Game To Heaven

Game To Heaven
Episode 18


__ADS_3

" Kakak, Armor ini sangat kuat dan ramping." Lee Tae Soon menyesuaikan armor dengan bajunya. Gadis muda berseragam sekolah memakai sebuah armor, tampak aneh, namun menarik.


 


 


"Dan juga tidak terlalu berat" Kim Ji Sun dan park Moon ji mengatakannya bersama.


 


 


"kita juga tidak terlihat seperti menggunakan Armor, ini hebat." Jin Su Ri menjawab, dan Shenli hanya tersenyum melihat mereka.


 


 


Armor itu memang tipis sekali, seperti rompi. Ketika mereka menggunakannya, ada sebuah daya tarik khusus yang di keluarkan, aneh namun terlihat keren.


 


 


"Kakak kenapa kau malah bertambah cantik ketika tersenyum, tidak seperti sebelumnya, " Han Yu Ri berkata dengan kekaguman. dan pesona lebih di keluarkan oleh dia yang merupakan orang paling mencolok dari mereka.


 


 


"Ya, kakak bertambah cantik," Kang Su Rin juga sependapat dengan Han Yu Ri.


 


 


"Mungkin karena aku mengeluarkan semua perasaanku ketika tersenyum, dan mungkin juga karena aku berhasil berkultivasi energy Jiwa sampai Warrior Level 7" Shenli menjawab.


 


 


Senyum mereka seketika berubah menjadi sangat terkejut.


 


 


"hah" hanya satu suara itu yang terdengar dari mereka.


 


 


...


Kemudian sebuah suara penuh kebencian, terdengar oleh mereka.


 


 


"Apa kau tidak mendengarkan aku". suara itu mengalihkan perhatian mereka.


 


 


"Aku tidak akan menyerahkan anak yang kau minta. kau adalah seorang China, aku tidak akan sudi menyerahkan cucuku pada tangan kotor kalian". suara itu semakin terdengar kencang.


 


 


Kata-kata itu menghancurkan suasana mereka. Namun itu menarik perhatian shenli, karena orang yang berkata itu adalah suara kakek dari pemuda sebelumnya.


 


 


Shenli dan teman-temannya kemudian mengampirinya, dan melihat seorang kakek yang kepalanya di injak oleh seorang pria yang bertubuh kekar, tato harimau melingkar di tangannya, dia juga memilik sayap di punggungnya.


 


 


"Apa yang kau katakan, apa tanganku ini kotor, coba kau lihat dengan jelas," pria tersebut kemudian mengambil tangan kakek tersebut dan mematahkannya.


 


 


Suara kesakitan keluar dari mulut sang kakek, dia kemudian berbicara dengan wajah yang sama sekali tidak takut,"Kau China ********, aku akan membunuhmu,"


 


 


kakek tersebut berteriak dengan penuh amarah, sampai suaranya serak " aku akan membunuhmu, aku akan membalaskan dendam kalian, aku akan membalaskanya". wajah kakek itu kemudian menunjukan kegilaan yang mengerikan.


 


 


Mendengar kata kalian, shenli menyadari sebuah kemungkinan yang membuat kakek itu membenci orang china.


 


 


Pria kekar tersebut kemudian berkata "Jadi kau itu orang Gila, aku menyia nyiakan waktuku berurusan denganmu" wajahnya yang awalnya tenang, sekarang terlihat menyebalkan.


 


 


"Jadi aku akan mematahkan semua tangan dan kakimu, kau jangan keberatan." Pria tersebut menunjukan wajah yang mengerikan denga senyum penuh kekejian. dia sepertinya sudah menyiksa banyak sekali orang.


 

__ADS_1


 


Kakek itu kemudian menusukan pisau, dan Pria itu menerimanya begitu saja.


 


 


Pria tersebut kemudian mematahkan semua tangan dan kaki kakek itu, tidak ada sedikitpun rasa bersalah yang terlihat, dia justru sangat menikmatinya.


 


 


Jeritan dengan suara serak keluar dari mulut kakek tersebut. itu tampak menyakitkan sekali untuk di lihat. Han Yu Ri dan yang lainnya menggertakan giginya, karena tidak kuat melihat tangan dan kaki yang patah.


 


 


"Kakak Shenli, kenapa orang itu tidak mendapatkan hukuman karena telah menyakiti seseorang". Han Yu Ri berkata dengan perasaan ngilu.


 


 


"Itu sangat sederhana, Karena dia tidak menyerang duluan, apa kau tidak melihat kakek itu, sangat ingin membunuhnya, dia juga yang pertama menusuknya".


 


 


"Aku yakin pria itu sengaja menunggu, kakek iyu untuk mengeluarkan kebenciannya padanya, dan akhirnya menusuknya, kemudian dia bisa menghajar kakek itu, karena alasan pembalasan".


 


 


"aku yakin dia tidak berani membunuhnya, karena dia pasti sudah tahu konsekuensinya".


 


 


Anggota keluarga yang melihatnya, hanya bisa menonton. dengan air mata kesedihan terlihat di wajah mereka.


 


 


"Hentikan, aku mohon hentikan, jika kau ingin membawaku, maka bawa aku, jangan sakiti kakek". seorang anak kecil datang dan menghampiri pria kekar tersebut, dengan air mata mengalir di matanya.


 


 


kemudian seorang pemuda menarik tangan anak kecil tersebut, " tidak, jangan ikut ******** ini ...Annisa!!!".


