
Malam telah tiba...
Dimansion Atmadja, Terlihat seorang anak kecil yang cantik, manis, nan imut. tengah berlari kegirangan meliat sang papah nya telah pulang. Anak manis itu bernama Anya sosok anak kecil yang ditinggal pergi oleh sang ibunya sewaktu ia masih bayi.
"Papah uda puyang," Lari mendekati sang papah.
Reno meliat putri kecilnya berlari menghampiri dirinya pun tersenyum. "Sudah sayang, papah udah pulang." Mengusap surai rambut tipis Anya.
"Endong, Anya mahu endong." Mengulurkan tangannya kedepan Reno meminta digendong.
Reno yang paham dengan hal itu pun langsung menggendong tubuh mungil Anya. "Anak papah yang cantik ini kenapa belum bobo hmm?" Mencium gemas pipi gembul Anya.
"Beyum Anya beyum bobo kalena mau nungguin papah puyang," Cekikih Anya sambil menepuk-nepuk wajah Reno dengan tangan munggilnya.
"Ren, sebaiknya biarkan aku saja yang menggendong Anya, seperti nya kau lelah" Sahut Devan meliat Reno yang menggendong keponakan nya.
Seperti yang dikatakan Devan, Reno memang sudah lelah ia baru pulang dari rumah sakit. Dia bekerja sebagai Dokter bedah diibu kota S. Reno sudah menjadi dokter ketika usia Reno dua puluh tiga, dan sekarang usia Reno menginjak dua puluh tujuh tahun.
Reno menolak tawaran Devan. "Tidak perlu! lelahku seketika hilang ketika meliat putri cantikku yang meminta digendong." Ucap Reno.
Selama 3 tahun Reno mengurus Anya penuh kasih sayang tidak ada sedikit pun kekurangan dia untuk mengurus Anya seorang diri walau disana juga ada pelayan yang ikut membantu mengurus Anya. Walau dia sibuk dengan pekerjaan nya sebagai dokter yang dimana notabenya jarang ada libur. Namun, Reno selalu menyempatkan waktu demi sang putri tersayangnya.
Devan geleng-geleng kepala nya ia tau betul kalau Reno memang seposesif itu terhadap putrinya.
__ADS_1
"Anya udah emam belum?" Tanya Reno.
"Beyum, Anya beyum emam papah" Sahut Anya dengan gemas.
"Kenapa belum emma umm?" Kembali bertanya ke sang putrinya.
"Anya mahu mam sama papah, Diuapin." Ucap Anya kembali.
Reno menggangukkan kepalanya dia tau jika anak nya belum makan berarti anaknya ingin disuapin. "Baiklah, papah akan menyuapi kamu makan. Tapi, papah mau bersihkan badan dulu ya" Seru Reno sambil menyerahkan Anya ke Devan.
"Kamu sama om Devan dulu," Anya pun mengganguk mengiyakan.
Sebelum Reno pergi kekamar dia meminta Anya untuk meng-sun dulu pipinya, dan Anya pun menuruti kemauan sang papah ia mencium sekilas pipi Reno. "Devan, jaga putriku dulu aku mau mandi dulu sebentar" Seru Reno mengusap surai rambut tipis Anya.
"Hem.." Reno berdehem lalu langkah kaki dia menaiki anak tangga menuju kamar pribadinya.
β’
β’
"Om Danteng, papah suka puyang mayem ya?" Ucap Anya berada digendongan Devan. "Iyakan papah Anya sibuk kerja" Sahutnya.
"Kelja itu apa om danteng?" Kembali bertanya, Anya yang usia nya baru 3 tahun memang belum terbiasa berbicara dengan jelas. Dia kurang jelas dalam berbicara. Namun untungnya Devan maupun Reno memahami apa yang Anya ucapkan.
__ADS_1
"Kerja itu ya kerja buat dapet uang, Nanti kalau papah Anya dapet uang, Anya bisa jajan dan makan enak sepuasnya," Jelas Devan membalas pembicaraan Anya.
"Waw...Kelen papah Kelja buat jajan Anya" Membulatkan matanya dan bibirnya membentuk hurup o. Devan terkekeh gemas meliat ekpresi lucu Anya. "Iya Anya."
"Papah kelja apa om danteng?" Ucapnya kembali, "Papah kamu kerja jadi dokter."
"Doctel itu apa?" Ekpresi gemas dan polos..
"Haih duh gusti bocah seumuran kaya gini emang aktif bener ndah, banyak tanyanya." batin Devan Frustasi, ini yang membuat Devan males jika harus menjaga Anya, karena keponakan nya itu memang super aktif soal ingin tahu dan sering bertanya-tanya.
'Pughhh'
'Auhkkk----'
Anya menepuk pipi Devan dengan keras karena ia meliat Devan yang terdiam saja tanpa menjawab pertanyaan.
*
*
Anya si anak manis, cantik nan imut, super aktif gak bisa diam.
__ADS_1