
Dorrr--
Dorr--
Suara tembakkan begitu nyaring digudang kosong. Seorang Wanita menambak beberapa kali ke tubuh teman nya dengan penuh amarah dan tatapan pembunuh.
Perempuan itu masih berdiri dengan tubuh lemah dan bercucuran darah yang keluar dari tubuhnya.
'Brukk'
Meylan tergeletak setelah ditembak oleh Clara. tubuhnya kini telah dilumuri dengan darah segar. dia berusaha menatap Clara yang sudah menembak dirinya. Padahal Meylan baru saja melahirkan seorang anak ia diculik dan dibawa oleh Clara kegudang kosong.
"ARRGH--"
"C--clara, apa maksudmu! ke--kenapa kamu melakukan ini kepada--ku,.." Lirih Meylan dengan tenaga yang melemah.
Clara mendekati Meylan dari jarak yang sedikit jauh. "Maaf, Aku terpaksa membunuh mu! aku sangat iri meliat mu bahagia!" Ucap Clara nada dingin.
"A--apa salahku, Clara.." Mata berkaca-kaca karena meliat temanya yang tega melakukan ini semua.
"Salahmu karena kamu begitu beruntung dicintai oleh Reno, kau beruntung memiliki pria yang sangat mencintaimu, Meylan!.
"C--clara!!.."
"Sedangkan dari dulu kau taukan, aku sangat mencintai Reno. tapi, Aku mengiklaskan Reno untuk mu karena aku lebih memilih pria breng-sek! Aku pikir, dengan aku memilih dia hidupku juga akan bahagia seperti mu! Tapi kenyataan nya tidak sama sekali!.." Derai tangisan Clara, dia menangis meliat kehidupan nya dan kehidupan Meylan sangat bertolak belakang.
"Ta--tapi, Reno sendiri yang mencintai ku, Clara."
"Aku tau, dan sekarang yang aku inginkan meliatmu mati, aku tidak ingin meliatmu bahagia!" Teriak Clara penuh emosi dan mata sudah memerah menahan tangisan.
__ADS_1
M--maafkan aku Reno, Anya..Aku sayang kalian, tolong bahagia tanpaku" Batinnya untuk terakhir kali menyampaikan rasa sayang kepada keluarganya.
DORRR--
Satu tembakkan terakhir berhasil mengenai tubuh Meylan yang tergelatak dibawah. Clara menembak kembali Meylan sampai perempuan cantik itu meninggal dunia. Clara tersenyum sinis meliat teman nya yang sudah meninggal didepan matanya sendiri, dan ulahnya sendiri.
Kehidupan Clara memang sudah gelap. ia sudah tidak memiliki hati nurani membunuh teman baiknya karena rasa iri. Iri meliat temannya bahagia diatas penderitaan hidupnya.
*
*
*
Sementara ditempat lain, Tepat dirumah sakit. Seorang pria sedang dilanda rasa cemas karena sang istri menghilang dari ruang rawat.. Pria itu dari tadi tidak bisa tenang karena dia takut terjadi sesuatu kepada sang istri tercintanya. Tak jauh dari ruangan seorang bayi mungil menjerit menangis membuat si pria itu semakin cemas dan khawatir.
Suara gebrakkan meja tergebrak ketika Pria itu menggebrak nya karena saking marah. Kepada para bodyguard nya.
"Bodoh! kalian tidak becus! mencari istriku saja tidak bisa! kalian memang bodoh!" Maki pria itu menunjuk para bodyguard yang tidak bisa diandalkan.
"Maafkan kami Tuan Reno, kami sudah berusaha mencari keberadaan Nyonya Meylan disekitaran sini. Namun, tidak ada titik keberadaan Nyonya Meylan" Ucap, Salah satu Bodyguard berusaha agar Reno mempercayai nya.
"ARRGH--" Teriak Reno frustasi.
"Sabar Ren, Kau tenang dulu" Ucap Devan menenangkan sepupunya.
"Bagaimana aku bisa tenang, sedangkan Meylan menghilang Van, Aku benar-benar takut terjadi sesuatu padanya, dia baru saja melahirkan anak kami!" Tangis Reno mulai buyar.
"Aku mengerti perasaan mu, Aku dan anak buah ku akan berusaha mencari keberadaan Meylan, Kau tenanglah dulu.." Mengusap punggung Reno agar menenangkan pria itu.
__ADS_1
Salah satu bodyguard berjalan masuk keruangan tersebut lalu mendekati Reno dan Devan.
"Permisi Tuan, kami telah menemukan keberadaan Nyonya Meylan, jika sekarang Nyonya tengah berada disebuah gudang tepat di jln.blok 04.
Reno maupun Devan kaget mendengar sebuah kabar dari salah satu anak buah Devan.
"Devan mari kita kesana" Ajaknya kepada Devan.
"Iya ayok Ren, kita harus secepat mungkin kesana karena tempat itu sangat rawan."
"Baik, Untuk kalian tolong jaga anak ku! aku dan Devan akan menemui Meylan" Ucap Reno tergesa-gesa kepada Bodyguard, Dam bodyguard itu hanya mengganguk.
Baik itu Devan maupun Reno mereka sama-sama pergi menyelamatkan Meylan yang berada digudang kosong. Kurang lebih menempuh berjalanan selama tiga puluh menit mereka sudah sampai ketempat gudang kosong mereka sama-sama masuk kedalam sana.
Setelah masuk, Tubuh Reno seketika lemas meliat seseorang yang tergeletak dengan berlumuran darah yang masih segar. Reno tau siapa Perempuan itu dia pun menghampiri perempuan itu yang sudah tak bernyawa.
Reno mengecek urat nadinya. dia shock atas apa yang terjadi.
"Meylan" Teriaknya dengan mata sudah berkaca-kaca. "Meylan bangun! kenapa kamu pergi secepat ini Meylan!!" Tangis Reno sembari memeluk tubuh sang istri.
*
*
*
Hallo kaka, semoga suka ya dengan karya nya. Aku disini masih baru menulis novel, jadi maaf jika ada kesalahan kata atau ada ketypoannya🙏
Terimakasih sudah berkenan mampir, jangan lupa teken tombol likenya🥰
__ADS_1