
🌺VOTE🌺
Febrian berjalan melenggang keuar dari ruang presdir Soong Agrana yang tak lain adalah ayah nya.
“Huh,, leganya bisa menyesaikan tugas papa”
“Ya,, kamu memamg bisa diandalkan” sahut Januar sambil melajukan mobil perlahan.
“Enngak juga mas,, lo juga bisa melakukannya.”
“Tapi aku gak tertarik dengan bisnis papa”
“Lo pikir,,,”
“Sudah lah Fe,, kamu lanjutin saja,, “
“Tapi mas,,,”
“Kamu kan anak sahnya papa”
“Mas,, kita tuh sama,,,,”
“Ya,,, aku tahu,, tapi sekarang ibu mu adalah nyonya sah dari seorang Soong Agrana,, kamu gak bisa mengelak itu,,, aku gak papa,,”
“Oke lah,, jangan bahas itu lagi..”
“Oke”
“Oh iya mas,, apa di kampus ada mahasiswa baru”
“Mahasiswa baru??,,, ada,,, cewek,,, dia ada di kelasku,,,kenapa??”
“Cowok”
“Aku rasa gak ada”
“Lo yakin mas ga ada”
__ADS_1
“Ya,,,,”
Febrian terlihat berpikir,, mungkinkah dia cewek, Januar gak mungkin salah, dia seorang dosen sudah pasti dia mengenal mahasiswanya, tapi,,,. Febrian menggeleng.
“Kamu pasti mengira Agus itu cowok kan”
“Agus??”
“Iya,,, mahasiswa yang kemarin bertengkar dengan mu”
“Jadi dia cewek..”
“Iya.. kamu masih ingat ?? waktu aku babak belur karena nolongin cowok aneh waktu itu”
“ Ya,, lo bilang,, dunia ini semakin tua semakin aneh,, mungkin dunia mulai terbalik.”
“Benar banget,, jadi cowok bertas pink waktu tu ternyata Agustina, dia seorang cewek,, dan sekarang kuliah di kampus ku.”
“Oh..” Febrian hanya mengangguk.
🌺🌺🌺
Lagi lagi perkelahian yang tak seimbang. Terlihat Agus di keroyok preman lagi. Febrian yang saat itu melintas hanya berhenti sejenak, menonton.
“Huh, dia lagi.. Biarin lah,, gaka ada urusannya dengan ku” mengetahui Agus yang berkelahi, Febrian merasa enggan untuk membantu. Dia kembali melajukan mobilnya.
Hati Febrian mulai tergerak ketika Agus yang terlihat dari kaca spion mobil mulai kewalahan. Dia kembali ke area pertempuran itu.
“Woy,, pengecut.. beraninya main keroyok,, sini maju kalau berani” tantang Febrian.
Preman preman itu menoleh ke arah Febrian. Sementara Agus hanya bisa tergeletak lemah karena tangannya sempat terkena pisau belati si preman. Darah segar mengalir deras,pandangannya mulai kabur, kesadarannya menurun.
🌺🌺🌺
“Hey,, kau sudah sadar,,”tanya Januar.
“Dimana aku??
__ADS_1
“Di Rumah Sakit”
“Oh iya” Agus mulai mengingat apa yang terjadi. Aku di keroyok preman itu lagi, lalu ada yang datang menolongku. Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi, mungkinkah pak dosen yang menolongku. “ Terimakasih sudah menolongku lagi”
“Ya,, sampaikan saja terimakasihmu kepada adikku,, dia yang menolongmu bukan aku”
Agus hanya terdiam. Oh ternyata bukan dia, lalu siapa adiknya.
Dzzrrt.. dzzrrt ,,dzzrrt.
“Hallo,,,, oke ,, aku pulang sekarang” Januar segera menutup sambunga telponnya. “Aku harus pergi, kalau ada apa-apa, panggillah suster”
Agus hanya mengangguk.
“Oh iya ,, aku sudah menghubungi orangtuamu”
Orangtua ku,,, oh my God,,, aku harus bagaimana ?? Daddy pasti marah besar. Agus terlihat sangat panik. Ia tak mau ayahnya tahu kejaian ini.
Tak lama kemudian setelah Januar berlalu, ayah Agus pun datang. Dengan tenang dia mendekati bed anak semata wayangnya. Meski hatinya khawatir tak menentu ia berusaha menyembunyikannya dihadapan Agus.
“Apalagi ini?” ucap Oktan Widi Ragasya yang tak lain adalah ayah Agus.
Agus yang sedari tadi bengong, kaget dengan suara ayahnya. “Daddy,,!!, sejak kapan Daddy ada di sini??.”
Bukan menjawab pertanyaan anaknya, malah ia memberondong pertanyaan kepada Agus.
“Kamu berkelahi dengan siapa lagi?? Kenapa bisa sampai seperti ini?? Dimana lawan mu??” Oktan mengira lawan Agus adalah teman sekampus.
Di kampus sebelumnya Agus sering berkelahi dengan teman kampus. Dan lagi yang memberi kabar bahwa Agus terluka akibat perkelahian adalah Januar, si dosan kampus. Hal itu menambah keyakinan Oktan. Pasti Agus berkelahi lagi dengan mahasiswa lain.
“Kenapa diam,,?? Kamu sudah lupa peranjian dengan Daddy,,?? Sampai terjadi hanl yang buruk terhadap lawanmu, Daddy gak akan mentolerir lagi perbuatanmu”
Agus diam. Dia bingung harus menjelaskan apa kepada ayahnya. Jika ia berkata yang sebenarnya, bahwa dia dikeroyok preman, ayahnya pasti akan syok. Jika ber bohong, dia tahu resiko yang akan dia hadapi.
BERSAMBUNG
GAK BOSEN BOSEN AKU INGAT KAN,, JANGAN LUPA VOTE YANG BUANYAK YA PREENN.. KITA KAN PREENN,, LOVE YOU ALL
__ADS_1