
Malam semakin larut. Setelah Reno menyuapi Anya makan ia pun meniduri Anya sampai anak itu tertidur. Dan sekarang Reno dan Devan tengah berada dikamar Anya kedua pria itu menatap Anya seksama.
"Semakin hari kau akan semakin sibuk dengan urusan kerja mu dirumah sakit Ren."Lirihnya memandang Anya tidur.
Reno terdiam ia tau jika akhir-akhir ini dia akan disibukkan oleh urusan pekerjaan nya, " Aku tau itu" Ucapnya.
"Kalau kau sibuk dengan kerjaan mu kasihan Anya dia selalu ditinggal kerja oleh mu, Dan kamu tidak akan ada waktu kebersamaan mu dengan Anya." Ucap Devan kembali.
Lagi dan lagi Reno memandang wajah mungil Anya ia merasa apa yang diucapkan Devan memang ada benarnya. "Kenapa gak berhenti aja jadi dokter? lagian jika kau berhenti bekerja itu tidak akan membuat mu jatuh miskin," Sahut Devan karena ia sedikit muak meliat sepupunya yang diam saja. "Kau itu kaya dari kecil, kamu masih punya perusahaan."
"Perusahaan itu milik orang tua ku, sedangkan menjadi dokter itu impian ku," tembal Reno penuh penekanan.
"Lalu Anya?"
"Ada bibi dan pelayan yang lain," Ucap Reno.
"Kasihan mereka Ren, mereka juga punya kesibukkan masing-masing, apa kau tidak kasihan pada mereka?," Seru Devan menatap Reno.
Reno pun terdiam sejenak apa yang dikatakan Devan memang ada benarnya juga. Kalau dia terus meminta para pelayan atau bibi kasihan juga mereka punya kesibukkan masing-masing dalam bekerja. "Kalau begitu...carikan aku Baby sitter untuk Anya," Ucapnya menatap Anya yang tertidur.
__ADS_1
Devan sedikit kaget mendengar pelontaran yang diucapkan dari mulut Reno yang meminta untuk mencarikan nya baby sitter. "Haa...Baby Sitter?"
"Hemm, Dengan ini Anya tidak akan merasa sendiri kalau ia mendapatkan baby sitter, dia juga akan mendapatkan teman dan ada yang mengurus disaat aku bekerja." Ucapnya kembali.
β’
β’
β’
Keesokkan hari nya...
Anya masuk kedalam kamar Reno, Ia naik keatas kasur lalu membangunkan Reno yang masih terlelap dengan tidurnya. " Atu ua iga, papah angun," Mengguncangkan tubuh Reno dengan tangan mungilnya.
"Uda agi, papah halus angun" Menjewer telinga Reno, "Cepat angun telus mandi, badan papah bau" Teriak Anya tepat ditelinga Reno.
Pria itu tersentak kaget mendapatkan perlakuan dari sang putrinya. Ya setiap hari Anya memang memperlakukan Reno seperti itu jadi ia tidak heran apa yang dilakukan putri kecilnya itu.
"Iya Anya, papah bangun," bangkit dari tiduran nya. " Kamu selalu memperlakukan papah kasar sayang," Mengusap bibir nya yang telah dijewer oleh Anya.
__ADS_1
"Eheh holeh papah udah angun," Sorak riang Anya kegirangan. Reno hanya mengusap-usap rambut Anya.
"Papah habis mandi ayo kita belmain," Ucap Anya menatap sang papah.
"Main?" Anya pun mengangguk meng-iyakan, "Maaf ya sayang, seperti nya gak bisa, hari ini papah ada jadwal kerja." Seru Reno.
Mendengar jawaban dari Reno yang tadinya Anya girang berubah menjadi sayu dan tak bersemangat. " Kelja?" Reno mengnganguk.
"Papah mau kelja jadi pahyawan ya?" Reno mengerutkan keningnya mendengar percakapan daro Anya. "Pahlawan?"
" Doctel."
"Kamu tau dari mana papah dokter sayang?" Menatap Anya.
"Dali om evan, dia biyang kalau papah jadi pahyawan doctel" Ucap Anya. dan Reno pun terkekeh gemas dengan jawaban dari Anya.
*
*
__ADS_1
Haii kak semoga suka ya dan maaf jika jarang updateπ
Mohon likenya yakakπ