 


 


 


 


"Jika kau tidak ada, maka kakek tidak akan sembuh, cepat pergi ke ayah dan ibu." kemudian pria kekar tersebut menghampiri pemuda tersebut.


 


 


"Jika kau ikut denganku, kau boleh menyembuhkan kakek tololmu itu, dan kami akan berhenti menggangu kalian." dia berkata dengan wajah mengimintidasi ke arah annisa.


 


 


Anak kecil itu kemudian menjawab. " jika itu benar, aku akan ikut denganmu, kau harus berjanji padaku untuk tidak menyakiti keluargaku". anak tersebut kemudian pergi ke arah pria tersebut.


 


 


Gadis kecil itu tahu apa yang terbaik untuk dilakukan.


 


 


"Kau harus berjanji" dia menatap pria tersebut dengan air mata kesedihan dan rasa takut.


 


 


Pria tersebut menjawab, "Pergi sembuhkan kakekmu".


 


 


kemudian anak kecil itu pergi ke kakeknya, dan mengeluarkan sebuah energy, yang dia alirkan ke dalam tubuh kakeknya. Energy tersebut terlihat memulihkan cedera kakeknya.


 


 


Anak itu ternyata memiliki bloodline Healer Fox, yang bisa meregenerasi. Bayangan Fox samar-samar terlihat di belakangnya. sekilas orang dapat menyimpulkan, kekuatan apa yang dia miliki.


 


 


Bloodline anak itu  sangat membantu, pantas saja kelompok pria kekar tersebut menginginkan anak tersebut. mereka ingin menjadikannya seorang healer.


 


 

__ADS_1


Setelah mengeluarkan energy, anak itu kemudian tertunduk lesu.


 


 


Dia belum menjadi kultivator,sebab itu dia sangat kelelahan, karena itu juga dia terlihat lemah.


 


 


Pria kekar itu tertawa sebentar "Sekarang ikut denganku", pria tersebut mengenggam tangan anak itu, dan membawanya pergi.


 


 


Pria itu kemudian menggendongnya, karena anak itu tidak berjalan dengan lancar.


 


 


"Tunggu !!!, jangan bawa adikku", pemuda tersebut menatap ke arah pria kekar dan berkata dengan penuh amarah.


 


 


"Jangan kau sentuh tangannya, kembalikan dia padaku," kemudian pemuda tersebut maju untuk menyerang pria kekar tersebut, dengan membawa sebuah tombak di tangannya.


 


 


Bak... bukk... dukk... suara pukulan terdengar. kemudian pemuda tersebut terkapar di tanah, dengan wajah penuh luka.


 


 


"Kau sungguh menjengkelkan, kau membuatku muak." trekkk.....sebuah suara patah tulang terdengar keras.


 


 


"Kau harusnya berterima kasih padaku, karena mematahkan 1 tanganmu." pria tersebut berkata dengan wajah penuh kekejian.


 


 


"Lihat orang tuamu, mereka bahkan tidak mencoba melawan sepertimu. mereka bahkan tidak berani berbicara". Pemuda itu melihat kedua orang tuannya.


 


 


"Sepertinya pelajaran yang aku berikan kepada mereka sebelumnya sangat efektif" wajahnya bertambah mengerikan.


 


 


"Wildan kumohon cepatlah kemari, kami tidak ingin kehilangan kamu juga...kami memang orang tua yang buruk, tolong kembali kemari" kedua orang tua tersebut memilik wajah, yang tidak ingin kehilangan.


 


 


"Maafkan kami wildan, kami tidak melindungi kamu, dan adikmu. kami tidak punya kekuatan, kami hanya bisa merelakan Annisa di bawa pergi oleh orang itu, kami mohon kembali ke sini." mereka semua terlihat menyedihkan, tapi perasaan cinta juga terlihat di wajah mereka.


 


 


Kemudian pemuda tersebut menangis. " kenapa???...kenapa???...kenapa aku lemah sekali, kenapa aku tidak bisa melindungi adikku sendiri, kenapa aku harus melihat kesedihan orang tuaku, kenapa harus seperti ini, kenapa, apa salahku, apa dosaku, kenapa aku memiliki kehidupan seperti ini".


 


 


Pemuda tersebut sebenarnya sangat ingin membawa kembali adiknya, tapi dia tahu itu mustahil, dan karena dia melihat perasaan kedua orangtuanya, dia hanya bisa menyerah.


 


 


Seorang pemuda yang menyedihkan.


 


 


Pria kekar tersebut kemudian memegang pemuda tersebut dan berkata "Kenapa???... karena tidak ada ruang untuk makhluk lemah seperti kalian," wajahnya penuh dengan tatapan menghina, pria tersebut kemudian melemparkannya ke arah orangtua pemuda itu.


 


 


Mereka menangkapnya menggunakan tubuhnya sendiri. lemparan pria tersebut sangat kuat. dan melukai mereka.


 


 


"Maafkan aku Wildan, maafkan aku tidak bisa melindungi adikmu," seorang pria berkata sambil menangis tidak berdaya.


 


 


"Aku ini ibu yang tidak berguna, tolong maafkan kami, Wildan " wanita 30 tahunan berkata dengan nada sedih.


 


 

__ADS_1


Pemuda tersebut kemudian memeluk kedua orangtuanya dan berkata " aku, tidak membenci kalian, aku mencintai kalian, aku benci ini, aku benci keadaan ini".


__ADS_2