatkan baju baju dari kita" sahut hedi.
"Yang penting pangeran lois mendengarnya tauu", ucap obi
"Aaah kenapa kalian selalu ribut? Kasian pangeran kecil kita, bisa bisa dia lari mendengar ocehan kalian ". Canda juli
Mereka pun tertawa mendengar candaan juli.
Putri sudah selesai mandi dia membawa lois berjemur di pekarangan.
Tiba tiba ada salah seorang warga menyapa
Sampurasun.. nyonya apa kabar? Ucap juned
Putri lili : Rampes ... kabar saya baik tuan. Tuan apa kabar?
Juned : baik nyonya, Ooo nyonya baru punya bayi?
Pantas minggu kemarin nyonya tidak hadir di pertemuan.
Putri : betul tuan, bayi saya sudah berumur 7 hari.
Bagaimana kabar bapak bapak yang lain?
Juned: baik nyonya, semua pada bertanya nyonya tidak hadir.
Putri: sampaikan 2 bulan ini saya blm bisa ikut pertemuan.
Dan sampaikan salamku pada yang lain.
Saya bangga pada warga desa tandus.
Juned: baik nyonya akan saya sampaikan ke yang lain saya pamit undur diri.
__ADS_1
Akhirnya juned pamit, dan dia memberitahukan kabar bahagia pada warga kalo nyonya lili sudah melahirkan.
Jangan lupa like dan comentnya ya..